All About You "L"

All About You "L"
Bertemu Kembali



Setelah keluar dari ruangan Prof. Lee, L berlari keluar dan berjalan menuju halte.


Ya ampun aku sangat malu, bagaimana aku bisa jadi bodoh begini. Apa jadinya jika Profesor Lee mengadukan kelakuan ku pada Kak Jisoo, hahh rasanya aku mau sembunyi didalam lubang semut. L merancu sambil mengacak acak rambutnya sendiri.


Kring kring kring


Bunyi dering telpon dari ponsel L.


L segera mengambilnya di tas dan melihat bahwa ada telpon dari Daniel. L mengangkat nya.


" Hallo. "


" Kau sedang dimana? " Tanya Daniel


" Aku sedang ada di halte mau pulang. " Jawab L dengan setengah hati.


" Ada apa dengan suaramu? "


" Tidak ada apa apa hanya sedang malu. "


" Malu? "


" Tidak usah dipikirkan. Kak Daniel ada apa menelpon ku? " Tanya L


" Oh tidak ada apa-apa hanya iseng saja, aku sedang ada di taman karena pekerjaan ku selesai lebih awal. Aku perlu teman apa kau mau datang kemari? "


L berfikir sejenak.


" Baiklah aku akan datang. "


Tak butuh lama, L sudah sampai di taman dan berjalan menuju tempat dimana Daniel berada, yaitu duduk di bawah pohon sakura terbesar disana.


" Kak Daniel. " Daniel menoleh dan langsung tersebut melihat L sudah tiba.


Wajah L mengkerut karena melihat penampilan L yang sedikit berantakan.


" Ada apa dengan wajah mu? " Menunjuk ke arah rambut L yang berantakan.


L bingung, namun sedetik kemudian ia sadar dan mengambil ponsel. Matanya melotot karena baru tahu kalau rambut nya sangat berantakan seperti rambut singa.


" Hahaha kau habis kuliah apa tidur." Kata Daniel mengejek.


" Ya ampun jadi daritadi orang-orang melihat ku karena rambut ku berantakan, aku benar-benar sangat malu. " L buru-buru merapikan rambut nya.


" Kemari dan duduklah, aku akan membantumu. " L menurut dan duduk di samping Daniel.


Daniel membantu L menyisir rambutnya dengan perlahan, aroma bunga lavender menyeruak membuat Daniel menghentikan aktivitas nya.


" Kak Daniel sudah atau belum? Rapikan dengan benar aku tidak mau dianggap orang gila. " Ucapan L menyadarkan Daniel.


" Ah sudah. Sebenarnya ada apa dengan mu sampai membuat rambut mu jadi berantakan begini. "


" Sebenarnya aku baru saja di panggil oleh Profesor ku , dia memberitahu kalau lukisan ku lulus seleksi. Aku sangat senang sampai sampai aku bersorak dan berjingkrak di hadapan Profesor ku dan asistennya, aku benar-benar lupa karena saking bahagianya. " Ucap L.


" Hahaha aku ingin melihat ekpresi mereka saat melihat mu berjingkrak dihadapan mereka. " Ucap Daniel sambil tertawa.


" Setelah keluar dari ruangan aku segera berlari ke halte, dan tanpa sadar mengacak acak rambut ku sendiri. "


" Sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan, lagipula kau kan naik bus dengan memakai masker tidak ada yang mengenalimu, mereka paling hanya mengira kau orang gila saja. " Tawa Daniel semakin riuh, L hanya bisa cemberut.


" Teruslah tertawa. " Ucap L kesal


" Ok ok aku akan berhenti maaf kan aku. Daripada cemberut bagaimana kalau kita jalan jalan dan membeli cemilan, bukankah biasanya kau selalu datang membawa banyak makanan? Dimana tempat membelinya. "


" Ah benar lebih baik kita cari makan saja, hari ini aku yang traktir karena lukisan ku telah lolos seleksi." L menarik tangan Daniel dan berjalan menuju deretan kedai penjual makanan yang tak jauh dari taman.


" Kak Daniel ingin makan apa? " Tanya L


" Emm kau sendiri ingin makan apa? " Tanya Daniel balik.


" Kak Daniel itu bagaimana, aku yang bertanya malah balik bertanya. "


Padahal baru sekarang saja setelah bertemu dengan L, Daniel jadi sering makan makanan jalanan. Biasanya ia selalu makan di restoran berbintang dengan menu masakan di masak oleh chef terkenal.


" Kalau begitu serahkan saja padaku. "


Keduanya menyusuri tiap kedai makanan dan membeli nya. Keduanya sesekali mencicipi makanan yang tersedia di kedai kedai itu, L sangat menikmati nya. Sementara Daniel terus memperhatikan L yang terlihat senang hanya dengan membeli semua makanan jalanan itu.


Puas berkeliling, L minta istirahat dengan masuk ke sebuah cafe bernama Cafe Florist.


Cafe tersebut bersebelahan dengan toko bunga, saat masuk kedalam cafe tersebut, mata L seketika berbinar. Di dalam cafe yang tidak terlalu besar itu, banyak dihiasi rangkaian bunga dan aksesoris berbentuk bunga, indah sekali.


L dan Daniel duduk disalah satu bangku memesan beberapa cake dan minuman.


Ternyata pemilik cafe dan toko bunga adalah orang yang sama sehingga tidak heran jika didalam cafe banyak hiasan dan dekorasi tentang bunga.


Didalam menu nya banyak yang menggunakan bahan dari bunga. Semisal cake bunga mawar, teh mawar, teh Chamomile, teh krisan dan lainnya.


Daniel terus memperhatikan L yang sedang mengagumi cafe tersebut.


" Apa kau suka? " L mengangguk tanpa ragu


" Cafe ini sangat bagus, Aku putuskan kalau cafe ini adalah tempat favorit ku setelah taman. " Ujar L


Daniel hanya tersenyum mendengar jawaban L.


Mereka berdua menikmati waktu hingga matahari terbenam.


" Kak Daniel ini sudah malam , ayo pulang. " Ajak L untuk mengakhiri pertemuan mereka.


" Kau benar, kau tunggu lah di luar sebentar aku akan membeli sesuatu. "


L mengerti dan menunggu Daniel di luar cafe.


Cukup lama L menunggu sampai ia berjongkok karena lelah, L pikir Daniel tidak akan lama namun ternyata lebih dari 10 menit ia tak kunjung keluar.


Tahu begini lebih baik aku menunggu didalam, kaki ku sakit terus berdiri sejak tadi. Gumam L dalam hati.


" Ini untuk mu. "


Tiba-tiba Daniel keluar dari toko bunga disebelah cafe dan memberikan buket bunga pada L.


" Ucapan selamat dan terimakasih dari karena mentraktir ku. " Ucap Daniel


L awalnya bingung karena tiba-tiba diberi buket bunga.



Namun wajahnya langsung tersenyum setelah menerima buket bunga yang indah dari Daniel.


" Kak Daniel terimakasih, ini sangat indah dan wangi. " Menciumi buket bunga yang terdiri dari bunga mawar merah, putih, dan bunga baby breath.


" Ayo pulang, aku akan mengantarmu. " Menarik tangan L. " Aku bawa mobil jadi kau tidak perlu naik Bus. " Imbuh Daniel


L berhenti berjalan " Aku tidak mau, aku mau pulang sendiri saja dengan naik Bus. "


" Aku mengajakmu pulang naik mobil bagus dan nyaman malah kau tolak, dan memilih naik transportasi umum? " Kata Daniel tak habis pikir dengan pilihan L.


" Kan aku sudah bilang kalau aku bosan naik mobil, aku lebih suka naik Bus. Lagipula naik Bus juga nyaman, ini sudah malam jadi tidak akan banyak penumpang yang naik. " Ujar L


Daniel menghela nafas


" Iya iya baiklah, kalau begitu aku akan tetap mengatarmu dengan ikut naik Bus saja. "


" Kak Daniel pulang saja, bukankah Kak Daniel bawa membawa mobil, nanti Kak Daniel harus kembali kemari untuk mengambil mobil, apa tidak merepotkan ? "


" Tidak apa apa, ini sudah malam dan kau wanita. Cepat naik. " Daniel mendorong L untuk segera masuk kedalam Bus yang sudah berhenti di halte tempat mereka menunggu.


Sampai di halte yang dituju, L segera turun dan pamit pada Daniel.


" Terimakasih untuk hari Kak, ouh iya lukisan mu sebentar lagi akan selesai jadi kirimkan alamat rumah mu ya Kak. " Kata L, Daniel membalas dengan anggukan.