
Elis penasaran dengan suara gaduh itu, sebelum ia meraih gagang pintu kamarnya, Bora dan Jisoo sudah terlebih dahulu membuka nya.
" Selamat pagi adik. " Bora berjalan masuk diikuti Jisoo dan tak lama Jukyung juga mengekor dibelakang sembari membawa nampan berisi sarapan.
" Aku merasa tadi mendengar sesuatu. " kepalanya menoleh kebelakang
" Sudah abaikan saja, itu cuma kucing. " jawab Bora
Jukyung menaruh sarapan L " silahkan Nona ini sarapan nya. "
" Terimakasih kak Jukyung. " Jukyung menunduk sebelum pergi keluar kamar
Jisoo duduk tak jauh dari mereka " Besok malam akan ada acara pesta penyambutan untuk mu, ayah akan memperkenalkan mu pada seluruh penghuni rumah agar para pelayan tahu kalau majikan mereka sekarang bertambah satu orang."
L menatap Bora dengan bingung " Pesta? bukankah nanti akan ada banyak orang. " meringkuk takut
" Bukan pesta seperti itu L, ini hanya acara makan malam bersama , nanti seluruh pelayan dirumah ini akan berkumpul dan ayah akan memperkenalkan mu. Tidak udah khawatir ini acara keluarga tidak ada orang luar. " menepuk-nepuk lengannya sambil menyuapi L.
" Setelah kau tinggal disini lalu apa yang kau inginkan? apa kau tertarik masuk universitas? " pertanyaan itu membuat wajah L berbinar dan menghentikan makannya
" Aku ingin kuliah kak. " jawab L dengan semangat
" Baik akan ku urus, tapi kau ingin masuk ke Universitas mana? " tanya Jisoo
" Universitas Seoul. "
Bora dan Jisoo saling tatap " kau yakin? " tanya Bora, yang dijawab anggukan oleh L
" Ujian masuk universitas tinggal satu bulan lagi, berarti akhir musim dingin, sementara awal musim semi sudah mulai masuk untuk para mahasiswa baru, jika kau ingin masuk kesana kau harus mengikuti ujian itu? " ucap Jisoo
" Aku ingin masuk kesana, karena aku pernah melihat kampus itu di drama Korea yang pernah ku tonton, bolehkan kak. " Mengguncang guncangkan lengan Bora
" Ujian masuk universitas itu sangat sulit,dan kau harus mendapatkan nilai yang tinggi juga agar bisa diterima,jika kau tetap ingin masuk kesana kau harus belajar mulai dari sekarang, aku akan memanggil guru les untuk membantu belajar kilat, waktu mu tidak banyak dan kau harus tahu kalau kurikulum dan materi yang ada disini akan sangat berbeda dengan di Indonesia, apa kau yakin?" Bora menatap L dengan cemas " Aku akan mendukung apapun yang kau ingin kan , tapi aku juga tidak ingin kau sakit karena terlalu memaksakan diri, bagaimana kalau kau mengulang masa SMA mu dulu saja, aku takut kau tidak bisa mengikuti pelajaran di kampus. "
Meskipun Bora tahu kalau L itu sangat pintar, tapi dimatanya ia hanyalah gadis remaja yang manis dan imut.
" Aku dengan senang hati menerima guru itu, aku sudah menjadi adikmu dan anak dari ayah, aku ingin jadi putri dan adik yang berpendidikan bagi keluarga ini, Aku juga akan mulai berinteraksi dengan orang lain. Seperti yang kau katakan kalau aku tidak mungkin selalu bisa bersamamu dan kak Jisoo, aku sudah ada disini, maka aku harus mulai melangkah dan aku ingin mewujudkan mimpi ku menjadi seorang pelukis dan penulis yang terkenal."
" Aku juga ingin belajar tata krama dan etika di keluarga ini, bukankah sekarang aku juga bagian dari keluarga ini, tentu aku harus tahu bagaimana bersikap dan berperilaku dengan benar agar tidak membuat kalian malu nantinya. "
Bora tak menyangka L sampai berfikir seperti itu " Kau tidak perlu seperti itu adikku sayang, memangnya kau ini sedang main jadi putri raja apa? Kau hanya perlu jadi dirimu sendiri. "
" Tapi aku memaksa. " sahut L
" Ya baiklah kalau begitu, tapi kau kan harus belajar untuk persiapan ujian masuk universitas . " Bora melihat L dengan ragu
" Waktu ku sangat banyak, lagi pula aku senang mempelajari hal hal baru."
" Sudah sudah, turuti saja kemauan L. Kalau begitu nanti akan ku carikan guru terbaik untuk membantu mu belajar, sebenarnya aku bisa membantu mu tapi pekerjaan ku sangat banyak dikampus jadi aku hanya punya waktu sedikit untuk mengajari mu." ucap Jisoo
" Untuk masalah yang lain, Tuan Im bisa membantumu karena saat kecil semua pelajaran etika dan tata krama di keluarga ku, ia yang bertanggung jawab mengajariku, Sekarang habiskan sarapan mu dan beristirahat lah, besok adalah pesta penyambutan untuk mu dan setelahnya kau harus mulai berlajar dengan giat. " imbuh Bora
" Siap sedia. " jawab L dengan semangat
Para pelayan hari itu sangat sibuk menyiapkan acara makan malam untuk nona muda mereka, Tuan Kim, Jisoo, dan Bora sudah pergi untuk berkerja, sedangkan L tetap berada di kamar ditemani Jukyung.
" Kak Jukyung umurmu berapa? "
" Saya 20 tahun Nona. " jawab Jukyung sopan
L berjalan menuju ruang belajar nya dan mengambil sebuah buku di rak
" Apa menurut mu aku pantas masuk kedalam keluarga ini? " pertanyaan itu membuat Jukyung kaget
" Tentu saja sangat pantas Nona, kenapa anda bicara seperti itu? "
" Aku takut dengan hadirnya aku di keluarga ini membawa kesialan bagi mereka. " pandangan L terlihat pias, ekpresi itu tidak dapat dibaca oleh Jukyung
" Nona itu tidak mungkin, justru menurut saya keluarga Tuan Kim itu sangat beruntung, karena bisa mendapatkan putri secantik dan sebaik Nona. "
L hanya tersenyum kecil, entah apa maksud dari perkataan nya, sikapnya juga berbeda, ada sebuah misteri apakah benar kalau L itu benar-benar telah berubah dan mengalami amnesia atau ia merubah dirinya sendiri. Hanya L saja yang tau.
Hari itu, L menghabiskan waktu dengan melukis dan membaca diruang belajar sampai malam. Ia memakai masker meski didalam kamar dan hanya ada Jukyung disana, ia juga tidak banyak bicara. Jukyung tidak berani mengajak bicara terlebih dahulu karena dirinya masih belum mengenal lebih jauh Nona mudanya .