All About You "L"

All About You "L"
Membantu Sampai Tuntas



Pagi pagi sekali Bora dan tim nya telah sampai di kantor. Bawahannya terkejut melihat rancangan yang semalam telah rusak sekarang berubah bentuk menjadi rancangan dengan model baru.


Mereka melihat satu per satu rancangan yang terpasang di manequin. Semua kagum melihat rancangan tersebut berubah menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Mereka juga tampak kagum dan bertanya tanya bagaimana cara nya mengubah rancangan yang telah rusak tersebut menjadi rancangan yang baru hanya dengan mengubah sedikit bentuknya.


"Apa Direktur yang melakukannya? Ini benar-benar sangat bagus." Ujar salah seorang desainer junior.


" Bukan aku. " Ujar Bora yang berjalan masuk ke dalam ruangan bersama asisten nya.


Semua orang kaget, wajah mereka memperlihatkan ekpresi yang sama yaitu penasaran.


" Kalian pasti bingung dan juga penasaran, aku akan memberitahu kalian bahwa yang mengubah semua rancangan tersebut adalah desainer ku yang berinisial L, setelah kalian pulang, dia datang kemari dan membantu menyelesaikan masalah kita. Untuk sekarang kita fokus dulu mempersiapkan rancangan ini, karena L telah membantu merubah nya saja sedangkan sisanya bergantung pada kita untuk merapikan nya. Jadi tunggu apa lagi ayo mulai bekerja, waktu kita hingga jam makan siang. " Ucap Bora


Semua orang tampak kembali bersemangat dan percaya diri, meskipun dihati mereka masih penasaran dengan sosok desainer yang membantu pekerjaan mereka, dan ada sedikit keterkejutan bahwa yang membuat model barunya adalah L bukan Direktur sekaligus Ketua tim desainer mereka.


Desainer senior yang masih tersisa sangat penasaran pada sosok L ini, dimana sosok Bora saja bagi mereka sangat hebat dalam membuat desain pakaian tapi saat kekacauan terjadi Bora juga terlihat tidak mampu menghadapi nya.


Dan setelah kepulangan mereka hanya dengan waktu singkat, sosok L ini mampu menyelesaikan masalah yang tak mampu dikerjakan oleh Direktur sekaligus oleh mereka. Para senior berpikir bahwa sosok L ini pastilah seorang jenius.


Semua orang tak akan menyangka bahwa L itu adalah Yuna yang seharian bersama mereka. Mereka tidak akan sadar apalagi percaya jika gadis remaja itu adalah L.


Mereka hanya melihat L sebagai adik kesayangan Direktur mereka, selama seharian bersama mereka, L juga hanya terlihat sibuk sendiri dengan kegiatan seperti makan, duduk santai, bermain gadget, dan sesekali terlihat menggambar. Tak ada yang curiga terhadap nya.


Tapi benar apa yang dikatakan oleh Direktur mereka bahwa hal itu tidak penting untuk sekarang, yang terpenting adalah menyelesaikan rancangan tersebut.


Dengan waktu yang tersisa, lima jam kemudian semua telah selesai dan semua orang tampak puas dengan hasil nya. Rancangan pakaian yang semua rusak seperti terlahir kembali dengan bentuk yang lebih bagus dari sebelumnya.


Acara fashion show akan digelar malam hari, kini Tim promosi dan yang lainnya segera bergerak menuju sebuah hotel tempat acara Korea Fashion Week digelar.


Korea Fashion Week adalah acara besar untuk memamerkan rancangan rancangan dari berbagai desainer baik dari junior maupun senior, dari yang hanya sekelas toko kecil hingga perusahaan besar yang telah memiliki Brand.


Acara tersebut digelar di sebuah Hotel terbesar di Seoul, dimana hotel tersebut adalah milik Daniel.


Di gedung yang sangat luas itu telah disulap menjadi jalur catwalk untuk para model memamerkan rancangan dari tiap tiap desainer yang telah terpilih dan diberi kesempatan memperlihatkan hasil karyanya.


Diruang tunggu terlihat begitu ramai dan juga sibuk, jajaran kursi, cermin, dan alat alat make up tersusun rapi. Para stylish dan tim make up sibuk mendandani para model.


Bora dan asisten nya baru saja selesai dan menyusul menuju hotel tempat berlangsung nya acara. Asisten Bora tengah menjelaskan beberapa hal terkait acara tersebut pada Bora, lalu tiba-tiba suara yang tak asing terdengar dari belakang.


" Hai teman. " Sapa Tiffany dari belakang


Bora terlihat jengah dan malas meladeni Tiffany, ia sangat sibuk dan tidak ada waktu untuk berdebat dengan rivalnya itu.


" Hmmm. " Hanya deheman dadi Bora lalu kembali fokus pada asisten nya.


Tiffany tersenyum sinis " Bagaimana persiapan mu teman? Oh maksud ku mantan teman, semoga acara kali ini sukses ya, kudengar karyawan mu banyak yang mengundurkan diri. Karena tiba-tiba kantor ku jadi ramai karena mantan pegawai mu mendaftarkan di perusahaan ku. " Ujar Tiffany.


" Apa kau tidak menggaji mereka dengan baik hingga mereka memiliki pindah ke perusahaan ku? Lalu bagaimana dengan persiapan mu? Jika tiba-tiba karyawan mu pindah? " Imbuh Tiffany


" Oh terimakasih telah khawatir tentang masalah itu, tapi aku sama sekali tidak memiliki masalah. Dan untuk masalah karyawan ku yang pindah ke perusahaan mu, aku justru sangat besyukur karena dengan itu aku bisa mengurangi biaya untuk menggaji orang-orang yang tidak memiliki kredibilitas dan menghemat uang perusahaan. " Ujar Bora santai.


Tiffany mulai geram " Hah lihat saja nanti siapa yang akan jadi sorotan, Orang-orang ku adalah desainer terbaik, berpengalaman, dan lulusan terbaik jadi akan kupastikan pada musim panas ini perusahaan ku akan mengalahkan perusahaan. " Ujar Tiffany penuh percaya diri.


" Terserah padamu, lagipula kau memang selalu memungut sesuatu yang tidak lagi kugunakan bukan? Oh salah! Maksud ku kau selalu tertarik dan berusaha keras merampas sesuatu yang sudah kumiliki. Tapi sayang, semua tidak akan berjalan sesuai dengan keinginan mu. Kau pikir aku tidak tahu mengenai karyawan ku yang kau bajak itu? Tenang aku tidak akan marah, sebanyak apapun kau membajak mereka satu hal yang tidak kau pikir kan adalah otakku selalu selangkah lebih maju darimu. " Ujar Bora.


Wajah Tiffany mengeras ia mulai tersulut emosi " KAU! " Tiffany maju hendak melakukan sesuatu, tapi segera dihentikan oleh Hana asisten nya.


" Sudah Nona, acara akan segera dimulai sebaiknya kita kembali ke tempat kita dan mengecek semuanya. Kita tidak perlu meladeni mereka, aku yakin perusahaan kita akan lebih unggul dari mereka. " Bujuk Hana.


Tiffany merapikan penampilan " Kali ini kau bisa tertawa Bora, tapi jangan menangis nanti ya. Perusahaan ku pasti akan menjadi sorotan saat acara ini berlangsung. " Setelah itu Tiffany pergi bersama Hana dengan angkuhnya melewati Bora.


Bora menatap teman kuliah nya dengan heran, sebenarnya ia sama sekali tidak mau berselisih dengan Tiffany tapi entah kenapa Tiffany selalu saja mengganggu dan memusuhi nya.


" Dasar nenek sihir, selalu saja bikin kepalaku pusing jika bertemu. Baik kita lihat siapa yang akan menangis dan siapa yang akan tertawa nantinya. " Ujar Bora


****


L dan Jisoo sudah sampai di hotel, mereka masuk sambil membawa kotak besar di pelukan mereka. Kotak yang lebih besar itu bahkan sampai menutupi badan L dan sedikit menyembulkan kepala L agar tetap bisa melihat kedepan.


" Yuna kau letakkan dulu kotak itu, biar aku mengubungi Bora agar mengirim seseorang untuk membawa nya. " Ujar Jisoo. Ia tidak tega melihat L kesusahan membawa kotak itu


Dari belakang Jisoo tersenyum, cara berjalan L jadi lucu. Jisoo menyusul L dan berjalan didepan agar membuka jalan, sampai di sebuah ruangan Bora dan asisten nya kaget melihat kedatangan keduanya.


" Sayang kau kemari? " Tanya Bora bingung.


" Iya, Yuna membawakan sesuatu untuk mu. " Jisoo meletakkan kotak besar itu lalu mengambil kotak satunya lagi yang dibawa L.


" Terimakasih." Ujar L saat kakaknya membantu nya.


Bora mendekati L dan memeluk nya sejenak " Ada apa adik? Apa kau rindu padaku hingga datang kemari? "


" Tidak, aku kemari karena ingin membantu kakak. Aku ingin meminjamkan ini padamu, acaranya belum dimulai kan? Ayo biarkan aku lihat para model kakak saat memakai pakaian rancangan kita." Tangan L meraih tangan Bora.


Asisten Bora memberi jalan dan membuka sebuah ruangan tempat para model sedang menata diri.


Bora hanya mengikuti langkah L dengan bingung.


L melihat penampilan mereka, ia tersenyum lalu berlari menuju kotak besar itu dan mengambil satu kotak yang lebih kecil didalam nya. Ia membukanya dan memasangnya pada model tersebut.


Mata model tersebut berbinar " Ini sangat cantik dan elegan, apa ini koleksi terbaru dari Bellin? " Tanyanya.


Bora, asisten Bora dan beberapa orang-orang yang melihat langsung mengerubungi model tersebut. Mereka melihat sebuah kalung berwarna putih terpasang dileher model tersebut, bentuk dan modelnya sangat bagus dan serasi dengan rancangan pakaian yang di gunakan.


Ketika orang-orang sedang sibuk mengagumi keindahan kalung itu, L kembali menarik Bora dan menyerahkan kotak kardus tersebut.


" Aku meminjamkan ini pada kakak, kakak meminta bantuan ku bukan? Maka aku akan membantu kakak sampai tuntas. Didalam kotak ini ada berbagai aksesoris mulai dari kalung, gelang, anting, hingga bros yang terbuat dari perak dan mutiara. Jika kakak memadukan dengan rancangan pakaian itu akan sangat bagus. Aku bisa bilang jika ini akan menjadi sebuah karya masterpiece. Aku serahkan pada kakak karena kakak lebih ahli dalam memadupadankan."


Bora segera membuka kotak besar itu dan takjub dengan isinya, tanpa aba-aba dia menyuruh tim stylish untuk memasang nya pada model mereka.


Bora terlihat sibuk berjalan kesana kemari


" Kakak jangan lupa dikembalikan, aku hanya meminjamkan nya. Jangan sampai rusak!" Bisik L pada Bora.


Bora tak bisa banyak berkomentar karena sampai saat ini dia sangat menjaga identitas L sebagai desainer rahasia nya. Bora memeluk L dan mengucapkan terimakasih.


***


Usai menyerah kan kotak itu, Bora dan Jisoo berniat kembali pulang. Jisoo sendiri juga harus kembali ke kampus karena masih ada jadwal mengajar.


" Yuna ayo kita pulang, aku juga harus kembali ke kampus karena masih ada kelas. " Ajak Jisoo


" Kakak pulang saja duluan, aku bisa pulang naik taksi. Aku juga ada urusan sebentar jadi kakak tak perlu mengantarkan ku. " Ucap L.


" Baiklah, kau harus berhati-hati saat dijalan nanti ya. "


" Siap. Kakak juga. "


Usai berpamitan pada Bora, L dan Jisoo pun berpisah. Dimana Jisoo kembali ke kampus sedangkan L berjalan keluar.


L berjalan sambil menunduk memainkan ponsel nya . Ia tak melihat seseorang tengah berdiri tak jauh dari hadapan nya, saat orang tersebut memanggilnya , L diam karena sedang fokus dan suasana cukup ramai.


Orang tersebut adalah Daniel, karena tak menoleh Daniel berjalan lebih cepat dan menghadang jalan L. Mr. Lee dan beberapa bawahan Daniel terlihat heran dengan tingkah Bos nya, mereka hanya mengikuti saja langkah Daniel dibelakang


L terus berjalan hingga kepalanya menabrak seseorang, ia mendongak dan kaget melihat Daniel dihadapan. Ia reflek mundur namun karena terlalu kaget ia sampai ter bincang kakinya sendiri dan hampir terjatuh ke belakang, untung saja reflek Daniel sangat baik, ia menahan tubuh mungil L dengan tangan kanannya agar L tak terjatuh. Daniel menarik tubuh L sampai kembali membentur tubuh nya.


Tangan kekar Daniel memeluk tubuh L dalam dekapan nya.


Jantung Daniel berdetak cepat.


Bawahan Daniel hanya diam melihat adegan seperti di drama drama itu. Mereka lalu tersenyum dan berkata dalam hati bahwa aksi Bos mereka sangat romantis.


" Kau tidak apa apa? " Tanya Daniel pada L


L mendongak dan tersenyum " Aku baik baik saja Kak, terimakasih " Jawab L malu malu.


Daniel melepaskan pelukannya.


" Sedang apa kau disini, dari tadi aku melihat mereka berjalan sambil fokus pada ponselmu hingga mengabaikan panggilan ku. Jangan berjalan seperti itu, sangat berbahaya. " Ujar Daniel menasehati.