All About You "L"

All About You "L"
Satu Asrama



Setelah sampai dan mendapat kamar masing-masing, orang-orang mulai memasuki tempat tinggal mereka selama kuliah di Korea. Arya sangat senang dan langsung menyeret Hari menuju kamar mereka.


" Hari lihat ini kamar kita. " Arya membuka pintu dan masuk ke sebuah ruangan dan Hari mengikuti nya.


Arya berkeliling ruangan mengedarkan pandangan pada ruangan yang lumayan luas untuk ditinggali oleh kedua,tiba-tiba ponselnya bergetar, telpon dari ibunya.


" Hari sebentar aku ada telpon dari ibuku. " Hari pun jadi mengingat kalau dirinya belum memberi kabar pada bapak dan ibunya di desa, ia juga segera mengambil ponsel dan menelpon mereka.


" Hallo bu, Arya sudah sampai di Korea tepatnya di asrama. " Kata Arya pada ibunya


"Baguslah, jaga diri baik-baik disana. " Ucap Ibu nya, suara ibunya tiba-tiba berubah jadi seperti anak kecil.


" Ka Arya ketemu oppa nya aku tidak? Bagaimana keadaan Korea sekarang? Sudah makan tteokbokki dan ramyun belum? " Suara adik Arya membuat kuping Arya berdengung.


" Hei bisa tidak kalau tanya itu satu satu, aku disini itu kuliah bukan untuk bertemu dengan oppa mu. Keadaan Korea bagaimana yang kau maksud? Disini biasa saja tidak ada bedanya dengan Jogja, dan apa itu tteokbokki dan ramyun? Aku baru sampai di asrama dan saat ini jam 12 malam tentu aku akan pergi tidur bukannya makan. Dasar adik menyebalkan. " Sahut Arya


" Hehehe jangan marah kakak ku sayang, kan aku hanya bertanya. Tapi bagaimana orang-orang disana? mereka ganteng ganteng dan cantik cantik bukan? "


" Aku tidak tahu. "


" Hah. Masa tidak tahu? "


" Ya memang tidak tahu, aku belum sempat memperhatikan wajah orang-orang disini. "


" Begitukah? Besok besok kalau kakak mau makan harus coba tteokbokki asli Korea ya, aku penasaran bagaimana rasa original nya. "


" Aku tidak janji, begitu banyak makanan yang bisa ku coba kenapa aku makan tepung di beri saus yang rasanya aneh itu, aku tidak mau. "Ucap Arya.


Dia memang sering menemani adiknya mencoba makan makanan Korea, seperti tteokbokki, kimchi, dan ramyun, ada juga samgyetang, dan beberapa menu lainnya yang pernah ia coba di restoran Korea di jogja. Sejauh ini lidah nya tidak begitu cocok.


" Kakak jahat sekali. "


" Sudah lah berikan telpon nya pada ibu, panas kuping ku jika lama lama mendengar ocehan mu. " Dengan wajah cemberut Arsy mengembalikan ponsel ibunya, tapi sebelum berpindah tangan dengan cepat Arsy berteriak pada kakaknya.


" KAKAK JANGAN LUPA PESANAN KU! " Arya langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.


" Ampun deh bisa-bisa nya aku punya adik tapi suaranya kaya toa masjid. " Gumam Arya.


" Aku capek sekali, aku mau mandi terus tidur. " Arya membuat kopernya dan mengambil baju.


Hari mulai membongkar isi kopernya dan menata nya di lemari dan rak yang telah tersedia. Kamar di asrama mereka cukup luasnya.Didalam ruang itu ada dua kamar terpisah dengan kamar mandi dalam. Masing-masing kamar dilengkapi lemari, meja belajar dan kursi yang minimalis. Ada dapur yang tidak terlalu besar namun lengkap dengan kompor dan alat dapur sederhana, kulkas mini dan ruang makan sekaligus bersantai. Lalu terakhir ada balkon, dimana disana bisa melihat pemandangan kota yang luas.


Kamar mereka seperti apartemen type studio, kecil tapi nyaman dan cukup untuk dua orang. Hari telah selesai memindahkan semua baju ke dalam lemari, menata tas, sepatu, dan buku bukunya di rak yang tersedia. Selain baju dan buku, didalam koper hari ternyata ada 3 buah figura berisi foto dirinya bersama kedua orang tuanya, foto dirinya dengan L, dan terakhir foto Yuna yang diambil saat mereka liburan di Jogja. Foto L tengah tersenyum manis di pantai, cantik dan imut sekali.


Tangan Hari membelai foto L dan meletakkan nya di meja belajar nya.


Aku sangat merindukan mu Elis


Tok tok tok


" Masuk. " Ucap Hari.


" Hari kau sudah selesai berbenah? " Tanya Arya


" Sudah. Ada apa? "


" Boleh kah aku tidur disini? " Menyunggingkan senyum termanis nya. Hari seketika merasa jijik


" Tidak tidak tidak! Kau sudah ada kamar sendiri untuk apa kau tidur di kamarku, pergi sana! " Tangan Hari mengibas ke arah Arya


" Kau jahat sekali, aku kan hanya butuh teman karena belum terbiasa dengan tempat baru. "


Tanpa meminta persetujuan, Arya sudah terjun ke atas tempat tidur Hari. Tidak menghiraukan tatapan tajam dari sang pemilik kamar.


" Hari ini saja besok aku akan kembali ke kamarku. "


" Kau masih normal kan? "


" Apa maksud mu? "


" Kelakuan mu seperti wanita yang takut tidur sendiri dan minta ditemani. "


" Enak saja, aku lelaki normal. Seratus persen normal, buang pikiran kotor itu! Enak saja. " Arya mengambil bantal dan melemparnya ke arah Hari, dengan sigap Hari menghindar dan berlari masuk ke kamar mandi.