All About You "L"

All About You "L"
Desain Siapa?



L berjalan masuk ke dalam mansion, didepan Jukyung sudah menunggu nya.


" Selamat datang Nona, biar saya bawakan tas anda. " Jukyung dan beberapa pelayan menyambut kedatangan L.


" Oh iya, apa Bora sudah pulang? " Tanya L sambil berjalan masuk kedalam.


" Sudah Nona, belum lama. "


" Tumben Bora pulang lebih awal, kupikir akhir akhir ini dia selalu lembur dan pulang lebih malam. Apa dia baik baik saja? "


" Saya tidak tahu Nona, hanya saja saat Nona Bora tiba, wajahnya terlihat lesu. "


" Atau karena Bora rindu dengan suaminya yang sedang seminar di Jeju makanya terlihat lesu. " L mencoba menebal.


" Mungkin saja Nona. " Jawab Jukyung


Selesai membersihkan diri, L mencoba menengok keadaan Bora di ruang kerja nya.


L melihat Bora masih mengenakan pakaian kerja,dan pasti nya itu belum diganti sejak ia sampai dirumah.


" Apa Bora sudah makan? " Tanya L pada Jukyung yang mengikuti nya dibelakang.


" Belum Nona, sejak Nona Bora pulang ia langsung menuju ruang kerjanya. "


" Hemm, seperti nya ada masalah di perusahaan. Kak Jukyung tolong ambilkan makanan untuk ku dan Kakakku ya.


Jukyung mengangguk dan segera pergi mengambil makan malam untuk kedua Nona nya.


Tok tok tok


Suara L mengetuk pintu.


Bora menoleh dan melihat L dari balik pintu.


" Masuklah. "


L masuk dan duduk di sofa dekat rak buku.


" Kakak sedang apa? " Tanya L


Bora menaruh alat tulisnya dan menghela nafas.


" Aku sedang pusing. "


" Kenapa Kak, cerita kan padaku siapa tahu aku bisa membantu mu. "


Bora berdiri dan duduk disamping L.


" Kepala ku pusing karena beberapa desainer ku tiba-tiba mengundurkan diri, padahal kurang sebulan lagi perusahaan akan meluncurkan pakaian musim panas. " Kepala Bora di sandarkan ke sofa.


" Kenapa mereka tiba-tiba mengundurkan diri? "


" Perusahaan kita ' Bellin Beauty' merupakan salah satu perusahaan pakaian terbesar di negeri ini. Ada satu perusahaan yang selalu menjadi pesaing perusahaan kita yaitu 'KeyFashion'. Direktur sekaligus ketua Tim desainer nya adalah teman satu angkatan ku saat masih kuliah, yaitu Kim Jennie. Entah bagaimana caranya, Orang-orang ku tiba-tiba mengundurkan diri dan kudengar dari asisten ku mereka sudah bekerja di perusahaan milik Jennie. "


Bora menutupi wajahnya yang sedang pusing.


" Dan kau tahu, selain peluncuran pakaian edisi musim panas, aku juga dipusingkan dengan acara Korea fashion festival yang akan diadakan seminggu sebelum acara peluncuran pakaian kita. Orang orang yang mengundurkan diri membawa rancangan yang seharusnya akan menjadi model pakaian yanga akan kita luncurkan. "


" Tapi tidak semua mengundurkan diri bukan? " L mengelus lengan Bora


" Ya memang tidak semua, tapi yang mengundurkan diri adalah para desainer senior yang sudah menjadi andalan di perusahaan kita, yang tersisa hanya aku dan beberapa desainer yang masih belum berpengalaman." Mata Bora mulai berkaca-kaca.


Ia bercerita pada L tanpa menutupi masalahnya, suaminya sedang ada di pulau Jeju jadi tidak bisa menghibur nya.


" Mereka mungkin bisa menyerahkan beberapa desain, tapi saat aku memeriksanya masih banyak kekurangan dan detail yang mereka lewati dan itu tidak sesuai citra dan filosofi dari merk brand kita. Aku bisa memperbaiki nya, tapi itu akan kenyita banyak waktu ku, sementara aku juga harus mempersiapkan rancangan untuk fashion show nanti. "


L merasa sedih melihat Kakak perempuan nya sedang ditimpa banyak masalah.


" Kakak bersabar lah, semua pasti ada jalan keluar nya. Lebih baik kakak masuk ke kamar dan membersihkan diri terlebih dahulu, bukankah tidak nyaman memakai pakaian ini sejak pagi, aku sudah meminta Kak Jukyung untuk menyiapkan makan malam untuk kita berdua. Jadi pergi lah mandi aku akan menunggu kakak disini. "


Bora menuruti perintah L, ia segera berdiri dan berjalan menuju kamarnya.


L melihat meja kerja Bora sedikit berantakan, ia hendak membereskan nya. Diatas meja tersebut banyak sekali desain desain pakaian yang menurut nya sangat bagus.


Wah baru berupa gambar saja sudah sebagus ini, bagaimana kalau sudah jadi dalam bentuk pakaian. Pasti akan sangat indah. Pikir L


L mengumpulkan lembaran kertas tersebut dan melihat nya satu demi satu. Desain desain yang ada didalam kertas tersebut terdiri dari tiga kategori, pakaian casual, gaun pesta, dan gaun pernikahan yang terlihat anggun, mewah, dan berkelas.


Terlihat dari corak dan warna yang digunakan berwana cerah.


Usai melihat lihat dan membereskan kertas kertas tersebut sesuai kategorinya. L duduk di kursi Bora dan mengambil kertas kosong dan pensil.


Setelah melihat desain pakaian dimeja Bora L jadi tertarik menggambar desain juga. Berbekal keahlian nya yang pandai melukis tentu itu sangat memudahkan nya.


Ia teringat dengan cake bunga mawar yang ia makan di cafe Florist bersama Daniel. Ia mulai fokus menggambar sebuah desain gaun pernikahan dengan motif bunga mawar merah sebagai coraknya.


Tidak sulit untuk menginterpretasikan imajinasinya di atas kertas.



Ia membayangkan gaun pernikahan yang ia gambar di atas kertas tersebut. Sesekali L tersenyum. Sampai sampai Jukyung dan beberapa pelayan yang masuk tak di perhatian oleh L.


" Nona saya sudah selesai membawakan makan malam anda dan Nona Bora. " Ujar Jukyung


L tak menjawab, ia sedang asik menggambar. Jukyung menyadari kalau Nona nya itu sedang fokus, sehingga ia dan pelayan lain tidak mengganggu nya dan keluar dengan sendirinya.


" L aku sudah selesai, ayo makan. " Ucapan Bora mengalihkan perhatian L


" Kakak sudah selesai? " Tanya L yang buru-buru menghampiri Bora dan meninggal kan apa yang sedang dikerjakan nya.


" Iya . Apa yang sedang kau lakukan? "


L mengajak Bora duduk karena makan malam mereka sudak tersedia dimeja.


" Ah tadi aku membantu membereskan meja kerjamu, kulihat sedikit berantakan. "


" Kau tidak perlu membereskan nya, lagi pula dirumah ini masih banyak pelayan yang akan mengerjakan nya. Kau baru mencuri pekerjaan mereka. " Ujar Bora yang membuat L tertawa.


" Tidak ada pencuri secantik aku. " Sahut L


" Hemm narsis sekali adik ku ini. Ayo kita makan, setelah mandi aku jadi lapar. "


Kedua nya segera menyantap makan malam mereka dengan tenang.


" Kakak, desain desain itu milik siapa? " L bertanya sambil menyendokkan makanan ke dalam mulut nya.


Bora tersenyum melihat mulut L yang kecil yang sedang sibuk mengunyah itu masih bisa berbicara.


" Makanlah dahulu baru bertanya, mulut mu itu masih penuh bisa bisanya kau berbicara. Nanti tersedak. " L hanya membalas sambil tersenyum kecil.


L dan Bora akhirnya menikmati makan malam mereka terlebih dahulu sebelum melanjutkan perbincangan.


Setelah selesai , Jukyung dan pelayan yang berdiri tak jauh dari L dan Bora segera mendekat dan membereskan meja.


" Jadi milik siapa Kak? " L kembali bertanya


" Kenapa kau begitu penasaran. " Bora memberi isyarat pada Jukyung.


Jukyung mengerti, tak lama ia segera pergi dan kembali dengan membawa beberapa hidangan penutup seperti puding dan minuman yang menyegarkan untuk L.


Bora dan Jukyung sangat mengerti kalau L ini memiliki porsi makan yang super, jadi setiap selesai makan, Jukyung selalu menyediakan dessert dan minuman menyegarkan seperti yogurt atau jus buah pada L.


" Karena aku melihat desain desain itu sangat bagus, akan lebih bagus kalau sudah jadi dalam bentuk pakaian."


" Kau ini, itu desain dari desainer yang masih junior, aku membawanya pulang untuk dikoreksi dan kutandai bagain mana yang perlu diperbaiki. Dilihat dari mana pun desain itu adalah desain gagal. " Ucap Bora sambil meminum teh nya.


" Benarkah, kupikir itu sudah bagus. " L mengingat kembali desain desain yang dilihat nya tadi rasanya bukan seperti desain yang gagal.


L dan Bora mengobrol cukup lama sampai L sesekali menguap.


" Kembali lah ke kamar, kau sudah mengantuk jadi tidurlah. " Ujar Bora.


Jukyung dengan sigap berdiri dibelakang L dan berjalan menuju kamarnya.


Bora tersenyum sampai sosok L menghilang dari balik pintu.


Sebaiknya aku kembali mengoreksi pekerjaan anak-anak. Ucap Bora.


Mengisi kembali cangkir nya yang telah kosong dan membawa nya ke meja kerja. Bora mengambil tumpukan kertas desain nya lalu matanya teralihkan pada sebuah desain yang belum pernah ia lihat.


Desain milik siapa ini. Ujar Bora


Tangan nya segera meraih selembar kertas yang tergambar desain gaun pernikahan yang di gambar L tadi. Meskipun belum sepenuhnya selesai tapi desain tersebut sangat bagus , Bora benar-benar penasaran . Karena sedari tadi baru melihat desain itu.