
Mereka sudah ada didalam ruangan dan duduk berhadapan, Shin meletakkan laptop di depan L.L melihat sekilas dan menatap nya tanpa ekpresi, sedangkan Daniel kebingungan.
" Aku harus bagaimana sekarang? Apa perlu aku memberi pelajaran pada mereka? " Tanya Jaehyun
" Biarkan saja. " Jawab L
Shin dan Jaehyun saling pandang " Itu tidak bisa dibiarkan! Mereka sudah mencari gara-gara dan mengusik adik kesayangan ku masa aku biarkan mereka tanpa dihukum. " Protes Jaehyun.
" Ya sudah terserah kakak saja. "
" Baik aku akan melakukan sesuatu dan mengembalikan namamu dalam daftar kandidat. "
" Oh Tidak! " Sahut L cepat.
" Kenapa? " Tanya Jaehyun
" Kakak boleh menghukum mereka tapi biarkan nama ku tetap hilang dari daftar tersebut, aku dari awal tidak berniat untuk mengikuti ajang tersebut lagipula kedepannya aku akan sibuk bekerja pada Bibi Han dan tugas kuliah ku juga sudah banyak jadi aku mohon jangan masuk kan lagi nama ku. " Ujar L
" Kau yakin? " L mengangguk
" Padahal aku yakin jika kau mengikuti ajang itu kau pasti akan menang Yuna. Kami akan mendukung mu. " Jaehyun terlihat bersemangat.
" Tidak mau. " Jawab L singkat.
Shin menghela nafas " Sudah ikuti saja kemauan Yuna jangan berlagak memaksa kau itu kan bodoh. " Ujar Shin
Jaehyun seketika melotot sedangkan Daniel berusaha menahan tawa, dan L sendiri asik memakan cemilan yang ada di meja tanpa terganggu.
" Apa maksud mu dengan berkata aku bodoh? Jangan bicara sembarangan aku ini seorang mahasiswa dengan peringkat pertama di jurusan ku, nilai mu dan nilai D.O saja masih berada jauh dibawah ku. " Sahut Jaehyun, ia tidak terima Shin mengatai nya bodoh apalagi disana ada Daniel.
" Dasar sombong! Kau hanya pintar saja tapi tidak punya keahlian seperti ku? "
" Keahlian apa yang kau banggakan? Hacking? Hahahaha kau lucu sekali Shin kau tidak ingat sewaktu kita sedang berkumpul di rumah Bora , kau dan Yuna bersaing menghack sistem keamanan rumah dan dalam waktu singkat Yuna bisa mengalahkan mu bahkan membuat laptop mu rusak. " Ujar Jaehyun dengan nada meremehkan.
Percakapan itu terus di lihat oleh Daniel, ia lalu memandang L dengan bangga, gadis kecilnya begitu pintar dan cantik. Meski terlihat seperti gadis remaja pada umumnya tapi dibalik umurnya yang masih sangat muda, kemampuan L benar-benar tidak bisa dianggap remeh.
" Apa kakak akan terus berdebat? Jika masih berlanjut aku dan Kak Daniel akan pergi untuk makan malam. " Perkataan L membuat Jaehyun dan Shin terdiam.
" Tidak.. tidak... kami sudah selesai. " Jawab keduanya bersamaan.
" Kak Daniel maaf membuat mu menunggu dan melihat drama keluarga ku. "
" Tidak masalah aku senang bisa kenal dengan kakak kakak mu yang pintar ini. " Ujar Daniel dengan menekankan kata pintar untuk menyindir keduanya.
" Kau! " Jaehyun hendak membalas tapi ditahan oleh Shin.
L menatap Jaehyun dan Shin lalu menghela nafas " Ehem... ehem... Kakak selain hal tadi apa ada hal lain yg perlu kakak sampaikan? "
" Tidak! Cuman itu. Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau buru-buru mau pergi dengan dia? " Jaehyun menunjuk ke arah Daniel dengan pandangan nya.
" Ia aku tidak enak dengan Kak Daniel. "
" Kau hendak pergi makan malam sekarang? Tadi Tuan Daniel mengijinkan ku ikut, kalau begitu ayo kota pergi sekarang! Shin kau tidak ada acara bukan? Tuan Daniel mengajak Yuna dan aku makan malam kau mau ikut? " Tanya Jaehyun pada Shin.
Lagi-lagi Daniel tak bisa berbuat apa-apa, ingin sekali menendang dua pengganggu itu, pada kenyataannya sebelum Daniel berucap mereka berempat keluar dari ruangan dan berjalan menuju parkiran.
Saat diparkiran mereka kembali berdebat, mobil yang digunakan Daniel adalah mobil sport jadi hanya bisa memuat dua orang sedangkan Jaehyun dan Shin menolak untuk beda kendaraan dengan Yuna, Daniel pun tak mau jika Yuna naik bersama mereka sedangkan dirinya mengendarai mobil sendirian. Perdebatan itu cukup lama sampai akhirnya L bersuara dan mereka sepakat untuk memakai mobil Shin dan meninggalkan mobil Daniel disana.
Dengan keikutsertaan Jaehyun dan Shin membuat rencana makan malam romantis antara dia dan Yuna jadi berantakan.
Kini mereka sedang berada disebuah restoran elit disalah satu hotel berbintang, tepatnya hotel milik Daniel.
Makan malam berlangsung lancar meskipun selama makan malam tersebut wajah Daniel terus saja dipenuhi awan kelabu, Jaehyun dan Shin memonopoli L sehingga dia seakan-akan berubah menjadi manusia transparan, sekali Daniel mengajak bicara Jaehyun dan Shin selalu bisa membuat L kembali fokus pada mereka.