All About You "L"

All About You "L"
Tak disangka



Malam telah tiba, L telah selesai menulis, kini ia sudah bersantai didalam kamarnya sambil bertelpon ria dengan Bora.


" Apa kau sudah makan malam? "


" Sudah, satu jam yang lalu, bagaimana dengan mu kak? "


" Aku juga sudah, tadi siang aku tak sempat menghubungi mu karena hari ini benar-benar sibuk, aku sangat lelah. "


" Tidak masalah kak. Kalau begitu sebaiknya kau istirahat saja, kenapa malah menelpon ku. "


" Sedari tadi aku juga sudah istirahat setelah sampai rumah, tapi aku belum bisa tidur karena merindukan mu dan suamiku juga belum pulang. "


" Baiklah kalau begitu aku akan menemani mu." L memperhatikan Bora yang tampak lesu "Wajahmu kenapa seperti itu, apa ada masalah dikantor? "


"Iya, aku sedang memikirkan desain untuk edisi musim dingin, anak buahku benar-benar tidak berguna, mereka menganggap ku bodoh apa iya, berani sekali mereka memperlihatkan desain tahun sebelumnya hanya dengan mengubah warna dan beberapa detailnya saja."


"Kenapa bisa seperti itu, bukanlah anak buahmu adalah para desainer profesional?"


" Itulah yang kupikir kan, mereka bukan lagi anak baru tapi kenapa kinerjanya begitu buruk, ingin sekali aku memecat mereka semua."


" Bersabarlah, terkadang seorang seniman juga tidak punya inspirasi. Contoh saja aku."


" Kenapa mereka harus dibandingkan dengan dirimu, itu sama sekali berbeda. Kau kan adikku yang jenius. "


" Bora jangan terlalu memujiku, nanti aku bisa besar kepala dan jadi sombong. " wajah L memerah


" Tidak masalah, justru itu bagus kan,kepalamu yang sekarang itu terlalu kecil, apa kau tidak pusing mencari inspirasi lewat kepala yang kecil itu, aku sampai heran bagaimana kau bisa membuat novel dan webtoon yang sangat populer itu. "


L hanya tersenyum, suasana menjadi lebih hangat dan wajah Bora juga sudah lebih baik.


" Bagaimana dengan harimu? apa yang kau lakukan. "


" emmmm, hari ini aku joging kepasar dan mampir ke rumah Pak Anwar, pulang aku diantar Kak Hari, melukis Kak Hari, berbincang dengan Kak jisoo, berkenalan dengan kak Jaehyun, Kak D.O, Kak Shin, sorenya aku membaca novel dan menulis novel."


" Tunggu-tunggu, Hari? siapa itu?" wajah Bora tampak penasaran


" Itu anaknya Pak Anwar, teman bermain ku sewaktu kecil, Kau tak marah kan dia datang kerumah ku? "


"Tentu saja tidak, untuk apa aku marah justru aku senang, jadi kau sekarang ada teman untuk diajak berbicara, tidak hanya memandang kosong melewati kanca. "Sedikit bercanda


" Bora!!." L sedikit kesal , tapi tak disangka sangka Bora tak memarahinya karena membawa orang kedalam rumahnya, melihat kepribadian nya yang cepat marah dan protektif terhadap dirinya, ini di luar dugaan L. Apa yang ditakutkan oleh Jisoo tak akan terjadi


" Apa?? memang benar kan, hahahah. Apa dia seumuran dengan mu? "


" Bagus sekali, berarti dia pintar ya. "


" Tentu saja, selain pintar dia juga sangat menyayangi ku seperti seorang kakak. "


" Kapan kapan perkenalkan dia padaku, dia bisa bahasa Korea tidak? "


"Tidak, tapi dia bisa berbicara bahasa Inggris, memangnya ada apa. "


"Aku ingin tahu apakah dia bisa kupercayai untuk mengawasi dan menjagamu. " sambil tersenyum


" Hah apa maksudnya itu, selama ini aku juga telah mandiri, bisa menjaga dan merawat diriku sendiri. "


" Aku tahu, tapi jika kau sakit memangnya kau bisa mengobati dirimu sendiri, lagipula kau kan tinggal sendiri, sejujurnya aku selalu mencemaskanmu, andai saja rumahku tak jauh dari rumahmu, mungkin setiap hari aku akan mengecek keadaan mu."


L tampak terharu, Kenapa orang asing terasa seperti keluarga sendiri


"Kakak, Terimakasih kasih. "


Bora terdiam dengan ucapan L yang tiba-tiba itu" Ada dengan mu, kenapa matamu memerah. "


" Tidak apa apa, aku hanya merasa tidak pernah kesepian lagi sejak bertemu denganmu, seakan tuhan telah mentakdirkan kita bertemu dan membuat kita saling menyayangi seperti keluarga meskipun kita tidak mempunyai hubungan darah."


Bora tersentuh dengan perkataan L


" Ouh iya, kenapa kau tidak memberitahu ku kalau kak Jisoo punya adik setampan itu, wahh mereka benar-benar tampan, aku kira mereka idol loh. "


"Untuk apa ku perkenalkan, nanti merek hanya akan menggangu mu saja, Hati-hati dengan mereka bertiga ya. "


" Memangnya kenapa? "


"Mereka itu Playboy. "


L terdiam sedang berpikir


" Sudah abaikan mereka, pokoknya kalau mereka menghubungi mu, cuekin saja. Mereka bertiga itu biang masalah. "


"Separah itukah. Padahal Kak Jisoo sangat baik, apa adiknya tidak mirip dengannya? "


"Sangat sangat tidak mirip, mereka bagaikan langit dan bumi."


L mengangguk tanda mengerti