
Di Jurusan seni Yura dan Jungki sudah hadir dan duduk di antara anak anak yang lain, mereka menyantap makanan yang sudah tersaji. Suasana semakin ramai saat waktu terus berjalan.
Yura dan Jungki melihat ponsel mereka dan mencoba menghubungi L.
" Kau dimana? semua orang sudah berkumpul bagaimana kalau kau dicari para senior ?" Isi pesan Yura pada L
" Maaf kan aku Yura, aku tidak bisa menghadiri acara itu, kakak ku menerapkan jam malam jadi tidak mengijinkan ku keluar. " balas L
" Lalu bagaimana kalau kau dihukum? " Tanya Yura lagi
" Aku tidak tahu, kata kakak ku dia sudah meminta izin kalau aku tidak bisa hadir. " balas L kembali
Disaat Yura sedang mengirim pesannya, seorang senior mendatangi meja mereka, nama senior itu adalah Jun
" Apa anak baru semua sudah hadir? " Tanya Jun dengan tatapan dingin
Semua menunduk " Ada satu orang yang belum hadir Kak. " Jawab Yura memberanikan diri mengangkat kepalanya dan menatap senior nya yang terkenal galak itu.
Brakkkk
Jun menggebrak meja membuat nyali semua orang di hadapan nya menciut.
" Apa kalian tidak memberitahu orang itu kalau acara ini itu wajib untuk semua anak baru, siapa nama anak itu? " suara Jun mulai meninggi
" Kim Yuna Kak. " Jawab Yura dengan lirih
" Bagus ya , masih anak baru sudah berani pada senior. Cepat telpon dia dan suruh datang kemari jika dia tidak datang kalian semua akan aku. " Kata kata Jun terpotong karena semua orang semakin menunduk dan terlihat takut.
Plakk
Seseorang memukul kepala Jun dengan kasar, awalnya dia sedikit emosi. Ia berbalik hendak memarahi orang yang memukul kepalanya namun nyali nya lansung ciut melihat ada sosok lelaki tinggi dan gagah berdiri di hadapan nya.
" Kak Shin. " Jun menunduk pada Shin
" Ikut aku. " Kata Shin dengan wajah datar
Jun langsung mengikuti Shin menuju keluar restoran dan mencari tempat yang sepi.
" Kim Yuna tidak bisa hadir dan tidak boleh hadir di sini, kau jangan cari gara gara dengan meminta orang untuk menelpon nya. " Kata Shin
Jun pun menjawab " Tapi kak bukankah acara ini wajib untuk semua anak baru. Lagipula jika kita memberinya Pengecualian nanti anak anak akan mengira kita pilih kasih dan mengistimewakan nya. "
" Dia itu memang istimewa, turuti saja kata kata ku. "
" Apa dia anak orang penting kak? " Jun penasaran
" Dia adikku dan baru keluar dari rumah sakit, seluruh acara atau kegiatan yang mengharuskan anak baru untuk bergabung tidak usah mengikutsertakan nya kau mengerti. " Shin pergi meninggalkan Jun yang kaget dengan pernyataan nya.
Jun mengangguk tanpa bertanya lebih lanjut, setelah Shin pergi ekpresi wajahnya berubah.
Siapa itu Kim Yuna, bukankah Kak Shin itu tidak punya adik. Kata Jun
Jun masuk kembali ke dalam restoran dan menemui Yura dan lainnya, menyuruh mereka tak usah menghubungi Yuna karena dia sakit. Berkata dengan datar dan pergi begitu saja setelah selesai bicara. Yura dan lainnya sampai bingung, karena menurut gosip senior Jun itu orang nya keras kepala dan suka sekali menyusahkan anak baru, tapi dia baru saja membiarkan Yuna yang tidak hadir tanpa berkata apapun.
Yura dan Jungki pun penasaran
Di restoran yang tak jauh dari tempat Yura dan Jungki berada, tengah berkumpul anak anak dari Jurusan Bisnis. Kebanyakan dari mereka golongan anak anak berada jadi tempat berkumpul mereka lebih berkelas dibandingkan Jurusan lain.
D.O dan Jaehyun sudah ada disana sedang bercanda dengan yang lain, tak lama kemudian Shin masuk dan bergabung dengan mereka.
D.O melihat Shin yang duduk di sebelah nya
" Bagaimana? kau sudah membereskan nya bukan, disana bukankah ada si Jun apa dia mau menerima alasanmu? " tanya D.O sambil memakan cemilannya
" Tentu saja sudah beres, dan untung saja aku tiba tepat waktu tadi dia hampir menyuruh anak anak untuk menelpon L. " Jelas Shin
" Anak itu tidak berubah selalu cari gara-gara. " ujar D.O
" Tenang saja aku sudah menyuruh untuk tidak berbuat macam macam. " D.O segera mengacungkan jempol pada Shin.
Ditengah keramaian tersebut tiba-tiba seorang wanita cantik masuk dengan tergesa-gesa, dia adalah Yena.
" Maafkan saya Kak karena datang terlambat. " Kata Yena dengan nada bicara dibuat selembut mungkin dan memasang ekpresi memelas.
" Kau yang bernama Choi Yena kan? " Tanya seorang senior.
" Benar Kak. "
" Tidak apa apa cantik yang penting kau sudah hadir disini, cepat kau duduk dan ikut bergabung bersama kami." Senior tersebut tidak mempermasalahkan keterlambatan Yena.
Acara di pun dimulai, mereka memperkenalkan para senior kepada junior mereka agar mereka saling mengenal satu sama lain dan menghormati status mereka.
Yena melirik meja yang dimana Big3 berada. Dengan gaya anggunnya Yena mengambil botol bir dan berpura pura menawarkan untuk menuangkan minuman pada Big3. D.O tersenyum genit pada Yena dan menyuruh nya duduk diantara mereka bertiga.Para senior lelaki sangat iri para Big3 karena bisa mendapatkan perhatian Yena.
Anak-anak baru langsung berbisik dan merasa sangat iri pada Yena. Karena para junior harus duduk sesama junior dan sangat sulit untuk bisa bergabung dengan para senior apalagi duduk satu meja dengan mereka. Tapi untuk Yena, dia dengan mudah mendapatkan perhatian dan bahkan dipersilahkan duduk oleh salah satu anggota Big3.
Malam itu Yena benar-benar menjadi pusat perhatian karena seorang anak baru bisa masuk dalam lingkungan anak anak terpopuler di kampus.
Beberapa diantara mereka bahkan memotret Yena yang sedang duduk diantara Big3 dan mengunggah nya di situs mahasiswa.
Foto tersebut langsung viral dan banyak sekali yang memberi komentar.
Yura melihat foto tersebut, dia terlihat tidak suka.
"Hah cantik apanya, dia itu wanita licik dan berbisa dasar plastik. " Ujar Yura
" Dia memang cantik kok sekarang. " Jungki malah memuji Foto Yena.
" Kau. " Tangan Yura sudah bersiap hendak memukul Jungki, tapi ia dengan sigap menutup kepalanya.
Sebenarnya Yena adalah teman SMP Yura dan Jungki, dulu ia tidak secantik itu namun setelah naik ke kelas 3 penampilan berubah drastis. Yena menjalani operasi plastik dibeberapa bagian wajahnya. Setelah berhasil dengan operasi plastik nya dan menjadi cantik, sikap Yena pun berubah. Ia menjadi sombong dan tidak mau bergaul dengan orang-orang miskin, apalagi jelek.
Dulu Yura dan Jungki pernah melihat Yena merundung teman kelasnya sendiri karena jelek dan tidak mau membantu mengerjakan PR nya. Bahkan sampai sampai temannya itu pindah sekolah, entah apa yang dilakukan Yena sampai temannya itu memutuskan untuk pindah.
Namun apa daya, keluarganya merupakan seorang pejabat pemerintahan dan kakaknya seorang pengacara jadi tidak ada yang berani pada Yena.