All About You "L"

All About You "L"
Nervous



Hari sudah ingin memukul temannya itu, untung saja L sudah kembali. Ia sudah berganti pakaian dan duduk bersama mereka. Arya terus saja memandang L sampai sampai mulutnya terbuka, Hari yang melihat pun mengambil cemilan berupa kacang yang tersedia diatas meja dan melemparkan nya kedalam mulut Arya. Sontak Arya kaget dan terbatuk batuk, sementara L yang melihat Arya batuk segera mengambil minum


"Mas Arya kenapa? ini diminum dulu. " L menyodorkan gelas berisi air putih, Arya menerimanya dengan senang hati, tanpa sengaja tangannya menyentuh tangan L, wajah Arya seketika bersemu merah dan ia tidak bisa berkata kata. L semakin khawatir , ia berdiri dan menanyakan apa Arya sakit atau tidak karena wahh sangat merah.


" Mas Arya wajahmu kenapa jadi merah begitu, apa mas sakit? " tanya L khawatir


Hari yang melihat temannya itu menyuruh L duduk saja " Sudah kau duduk saja, dia itu hanya kepanasan lihat cuaca diluar sedang terik bukan. "


L pun duduk namun masih merasa khawatir, Arya tiba-tiba berdiri dan permisi ke kamar kecil.


" Mas Arya beneran ga papa mas? Wajahnya merah begitu sepertinya dia demam." kata L


Hari justru tertawa " Tenang saja, dia itu anak yang sangat sehat, lagipula kalo dia sakit dia bisa mengobati dirinya sendiri, dia kan calon dokter, kalo cuma demam itu hanya masalah kecil. " kata Hari menjelaskan.


Pelayanan mulai membawakan pesanan mereka,kini berbagai macam masakan khas Jogja sudah tersedia salah satunya ada gudeg.


Arya sudah kembali dan wajahnya sudah tidak memerah lagi. Siang itu mereka makan dengan gembira dan diiringi obrolan yang seru. Arya pun akhirnya tahu kalo Elycia itu ternyata memang adik Hari walaupun bukan kandung tapi karena L sudah yatim piatu makanya keluarga Hari yang menjaganya. Arya jadi semakin kagum dengan sosok gadis yang ternyata masih berusia 14 tahun itu, apalagi saat tau klo L itu sudah lulus SMA dan yang lebih membuat nya takjub adalah mobil yang mereka tumpaki adalah milik L. Arya benar-benar tidak mempercayai nya.


" L apa salah satu orang tuamu keturunan orang Asia Timur?" Tanya Arya


" Tidak, ayah dan ibu asli orang Indonesia. "


" Apa kau mau jadi artis, aku bisa jadi manager mu? " kata Arya menawarkan


" Hei hei apa yang kau bicarakan, siapa yang mengijinkan mu jadi manager nya.Lagipula L tidak tertarik menjadi artis, meskipun ia jadi artis aku tidak akan membiarkan orang seperti mu menjadi manager nya. " ujar Hari


" Aku kan tidak bertanya denganmu, lagi pula memang kenapa dengan orang seperti ku? "


" Maaf Mas Arya, aku orang nya pemalu dan tidak punya bakat di dunia entertainment. " Jawab L malu malu


" Haduh sayang sekali, apa mau jadi model saja? "


Usai makan siang mereka bertiga melanjutkan perjalanan dengan berkeliling Jogja, L terlihat sangat senang dan setiap ada kesempatan ia meminta Hari dan Arya memotret nya, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Hari tersenyum melihat L begitu menikmati perjalanan ini, Ia sesekali mengambil foto L untuk ia simpan sendiri.


Arya pun menikmati perjalanan ini, meskipun ia lahir dan besar di Jogja dan tentu sudah sering mengunjungi tempat tempat di sana, namun rasanya liburan kali ini adalah liburan terbaik yang pernah ia rasakan. Apalagi bisa berlibur dengan wanita secantik L, ia pun sesekali mencuri pandang dan memotret L diam diam.


Sekarang mereka menuju sebuah pantai yang terkenal di Jogja, L yang sangat menyukai pantai tentu saja bersorak kegirangan, ia bahkan langsung berlarian menuju pantai dan bermain air disana. Hari dan Arya yang sedari tadi mengekor dibelakang mulai kelelahan.


" Hei, dia itu anak gunung ya, kaya ga pernah liat pantai saja, dari tadi kita udah ngikutin dia dari Museum, keraton, sampai Tamansari, apa dia ga capek." Arya berjongkok sambil mengipasi wajahnya yang berkeringat


" Dia memang anak gunung, tapi aku juga heran, padahal dibelakang rumahnya ada danau, bukankah sama saja ada airnya. " Jawab Hari sambil mengatur nafasnya


Beberapa menit kemudian, L sudah berganti pakaian dan menceburkan diri di air, ia tampak senang dan tidak terlihat kelelahan sama sekali.



L melambaikan tangan dengan maksud mengajak Hari dan Arya untuk bergabung dengan nya. Tapi Hari dan Arya menolak, mereka memilih duduk bersantai di pinggiran menikmati segarnya udara pantai dan es kelapa muda.


L melanjutkan kegiatannya, Hari hanya tersenyum melihat L yang tengah snorkeling bersama pengunjung lainnya.


Matahari mulai tenggelam, kini ketiganya tengah duduk sambil menikmati sunset yang indah dipantai itu. Disekitar pantai banyak terdapat cafe maupun warung makan dengan pemandangan menghadap kelaut, Hari , Arya, dan L duduk disalah satu cafe tersebut. Senja berganti malam, namun indahnya pantai tak surut karena lampu lampu yang berjajar rapi dan beberapa obor telah menyala, membuat suasana terasa syahdu. Ditempat mereka beristirahat, terlihat beberapa anak kecil tengah bermain kembang api dan berlarian di pantai, L yang melihat nya langsung menarik tangan Hari dan Arya.


Arya yang kembali disentuh oleh L bahkan sampai berpaling karena malu dan kedua pipinya memerah.


" Mas Hari, Mas Arya ayo kita kesana, kita main kembang api. " Ajak L


Keduanya pun menurut, setelah Hari membeli beberapa kembang api, mereka bertiga berjoget bersama sambil bermain kembang api di pantai, melewati malam dengan tersenyum bersama.