
Malam semakin larut dan L yang sudah mengantuk itu tanpa sadar tertidur disofa dengan memeluk bantal. Tuan Kim, Bora, dan Jisoo tersenyum melihat L yang telah tertidur di sofa.
" Bagaimana kondisi Yuna? " Tanya Tuan Kim pada Bora dan Jisoo.
" Sudah membaik ayah, Yuna rutin menjalani konseling dan kata dokter traumatis nya mulai berkurang. Meskipun begitu dia harus tetap dipantau dengan ketat. " Jawab Bora
" Lalu bagaimana dengan insomnia nya? Apa dia masih sering begadang hingga pagi? "
" Sudah tidak pernah lagi ayah, kesehatan fisiknya semakin baik setelah jam tidur nya kembali normal."
" Syukur lah ayah senang mendengar nya, maafkan ayah yang tidak bisa membantu mu menjaga dan merawat Yuna. "
" Tidak apa-apa ayah, kami mengerti kesibukan ayah. Lagipula yang membawa Yuna masuk kedalam keluarga kita adalah aku dan Jisoo jadi kami bertanggungjawab penuh untuk membantu nya sembuh dan bahagia. " Ujar Bora sembari menatap L yang tengah tertidur.
" Yang dikatakan Bora benar, ayah tidak perlu khawatir kami berdua akan menjaga Yuna sebaik mungkin, dia bahkan sudah kami anggap seperti anak kami sendiri. " Imbuh Jisoo
" Seperti aku salah memasukkan Yuna dalam kartu keluarga. " Ujar Tuan Kim tiba-tiba.
Bora dan Jisoo terdiam setelah mendengar ucapan Tuan Kim.
" Maksud ayah ? " Tanya Jisoo.
" Harusnya dia ku masukkan ke dalam kartu keluarga kalian dan diangkat anak oleh kalian bukan olehku. Rasa rasanya kalian berdua lebih cocok jadi orang Yuna dari pada kakak nya. "
Bora dan Jisoo seketika melotot lalu protes bersamaan.
" Ayah jangan bercanda! Kami masih begitu muda dan pernikahan kami juga belum lama masa kami sudah memiliki anak angkat yang usianya sudah remaja. " Sahut Bora.
Tuan Kim tertawa " Memangnya kenapa? Orang jaman dulu menikah saat usia mereka masih belasan tahun dan saat seusia kalian, anak anak mereka sudah sebesar Yuna. "
" Ayah jangan samakan kami dengan jaman ayah dulu! jaman sudah berubah, pernikahan di jaman sekarang itu harus dipikirkan matang-matang, tidak asal modal cinta atau perjodohan yang sering orang tua jaman dulu lakukan terhadap anak anak mereka. Bahkan saat aku dan Jisoo menikah umur kami masih tergolong sangat muda dan kami satu-satunya pasangan yang telah menikah dibandingkan dengan teman teman kami yang lain. " Ujar Bora.
" Iya iya, ayah tahu itu. Anak anak muda sekarang memang lebih fokus terhadap karir terlebih dahulu baru setelah mereka sukses mereka akan menikah."
Sahut Tuan Kim
" Tentu saja. " Bora membenarkan.
" Menantu bagaimana dengan kuliah Yuna? "
" Berjalan dengan lancar ayah, Yuna selalu mendapat nilai tertinggi dan menjadi kesayangan para dosen dan Profesor di kampus. " Jawab Jisoo
"Sepertinya sekolah bukan masalah bagi Yuna, dan ayah rasa Yuna akan lulus lebih cepat. " Ujar Tuan Kim
" Aku setuju dengan pendapat ayah. " Kata Jisoo.
Tiga orang dewasa tersebut tersenyum lembut kepada Yuna, mereka begitu sayang dan berusaha memberikan yang terbaik untuk nya.
****
Jam kuliah pertama telah usai, Yura dan Jungki sibuk dengan laptop mereka sedangkan satu orang lagi asik menonton konser idol di ponselnya.
" Yuna bisa tidak kau diam sebentar! " Pinta Jungki pada L yang sedang histeris melihat konser idol kesukaannya, jika seperti ini dirinya tak ada bedanya dengan gadis remaja pada umumnya.
L hanya menatap Jungki sebentar lalu fokus kembali pada ponselnya. Sesekali ikut bernyanyi dan meneriakkan nama idol nya, hal itu mengundang perhatian beberapa teman L yang duduk tak jauh dengan nya. Meski mendengar kan konser lewat headset tapi suara tawa dan teriakan Yuna cukup keras untuk didengar orang lain.
Yura yang sedari tadi diam akhirnya mulai kesal " Yuna! " L tak bergeming
Yura dan Jungki sedang frustasi karena tugas dari salah satu dosen belum selesai mereka kerjakan, padahal dosen tersebut akan masuk ke kelas pada jam kuliah ke tiga setelah jam makan siang. Sedari pagi mereka berkutat didepan laptop, bahkan sejak jam kuliah pertama mereka mereka tidak fokus terhadap dosen yang mengajar karena mencuri waktu dekat mengerjakan tugas mereka.
Tidak hanya Yura dan Jungki, tapi sebagian orang juga begitu. Tugas ini diberikan oleh salah satu dosen bernama pak Hwang, dia dosen yang santai tapi sekali memberikan tugas akan membuat kepala semua nya kalang kabut, selain tugas ya banyak,waktu yang diberikan juga minim, bahkan terkadang sebelum waktu yang ditentukan untuk mengumpulkan Pak Hwang bisa tiba-tiba meminta tugas yang diberikan pada muridnya dikumpulkan lebih awal. Seperti sekarang.
Tugas yang harus dikerjakan dan diberi waktu satu minggu tiba-tiba harus dikumpulkan saat baru tiga hari berlalu.
" Yuna kau pergi saja sana ke kantin dan belikan kami minuman dingin, Kepala ku rasanya mau pecah melihat tugas dari Pak Hwang dan ditambah suara mu yang membuat telinga ku sakit. " Ujar Yura dengan kesal
" Kenapa kau malah memarahiku, aku daritadi duduk dengan manis. " Sahit L
Yura melotot " Duduk manis apa nya? Kau berisik sekali Yuna, sana pergi ke kantin dan belikan aku minuman! "
Dengan menekuk wajahnya L terpaksa berdiri dan keluar dari ruang kelas, namun sebelum pergi ia menyodorkan tangannya. Yura yang melihat tangan L merasa bingung dengan tingkah sahabat nya itu.
" Apa lagi? Belikan aku soda dingin sedangka Jungki belikan saja jus jeruk. " Ujar Bora.
L masih berdiri di depan Yura dengan tangan masih menengadah.
" Apa? " Tanya Yura
" Berikan aku uang! " Ucapan L membuat aktivitas Yura dan Jungki terhenti. Sebelum keduanya mengucapkan sesuatu L tertawa lebar dan segera kabur.
" Bisa bisanya dia meminta uang padahal dirinya adalah Sultan dasar teman tidak peri persahabatan. " Gerutu Yura.
Dijalan L tertawa sambil sesekali menoleh kebelakang takut jika Yura mengejarnya. Ketika tiba di kantin kampus L mengambil minuman untuk Yura dan Jungki lalu berpindah ke rak cemilan yang tentu saja untuk dirinya sendiri. Asik memilih cemilan cemilan itu sampai ia tak melihat orang di sebelah nya dan menabraknya.
Brukkkk!
Kaleng minuman dan cemilan yang ada di tangan L dan orang yang ditabrak jatuh berhamburan. L kaget dan segera meminta maaf. Orang tersebut adalah Jae Hwi.
" Oh ya ampun Kak Jae Hwi maafkan aku karena telah menabrak mu. Belanja an kakak jadi jatuh. " Ujar L sembari memunguti nya.
" Tidak apa apa Yuna aku juga tidak melihat mu karena aku sedang bermain ponsel, ini tidak masalah. Kau baik baik saja bukan? Biar aku ambilkan keranjang belanja. " Jae Hwi mengambil keranjang dan menaruh semua belanja L ke dalam nya.
L tersenyum canggung " Maaf kak. " ucap nya lagi.
" Sudah cukup minta maaf nya Yuna. "
L tersenyum dan membayar semua belanja nya. Sebelum kembali ke kelas L memberikan minuman sebagai tanda maaf dan Jae Hwi menerima.
Setelah kepergian L, Jae Hwi tersenyum menatap minuman yang diberikan L dan pergi entah kemana.
Sekembalinya L dari kantin, Yura sudah membombardir nya dengan berbagai pertanyaan.
" Darimana saja kau Yuna! Dan apa apa ini? " Yura dan Jungki kaget melihat L kembali ke kelas dengan tangan penuh dengan makanan.
" Aku dari kantin membelikan kalian minuman, dan tentu saja ini cemilan yang ku beli. Ingat! Kalian hanya menyuruh ku untuk membeli minuman jadi kalian tidak boleh menyentuh cemilan ku! " Ujar L
Yura dan Jungki menghela nafas " Kami tidak akan meminta nya tapi kenapa kau lama sekali? "
" Tadi aku tidak sengaja menabrak Kak Jae Hwi jadi aku agak terlambat kembali ke kelas. "
" Kau yakin menabrak nya? " Tanya Jungki curiga.
" Iya. Saat aku berjalan ke rak makanan aku fokus memilih dan tidak melihat ada orang di samping ku dan akhirnya aku menabrak nya." L lalu menatap lekat pada Yura dan Jungki.
" Aku selalu merasa kalian tidak menyukai Kak Jae Hwi, kenapa? " Tanya L
Yura dan Jungki membuang muka lalu Yura dengan cepat menjawab " Tentu saja kami tidak suka! Setelah kejadian waktu di cafe dulu kami langsung membenci nya, bukankah gara-gara dia kau hampir saja celaka oleh para senior itu? Untung saja Big3 datang tepat waktu dan menyelamatkan mu. Di kampus juga banyak rumor jelek tentang nya, kau sebaiknya jangan terlalu dekat dengan nya Yuna. " Ujar Yura.
" Tapi kurasa dia orang yang baik dan kejadian waktu itu juga Kak Jae Hwi kan memang tidak sengaja, posisi Kak Jae Hwi juga seorang junior jadi dia hanya bisa patuh, yang jahat kan kakak senior itu. "
" Sudah kau makan saja cemilan mu. Yura kembali ke layar laptop dan kerjakan tugas mu sebentar lagi Pak Hwang datang. " Ucap Jungki.
Forum kampus saat ini sedang heboh dengan sosok cantik yang sekarang menempati posisi kedua ranking kecantikan dibawa Yena. Orang-orang membicarakan gadis cantik menurut mereka sepuluh kali lebih cantik dibandingkan Yena sangat dewi kampus.
" Hei siapa dia? Kenapa aku tidak pernah melihat gadis secantik ini di kampus kita? "
" Kau benar, dia benar-benar sangat cantik. "
" Apa dia artis atau seorang idol? Kurasa kecantikan nya melebih artis maupun seorang idol. "
" Benarkah? Tapi aku tidak pernah melihat wajahnya di kampus? "
" Sudah ku putus kan akan mendukungnya dan ku jadikan dia dewi kecantikan di kampus kita."
" Hei hei bukankah kau menyukai Yena kenapa tiba-tiba pindah haluan? "
" Tidak ada peraturan jika aku sudah mendukung Yena tidak boleh mendukung yang lain, maaf kawan negara kita negara demokrasi jadi aku bebas memilih siapapun, apalagi jika dia seorang gadis yang begitu cantik. "
" Oh tidak bisa karena aku sudah lebih dulu menyukai nya jadi aku akan jadi pendukungnya kau lebih baik tetap pada Yena. "
Obrolan orang-orang yang membahas L semakin banyak dan itu sampai ke telinga Yena dan chaeyeon.
Tangan Yena mengepal sangat erat saat melihat ranking Yuna berada di bawah namanya.
" Siapa gadis kecil ini? Bisa bisanya dia menggeser namaku! " Ujar Chaeyeon dengan marah.
" Lihat Yena dia baru berumur 14 tahun apa itu masuk akal? Bagaimana seorang gadis remaja seperti ini ada didalam kampus kita dan menggeser posisiku?! " Imbuh Chaeyeon.
" Aku juga heran, apa situs kita di hack seseorang, apa dia seorang ulzzang ? (Artis di sosial media) wajahnya tidak pernah ku lihat di kampus kita. "Ujar Yena.
" Bukankah ini tidak bisa dibiarkan Yena? "
" Tenang saja akan ku suruh orang memperbaiki nya. "
Yena mengambil ponsel dan berbicara beberapa saat sebelum akhirnya ponsel tersebut kembali ia masuk kan ke dalam tas.
" Bagaimana? " Tanya Chaeyeon
" Semua sudah di tangan oleh seseorang. " Jawab Yena.
Hingga sore hari tanpa orang-orang sadari seseorang meng hack situs kampus dan menghilangkan nama serta foto L dari daftar peringkat.
Hingga akhir jam kuliah ke tiga Yura yang sedang mengecek sesuatu di laptopnya berteriak sangat keras membuat semua orang menoleh padanya. L dan Jungki reflek menutupi kedua kuping mereka dengan tangan.
" Yura bisa tidak kau jangan berteriak dalam sehari! Kuping ku sakit. " Ujar L.
" Ada apa? Apa ada barang diskon di toko online tempat mu biasa berbelanja? " Tanya Jungki.
Yura menggeleng kemudian menarik tangan L dan Jungki agar mendekat ke arah nya. Semula L dan Jungki tak mengerti hingga akhirnya L tersenyum senang sedangkan Jungki terdiam.
" Akhirnya ada orang baik yang menghapus namaku . " Ucap L dengan lega.
Plak
" Aduh! Kenapa kau memukul ku? Ayah dan kakak ku saja tidak pernah memukul ku meski aku nakal. " Protes L sambil mengusap lengannya yang di pukul Yura .
" Hei kenapa kau malah bersyukur namamu hilang dari daftar ranking? Harusnya kau marah dan menghubungi Panitia. " Ujar Yura.
" Yura sayang, aku tidak pernah mau ikut acara itu dan bukan aku juga mau mendaftar, pekerjaan ku sedang banyak jadi aku tidak punya banyak waktu untuk mengikuti acara seperti itu. "
Yura dan Jungki tampak kecewa, lalu beberapa teman sekelas mereka juga menanyakan perihal hilangnya nama L, walau dengan berat hati Yura menjelaskan jika sebenarnya L tidak mendaftar dalam ajang kecantikan tersebut, seseorang mungkin mendaftarkan nya dan sekarang orang tersebut berubah pikiran dan berbicara pada pihak panitia agar nama L dihapus.
" Yuna aku melihat jika nama mu sudah tidak ada didalam daftar ranking, padahal sebelum nya nama mu ada di peringkat dua. "
" Maaf kan aku teman teman jika mengecewakan kalian, sebenarnya Yuna tidak pernah secara pribadi mendaftarkan diri untuk mengikuti acara tersebut, mungkin ada seseorang yang mendaftarkan nya, dan orang tersebut mungkin juga menghapus nama Yuna. " Ujar Yura menjelaskan.
" Ini sangat disayangkan, padahal aku yakin jika Yuna dapat menjadi dewi kecantikan di kampus kita. "
" Maaf kan aku. " Ucap L dengan menunduk.
Teman-teman L yang melihat wajah murung L jadi tidak tega.
" Yuna kau tidak perlu sedih, kami tidak bermaksud menyuruh mu untuk mengikuti acara itu. "
" Iya benar Yuna. "
" Iya kalian jangan menyuruh orang yang tidak ingin mengikuti acara tersebut demi harapan kalian, kalau kalian ingin ya daftar saja sendiri. " Cetus Yura
Teman-teman L lalu meminta maaf.
" Maaf kan kami Yuna. " Ujar mereka serempak.
L mengangguk " Tidak masalah, aku juga minta maaf. "
Sepeninggal teman-teman yang lain menyisakan Yura, Jungki, dan L di dalam kelas.
Mereka sedang menunggu Yura yang masih sibuk di depan Laptop.
" Yura ayo pulang! Mau sampai kapan kau ada di dalam kelas? " Tanya Jungki
" Haduh sebentar kalian jangan berisik aku melihat banyak komentar karena profil Yuna yang menghilang dari daftar. "
L menepuk bahu Yura " Yura biarkan saja, aku sama sekali tidak peduli dengan hal itu ayo pulang atau aku akan meninggalkan mu. "
" Kenapa kau buru buru? Kau tidak mu mampir ke cafe tempat biasa kita berkumpul? "
" Maaf aku tidak bisa. Hari ini ada janji dengan kak D.O jadi setelah ini aku akan langsung ke perusahaan nya. "
" Wah senang bisa bebas bertemu artis setiap hari, lain kali kau harus mengajak ku kesana ya. " Bujuk Yura.
" Aku juga! " Sahut Jungki.
L tersenyum " Iya lain kali aku akan membawa kalian, kalau begitu aku pergi dulu ya. "
L melambaikan tangan.
****
L sudah disambut oleh Direktur Han dan sekretaris nya, sementara D.O belum kembali ke perusahaan karena sedang syuting.
Direktur Han menunjukka kontrak untuk melakukan pemotretan untuk promosi barang dari sebuah perusahaan klien nya.L melihat kontrak tersebut dan mencoret beberapa bagian.
Direktur serta sekretaris nya sampai tak berkedip ketika dengan santai nya L membaca berkas tersebut seperti seorang yang sudah mengerti lalu mengoreksi beberapa bagian.
" Bibi aku sudah selesai. " Ujar L tiba-tiba membuat keduanya tersadar.
" Oh iya iya. " Direktur Han mengambil berkas tersebut dan melihat beberapa bagian yang di koreksi oleh L.
Intinya L hanya mau melakukan pemotretan saja tidak ada kegiatan lain, bahkan syuting iklan pun ia tidak mau. Lalu poin yang terpenting adalah dia hanya akan dikenal sebagai artis dibawah naungan perusahaan Direktur Han dan profil pribadinya minta di sembunyikan karena itu adalah hal privasi. Cukup nama saja.
Direktur Han tercekat melihat banyak poin yang dikoreksi atau mungkin lebih tepatnya di coret.
" Emmm Yuna sayang apa kau yakin telah membaca semua isi nya? Dan benar-benar mencoret sebanyak ini? " Tanya Direktur Han dengan hati-hati.
L mengangguk " Iya Bibi. Aku hanya akan melakukan pemotretan saja untuk mempromosikan produk dari perusahaan tersebut, aku tidak mau melakukan hal lain. "
" Bisakah ditambah dengan syuting iklan sayang? " Direktur Han mencoba merayu.
" Tidak. " Jawab L singkat.
Direktur Han hanya bisa menghela nafas.
" Sekretaris Kim perbaiki kontrak kerja itu dan serahkan pada klien kita jika dia mau maka mereka harus menerima Yuna seperti apa yang di mau, jika mereka tetap memaksa batalkan saja kerjasama itu. "
" Tapi direktur Han mereka klien penting untuk perusahaan kita. " Ujar Sekretaris direktur Han.
Direktur Han langsung menatap tajam pada sekretaris nya, sang sekretaris langsung mengambil berkas tersebut dan pamit keluar.