All About You "L"

All About You "L"
Mendengar Gosip



Daniel masih saja terperangah melihat porsi makan L yang luar biasa.


" Kak Daniel aku sudah selesai. " Ujar L


Daniel melirik meja dan memang semua sudah bersih di makan L.


" Bagus sekali, jika aku mentraktir mu tiap hari sudah ku pastikan dompet ku akan terkuras banyak. " Kata Daniel sambil menyerah kartu pada pelayan untuk membayar.


L hanya tersenyum membalas ucapan Daniel.


" Baiklah Kak, seperti nya sampai disini perjumpaan kita karena aku harus segera pulang. " L membersihkan tas nya


Daniel sedikit tidak rela jika harus berpisah dengan L sekarang.


" Kau ingin pulang sekarang? Ayo aku antar kau pulang. " Daniel menawarkan tumpangan.


" Tidak usah Kak Daniel, aku pulang naik bus saja."


" Kenapa malah naik Bus, aku punya mobil yang bagus dan juga nyaman kenapa malah naik transportasi umum? " Tanya Daniel


L kembali hanya tersenyum, ia berdiri dan menggendong tas nya.


" Karena aku bosan naik mobil, aku lebih suka naik Bus. "


Daniel mengikuti L sampai di halte.


" Kalau begitu biar aku menemani mu naik bus. " Daniel ikut masuk saat Bus yang di tunggu datang.


" Apa kak Daniel yakin? Lalu bagaimana dengan mobilmu? " Mereka masuk dan duduk di kursi paling belakang, tempat favorit L.


Mereka sudah duduk dan Bus mulai melaju, di sepanjang jalan L menikmati keindahan kota dengan memandang lewat jendela.


Daniel memperhatikan L yang sedang asik menikmati pemandangan, Daniel tersenyum melihat L yang tengah asik melihat lihat dibalik jendela Bus.


" Apa semenyenangkan itu sampai kau diam dan mengabaikan ku? " Pertanyaan Daniel membuyarkan lamunan L


L menoleh dan memang ia baru sadar kalau disebelah nya ada Daniel yang ikut naik bus.


L tersenyum malu " Maaf Kak Daniel, aku memang melupakan mu. " Daniel langsung cemberut dan membuang muka karena kesal.


L kemudian menceritakan kenapa ia sangat suka naik Bus, alasan nya sangat sederhana karena ia merasa sedang syuting drama Korea. Bukankah adegan yang selalu ada di tiap drama adalah naik bus.


" Hanya itu? " Tanya Daniel penasaran


" Iya hanya itu. Dulu sebelum aku tiba di Korea, hobiku adalah menonton drama, selain membeli berbagai cemilan, satu hal yang selalu aku ingin lakukan adalah naik bus. Dan ini memang sangat menyenangkan, apalagi ditemani seorang pria tampan. " L tersenyum cerah ke arah Daniel.


Hati Daniel langsung berbunga mendengar L memuji nya tampan.


" Benarkah aku tampan? " Daniel memastikan


L melirik dan mendekat kan wajah nya ke Daniel, seketika Daniel jadi gugup dan kedua pipi nya bersemu merah.


" Emmm lumayan. " Jawab L singkat kemudian langsung membuang muka


" Hah masa cuma lumayan, aku ini lelaki tampan idaman semua orang. Banyak wanita yang mengejar ngejar aku. " Ujar Daniel


L tersenyum kembali " Baru banyak wanita , bukan semua wanita bukan. "


Daniel terdiam tak bisa menjawab. Terkadang Daniel melihat L seperti seorang gadis remaja yang sangat menggemaskan, namun terkadang ia juga melihat L seperti seorang wanita yang begitu dewasa dengan pemikiran dan perkataan nya.


L memencet bel di dekat kursinya agar Bus berhenti di halte terdekat.


" Kak Daniel terimakasih untuk hari ini ya, aku akan segera menghubungi mu jika lukisan ku sudah jadi. " Bus memperlambat laju dan akhirnya berhenti di sebuah halte.


L berdiri dan langsung turun, Ia melambaikan tangan pada Daniel yang masih ada didalam Bus.


"Sampai jumpa lagi. " Teriak L, Daniel membalas lambaian tangan L.


Daniel kembali ke apartemen nya, senyum nya terus mengembang di sepanjang jalan. Mr. Lee yang menjemput Tuan nya sampai heran dengan tingkah yang tak biasa itu.


****


Pagi ini L berangkat ke kampus diantar Bora, karena Tuan Kim dan Jisoo sama sama pergi. Tuan Kim ada pertemuan bisnis di luar negeri sementara Jisoo ada seminar di pulau Jeju selama 3 hari.


Bora menghentikan mobilnya di depan gerbang kampus, L segera turun dan melambaikan tangan pada Bora.


" Terimakasih Kak, hati-hati dijalan. Nanti aku pulang sendiri saja tidak perlu diantar. " Kata L pada Bora


" Kau yakin? Aku bisa meminta Jukyung menjemput mu . " Ujar Bora


" Tidak perlu Kak. "


" Baik lah, selamat bersenang-senang adik ku sayang. " Mobil Bora pergi meninggalkan L.


Brukkkk


Suara buku buku milik L terjatuh.


L mendongak dan melihat seorang wanita dengan wajah kesal sedang merapikan pakaian nya.


" Apa kau tidak punya mata? " Wanita yang ditabrak L adalah Yoon Deok Hwa, seniornya di jurusan seni.


L sangat mengenal Deok Hwa karena dia salah satu senior paling menonjol di Jurusan nya.


" Maaf kan saya Kak, karena tidak memperhatikan jalan. " L membungkuk untuk meminta maaf, ia mengabaikan sejenak buku buku nya yang jatuh berserakan.


Wajah Deok Hwa nampak kesal dan tidak bersahabat.


Seorang teman Deok Hwa mendekat dan menanyakan keadaan Deok Hwa.


" Kau tidak apa apa Deok Hwa? " Tanya temannya.


" Bajuku kotor dan aku jadi kesal. " Jawab Deok Hwa dengan sinis. L terus menunduk


" Siapa namamu? " Tanya Deok Hwa


" Nama saya Kim Yuna kak, mahasiswa baru jurusan seni. " Jawab L


Deok Hwa mendekat ke arah L, ia bahkan menginjak buku L tanpa merasa bersalah.


" Kau itu anak baru jaga sikapmu. " Ujar Deok Hwa


" Baik Kak, maafkan saya. " L menjawab tanpa berani mengangkat wajahnya.


" Kali ini aku ampuni karena kau masih anak baru, awas saja kalau membuat kesalahan lagi. " Deok Hwa pun pergi dengan raut wajah jutek nya bersama temannya.


L menghela nafas dan segera memunguti buku-buku nya.


Yura dan Jungki sampai di kampus dan melihat L sedang memunguti buku-buku nya.


" Yuna. " Panggil Jungki


Mereka berdua ikut berjongkok dan membantu L mengambil bukunya.


" Kau kenapa? " Tanya Yura yang melihat L diam saja.


" Aku baru saja membuat kesalahan. " Jawab L


" Kesalahan apa? " Tanya Jungki penasaran


" Barusan aku tak sengaja menabrak senior kita yang bernama Yoon Deok Hwa, dia sangat kesal dan memarahiku. "


" Hah. " Yura dan Jungki sama sama terkejut.


" Kau tidak apa apa kan? Harusnya kau berhati-hati, kudengar Ka Deok Hwa itu murid kesayangan Prof.Lee." Ujar Jungki


" Iya aku tau, kan aku tidak sengaja menabrak nya. "


" Sudah sudah, yang penting kau tidak apa apa dan Kak Deok Hwa sudah pergi. Ayo cepat kita ke kelas jangan sampai terlambat. "kata Yura.


Kelas demi kelas di lewati dengan lancar hingga waktu makan siang tiba. Semua orang segera menuju kantin tak terkecuali L , Yura, dan Jungki.


Hari ini kantin tampak lebih ramai dari pada biasanya. Dan ternyata itu karena senior mereka yaitu Park Ki Jun dan Yoon Deok Hwa juga ada disana.


L tak begitu memperdulikan nya, ia segera mengantri untuk mendapatkan makan siang.



Orang-orang sedang membicarakan dua senior yang paling terkenal di jurusan nya.


" Bukankah itu Kak Ki Jun dan Kak Deok Hwa. " Kata seorang siswa yang tak jauh dari antria L.


" Ia benar, kupikir mereka sedang ada di Amerika. " Jawab Yang lain


" Mereka sudah kembali dua hari yang lalu, kudengar mereka kembali karena ada panggilan dari Prof. Lee. "


" Untuk apa ya Prof. Lee memanggil mereka? " Tanya siswa yang lain.


" Aku tahu, pasti mereka berdua dipanggil karena lolos seleksi pemilihan karya untuk Museum Baru. " Jawab satu siswa.


L, Yura, dan Jungki yang tadinya diam tak memperhatikan langsung mendekat dan ikut bertanya.


" Apa benar yang kalian katakan? " Tanya Jungki


" Ia benar, kau tau bukan dengan Kak Jimin? kemarin aku masuk ke ruangan nya hendak mengumpulkan tugas, dan tanpa sengaja dia sedang berbincang dengan salah seorang dosen mengenai siapa saja yang lolos seleksi, dua diantara adalah Park Ki Jun Dan Yoon Deok Hwa, sementara satu orang lagi yang lolos aku tidak sempat mendengar nya karena ada dosen lain masuk dan menyuruh melakukan sesuatu. " Jawab siswa tersebut.