
Didalam mobil L sesekali menguap.
" Kemana saja kau hari ini, Bora sangat khawatir karena kau pergi seorang diri tanpa ditemani Jukyung. " ucap Jisoo
" Aku hanya berkeliling Kak, ada tugas untuk membuat karya seni. Aku tadinya hendak melukis dirumah tapi tiba-tiba aku tidak memiliki ide makanya aku keluar sebentar untuk mencari inspirasi. Dan aku juga membeli perlengkapan untuk melukis ku. " Jawab L menunjukkan tas belanjaannya.
Mobil mereka terus melaju memecah keheningan malam.
" Benarkah kau sendirian keliling kota? Bagaimana kau tau letak pusat perbelanjaan disini? Bukankah kau belum pernah bepergian seorang diri? " Mendapat rentetan pertanyaan itu membuat L sedikit gugup.
Kedua tangannya saling meremas untuk menutupi rasa gugupnya " Ya ampun Kak Jisoo, aku kan punya mulut untuk bertanya, aku tadinya pergi naik bus lalu berhenti di dekat Sekolah X, kemudian aku melanjutkan perjalanan dengan taxi. Aku meminta supir taxi mengantar ku ke pusat perbelanjaan disini. Mudah bukan. "
Jawaban L cukup masuk akal, Jisoo akhirnya percaya dan tidak menanyakan apapun lagi.
Sampai dirumah Bora, Kepala Pelayan serta Jukyung telah berdiri didepan pintu. Sorot mata Bora sangat tajam seakan siap menusuk siapa saja.
" Bora kami pulang? " Ucap L saat turun dari mobil dengan memasang wajah penuh tawa.
" Bora?" Kata Bora dengan datarnya
L tersenyum mengetahui kalau saat ini kakak perempuan nya sedang marah, ia segera merangkul dan memperlihatkan tingkah nya yang manja.
" Baik, baik. Kak Bora yang cantik aku sudah pulang sekarang, jangan pasang wajah seperti itu padaku ya, lain kali aku tidak akan pergi sendirian lagi. " Memeluk erat lengan Bora.
Bora melirik L, ia tidak bisa marah terlalu lama jika L memasang wajah imut dan manja seperti itu.
" Hemm. " Menghela nafas
" Aku tidak marah L, aku hanya khawatir. " Bora mengelus kepala L dan nada suara Bora sudah kembali normal.
Jisoo dan L tersenyum
Tuan Im mempersilahkan para majikannya masuk.
" Silahkan Tuan , Nona, sebaiknya kita segera masuk tidak baik diluar terlalu lama. " Ucap Tuan Im
Jisoo masuk lebih dulu, diikuti L yang terus merangkul lengan Bora dengan sikap manjanya.
" Jukyung bantu Nona Yuna membersihkan diri! " Perintah Tuan Im pada putri nya.
" Baik Ayah. " Jawab Jukyung segera mengikuti langkah L masuk kedalam kamar.
Jukyung membawakan tas belanjaan L dan menaruh nya di tempat biasa L melukis, selanjutnya menyiapkan air hangat untuk mandi.
L merebahkan diri di sofa, sampai dirumah ia baru merasakan lelah.
" Apa nona buruh sesuatu? " Tanya Jukyung
" Tidak aku hanya merasa mengantuk dan ingin segera mandi dan tidur. " Jawab L
L bangkit dari sofa, dengan langkah gontai ia masuk kedalam kamar mandi dan berendam di bath up.
Setelah 30 menit badan L terasa lebih segar , ia keluar dan melihat sudah ada teh diatas mejanya.
" Terimakasih Kak Jukyung. " Ujar L
" Aku hari ini sangat senang, aku menikmati perjalanan ku berkeliling kota dengan naik bus, turun di dekat sebuah sekolah dan menemukan tempat yang menjual banyak sekali cemilan. Kau tahu tanganku sampai penuh karena makanan yang di jual disana enak enak dan juga murah, aku hampir membeli di tiap kedai yang ada. Hehehe. " Kata L sambil memakai pakaian nya dibantu Jukyung.
" Setelah puas membeli aku berjalan menuju taman yang ada disana dan tak sengaja bertemu seseorang. " Mata Jukyung langsung melihat ke arah L
" Apa Nona diganggu olehnya? Lain kali berhati-hati lah Nona. " Jukyung merasa khawatir
L menggelengkan Kepala nya
" Tidak, dia orang yang baik. Justru aku yang salah karena tak sengaja menduduki kakinya, aku tidak melihat nya sedang tidur di bangku tersebut. Itu sangat lucu, saat ia berteriak karena kakinya ku duduki aku pun ikut berteriak karena kaget. " Jawab L
" Benarkah Nona? "
" Iya, kami jadi berkenalan, nama nya Park Daniel, aku memanggilnya Kak Daniel. Kami makan bersama di taman tersebut, ia juga mengantar dan menemaniku ke mall untuk membeli perlengkapan melukisku. " Imbuh L
" Apa Nona sudah mengatakan hal ini pada Nona Bora? " Tanya L yang cemas karena Nona mudanya baru saja bepergian bersama orang asing
L berjalan menuju tempat tidurnya
" Aku tidak mengatakan nya pada Bora dan Kak Jisoo, mereka pasti khawatir kalau aku pergi dengan orang asing yang baru ku kenal, jadi aku mohon pada Kak Jukyung jangan cerita kan tentang Kak Daniel pada kedua kakak ku. "
Jukyung tak kuasa menolak permintaan L , jika ia sudah memohon dengan memasang wajahnya yang sangat imut itu.
" Baik Nona saya tidak akan menceritakan hal ini pada Nona Bora dan Tuan Jisoo. "
" Kak Jukyung kau memang yang terbaik. " Memeluk Jukyung
Taxi yang dikendarai Daniel sudah sampai didepan gedung apartemen yang mewah , begitu keluar dari taxi, Mr.Lee sudah menunggunya.
" Tuan. " Ucap Mr.Lee
Daniel menghela nafas, ia berjalan masuk ke dalam rumah nya dan merebahkan diri di sofa.
" Ada apa? " Tanya Daniel
" Ada berkas yang perlu anda periksa dan tanda tangani Tuan. " Jawab Mr. Lee tanpa ekpresi
" Ya ampun Lee, ini sudah malam dan aku baru sampai dirumah , kau bahkan tidak menayangkan apakah aku sudah makan atau belum, malah menyuruh ku bekerja. " Ucap Daniel sedikit kesal
" Ini berkas yang penting Tuan, jika tadi siang anda tidak pergi dari kantor dan membolos pasti saya tidak akan menyuruh anda untuk bekerja Tuan. " Jawab Mr. Lee santai
" Kau ini selalu saja bikin aku pusing, tunggulah sebentar aku mau mandi dan suruh pelayan menyiapkan kopi untuk ku di ruang kerjaku, kau tunggu disana." Kata Daniel meninggal Mr.Lee dan masuk ke kamarnya
Daniel sudah selesai dan segera masuk ke ruang kerjanya, ia kaget melihat tumpukan berkas yang tersusun rapi di mejanya telah menggunung.
" Silahkan Tuan, malam ini anda harus menyelesaikan berkas ini karena besok pagi semuanya harus dikirim kembali ke kantor. " Kata Mr.Lee
Daniel tak bisa berbuat apa-apa, ini memang resiko karena tadi siang pergi dari kantor. Ia merasa bosan dan ingin bersantai makanya ia pergi dan tak sengaja berakhir di Taman dan tertidur disana.
Hari ini aku harus lembur karena ulahku sendiri.
Gumam Daniel yang mulai mengambil berkas tersebut satu-persatu.