All About You "L"

All About You "L"
Kabar Pagi



Waktu terus berjalan dan akhirnya L tak jadi melukis, malam itu ia menjadi pendengar setia untuk D.O. sambil memakan salad buah nya.


" Jadi apa kakak masih kesal? " Tanya L


D.O tersenyum ke arah L dan menggeleng kan kepala " Sudah tidak lagi, tapi itu akan berbeda jika aku sudah kembali ke lokasi syuting.Disana aku bertemu dengan orang gila yang membuat ku ketakutan. " D.O memeluk badan nya sendiri


" Memangnya mereka juga mempekerjakan orang gila? Aku baru tahu kalo jadi orang gila tetap bisa dapat pekerjaan. " Ujar L dengan polos


D.O kembali memasang wajah kesalnya " Bisakah kau serius sedikit! kupikir tadi kau baru saja mengucapkan kata-kata yang keren dan terlihat dewasa kenapa sekarang kembali jadi menyebalkan. " Cibir D.O membuat L tersenyum lebar


" Iya iya maaf, aku hanya berusaha menghibur kak D.O saja. Ok! Lanjutkan! "


" Iya disana aku bertemu wanita yang berada dibawah naungan perusahaan ku, sudah lama dia menyukai ku dan terus saja mengejar ngejar ku, dia bahkan bertingkah menyebalkan dan pernah membuat gosip bahwa aku pacarnya. Itu sangat mengganggu dan aku tidak suka. Belum lagi fans nya yang fanatik sering memberikan komentar pedas pada ku, mengira aku yang menyukai nya dan memaksanya jadi pacarku. Dilihat dari mana pun dia bukan tipe dan aku tidak suka dia.Mereka gila jika mengatakan aku memaksanya jadi pacar ku!" Ujar D.O penuh emosi.


" Sudah sudah tenang jangan emosi Kak. "


D.O menghela nafas beberapa kali, guna mengatur emosinya. L terus mengusap bahu D.O dan sesekali menyuapi salad yang segar agar perasaan D.O lebih baik.


"Lain kali maukah kau menemani ku syuting? "


" Untuk saat ini aku belum bisa Kak, aku sedang sibuk membantu Bora di perusahaan ada tugas kuliah juga yang menumpuk belum lagi aku harus melukis untuk pameran di Milan jadi sepertinya tidak bisa. "


Wajah D.O seketika berubah jadi murung, melihat hal itu membuat L jadi tidak tega.


" Mungkin aku bisa berkunjung dan melihat sejenak, aku benar-benar tidak bisa menemani sampai selesai Kak. Aku janji kalau semua pekerjaan ku telah selesai aku pasti akan menemani mu syuting, tiap hari pun aku mau. Bukankah disana banyak artis, nanti aku bisa minta tanda tangan dan foto. " Hibur L


" Hei kenapa kau minta tanda tanya dan foto mereka apa kau lupa kalau aku juga seorang selebriti? "


" Aku tahu tapi kan aku tiap hari bertemu dengan mu Kak, jadi untuk apa aku meminta tanda tangan dan foto mu, membosankan. " Ujar L dengan santai nya tanpa melihat kalau orang disebelah nya telah mengeluarkan tanduk siap menyeruduk.


D.O mencoba mengontrol emosinya, bicara dengan L memang tidak akan ada habisnya dan siapapun pasti akan kalah dan kesal sendiri jadi ia berusaha tenang.


" Kau janji mau menemani ku syuting setelah semua tugas mu selesai? " Ujar D.O mengalihkan pembicaraan agar tidak emosi


" Iya aku janji. "


D.O meminta janji kelingking dan L menyetujuinya.


" Baik aku tunggu, karena syuting ku masih akan lama jadi kalau pekerjaan mu sudah selesai kau harus menemani ku ya, tapi sebelum itu datang lah berkunjung dan bawakan aku makanan buatan mu, makanan Indonesia yang waktu itu ditusuk dengan sumpit dan dibakar kau buat untuk aku dan yang lainnya aku suka itu. "


L mengangguk " Namanya sate Kak, sate! " L menjelaskan nama makanan itu " Dan bukan ditusuk dengan sumpit tapi bilah bambu kecil. "


" Ya apapun itu pokoknya buatkan lagi untuk ku!" Ucap D.O


"Iya. " Jawab L


****


Peluncuran pakaian edisi musim panas dan fashion show semakin dekat, kurang dua hari. Masing-masing perusahaan semakin sibuk baik di Bellin maupun Key fashion.


Di Bellin pun sama, persiapan mereka juga hampir selesai walaupun sebelum nya sempat mengalami kendala karena tiba-tiba saja para desainer senior mereka mengajukan resign dan pindah ke perusahaan rival mereka. Bora tidak putus asa, dengan melibatkan tim desain yang tersisa yang terdiri dari desainer junior dan asisten desainer Bora tetap membuat pakaian untuk edisi musim panas.


Bora juga merasa sangat beruntung karena L ternyata sangat berbakat dalam membuat desain pakaian, membuat desain pakaian tentu masih ada hubungannya dengan menggambar dan melukis dan L sangat menguasai bidang itu, tinggal bagaimana imajinasi bekerja dan menorehkan dalam bentuk gambar pakaian. Dan hasilnya sangat bagus, Bora sendiri sampai tidak percaya dan sedikit iri dengan kemampuan adik angkat nya itu.


Dengan bantuan L, Tim desain mampu menyelesaikan tugas nya, bahkan untuk acara Fashion show sebagian rancangan yang akan dipamerkan adalah milik L. Bora optimis bahwa penjualan edisi musim panas nanti akan meningkat dan membuat perusahaan menjadi perusahaan nomer satu.


Chacha semakin dekan dengan Vivian dan beberapa kali Vivian mengajak Chacha ke Key fashion dan meng iming-imingi Chacha bahwa bekerja di Key Fashion lebih enak di bandingkan di Bellin. Tak lupa Vivian membeli kan beberapa pakaian, tas, dan dan sepatu mahal untuk Chacha. Cara itu benar-benar ampuh dan membuat Chacha begitu patuh pada Vivian.


" Jadi kapan kita beraksi Nona? " Tanya Chacha


" Nanti malam. Aku harus meminta temanku yang ahli IT untuk mereka kamera CCTV agar rencana kita aman. " Ujar Vivian


" Apa yang perlu saya kerjaan? "


" Kau datang saja nanti malam pukul 11 di cafe depan perusahaan, aku dan temanku akan menunggu mu disana setelah itu kita jalankan rencana kita tengah malam. "


****


Pagi hari dimana orang-orang mulai menjalankan aktivitas, seorang staf di kantor Bora telah tiba di kantor sekitar pukul 8 pagi, karena jam masuk kantor adalah pukul 9 maka kantor masih terlihat sangat sepi hanya petugas keamanan dan bagian cleaning servis yang sudah mulai bekerja karena jam masuk mereka satu jam lebih awal dari staf kantor.


Staf tersebut bernama Kim Minhyuk divisi promosi, hari ini ia kebetulan berangkat lebih pagi karena tadi sebelum berangkat ia mampir ke rumah sakit mengantarkan pakaian untuk ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit.


Minhyuk mampir ke cafe untuk membeli kopi dan sepotong sandwich untuk sarapan. Ia masuk kedalam ruangan yang masih kosong dan menikmati sarapan nya terlebih dahulu.


Selesai menghabiskan sandwich nya Minhyuk merapikan meja kerjaannya. Menyalakan komputer dan mengecek beberapa berkas yang harus diselesaikan untuk persiapan fashion besok.


Saat sedang mengetik sesuatu minhyuk teringat sesuatu dan beranjak untuk mengambil kunci dilaci,berdiri dengan menenteng kunci tersebut kaki Minhyuk terhenti pada sebuah ruangan. Begitu pintu itu terbuka betapa terkejutnya ia saat melihat ruangan yang merupakan tempat menyimpan rancangan untuk fashion show sudah berantakan dan beberapa rancangan telah rusak seperti diterjang badai.


Ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan yang telah porak poranda seperti habis terkena gempa, patung-patung manequin sudah berjatuhan tak ada yang berdiri tegak.


Dengan segera ia berlari kembali ke ruangan nya dan mencari ponselnya untuk menghubungi atasannya.


*****


Di rumah Jisoo, Bora, dan L tengah sarapan bersama. Meskipun hari ini L libur, L tetap bangun pagi karena ingin mulai melukis.


L sudah menyelesaikan sarapan nya, ia pun beranjak " Kak aku sudah selesai sarapan, aku permisi dulu ya. "


" Kau mau kemana pagi-pagi begitu? " Tanya Bora heran


" Aku mau melukis di paviliun untuk pameran di Milan bulan depan. " Ujar L


" Wah kau hebat sekali L, sebentar lagi kau akan jadi pelukis terkenal. " Ujar Bora yang membuat L tersenyum.


L kembali berjalan hendak menuju paviliun belakang tapi tiba-tiba Bora mendapat telpon dan berteriak.


" APAAAAA! " Suara Bora membuat L kaget , Jisoo yang berada di dekat istrinya itu pun sampai menjatuhkan sendoknya.