
Ketika malam tiba, Hari kembali ke rumah L, ia menjemputnya agar L bisa tidur dirumahnya karena mereka akan berangkat ke Jogja pagi pagi sekali.
Hari masuk kedalam rumah L dan membawa kan tas nya
" Mas berapa hari kita di Jogja? aku hanya membawa baju ganti sedikit. " kata L
" Tidak apa apa kalau kau cuma bawa baju sedikit lagipula kita hanya 2 hari disana. " berjalan sambil menggendong tas berukuran sedang milik L dan menaruhnya di kursi tengah. " Tunggu? apa itu? " melihat L yang menenteng tas yang berukuran lebih besar
" Tas ku yang isinya laptop, kamera, tablet, dan ponsel. " Jawab L polos
" Hah ngapain kau bawa barang barang itu? mau syuting apa ? "
" Kan kita mau jalan jalan, klo cuman bawa ponsel untuk foto kan hasilnya kurang bagus makanya aku bawa kamera, terus kalo laptop, nanti kalo pas Mas Hari sibuk dikampus aku kan bisa nunggu di taman atau perpustakaan sambil nulis sapa tau dapat inspirasi iya kan. Boleh kan aku ikut masuk ke area kampus?"
" Lah ini tablet nya buat apa? "
" Buat apa ya? Elis juga ga tau hahahha. "
" Kamu tuh ya, mau jalan jalan apa pergi syuting sih, banyak banget barang gadget nya, ga sekalian tripod nya juga kau bawa. " ujar Hari yang kembali mengambil tas L dan memasukkan nya ke bagasi.
Sambil tersenyum L pun menjawab " Udah ada donk, satu paket sama kamera itu ada dipojokkan." Hari hanya bisa menghela nafas
Usai mengunci pintu rumahnya, mobil berwarna putih itu berjalan meninggal kan halaman dan menuju rumah Pak Anwar.
Pukul 4 pagi Elis dan Hari sudah bersiap untuk berangkat, Bu Lilis pun berpesan banyak hal pada Hari agar menjaga L dengan baik, begitu juga dengan Pak Anwar.
" Semua udah dimasukkin ke mobil belum Hari? "
tanya Bu Lilis
"Laptop sama buku tugasmu juga, ntar udah jauh jauh sampai di Jogja malah ketinggalan. " imbuh Pak Anwar
Bu Lilis memeluk Elis lalu menggenggam tangannya " Hati-hati ya L, jangan jalan jauh jauh dari Mas mu, mbok kamu tersesat. "
"Iya Bu. " sambil menyalami Bu Lilis lalu Pak Anwar
Usai berpamitan, keduanya pun masuk kedalam mobil dan berangkat.
Roda mobil mulai menapaki jalanan beraspal dan menyusuri jalanan yang berkelak kelok, alunan musik menemani perjalanan mereka, butuh waktu sekitar 5-6 jam untuk sampai di Jogja.
Satu jam berkendara, mereka memasuki area perkotaan,karena mereka berangkat pagi jadi jalanan masih sepi sehingga mobil lebih bisa melaju lebih cepa.
L yang duduk manis disamping Hari lambat laun tertidur, setelah mendengarkan beberapa lagu. Hari tersenyum melihat L yang awalnya menahan kantuk agar tetap terjaga.
" Kalo ngantuk tidur lagi aja L, perjalanan masih jauh, lagipula ini juga masih sangat pagi, liat diluar juga masih gelap." Hari menepikan mobil sejenak " pindah saja ke kursi belakang, ibu sudah bawakan menaruh bantal dan selimut untukmu. "
L pun menurut, dirinya memang benar-benar masih mengantuk, ia turun dari kursi depan dan berpindah ke kursi belakang atau tengah. Kursinya benar-benar sangat nyaman, selain lebih empuk juga lebih luas dibandingkan dengan mobil Hari.
" Mas Hari aku boleh jujur ngga? "
" Apa? "
" Mobilku ternyata lebih enak daripada mobilnya Mas Hari, kursi nya sangat empuk aku merasa seperti sedang berbaring di kasur ku. " Ledek L
Hari hanya menghela nafas dan kembali menjalankan mobil" Kau mulai sombong ya, tapi memang benar sih lagipula tidak adil jika kau bandingkan mobilku dengan mobilmu, berasa bus sama becak saja. " Jawab Hari sambil cemberut
L pun tertawa " Mas Hari jangan marah ya, Elis cuman bercanda kok, lagian percuma punya mobil bagus tapi ga bisa dipake. " Hari akhirnya tertawa
Melihat L yang mulai tak bersuara, Hari mengecilkan volume musik dan menyetel nya ke genre musik yang slow. L benar-benar terlihat tidur dengan nyenyak