All About You "L"

All About You "L"
Tamu Tengah Malam



Usai ber telpon dengan Bora, L berjalan menuju garasi, ia membuka bagasi mobil dan kursi tengah. Begitu dibuka banyak sekali tas belanja yang berisi berbagai macam oleh-oleh yang dibeli L, sementara di kursi tengah penuh dengan kotak yang berisi bakpia. Ia memindahkan semua barang barang tersebut kedalam rumah satu persatu, banyak sekali pekerjaannya, selain belum membongkar paket super dari Bora, ia pun juga harus membereskan oleh-oleh yang di belinya, bolak balik antar garasi dan rumahnya membuat nya lumayan lelah.


Sisa perjalanan dari Jogja masih tersisa, usai memindahkan barang rasa kantuk kembali menghampiri, L pun memutuskan kembali ke kamar dan beristirahat, tak butuh waktu lama untuk dirinya terlelap. Sementara di luar hujan deras kembali turun


Disebuah pangkalan ojek di pinggiran kota seorang pria baru baya turun dari sebuah bus besar, pria itu turun dan berjalan menuju pangkalan ojek yang sudah sepi karena memang sudah hampir tengah malam, para tukang ojek itu terlihat sedang bermain cantur dan bersantai di bawah pos mereka ditemani kopi guna menghangatkan tubuh mereka.


Pria paruh baya itu sampai di pangkalan ojek tersebut, para tukang ojek pun menawarkan jasa mereka. Meskipun malam semakin larut, biasanya tetap masih ada tukang ojek yaang mangkal disana karena lokasi nya dipinggir jalan besar dan tempat Bus antar kota antar provinsi menurunkan penumpang nya, ojek disana juga merupakan sarana transportasi satu satunya jika hendak masuk ke desa jika malam telah tiba.


Hujan masih belum juga berhenti, tiba-tiba ponsel L kembali berdering dari nomer baru yang tak dikenal, beberapa kali ponsel berbunyi hingga akhirnya mati kembali. L yang mulai terganggu dengan dering ponselnya sendiri akhirnya terbangun walaupun dirinya tubuhnya masih bersembunyi dibalik selimut, hanya tangannya saja yang sibuk meraba-raba meja didekat tempat tidur nya.


" Haduh siapa sih yang telpon malem malem begini? perasaan aku sudah bilang pada Bora dan kak Jisoo mau istirahat lebih awal dan mereka juga mengijinkan. Mas Hari juga katanya lagi sakit jadi paling ngirim pesan saja. " Kata L lirih


Tangan masih mencari benda pipih tersebut, tapi tiba-tiba


Duarrrr


Tiba-tiba terdengar suara guntur yang menggelegar, membuat L kaget dan langsung bangun dengan posisi terduduk. Ia menutupi kedua telinganya sejenak takut ada guntur lagi, matanya memandang ke sekeliling. Ada perasaan aneh yang dirasakan L, ia buru buru menyelimuti tubuhnya dan mengambil ponselnya. Ia melihat ada riwayat panggilan lagi dari nomer baru itu, L sedikit takut namun mencoba untuk tenang.


" Ya Tuhan, kenapa perasaan ku tidak enak dan kenapa malam ini terasa begitu dingin. Dan juga, sebenernya siapa sih yang dari tadi menelpon ku, aku jadi penasaran tapi tak berani menelpon balik. " kata L


Tok tok tok


perlahan L merasa ada suara ketukan pintu dari luar, L mengabaikan nya dengan bersembunyi di dalam selimut nya, ia melirik jam di pinggir tempat tidurnya menunjukkan pukul 00.45


Tok tok tok


Ketukan itu semakin keras dan L mulai ketakutan namun masih tetap di dalam kamar


Tok tok tok


Setelah mengumpulkan keberanian dan berdoa kepada Tuhan, L akhirnya beranjak dari tempat tidurnya dan membukakan pintu rumahnya.


Begitu dibuka L langsung tertegun melihat sosok dibalik pintu tersebut, tubuhnya bergetar dan seakan hawa dingin masuk ke tubuhnya, tangannya pun mengepal. Sosok pria paruh baya tersebut akhirnya datang dan menemui L setelah hampir satu tahun L kembali ke rumahnya.


Sosok yang paling tidak ingin dilihat L, ada rasa benci, marah, kecewa, dan takut saat melihat nya. Dan itu adalah Pamannya.