All About You "L"

All About You "L"
Merona



Setelah selesai melihat peragaan busana, Daniel mengajak L untuk makan malam terlebih dahulu sebelum mengantarkan pulang, awalnya L menolak tapi melihat Daniel yang terus memohon membuat L akhirnya menyetujuinya.


" Aku tidak menyangka kalau perusahaan kakak mu akan memperlihatkan rancangan sebagus itu. " Ujar Daniel disela sela makan nya.


L tersenyum " Apa sebagus itu? " Tanya L


"Iya jelas sekali. Lihat! " Memperlihatkan layar ponsel Daniel pada L. Tertulis di sana ada pesan dari seseorang yang meminta Daniel membeli rancangan dari brand milik kakak L. " Aku langsung mendapatkan pesan dari adik ku yang meminta dibelikan koleksi dari brand kakak mu beserta aksesoris berupa kalung yang dipakai oleh model saat peragaan berlangsung. " Imbuh Daniel


"Kakak bisa membeli pakaian nya tapi tidak dengan kalungnya. " Ucap L


Daniel melirik ke arah L " Kenapa? "


Beberapa menit kemudian Mr.Lee membisikkan sesuatu pada Daniel yang membuat matanya membulat sempurna.


L menatap Daniel dengan heran " Wajah kak Daniel kenapa jadi begitu? "


" Kau sudah tahu? " Tanya Daniel tiba-tiba.


" Tahu apa? " Tanya L


" Lee baru saja berkata bahwa desainer baru yang di rekrut oleh kakakmu merupakan seorang desainer muda berbakat yang disembunyikan identitasnya. Sebagian besar rancangan dalam peragaan busana tadi adalah hasil karyanya. Lalu semua aksesoris yang dikenakan oleh para model juga buatan dari desainer tersebut. Kakak mu bilang jika semua aksesoris tersebut hanya di pinjam dan tidak di jual benar begitu? " Tanya Daniel penasaran


L mengangguk sambil menikmati makan malamnya.


" Kau pasti tahu siapa desainer itu bukan? "


L terlihat acuh dan fokus pada makanan nya.


" Lee! " Ujar Daniel memanggil asisten nya.


Mr.Lee paham ia segera mendekat " Dalam wawancara tersebut Nona Bora hanya menyebutkan bahwa desainer baru dari perusahaan nya berinisial L, dia tidak menjelaskan identitas nya lebih detail. Untuk produksi koleksi terbaru mereka juga dibuat sangat terbatas, apalagi untuk rancangan yang tertera brand mereka dan terselip inisial L. Hanya diproduksi tidak sampai 10 item Tuan.Untung saja saya sudah memerintah orang untuk memesan terlebih dahulu sehingga kita berada di daftar tunggu paling awal. " Ujar Mr.Lee menjelaskan.


Daniel berfikir keras, selain sangat tertarik dengan aksesoris yang dikenakan oleh para model, dia juga harus segera mendapatkan rancangan tersebut karena permintaan adik nya adalah mutlak. Kini ia pusing karena tidak dapat membeli aksesoris tersebut, jika adiknya menginginkan nya maka ibunya pasti akan ikut menginginkan nya.


Daniel kembali menatap L " Kau kan adik kesayangan kakak mu, kau pasti tahu siapa desainer itu bukan? Bisakah kau bantu aku agar bisa mendapatkan aksesoris tersebut? "


" Aku tahu siapa dia tapi seperti yang sudah kukatakan bahwa perhiasan dari perak dan mutiara itu tidak dijual. Aku hanya meminjamkannya. " Ucap L dengan santai.


Daniel sedikit bingung disini setelah mendengar jawaban L. Ia tiba-tiba saja memikirkan lukisan yang diberikan L untuk nya. Seperti ada kesamaan dengan masalah yang ia miliki.


" Lee kau punya foto lukisan buatan Yuna yang diberikan untuk ku bukan? "


" Iya Tuan. "


" Perlihatkan! " Mr.Lee mengambil tab nya dan segera menunjukkan lukisan yang diminta.


Mata Daniel terhenti pada bagian kecil dipojok lukisan. Kemudian ia menatap L lekat lekat. Tak ingin berspekulasi bahwa L adalah desainer tersebut tapi dari jawaban L tadi menyiratkan bahwa L adalah desainer tersebut.


" Apa kau desainer tersebut? " Tanya Daniel tanpa basa basi.


L mengangguk santai.


Mr.Lee dan Daniel tertegun.


" Jadi kau yang merancang sebagian pakaian yang dipamerkan dalam acara tadi dan seluruh perhiasan itu adalah buatan mu? " Tanya Daniel dengan tak sabarnya.


" Bukan aku yang membuat nya. Aku ini kan seorang pelukis bukan penjahit. "


" Tapi tadi kau bilang itu adalah rancangan mu? "


" Aku hanya menggambar desain nya saja, begitu pula dengan semua aksesoris yang dipakai. Dulu aku pernah berlibur ke suatu tempat dimana disana ada toko yang menjual kerajinan dari perak. Aku memesan berbagai aksesoris pada para pengrajin disana, aku hanya memberikan mereka gambar desain dan menyuruh mereka membuat kan aksesoris berdasarkan gambar desain yang ku buat, jadi bukan aku yang membuat nya. " Jawab L


" Katakan apa lagi yang kau bisa? "


L menghentikan makannya " Aku pandai menulis dan menggambar. " Jawab L sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Daniel menghela nafas, rasanya selalu ada kejutan jika bersama dengan Yuna. Dimata Daniel Yuna terlihat seperti gadis cantik nan imut juga manja, tapi setelah mengenal nya selalu ada hal hal besar yang ia temui saat mengenal lebih jauh dari sebelumnya.


" Jadi kau tak mau menjual salah satu perhiasan itu padaku? Aku hanya meminta kalung. Jika kau menjual nya akan ku beli dengan harga yang sangat mahal. " Tawar Daniel


L menggeleng cepat " Semua sudah ada pemilik nya. "


" Pemilik? "


" Iya , sebenarnya itu adalah oleh oleh yang akan kuberikan pada keluarga ku, baru kemarin aku mengingat nya saat pergi ke gudang. Maafkan aku ya Kak Daniel aku tak bisa memberikannya padamu. " Ucap L


Daniel mengerti " Kalau kau sudah berkata bahwa itu adalah hadiah untuk keluarga mu aku tidak akan memaksa lagi. Aku pun ingin membelinya karena ingin ku berikan pada adik serta ibuku. " jawab Daniel dengan lesu.


L jadi tidak tega " Apa kakak begitu ingin perhiasan itu? "


Daniel mengangguk, " Aku akan memberikan nya. "


" Hah. " Daniel sedikit terkejut " Maksudnya?"


" Kau bilang itu ada hadiah untuk keluarga mu. Kenapa malah kau berikan pada ku? " Imbuh Daniel lagi.


" Memang benar. Sekarang aku punya solusi nya, aku akan membuat kan gambar desain nya, selanjutnya kakak bisa memesannya pada pengrajin perhiasan, di negara maju seperti korea tentu bisa membuat kan pesanan perhiasan sesuai keinginan kita bukan? "


" Aku memiliki perusahaan yang bergerak dibidang perhiasan jadi itu sesuatu yang mudah. "


" Bagus kalau begitu, aku akan membuatkan nya nanti. Hanya dua bukan? "


" Kenapa hanya dua, kau tidak menghitung ku? " Protes Daniel


" Kakak kan laki-laki memang mau pakai juga? "


" Hei jaman sekarang laki-laki juga pakai aksesoris tapi bukan seperti yang kau pikir kan. "


" Iya iya, kalau begitu bagaimana kalau cincin? "


Deg


Deg


Deg


Jika cincin maka aku ingin membuat nya menjadi sepasang. Gumam Daniel hati


" Hallo. " L melambaikan tangan di hadapan Daniel karena ia sedang melamun " Kak Daniel. "


" Oh iya. "


" Kenapa Kakak suka sekali melamun sih. "


" Memang nya apa yang kakak pikir kan? "


"Iya aku sedang berfikir pasti akan lebih bagus jika cincin itu dibuat sepasang, kau mau jadi pasangan cincin itu? " Tanya Daniel sambil mencondongkan wajahnya ke arah L dan menatap nya Inten.


Blushhh


Pipi L merona


Tiba-tiba udara terasa panas dan detak jantung nya meningkat, ia jadi salah tingkah.


Daniel justru khawatir " Kau sakit? Kenapa wajahmu merah? "


" Ti-dak aku baik baik saja, aku hanya merasa sedikit panas makanya mukaku memerah. " Kilah L


" Bukan karena malu soal perkataan ku bukan. " Daniel kembali menggoda L, ia sebenarnya tahu apa yang di alami L karena sudah sering ia rasakan jika bersama dengan gadis cantik itu.


" Ti-dak kak, udara memang terasa panas. " Ujar L lagi.


" Kau sangat cantik saat pipimu merona seperti itu."


Daniel mendekat dan mencubit pipi L karena gemas, tapi sedetik kemudian ia lepaskan karena sesuatu yang aneh tiba-tiba ia rasakan.


Pipi L yang lembut dan jarak yang dekat memperjelas kecantikan dan keimutan L, dan Daniel tak kuasa untuk tidak terpesona.


" Ini sudah malam ayo aku antar pulang. " Ujar Daniel tiba-tiba.


Setelah masuk kedalam mobil kedua nya nampak diam dan terlihat canggung, L masih merasa malu dengan ucapan Daniel sedangkan Daniel sedang mengontrol detak jantung nya yang berdetak kencang setelah menyentuh wajah L.


Mobil akhirnya sampai di depan gerbang kali ini Daniel mengantarkan nya sampai dalam karena sudah malam, ia tidak tega jika menurun kan L didepan gerbang dan berjalan sampai rumah.


Di depan rumah Jukyung telah berdiri menyambut Nona nya.


" Kak Daniel terimakasih sudah mengantarkan ku ya, aku akan segera membuat gambar desain itu dan akan kuberikan saat janji temu kita di taman. Sampai jumpa dan hati-hati dijalan. " Ucap L


" Iya aku tunggu sampai akhir pekan. "


Mobil Daniel pun melesat meninggal kan halaman rumah L.


Setelah mobil Daniel tak terlihat L segera menyerah kan tas miliknya dan berlari masuk sambil menutupu wajahnya.


Jukyung sampai heran dengan tingkah majikannya itu.


" Nona jangan berlari nanti anda jatuh! " Ucap Jukyung, tapi sang majikan sudah melesat naik ke kamarnya di lantai 2 .


***


Shin sudah sampai di kantor Bora, ia mendengar kan penjelasan Bora.


" Jadi kau bisa membantu ku bukan, kau kan seorang hacker profesional sampai di rekrut oleh kepolisian jadi tolong aku ya untuk menyelesaikan kasus yang menimpa perusahaan ku. " Ucap Bora


" Baiklah, kalau begitu aku akan langsung ke Divisi IT dan mengecek rekaman tersebut. " Shin pun keluar dari kantor dan berjalan menuju ruang divisi


***


Hari ini L berangkat ke kampus karena ada kelas pagi, bersama Yura dan Jungki, ketiganya sibuk mendengarkan penjelasan dosen.


Dua jam lamanya sampai Kelas pun berakhir, sebelum dosen keluar ia sudah meninggal tugas bagi murid-murid nya.


" Tugas dari profesor Kim saja belum selesai, belum lagi dari Nona Seo, dan sekarang pak Hyun juga meninggal kan tugas juga, dan hebatnya tugas itu sama sama harus di kumpulan minggu depan. Ahh kupikir kehidupan seorang mahasiswa itu akan bebas dan menyenangkan, itu semua bohong! Yanga ada hanya lah tiada hari tanpa tugas . "Gerutu Yura disepanjang jalan menuju kantin.


" Sudah jangan banyak mengeluh, lebih baik setelah makan kita ke perpustakaan saja dan mulai mengerjakan tugas kita.Lagipula sudah tidak ada kelas bukan? " Ajak L.


" Bisakah sekali-kali kau mengajak ku berlibur atau jalan jalan, otak ku rasakan hampir meledak jika setiap hari harus memikirkan tugas yang tiada habisnya. " Imbuh Yura


Jungki mengangguk setuju.


" Jangan cuman dipikirkan tapi kerjakan juga biar satu persatu tugas itu bisa selesai. "


Yura langsung mengambil cemilan yang ada ditangan nya dan menyuapkan pada L.


" Brisik, kau itu cerewet sekali kalau masalah tugas. Lebih baik kau makan biar gendut dan jadi jelek. "


L terdiam karena mulutnya penuh makanan ringan, bukan nya marah tapi L justru tersenyum. Ia tahu kalau ucapan Yura tidaklah serius dan hanya bercanda saja, lagipula sebanyak apapun ia makan L juga tidak bisa gemuk.


"Kalau begitu kau traktir aku hari ini ya, biar aku jadi gendut dan jelek. "


Yura melotot " Enak saja, kau jangan jadi penipu dan memerasku ya. Mau makan sebanyak apapun juga badannya akan kurus seperti tiang, aku tidak mau mentraktir mu. " Ujar Yura dengan cepat.


L tersenyum dan berjalan cepat menuju kantin, karena tak memperhatikan jalan tiba-tiba ia terjatuh karena menabrak seseorang dan cemilan yang ia pegang jatuh berhamburan mengotori baju L sendiri.


L mendongak, terlihat Chacha sedang sibuk merapikan pakaian nya.


" Kak Chacha. "


Chacha menoleh dan sedikit terkejut melihat L tapi wajahnya tidak menunjukkan ekpresi yang ramah.


" Cha kau mengenalnya? " Tanya teman Chacha dengan bahasa Indonesia. Chacha menggeleng cepat.


Chacha melihat tampang L yang terlihat kotor dan berantakan, bukannya membantu dia malah memarahi L.


" Kalau jalan itu pakai mata! Untung saja sampah itu jatuh mengenai badan mu sendiri. "Ujar Chacha dengan ketusnya.


Yura dan Jungki berlari dan segera membantu L berdiri.


" Kau tidak apa-apa Yuna? " Tanya Jungki sembari membersihkan sisa sisa cemilan yang ada diatas baju L


"Aku tidak apa apa. " Jawab L


"Ayo pergi, aku malas bertemu dengan orang bodoh. " Ucap Chacha memakai bahasa Indonesia, ia menggandeng temannya dan berlalu meninggal L, Yur, dan Jungki.


Yura dan Jungki yang tak mengerti perkataan Chacha tak menggubris nya.


" Haduh kau ini kalau jalan itu lihat ke depan, untung saja orang tadi tidak marah marah padamu, Cepat berdiri dan ke kantin. "


L terus memperhatikan Chacha setelah berjalan menjauhinya. Wajahnya datar tanpa ekpresi saat menatap punggung Chacha,tapi begitu Yura dan Jungki telah selesai membersihkan pakaian, ekpresi wajah L kembali seperti semula.


" Ayo ke kantin, aku akan mentraktir kalian. " Ujar L yang langsung membuat Yura dan Jungki merangkul lengan kanan dan kiri L.


" Ayo! "