
Jaehyun sudah kembali setelah membereskan Taehyung.
L masih meringkuk dalam pelukan Shin.
" Kau tidak apa apa Yuna, jangan khawatir dia tak akan menggangu mu lagi. " Ucap Jaehyun sambil mengusap Kepala Yuna.
Jaehyun melihat Daniel, Shin segera menjelaskan kejadiannya dan Jaehyun mengucapkan terimakasih.
" Sekali lagi saya ucap kan terimakasih pada Tuan Daniel yang telah menyelamatkan adik saya. " Ucap Jaehyun sopan pada Daniel.
" Daniel saja. " Sahutnya.
" Ehm Kak Daniel. " Imbuh Shin
Jaehyun mengangguk mengerti.
" Sebaiknya kalian membawa Yuna pulang biar dia bisa beristirahat. "
" Ia kami akan segera membawa nya pulang. "
" Kalau begitu aku pergi dulu ya, teman kuliah ku sudah sampai di cafe jadi aku harus kembali kesana. Yuna sampai jumpa lagi. "
" Terimakasih Kak Daniel. "
Daniel pergi meninggalkan ketiganya.
" Kak aku belum membayar tagihan makan malam tadi. "
" Tenang saja, aku sudah membayarnya tadi sebelum kembali kemari. Kau benar-benar baik baik saja bukan? " Jaehyun memperhatikan L dengan seksama apakah ada lecet ditubuhnya.
" Aku baik-baik saja Kak. "
" Sekarang ayo kita pulang. " Ajak Jaehyun dan Shin pada L. Mobil mereka mulai meninggalkan area cafe dan menembus kepadatan jalan raya.
Dicafe suasana sedikit canggung setelah kejadian itu. Para kakak senior telah pergi meninggalkan cafe setelah Taehyung diseret keluar oleh Jaehyun. Ini kejadian yang luar biasa bagi mereka. Baru kali ini Taehyung terlihat tak berkutik dihadapan seseorang.
Bagi mahasiswa junior dibawah angkatan Taehyung, melihat pemandangan Taehyung seperti itu justru membuat mereka bahagia. Karena dari dulu Taehyung itu sangat terkenal sering mengganggu junior nya, dan membuat masalah dikampus. Hanya karena dia lebih senior, orang lain harus menghormati nya dan dimanfaatkan oleh nya.
" Aku senang orang tadi menghajar Taehyung seperti itu dan Kak Jaehyun menyeretnya seperti seorang kacung, ini benar-benar moment yang sangat indah sayang sekali aku tidak mmbisa merekam kejadian tadi. "
" Benar sekali ucapanmu, kuharap Kak Jaehyun membuat Kak Taehyung kapok kali ini. "
Yura dan Jungki dalam mode menyimak obrolan teman mereka yang satu tingkatan diatas mereka.
" Begitu menyebalkan kah orang bernama Taehyung itu? Lalu kenapa Kak Taehyung terlihat begitu ketakutan dihadapan Kak Jaehyun ? Kak Jaehyun kan juga junior nya? " Celetuk Jungki tiba-tiba.
Jae Hwi menepuk pundak Jungki lalu duduk dihadapan nya.
" Itu karena Kak Jaehyun bukan orang sembarangan yang bisa ditindas oleh orang-orang macam Kak Taehyung. Dulu waktu Kak Jaehyun masih berstatus mahasiswa baru dikampus, dia tak sengaja terlibat masalah dengan Kak Taehyung. Dengan temperamen nya yang seperti itu, Taehyung tentu saja tidak bisa membiarkan seorang anak baru lepas dari bully an nya dengan mudah. Ku dengar Kak Taehyung mengajak Kak Jaehyun berkelahi tapi naas dirinya malah kalah dan babak belur oleh Jaehyun, entah apa yang dilakukan Kak Jaehyun pada Kak Taehyung, sejak saat itu satu-satunya orang yang bisa membuat nyalinyamenciut hanyalah Kak Jaehyun. " Jelas Jae Hwi sang wartawan kampus.
Yura tiba-tiba mencengkram baju Jae Hwi " Dan kau berani sekali menuntun Yuna pada mereka, kau sengaja? Mau ku lapor kan pada Kak Jaehyun? Untung saja bantuan datang tepat waktu" Yura teringat kembali saat Jae Hwi menyuruhnya menyapa senior senior itu.
Jae Hwi gelagapan " Bukan maksud ku seperti itu, Kak Taehyung meminta ku untuk berkenalan dengan Yuna dan meminta ku agar Yuna datang ke meja mereka. Aku tidak sengaja melakukan itu, aku ini hanya menuruti perintah senior saja dan tidak akan menyangka kejadian akan seperti ini. " Jae Hwi berusaha melepaskan cengkeraman Yura.
" Dasar bodoh, kau juga tidak membantu Yuna saat Kak Taehyung memojokkan nya bukan. " Yura tak berhenti memarahi Jae Hwi
" Itu karena aku pengecut, semua orang juga diam bukan hanya aku, kenapa kau hanya menyalahkan aku? " Jae Hwi akhirnya bisa melepaskan tangan Yura yang mencengkeram bajunya.
" Yura sudah tenang lah yang penting Yuna sekarang sudah baik baik saja. Aku kita pulang saja. " Jungki menyeret Yura yang masih menatap tajam Jae Hwi.
Setelah kepergian Yura dan Jungki, satu persatu teman teman yang lain menyusul keluar cafe. Jae Hwi terlihat masih duduk dengan beberapa anak lelaki dan disela obrolan mereka, Jae Hwi nampak tersenyum penuh arti.
****
Shin, Jaehyun, dan L telah sampai di rumah L.
" Tapi. " Ucapan Jaehyun terhenti dengan seseorang yang muncul dari balik pintu.
" Selamat malam Nona Yuna, anda sudah pulang? " Ujar Pak Im yang menyambut ketiganya.
" Iya Pak. "
" Yuna kami langsung pulang saja ya, aku dan Jaehyun masih ada urusan. Pak Im sampai nanti, aku dan Jaehyun tidak bisa mampir hari ini" Pak Im membungguk memberi hormat, L melambaikan tangannya.
" Ayo Pak Im kita masuk. "
Usai membersihkan diri, L langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Hari ini dia sangat lelah setelah mengalami kejadian yang tidak mengenakan itu. Ingin rasanya ia marah, namun dia tak bisa.
Bora pulang tak lama setelah L pulang.
"Pak Im apa adikku sudah pulang? " Tanya Bora saat pak Im menyambut kedatangan nya.
" Sudah Nona, tadi Nona Yuna diantar pulang oleh Tuan Shin dan Tuan Jaehyun. Setelah mereka mengantar Nona Yuna, mereka langsung pamit pulang. " Jelas Pak Im sambil berjalan di belakang Bora.
" Oh bagus lah, ku kira dia belum pulang lalu sekarang dia dimana? "
" Nona sudah naik ke kamar dan beristirahat Nona. "
" Ya aku mengerti, Pak Im bisa lanjutkan pekerjaan yang lain. " Pak Im mengangguk mengerti dan pergi dari sisi Bora.
L belum bisa tertidur meskipun dia lelah, sambil menunggu matanya terpejam dia sempat kengecek ponselnya. Ada pesan dari Daniel menanyakan keadaan nya.
" Yuna apa kau sudah sampai rumah? "
" Sudah Kak. "
" Kau baik baik saja kan? Apa senior mu menyakiti mu? "
" Aku baik dan seniorku tidak melakukan apapun kecuali tadi hanya menyuruh ku untuk minum, itu saja. Tidak usah khawatir. " Balas L
Daniel tersenyum membaca balasan dari L.
"Kalau begitu cepat lah tidur jangan begadang! "
" Iya Kak Daniel, lagipula bagaimana aku bisa tidur jika Kak Daniel terus mengirimi ku pesan? "
" Aku kan hanya memastikan keadaan mu. Harusnya kau bersyukur mendapatkan perhatian dari lelaki setampan aku. "
" Hemmm. "
" Sungguh diluar sana banyak wanita yang iri padamu jika mereka tahu aku mengirim kan pesan pada mu. "
" Iya. "
" Kau harus baik padaku. "
" Iya. "
" Tidak ada kaya lain kah selain itu? "
" Sampai kapan Kak Daniel akan mengoceh?"
" Oh iya aku lupa kalau kau harus beristirahat, cepat tidur supaya kau bisa bertumbuh. Dan jangan lupa mimpikan pahlawan mu ini ya. "
"Y. " Itu adalah balasan terakhir dari L untuk Daniel, meskipun Daniel masih mengirimi nya pesan.
Walaupun tidak mendapatkan balasan tapi ia tetap senang dan yang membuat nya makin senang adalah karena ia mengingat saat L memeluk nya dengan erat. Daniel menyukai nya.