
Pagi hari yang cerah tak membuat para penghuni mansion ikut bersemangat. Yang terlihat hanya para pelayan yang sedang melakukan tugasnya masing-masing.
Sejak pagi semua orang sudah bangun terutama Bora dan Jisoo, mereka segera menuju kamar L.
Jukyung sudah ada disana sedang melakukan tugas, membuka tirai, membersihkan meja,mengambil pakaian, menyiapkan air mandi dan menyeduh teh untuk L.
Bora melihat L masih tertidur dengan lelapnya.
" Apa Yuna belum bangun juga? " Tanya Bora pada Jukyung.
" Tadi saat saya masuk kedalam Nona sudah bangun. " Jawab Jukyung.
"Dia tidak mengeluh kan sesuatu bukan? Apa kah dia mengatakan ada yang sakit atau yang lainnya? "
" Tidak Nona, begitu saya masuk tempat tidur Nona Yuna sudah kosong, saya melihatnya baru saja keluar dari kamar mandi dengan jalan seperti biasa, hanya saja salah satu tangannya memegang cairan infus. Nona hanya berpesan jika dia masih sangat mengantuk dan meminta saya untuk membiarkan tidur kembali dan minta dibangunkan pada pukul 8 nanti. "Jelas Jukyung.
" Ya sudah biarkan dia tidur lagi, mungkin memang dia masih mengantuk. Hari ini Dokter Cha akan kembali kemari untuk memeriksa kondisi Yuna, tolong Pak Im dan kau menemani Yuna selama kami bekerja. Aku ada rapat yang tidak bisa ku tunda begitu juga dengan suami ku, jadi aku mengandalkan mu untuk menjaganya. " Ujar Bora.
Jukyung mengangguk " Saya mengerti. " Jawab Jukyung.
Di meja makan, satu persatu kursi mulai terisi. Bora dan Jisoo sudah disana, disusul Hari dan Arya, lalu terakhir Big3.
Mereka sarapan dengan tenang.
"Hari ini aku dan Bora ada pekerjaan penting yang tidak bisa ditunda, jadi siapa diantara kalian yang memiliki waktu senggang?" Tanya Jisoo.
Big3, Hari, dan Arya saling tatap. Hari dan Arya ada kelas materi di pagi hari dan kelas praktek pada siang hari jadi mereka berdua sibuk.
Jaehyun sibuk mengurus sesuatu di kampus, D.O ada jadwal wawancara dan pemotretan untuk iklan terbaru.
Yang tersisa hanyalah Shin.
" Aku hari ini tidak ada pekerjaan Kak. " Shin mengangkat tangannya.
" Baiklah jadi aku akan menegaskan mu untuk menjaga Yuna selama kami bekerja. Awasi dia! Jika terjadi sesuatu pada nya segera hubungi kami! "
"Baik kak. "
Hari sedikit kecewa pada dirinya sendiri, ingin sekali ia yang menemani dan menjaga L. Tapi apalah daya, dia hari ini harus ke kampus dan tidak buat ijin. Hari hanya diam dan memasang wajah yang murung.
Arya melihat sahabatnya tampak murung hanya bis mengelus lengannya.
" Jangan sedih, nanti setelah kitas selesai kuliah kita bisa kembali kemari. " Hibur Arya.
" Permisi. Bolehkah kami kembali kemari setelah kami pulang kuliah? Aku dan Hari juga mencemaskan keadaan L. "Ujar Arya.
" Tentu saja boleh, datang saja kemari setelah kalian pulang nanti. " Sahut Bora.
" Terimakasih. "
" Aku juga ingin kalian semua untuk sementara waktu tidak membahas kejadian kemarin dengan Yuna, kondisi psikis Yuna sedang tidak baik jadi jangan memancing nya, kecuali dia sendiri yang bertanya. " Sahut Jisoo
Semua orang mengangguk mengerti.
Orang-orang mulai beranjak meninggalkan mansion untuk kembali ke aktivitas masing-masing.
Kini tinggal Shin seorang yang sudah selesai sarapan dan hendak naik ke lantai dua untuk melihat kondisi L.
Pukul 8 tepat Jukyung membangunkan L sesuai dengan permintaan nya.
Dengan perlahan Jukyung mengguncang bahu L.
" Permisi Nona, ini sudah jam 8.Bangunlah! " Ucap Jukyung pelan, ia tak berani membangunkan L dengan keras takut jika L bangun tiba-tiba karena kaget. Itu bisa membuat pusing.
L perlahan mulai bangun setelah Jukyung mengguncang bahunya. Matanya masih mengerjap.
Aroma teh yang disukai sudah berada diatas nakas, wanginya membuat pikiran L jadi rileks.
" Sudah jam delapan ya kak? " Tanya L.
" Sudah Nona. " Jukyung segera mengambil sandal rumah didekat tempat tidur L.
" Rasanya aku masih mengantuk tapi aku tidak bisa tidur lagi, kak Jukyung aku minta tolong bantu aku melepaskan infus ini ya aku ingin mandi. Ujar L
Jukyung menggeleng " Maaf Nona saya tidak bisa membantu melepas infus itu, Nona juga sebaiknya tidak perlu mandi hari ini. Tubuh Nona masih lemah dan wajah Nona juga masih sangat pucat jadi sebaiknya saya membantu Nona mencuci muka dan mengelap tubuh Nona dengan air hangat saja. "Jawab Jukyung.
" Tapi badanku lengket Kak, aku ingin mandi. "
" Saya akan membantu mengelap tubuh Nona dan saya pastikan tubuh Nona akan bersih dan segar sama seperti habis mandi. "
L cemberut, tapi akhirnya menurut juga.
Setelah badannya dibersihkan oleh Jukyung, L merasa lebih baik. Namun tetap saja ia ingin mandi.
Tak berapa lama dua orang pelayan masuk ke kamar dan meletakkan sarapan nya.
" Silahkan Nona, anda harus sarapan terlebih dahulu kemudian minum obat. "
L mengangguk, ia segera memakan sarapannya.
Tok
Tok
Tok
Suara pintu terdengar, Jukyung membukakan pintu. Ternyata Shin yang masuk.
" Hallo Yuna. " Sapa Shin
" Hai Kak. Apa Kak Shin sudah sarapan? Ayo sarapan bersama ku! "
" Aku sudah sarapan tadi, kau habis saja sarapan mu. Apa yang kau rasakan Yuna? Apa tubuhmu merasa lebih baik? Apa ada yang sakit? " Tanya Shin
L menggeleng " Aku baik baik saja Kak. Maaf sudah membuat semua orang khawatir. " Ucap L sambil tertunduk.
" Sudah jangan dipikirkan, lebih baik kau habis kan sarapan mu dan segera minum obat agar wajahmu tidak pucat lagi. " L tersenyum
Pagi itu Shin menemani L sarapan, lalu pindah ke paviliun untuk bersantai sembari menikmati keindahan taman.
L sedang duduk bersandar sofa menghadap ke hamparan bunga krisan, matanya perlahan mulai terpejam akibat efek obat yg di minumnya.
Shin sendiri sedang sibuk dengan laptopnya. Ia membiarkan L beristirahat.
" Kak Shin apa yg sedang kau lakukan? " Tanya L dengan wajah mengantuk.
Shin melihat L lalu tersenyum " Aku sedang mengecek email dari kantor polisi. Ada apa? Apa kau butuh sesuatu? "
"Tidak aku hanya merasa sangat mengantuk. "
" Kalau begitu tidur lah, kau baru saja minum obat wajar jika kau mengantuk. "
" Tapi ada Kak Shin disini masa aku tidur. "
" Tidak apa apa , aku juga sedang sibuk mempelajari berkas yang baru kuterima dari kepolisian. Kau tidur saja sementara aku akan disini menjaga mu sambil bekerja. " Ujar Shin.
" Baik lah aku tidur sebentar ya kak. " Shin mengangguk sambil tersenyum.
L menatap Shin yang masih fokus dengan laptopnya. Jukyung menghampiri keduanya bersama dokter Cha.
" Permisi Nona, dokter Cha sudah datang. Beliau akan mengecek kondisi Nona. " Ujar Jukyung.
Shin melihat Paman datang langsung menyambut nya.
" Paman kau sudah datang, kemari lah dan cek kondisi Yuna. "
" Kau tidak ke kampus? " Tanya dokter Cha pada Shin.
" Aku sedang tidak ada kelas dan hari ini aku disuruh Kak Jisoo untuk menjaga Yuna. "
Dokter Cha mengangguk mengerti.
Dokter Cha mulai memeriksa L dibantu satu orang perawat.
" Apa yang kau rasakan Yuna?Apa ada yang sakit? " Tanya Dokter Cha.
" Aku merasa sudah lebih baik setelah meminum obat dari mu paman. " Jawab L
" Apa kau mempunyai keluhan? "
Pertanyaan dokter Cha membuat L bingung " Aku tidak punya keluhan apapun paman. " Jawab L lagi.
" Kau yakin? " Dokter Cha bertanya dengan suara lebih ditekan.
" Iya paman. "
" Kenapa kau bohong? Yuna berbohong itu tidak baik. "
Shin , Pak Im, dan Jukyung yang berada di dekat L sedikit cemas dengan pernyataan Dokter Cha namun mereka masih diam mendengarkan.
L menundukkan kepalanya.
" Kau kesulitan tidur bukan? "
L diam, berbeda dengan Jukyung
" Apa maksud anda dokter? Saya yang bertugas menjaga dan merawat Nona Yuna, setiap malam dia tidur sesuai jam tidur nya. Bahkan dia tidur sebelum jam 10 malam, dan setelah satu dan dua jam berikut nya saya akan mengecek keadaannya. Nona tertidur dengan lelap. " Ujar Jukyung.
Shin menatap L yang terlihat biasa saja hanya sedang menunduk.
" Yuna. " Panggil Shin
L mendongak dan tersenyum pada semuanya.
" Aku ketahuan. " Jawab nya enteng.
"Benarkah Nona? " Tanya Jukyung lagi.
" Iya aku memang sulit tidur saat malam, setelah kau selesai mengecek keadaan ku dikamar, tengah malam aku akan terbangun dan tidak bisa tidur sampai jam 4 pagi. " Ujar L
" Sejak kapan kau mengalami nya? " Tanya dokter Cha.
" Sejak aku tinggal disini. "
Dokter Cha menghela nafas.
" Bagaimana hal itu bisa terjadi Paman? Setahu ku L telah sembuh setelah operasi dan kesehatan nya juga bagus karena tiap bulan dia selalu cek kesehatan dirumah sakit ku. "
" Insomnia itu ada dua tipe, pertama insomnia Primer, insomnia yang tidak terkait dengan kondisi medis lain. Yang kedua insomnia sekunder, adalah insomnia yang disebabkan oleh gangguan kesehatan lain misalnya radang sendi, asma, kanker, konsumsi obat-obatan atau alkohol."
" Sedangkan untuk Yuna adalah insomnia Primer, tidak berkaitan dengan kondisi medisnya. Ini lebih ke kebiasaan, suasana hati, atau stres berkepanjangan. " Ujar Dokter Cha.
Jukyung menggenggam tangan L " Apa Nona tidak merasa lelah? Saya tahu karena disiang hari anda begitu sibuk sedangkan saat malam anda ternyata kesulitan tidur. " Ucap Jukyung dengan cemas.
" Aku baik baik saja Kak. " Jawab L menenangkan.
" Apa hal itu berbahaya Paman? " Tanya Shin pada dokter Cha.
" Jika hal itu terus berlanjut tentu akan menggangu kesehatan tubuhnya."
Shin, Jukyung, dan Pak Im langsung menatap L.
Setelah selesai diperiksa dan diberi resep, kini L dan Shin kembali bersantai di paviliun tanpa gangguan.
Shin menatap L dengan intens.
" Apa kau tidak lelah? "
L yang kembali duduk bersandar di sofanya sambil mendengarkan musik klasik menoleh ke arah Shin.
" Tidak, aku tidak merasa lelah. Aku seperti ini karena Kakak juga. " Ujar L dengan senyuman nya.
Shin bingung " Apa maksud mu karena aku? Aku tidak melakukan apapun. " ujar Shin.
" Emm sebenarnya bukan sepenuhnya karena kakak, cuman kakak menjadi salah satu alasan nya. Bukankah novel dan webtoon bagus? " Pertanyaan itu membuat mata Shin membulat.
" Sejak kapan kakak jadi penggemar ku? Aku sampai kaget saat tahu kakak membaca novel ku loh, Kak Shin kan orang yang irit bicara dan lebih suka diam. Kakak juga tidak suka hal remeh temen seperti novel romantis dan cerita bergambar. Kakak lebih suka berkutat dalam kasus yang rumit dan meretas sistem, kenapa tiba-tiba membaca novel milikku yang genrenya pun tidak termasuk dalam kategori hal yang disukai oleh mu kak? "
Shin mematung, ia kaget karena selama ini tidak ada yang tahu kalau dia suka membaca novel dan webtoon milik L.
Shin berfikir bagaimana bisa L tahu akan hal itu padahal akun yang dibuat olehnya terkunci dan tidak memberikan informasi apapun tentang dirinya.
" Bagaimana kau bisa tahu? Padahal aku tidak mencantumkan informasi pribadi ku dalam akun yang ku buat, apa kau meretas sistem ku? Itu juga hal mustahil karena akun yang ku daftar kan memakai data informasi dari orang lain. "Ujar Shin gugup
" Kenapa kakak jadi gugup begitu? Tidak penting bagaimana bisa aku tahu, hanya saja aku jadi tahu sisi lain dadi kakak. " Ujar L sambil tertawa cekikikan.
Wajah Shin merona karena malu " Cepat katakan padaku bagaimana bisa kau mengetahui bahwa aku membaca novel milikmu?"
" Aku tidak akan memberitahu mu. " Ledek L
" YUNA! "
" Apa? Kenapa Kakak berteriak memanggil ku? Aku kan ada didepan mu Kak, dan aku juga tidak tuli jadi jangan berteriak teriak. " L semakin gencar menggoda Shin
" Kau tahu Kak, novel yang kau baca itu adalah novel romantis dan berkisah tentang kehidupan seorang remaja. Apa sekarang kakak menyukai hal hal seperti itu? "
" Kau!" Shin mati kutu, dia sudah tidak menang jika seperti ini.
" Baiklah aku mengakui jika aku memang membaca novel dan webtoon milik mu, dan ku tegas ya kalau selera ku masih sama, tidak menyukai novel novel romantis kecuali milikmu saja. Aku akui cerita nya cukup menarik dan...... " Shin terdiam lalu sadar akan sesuatu dan melihat ponselnya.
" Kau setiap malam begadang untuk menulis dan menggambar webtoon mu? " Tanya Shin
" Iya. "
" Kenapa kau lakukan itu? " Shin mulai tidak sadar bahwa nada suara nya mulai meninggi.
" Kenapa Kakak berteriak kepadaku? Memang nya salah? Lagipula aku melakukan nya bukan karena sengaja ingin menulis atau menggambar. Itu terjadi karena aku memang kesulitan tidur, awalnya aku akan menghabiskan waktu dengan melukis namun jika suasana hati ku sedang buruk dan tidak ingin melukis makan aku akan menulis atau menggambar. " Jelas L
" Maaf. " Ujar Shin yang sadar telah berbicara keras pada L.
" Tidak apa apa. "