All About You "L"

All About You "L"
Jaga Image



Hari-hari L berjalan seperti biasa, pergi kuliah, bermain dengan Yura dan Jungki, dan menghabiskan waktu bersama Big3 jika libur.


Peluncuran produk baru dan acaranya fashion show sebentar lagi akan tiba sehingga Bora sering lembur untuk mempersiapkan segalanya. Jisoo juga beberapa hari ini tidak terlihat dirumah karena harus menghadiri seminar di luar kota maupun di luar negeri. Tuan Kim pun masih berada di Perancis , sudah dua minggu dia di sana, meskipun begitu Tuan Kim selalu menyempatkan waktu untuk menghubungi L dan menanyakan kabarnya.


" Bagaimana persiapan untuk produk kita? " Tanya Bora pada asisten nya.


" Semua berjalan lancar Direktur, persiapan sudah mencapai 89%."


" Lalu desain rancangan untuk pakaian yang dipamerkan saat fashion bagaimana? "


" Sesuai dengan perintah anda bagian produksi dengan hati-hati mulai membuat nya. "


" Jangan lupa sematkan nama L dengan huruf Latin pada brand merk kita, ini akan menjadi produk spesial dan aku memperkenalkan dia sebagai desainer khusus perusahaan. "


" Baik Direktur. "


" Ya sudah ku boleh kembali ke ruangan mu. " Asisten Bora mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan Bora.


Disisi lain di perusahaan KeyFashio tengah mengadakan rapat, kini mantan desainer di perusahaan Bora sudah berpindah disana. Ini salah satu rencana Tiffany untuk bisa mengalahkan Bora, dengan mengambil alih para desainer senior di perusahaan Bora bisa dipastikan Bora akan mengalami kesulitan dalam peluncuran produk musim panas bulan depan.


Dengan mengambil karyawan nya otomatis desain desain yang seharusnya akan di luncurkan oleh Perusahaan Bora berpindah ke perusahaan Tiffany.


Dan memang sempat terjadi kepanikan dan kesulitan yang dialami Bora karena tiba-tiba karyawan nya resign dan masuk ke perusahaan rivalnya. Namun kini Bora tidak bingung lagi, karena dia memiliki L yang membantu nya dan Jisoo yang selalu mendukung nya. Tak lupa juga karyawan nya yang masih setia bersama nya, walaupun mereka masih tergolong muda dan junior tapi mereka punya bakat yang mumpuni.


Bora percaya diri bahwa penjualan pakaian mereka di musim panas nanti perusahaan nya akan mendapatkan peringkat pertama.


" Direktur tim produksi membawakan beberapa rancangan yang sudah jadi untuk di tinjau. "


" Benarkah? Baik aku akan segera kesana. "


Dengan membawa dua desainer untuk melihat hasil rancangan dari desain milik L, Bora dengan semangat berapi-api menuju ke sebuah ruangan.


Mata mereka berbinar melihat pakaian yang melekat indah di manequin. Modelnya benar-benar elegan dan mewah tapi tidak terlalu berlebihan, sangat anggun. Kedua desainer yang diajak Bora bahkan tek berkedip melihat hasil rancangan tersebut.


" Indah sekali gaun itu, aku jadi ingin memiliki nya. " Ucap nya tanpa sadar


" Desain nya menurut ku sangat sederhana tapi entah kenapa gaun itu begitu anggun dan sangat berkelas, kurasa ini akan membuatmu masyakat heboh. "


" Kenapa kalian malah diam dan hanya memperhatikan saja, lakukan tugas kalian! " Ujar Bora menyadarkan karyawan nya itu.


" Maaf Direktur bolehkan saya bertanya? "


" Iya. " Bora menjawab sambil meneliti gaun di manequin tersebut .


" Siapakah desainer yang merancang gaun ini?Ku lihat desain nya sangat baru dan belum pernah kami lihat sebelum nya, bahkan desainer senior kita yang sudah keluar pun tidak pernah membuat desain sebagus ini. "


" Apa kalian sangat penasaran? " Tanya Bora tanpa melihat dua karyawan nya itu.


" Iya. "


Dua orang itu langsung saling pandang. Mereka melirik asisten direktur mereka, tapi sang asisten pun hanya menatap mereka dengan datar seakan mengerti dengan kebingungan mereka, dari raut wajahnya memberikan jawaban bahwa ia juga tidak tahu siapa desainer nya.


Satu berlalu dan mereka telah selesai melihat rancangan gaun tersebut, tidak ada yang kesalahan atau pun kekurangan dalam desain nya. Bora tersenyum, tak lupa ia melihat satu bagian penting dari pakaian itu, yaitu sebuah tag dengan tulisan brand merk perusahaan nya dan inisial nama L dengan huruf latin dengan benang warna perak.


" Ini sudah bagus, tidak perlu ada perubahan ikuti saja sesuai dengan gambar desain nya. " Ucap Bora pada tim produksi.


" Baik Direktur, sisa desain akan segera kami selesai kan akan kami perlihatkan pada anda. "


" Iya lanjutkan. "


Sebelum keluar Bora memerintahkan bawahannya itu untuk tidak memperlihatkan desain dengan inisial L pada tim peninjau , cukup padanya saja sedangkan desain lain mereka kerjaan sesuai prosedur produksi. Bora benar-benar ingin membuat kejutan untuk rivalnya karena telah mengambil karyawan nya.


" Tiffany kita lihat siapa yang akan menang nanti, sudah dari dulu kau itu ditakdirkan untuk jadi bayangkan ku. " Ucap Bora lirih


****


Arya dan Hari sudah mulai terbiasa dengan kehidupan di Korea setelah dua minggu berada di Korea, mereka beradaptasi dengan baik dan mulai berkuliah.


Beberapa waktu lalu Jisoo sudah menelpon Hari dan saling berbincang. Hari sudah tahu kalau Jisoo, Shin, Jaehyun, dan D.O juga berada di kampus yang sama dengan nya, begitu pula dengan L itu membuat Hari sangat senang, namun ia tak bisa langsung bertemu karena memang belum ada waktu.


Dirinya harus melakukan penyesuaian tinggal di Korea dan menjadi mahasiswa di kampus terlebih dahulu. Jisoo sebenarnya ingin bertemu dengan Hari tapi dirinya sibuk dengan seminar, dan L juga ada kesibukan dengan kuliah nya jadi belum ada waktu untuk bertemu.


Hari akan bersabar menunggu datang nya waktu untuk bisa bertemu dengan L.


Hari ini mereka telah selesai dan sedang berkeliling kampus seperti biasa. Hari dan Arya sangat menikmati waktu mereka dikampus, dulu sewaktu masih di Jogja setelah kelas selesai biasanya mereka akan langsung pulang atau pergi ke perpustakaan, tapi saat mereka disini keduanya betah berlama-lama ada dikampus.


Hembusan udara sisa musim dingin masih terasa tapi keduanya justru menyukainya. Mereka tengah berjalan melewati jalanan yang ditumbuhi pohon sakura di kanan dan kiri jalan, indah sekali.


" Ri ayo kita foto disana. " Pintar Arya sambil menunjuk pada bangku kosong dibawah pohon sakura


" Kau tahu sekarang kelakuan mu sungguh seperti wanita yang narsis. "


" Aku tidak peduli, kalau kau tidak mau berfoto dengan ku setidaknya tolong foto kan aku ya. " Arya langsung saja menyerahkan ponselnya dan berlari ke arah bangku kosong itu, dia bergaya bak model profesional, tapi nyatanya Arya berpose dengan sangat aneh sehingga beberapa pejalan kaki melihat nya dengan tatapan aneh.


" Sudah, ayo cepat kita pulang kau membuat ku malu. " Hari melempar ponsel Arya dan langsung ia tangkap.


" Kenapa harus peduli dengan pandangan orang, lagipula mereka tidak mengenalku, mau aku bertingkah konyol atau gila itu bukan masalah untuk ku. Justru itu kesempatan bagi kita, karena tidak ada yang kenal jadi kita bebas berekpresi. "


" Memang nya sewaktu di Jogja kau tidak bisa? "


" Tentu saja tidak, disana banyak yang mengenalku dan fansku pun banyak, aku harus selalu menjaga image ku agar selalu terlihat keren dan cool. " Ujar Arya dengan gaya sok keren


" Terserah padamu. " Hari tak begitu mendengar ucapan Arya, ia terus berjalan meninggalkan Arya dibelakang.


" Hei tunggu! Dasar Hari. "