All About You "L"

All About You "L"
Tenang



Big3 benar-benar terkejut mendengar Hari telah ada di Korea selama lebih dari sebulan.


" Mas Hari tega sekali baru menemui sekarang, Kak Jisoo dan Bora juga sama saja kenapa kalian tidak memberitahu ku? "


" Jangan salahkan Mas Jisoo, aku sendiri yang memang belum memiliki waktu bertemu dengan mu. Sesampainya disini kami harus beradaptasi dengan lingkungan, tempat tinggal, dan kegiatan di kampus. Waktu itu kakak mu juga sedang sibuk jadi kami tidak ingin mengganggu nya, lagipula sekarang kita sudah bertemu jadi tak usah marah ok? " Bujuk Jisoo


" Iya baiklah, lalu mas Hari tinggal dimana? "


" Kami tinggal di apartemen yang disediakan pihak kampus, aku dan Arya satu apartemen, jaraknya tidak terlalu jauh dari gedung fakultas kami. "


" Oh iya? Lain kali aku akan main kesana, boleh kan? "


" Iya tentu saja boleh, hanya saja disana tempat nya kecil seperti kontrakkan L. " Sahut Arya


" Memangnya kenapa? "


" Ya tidak apa-apa juga. " Imbuh Arya lagi


" Berarti disana juga banyak mahasiswa dari luar donk Mas? "


" Iya benar, disana memang tempat tinggal yang disediakan untuk mahasiswa asing yang menerima beasiswa dikampus itu, ada dari Indonesia, Malaysia, singapura, thailand, Amerika, Afrika, dan masih banyak lagi hampir dari berbagai belahan dunia. "


" Wah aku jadi makin penasaran, aku juga ingin bertemu orang-orang Indonesia yang kuliah disini. "


" Tiap akhir pekan ada pertemuan dari perkumpulan mahasiswa Indonesia yang belajar di Korea, kalau kau mau bertemu dengan mereka kau bisa ikut dengan ku. Banyak kegiatan terutama acara masak masak dan makan bersama. "


" Itu yang paling ku suka. "


Waktu berjalan tak terasa, malam semakin larut. Elis , Hari, dan Arya masih asik mengobrol di ruang tengah, Big3 pun ikut diantara mereka. Sesekali melempar candaan dan tertawa bersama. Bora dan Jisoo sudah pergi ke kamar , membiarkan L melepaskan rindu pada Hari dan Arya.


" Sudah jam 11 kau pergilah tidur! " Ujar Jaehyun mengingat kan L yang masih asik bercanda.


" Tapi aku belum mengantuk Kak."


" Kau besok harus kuliah bukan? Kau harus tidur, tidak baik untuk mu jika tidur terlalu lama. " Wajah L nampak cemberut, ia masih betah berbincang dengan Hari.


" Tidur lah! Besok masih banyak waktu untuk kita bertemu dan berbincang. Aku juga harus kuliah sama seperti mu, kita bisa bertemu di kampus. "


" Baiklah. " Jawab L dengan wajah murung.


" Kalau begitu aku pulang dulu ya. " Pamit Hari dan Arya pada L dan juga Big3


" Ini sudah malam, Mas Hari dan Mas Arya kenapa tidak menginap saja disini? Mereka bertiga juga menginap disini. "


Hari dan Arya saling pandang, mereka tidak enak jika harus menginap disana. Jukyung datang dan mengingat kan L untuk segera tidur karena ini sudah melebihi jam tidurnya.


" Mas Hari dan Mas Arya menginap lah disini ya! Ya! Ya! " Rengek L pada keduanya.


Pak Im masuk ke ruang tengah dan ikut membujuk Hari dan Arya


" Tuan Hari dan Tuan Arya menginaplah disini, Tuan Jisoo dan Nona Bora juga sudah mengijinkan, lagipula ini sudah malam. "


Setelah itu L dibawa pergi oleh Jukyung ke kamarnya, Big3 pun sudah menuju kamar mereka masing-masing, lebih tepatnya menuju kamar tamu yang biasa ditempati mereka. Meskipun hanya kamar tamu tapi kamar itu sudah di siapkan seperti layaknya kamar mereka bertiga, itu terjadi karena mereka sering menginap disana.


Pak Im membawa Hari dan Arya kesebuah kamar yang cukup besar untuk ditempati keduanya.


" Silahkan istirahat disini Tuan, disana ada lemari berisi pakaian yang bisa Tuan pakai. Jika butuh sesuatu pencet saja tombol Dial no. 5, Saya permisi dan selamat beristirahat. " Pak Im membungkuk sebelum pergi meninggalkan keduanya.


Arya melongo melihat kamar tamu yang sedang ditempati mereka.


" Ya ampun Ri ini rumah apa hotel yak? Kamar tamu nya aja kaya gini apalagi kamar utama. Beruntung deh aku jadi sahabat mu dan kenal sama Elis. Lihat! Pakaian di lemari ini bagus bagus, pasti mahal nih. " Arya sibuk berkeliling kamar dan memeriksa setia sudut nya, sedangkan Hari segera berbaring disofa yang ada disamping tempat tidur.


" Ri mau mandi dulu ngga? "


" Kau saja duluan, aku nanti. "


Setelah membersihkan diri secara berganti an mereka akhirnya berbaring.


Ada perasaan lega di dalam hati, Hari bisa dengan tenang memberitahu orang tuanya kalau Elis baik-baik saja. Melihat nya memiliki keluarga yang begitu menyayangi L meskipun L hanya lah orang asing membuat Hari terharu. Bora, Jisoo, dan Big3 terlihat tulus menyayangimu L, Hari bisa melihat itu.


Selain perasaan tenang karena L telah mendapatkan keluarga baru, Hari juga mendapat perasaan yang membuat hatinya gugup sedari tadi.


" Ri." Panggil Arya


" Hmm." Jawab Hari pura-pura memejamkan matanya.


" Gimana perasaan mu setelah bertemu Elis? "


" Seneng. "


" Yakin cuma itu? "Hari masih memejamkan matanya.


" Hmm. "


" Ya ampun mode jadi papan kayu datar is comeback. "


" Hmm. "


"Gimana rasanya tadi dipeluk? Kaget loh waktu Elis lari trus lompat kepelukan mu, jiwa jomblo ku seketika meronta ronta, mana sekarang dia jadi makin cantik lagi, imut banget kaya boneka, duh pengen tak masukin ke koper terus bawa pulang ke Indonesia deh, pasti seneng tuh orang tua ku dapat mantu macam Elis. " Arya tertawa sendiri


" Mimpi. "


" Biarin, emang dia makin cantik kan. "


"Iya cantik. " Ucap Hari lirih tanpa didengar Arya.


Hari sendiri sempat kaget dan jantung nya serasa mau keluar ketika dipeluk L begitu erat. Lama tak berjumpa, rasa rindu yang sudah ia tahan begitu lama lalu tiba-tiba melihat L didepan mata dan memeluk nya membuat jantung Hari berdetak tak karuan, selain memeluk Hari rasanya ingin melakukan lebih, misalnya cium.


Tiba-tiba ia tersadar dari lamunan, ia mengingat kan dirinya untuk menahan diri.Meskipun Hari sangat menyukai L sebagai seorang wanita, Hari belum bisa mengungkapkan nya. Selain L masih sangat muda, dalam pikiran Hari L pasti menganggap nya sebagai seorang kakak, bukan sebagai lelaki. Hari tak mempermasalahkan nya, masih banyak waktu untuk merubah pandangan L terhadap dirinya, sekarang ia harus kembali ke dunia nyata, tujuannya masih sama yaitu mengejar cita-cita dan menjadi dokter yang sukses lalu meminang nya.