All About You "L"

All About You "L"
Gadis Kaya Raya



Esok hari saat menyerah kan hasilnya Ketua Jurusan dan anak anak yang lain melongo.


" Kalian menyewa artis untuk Banner ini? " Tanya senior Park Ketua Jurusan mereka.


" Kami orang miskin mana mampu menyewa artis untuk foto promosi, kami hanya memoles Yuna sedikit dan jadilah seperti ini. Bagaimana? Bagus kan Senior? Jadi selama festival kami sudah bebas ya karena tugas kami telah selesai. " Ujar Yura dengan bangga


Park Chanyeol dan lainnya mengangguk setuju, bahkan Dongpyo langsung meminta file foto pada Yura untuk di serahkan pada ayahnya. Dongpyo terlihat sangat senang.


" Iya iya kalian sudah bebas jadi tidak usah membantu di kedai. " Chanyeol sangat senang dia yakin kedainya pasti akan populer nanti.


Tadinya dia hendak menyuruh L untuk jadi pelayan bersama yang lainnya, tentu saja yang dipilih adalah gadis gadis cantik dan pria tampan untuk menarik pelanggan, dan di Jurusan Sastra dan Seni semua orang sudah tahu wajah L tanpa masker adalah yang paling cantik di kampus. Tapi Park Chanyeol bukanlah orang seperti itu, dia sudah puas dengan banner promosi yang dibuat oleh Yura, Jungki, dan L.


Yura, Jungki, dan L bersorak, Yura dan Jungki sudah membayangkan kencan yang menyenangkan sembari menikmati festival, sedangkan L sudah bebas dari tugas Jurusan dan ia akan pergi ke Perusahaan D.O untuk melakukan pemotretan sesuai janjinya.


" Bukankah sudah selesai? Bolehkan aku pulang? " Tanya L


" Hei kenapa kau pulang sekarang Yuna? Kau tidak Ingin melihat lihat dahulu? Mumpung festival baru dibuka besok dan nanti nya akan sangat ramai kenapa tidak berkeliling dahulu biar aku dan Jungki yang menemanimu." Tawar Yura


" Tidak! Aku tidak mau jadi obat nyamuk , aku ada pekerjaan dirumah jadi karena aku sudah selesai aku mau pulang saja. Oh tiba-tiba aku jadi ingat Mas Hari, mungkin aku mau ke Stan Jurusan kedokteran saja. Sampai jumpa. " L pamit


Jurusan Hari sendiri berada lumayan jauh dari Stan Jurusan Sastra dan Seni, setelah diberitahu letak Jurusan kedokteran oleh Jaehyun L bergegas kesana.


Jurusan Kedokteran membuka Stan permainan, mereka tampak sibuk menyiapkan semuanya. L berlari ke arah Hari yang sedang memasang pernak-pernik di Stan Jurusan nya.


" Mas Hari! " Panggil L


Hari sedikit terkejut namun sedetik kemudian langsung tersenyum pada L " Kau datang Elis? " L mengangguk.


" Seperti nya kau sangat bebas ya, tidak seperti ku dan lainnya. Lihat! Kau bisa berjalan kesana kemari sedangkan semua orang sedang sibuk mengerjakan tugasnya." Ujar Hari


L tersenyum lebar " Siapa bilang aku bebas dari tugas, justru aku dapat tugas yang sangat sulit, namun karena kerjasama dengan teman-teman ku, pekerjaan ku lebih cepat selesai dan sekarang aku tinggal bersantai, ini sangat menyenangkan, melihat yang lainnya masih mengerjakan tugas sedangkan aku malah bersantai. " Ucap L dengan bangga.


Hari mendengus mendengar berkataan L " Dasar pamer! Sudah pergi saja sana daripada tidak membantu dan mengganggu ku! " Hari mengibaskan tangan ke arah L.


" Tidak usah iri, lebih baik kerjakan tugas mu dengan baik Mas. Ngomong ngomong dimana kembaran mu? "


Dahi Hari mengkerut " Kembaran? Aku tidak punya kembaran. Siapa yang kau maksud? "


" Tentu saja Mas Arya, siapa lagi memang?"


" Kembar darimana? Ada ada saja. Dia memiliki tugas yang berbeda dengan ku, dia sedang berbelanja dengan teman yang lain. " Jawab Hari


" Oh, seperti nya Mas Hari masih lama kalau begitu aku pergi saja. "


" Kenapa buru-buru? Tunggu aku selesai lalu kita makan siang bersama bagaimana? Kita sudah lama tidak bertemu lagipula Bapak dan Ibu rindu ingin menelpon mu. "


" Aku memang sedang buru-buru, aku sekarang bekerja di perusahaan Kak D.O. untuk Bapak dan Ibu biar aku sendiri yang menelpon kirimkan saja nomornya. " L berjalan meninggal kan Hari.


Belum sempat mengatakan sesuatu L sudah pergi padahal Hari sangat merindukan L dan ingin bersama dengannya lebih lama, tapi dia tidak bisa mengucapkan kata itu karena rasanya sangat sulit, dan akhirnya hanya bisa diucapkan dalam hati sembari melihat punggung L yang berlahan menjauh dan menghilang.


Sepanjang jalan L melihat lihat deretan Stan telah berdiri, besok setelah festival resmi dibuka pasti akan sangat ramai, L sesekali melihat-lihat kebeberapa Stan.


Dari jauh tanpa L sadar sebuah lensa kamera terus mengarah pada L dan mengambil gambarnya. Sosok yang membawa kamera tersebut tersenyum melihat L sangat antusias melihat-lihat.


" Tentu saja kau tidak pergi dengan siapapun karena kau pasti menunggu ku kan Kim Yuna. Kau memang setia dan penuh pengertian sayang, tunggu saja nanti akan ada waktunya kita bersama. " Sosok misterius itu kembali tersenyum lalu menghilang diantara orang-orang yang berlalu lalang.


*****


Diperusahaan Sora mulai berlatih dengan giat dan penuh semangat, dia kini telah memiliki tim management nya sendiri, ruang latihan pun ada untuk dirinya tanpa perlu memakai ruang latihan yang biasa ia pakai sewaktu masih trainee. Ia jadi lebih leluasa dan fokus, guru tarinya ada dua sering kali memuji Sora karena setelah berlatih beberapa hari kemampuan Sora ternyata jauh lebih baik dibandingkan saat evaluasi.


" Sora kau ternyata sangat berbakat dan memiliki memori yang kuat, baru bebarapa hari kita perlatih kau dengan cepat bisa mengingat koreografi dan gerakan mu juga benar, dengan kemampuan mu aku yakin kau pasti akan sukses. Harusnya orang seperti Nona Yuna datang lebih cepat dan melihat bakatmu, kau sudah siap debut kapanpun. " Puji pelatih Choi.


" Terimakasih Pelatih, aku akan selalu bekerja keras dan membuat bangga Nona Yuna. " Jawab Sora dengan tersenyum.


" Baiklah hari ini cukup untuk hari ini, istirahat lah nanti siang setelah makan siang kau harus berlatih vocal dengan Pelatih Jung. " Ujar Park Minho manager nya.


" Baik Kak, kalau begitu aku akan mengganti baju dan makan siang terlebih dahulu. "


Sora keluar dari ruang latihan dan bergegas pergi ke ruang ganti, ia menenteng tas nya. Usai mandi dan mengganti pakaian Sora berjalan menuju kantin tapi tanpa melihat jalanan Sora tak sengaja menabrak tiang dan menyebabkan tali tas miliknya putus.


" Hei lihat siapa ini? " Dari jauh Haneul, Sodam dan lainnya berjalan ke arah Sora.


" Ya ampun Sora kau ternyata masih disini kupikir setelah dikeluarkan dari line debut kau keluar dari perusahaan, harusnya kau keluar saja daripada menghabiskan waktu mu dengan berlatih tanpa tau kapan akan debut. " Ujar Haneul lagi


" Lebih baik kau belajar dan bekerja saja, lihat tas reyotmu itu benar-benar merusak pemandangan, image perusahaan kita sebagai tempat bernaung artis artis papan atas bisa tercoreng olehmu. " Imbuh yang lain


" Seperti nya kalian memiliki banyak waktu senggang untuk mengurusi orang lain, kalau aku jadi kalian, aku akan memilih mengabaikan orang miskin seperti ku dan berlatih untuk persiapan debut. " Ujar Sora, dan ini pertama kalinya dia berani berbicara dan melawan Sodam dan teman-temannya.


Sodam dan lainnya langsung melotot setelah Sora berani berbicara pada mereka, biasa Sora hanya akan diam dan menunduk.


" Hei Kang Sora sejak kapan kau berani mengangkat kepalamu pada kami? Kau itu trainee tanpa masa depan tidak usah sok memberi nasehat, apa kau ingin keluar dari perusahaan ini hah?! " Haneul mulai emosi.


" Haneul sudah jangan dengar ucapan Sora, dia begitu karena iri pada kita, ayo kita pergi saja nanti kita dimarahi manager karena terlambat datang ke ruang latihan. " Bujuk Sodam pada teman-teman nya.


Setelah Haneul dan lainnya berjalan lebih dahulu, Sodam melangkah dan mendekati Sora lalu berbisik " Sadar diri lah, aku bisa kapan saja membuatmu keluar dari perusahaan ini,kau pasti lupa jika ayahku merupakan salah satu petinggi di perusahaan ini, ingat baik-baik kata-kata ku! " Sodam tertawa sinis setelah melihat Sora ketakutan dan kembali menunduk.


Begitu Sodam pergi, mata Sora berkaca-kaca.


Tiba-tiba L datang menghampiri Sora, sejak tadi dia sudah ada didekat Sora, namun karena ada Haneul dan lainnya L tidak langsung menyapa Sora dan malah melihat perbuatan mereka pada Sora.


" Aku suka Kak Sora yang pemberani jangan takut pada orang seperti itu, apalagi mengandalkan orang lain untuk menindas orang yang lebih lemah. Kakak punya aku jadi tidak perlu khawatir tentang ayahnya yang punya jabatan tinggi diperusahaan. Bukankah orang tertinggi di perusahaan adalah Bibi Han dan Kak D.O, dan sekarang aku jadi investor mu. Jadi jika ku beritahu kakak yang harusnya kakak takuti adalah aku apa kakak akan percaya? Bibi Han bahkan akan menuruti semua kata-kata ku, jadi yang bisa mengeluarkan atau membatalkan debut kakak adalah aku. Sudah jelas jika tidak ada seorang pun yang mengancam kakak bukan, kecuali aku? "


Kang Sora seketika tersadar dan mengangguk, L tersenyum.


" Saya tidak takut Nona. "


" Calon artis ku haruslah pemberani dan tidak mudah ditindas, asalkan kita tidak salah jangan pernah menunduk kan wajah kita pada orang lain. Masalah status kakak jangan pernah berkecil hati , memang nya kenapa kalau kita miskin dan tidak punya uang, ini kan bukan jaman kerajaan yang semua dinilai dari status, sekarang sudah jaman modern semua di nilai dari usaha, kemampuan, dan kemauan kita. "


" Sukses bisa dicapai oleh siapa saja, dan masa depan tidak ada yang tahu. Jangan berkecil hati hanya karena omongan orang seperti itu, itu salah satu rintangan kecil yang akan kakak hadapi, dimasa depan akan jauh lebih banyak rintangan yang akan kakak hadapi, apa kakak akan sedih dan menyerah hanya karena itu? Bahkan kakak belum melihat rintangan yang sesungguhnya. "


Ucapan L membuka mata Sora, ia sadar dan kembali bersemangat.


" Nona Yuna terimakasih karena telah membuka mataku, aku mengerti sekarang. "Jawab Sora dengan semangat.


L tersenyum " Baiklah sudah saatnya kita berhenti bicara serius, waktu nya mengisi perut . Sudah waktunya makan siang ayo kita makan Kak. " Ajak L sembari menarik lengan Sora menuju Cafe.


Didepan kasir Sora hendak mengatakan jika ia ingin mentraktir L, namun sebelum L menjawab seseorang tertawa terbahak-bahak dibelakang mereka.


" Nona pesan lah sesuka mu biar aku yang mentraktir mu. "


" Hahahaha sebaiknya jangan kau lakukan itu, percaya lah padaku. " Ujar D.O yang menertawakan niat Sora.


Sora langsung membungkuk memberi salam pada D.O.


" Senior D.O selamat siang maaf aku tidak menyadari kehadiran mu. " Ujar Sora.


" Santai saja. "


"Kenapa kakak disini? Apa kakak sudah selesai syuting? " Tanya L


" Belom. Aku baru akan berangkat setelah makan siang. "


D.O kembali ke arah Sora " Junior ku beritahu sesuatu padamu jadi dengarkan aku baik-baik ya. "


Sora mengangguk mengerti " Baik senior , junior akan mendengar dengan baik. "


" Bukankah kau calon idol pertama dari perusahaan ku yang akan debut solo? " Sora mengangguk lagi.


" Sebelum kau sukses jangan pernah kau mentraktir dia. " D.O menunjuk ke arah L .


" Memang kenapa Senior? Apakah Nona Yuna punya selera makanan tertentu atau hanya makan direstoran mahal?" Seketika Sora jadi takut karena jika begitu ia tidak punya uang sebanyak itu untuk mentraktir makanan yang mahal.


" Bukan itu masalah nya Sora, ini lebih serius. Dia... " Menunjuk kembali ke Yuna


" Porsi makannya sangat banyak, dia bisa memesan banyak menu jika kau mentraktir nya sekarang kurasa kau tidak akan sanggup jadi sebaiknya kau duduk manis dan makan dengan baik agar tetap sehat untuk mempersiapkan debutmu. "


Sora sedikit bingung


" Sudah jangan bingung, hari ini biar aku yang traktir, jadi pesanlah makanan yang kau suka. " Ucapan D.O membuat Sora tersenyum canggung.


" Dengan senang hati aku akan memesan. " Jawab L penuh semangat.


" Kau bayar sendiri! "


" Tadi kakak bilang akan mentraktir? " Tanya L bingung


" Khusus Sora, untuk mu tidak! Kau itu orang kaya, bahkan lebih kaya dari ku jadi jangan rakus dan minta gratisan padaku! " Ujar D.O


Sora terdiam dengan ucapan D.O, ia seakan tak percaya jika Yuna lebih kaya dari D.O, anak pemilik perusahaan tempat nya bernaung.


" Kakak jahat sekali padaku, padahal kakak adalah anak pemilik perusahaan ini, jelas yang kaya itu kakak. " Protes L


" Yuna sayang seperti aku agak tersinggung jika kita membahas masalah kekayaan disini, aku memang anak pemilik perusahaan ini tapi isi dompet ku tidak ada black card nya, tidak seperti dirimu. Bahkan kau memiliki satu kartu black card dan dua golden card.... Hei tunggu! " Mata D.O melotot saat mengambil isi domper L dan membukanya.


Terakhir kali dia melihat dompet L , isinya hanya kartu transportasi, kartu mahasiswa, satu black Card, dan satu golden card. Tapi sekarang ada dua kartu Golden Card.


" Sejak kapan kau memiki dua kartu golden card? Apa kau mengkoleksi kartu kartu ini? " D.O seakan tidak percaya.


Sora pun sampai mematung melihat deretan kartu yang biasanya hanya dimiliki oleh konglomerat, dan baru kali ini dia melihat kartu kartu tersebut seperti kartu nama yang menumpuk di dompet Bos muda nya.


" Itu milik ku sendiri. " Jawab L sambil mengambil dompet nya dan memasukkan kedalam tas.


" Hei umurmu bahkan belom 17 tahun tapi kau memiliki kartu seperti ibu dan ayahku, ini tidak benar! Mulai sekarang aku tidak akan mentraktir mu. "


" Tidak usah seheboh itu Kak, kalau mau makan gratis tinggal bilang aku dengan senang hati akan membelikannya, lagipula aku tidak menginginkan kartu kartu itu, ayah dan Bora yang memberikan padaku. " Jawab L santai.


" Kau dengar kan Sora, jangan pernah kau traktir gadis ini sebelum kau jadi sukses, kau hanya akan rugi jika mentraktir nya sekarang. " Sora mengangguk mengerti.


" Sekarang kita jadi makan siang tidak? "


" Tentu saja. Sora pesanlah yang banyak dan paling mahal. " Ujar D.O pada Sora.


L tersenyum melihat interaksi D.O dan Sora yang terlihat akrab.


Lima belas menit kemudian meja mereka telah penuh oleh berbagai macam makanan. Cafe yang berada di dekat perusahaan D.O adalah Cafe khusus yang memiliki ruang pribadi dengan layanan VIP di lantai dua, dan mereka menempati salah satu ruang tersebut. Awalnya Sora merasa kalau itu berlebihan namun melihat D.O yang merupakan Artis yang populer dan dirinya adalah calon penyanyi , untuk menghindari rumor atau gosip yang tidak diinginkan makanya mereka makan di ruang tersebut.


" Sora kau tidak ingin memesan lagi? Jangan sungkan, kalau kau takut tidak bisa menghabiskan nya maka pesanlah untuk dibawa pulang ke asrama. Jangan khawatir dengan harganya karena kau memiliki Bos kaya raya. "


" Tidak usah Senior, pesanan ku sudah cukup banyak dan lagi aku harus menjaga berat badanku. "


" Maka pesanlah makanan yang rendah lemak dan rendah kalori, kau disuruh menjaga berat badan bukan dilarang makan. "


Tanpa menunggu jawaban Sora, D.O kembali memesan beberapa menu untuk di bungkus yang rendah lemak dan rendah kalori untuk Sora. L tersenyum tidak marah sama sekali dengan perbuatan D.O