All About You "L"

All About You "L"
Wangi Bunga



Shin masih menatap L dengan penuh harap.


" Apa lagi kak Shin? " Tanya L pada Shin yang masih saja menatap nya.


" Beritahu aku bagaimana bisa kau mengetahui jika aku membaca novel mu? Benarkah kau meretas akun ku? " Kembali ke pertanyaan awal. Shin masih sangat penasaran bagaimana L bisa tahu.


Selama ini tidak ada seorang pun yang mampu meretas sistem miliknya, dia sang hacker terbaik dinegaranya dan memiliki hak paten terhadap berbagai sistem keamanan jaringan yang dibuat olehnya dan telah dipakai perusahaan keluarga nya juga beberapa perusahaan besar di Korea. Mana bisa diretas oleh gadis berusia 14 tahun, itu sangat mempermalukan dirinya.


Tapi anehnya tidak ada jejak jika sistem akun miliknya diretas, sehebat apapun seseorang dalam meretas pasti akan meninggalkan jejak meskipun hanya sebutir debu.


L menghela nafas dengan pelan, Shin menunggu jawaban L dengan tegang .


L tersenyum karena melihat ekpresi wajah Shin yang menurutnya sangat lucu " Kakak biasa saja. Jangan melihat ku seperti itu! Wajah kakak jadi lucu." Ucap L


" Bisakah dipercepat! " Ujar Shin datar namun penuh penekanan.


" Kakak jangan berpikir macam macam, aku memang bisa meretas jaringan komputer tapi tidak sehebat dirimu. Aku hanya orang biasa yang mampu menjalankan komputer. Aku tidak pernah meretas akun atau sistem jaringan kakak. Aku hanya tak sengaja melihat layar ponsel Kak Shin yang tengah terbuka dan menampilkan halaman novel yang ku buat, dan sebuah notifikasi update terbaru dari webtoon milik ku juga tak sengaja muncul saat itu. Jadi tenang saja aku tidak begitu tertarik dengan bidang IT, apa kakak sudah lega sekarang? " Jawab L dengan santai.


Ada kelegaan luar biasa dalam hati Shin, dia sudah tahu jika L ini seorang gadis yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata, ada kemungkinan dia bisa meretas sistem miliknya. Untung saja hal itu tidak terjadi, terlalu sempurna jika L mampu meretas sistem milik Shin. Bisa bisa L berubah menjadi manusia paling sempurna dimuka bumi.


Wajah Shin berubah jadi senang.


" Sepertinya kakak sedang bahagia karena aku tidak meretas akun kakak, iya kan. " Ujar L.


" Tentu saja aku senang, selama ini belum pernah ada yang bisa meretas sistem milik ku jadi aku bahagia. " Jawab Shin


" Mau ku beritahu sesuatu yang menarik kak? " Goda L.


Shin yang kembali fokus pada laptopnya acuh terhadap L karena dia terlanjur senang dan tak akan tertipu oleh L.


" Seperti kakak sedang fokus bekerja ya sampai sampai aku diabaikan. Baik lah. "


L mengambil laptop miliknya di dalam laci lalu mengotak atik nya, sesekali tersenyum dan melirik Shin yang tampak tidak peduli.


Suara tawa L sudah menghilang diganti musik klasik yang sedari tadi memang sudah diputar. Shin semakin fokus membaca laporan kasus yang tadi diterimanya, sebuah kasus tentang perdagangan organ tubuh manusia secara ilegal. Banyak iklan iklan yang menawarkan uang dengan jumlah fantastis kepada orang-orang yang mau menjual organ nya, di situs situs tidak resmi di dunia maya.


Para makelar menjanjikan uang yang besar untuk orang yang mau menjual organ pada mereka, namun setelah korban berhasil menjual organ nya, uang yg diterima tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Bahkan beberapa ada yang diambil organ lain selain organ yang dijual, jika korban melawan dan hendak melapor, pelaku tidak segan segan untuk membunuh mereka.


Shin terus membaca laporan tersebut dan disuruh melacak situs perdagangan organ ilegal tersebut. Tim Cyber kesulitan melacak situs mereka karena dalam beberapa hari mereka akan segera menutup situs dan membuat situs baru setelah berhasil menjerat korban nya.


Shin mencoba melacak salah satu situs yang sudah ditutup siapa tahu mendapatkan sesuatu. Ternyata memang benar, situs telah di block dan tidak bisa diakses lagi. Shin menyeringai " Menarik " Ucap nya lirih.


Shin kembali mengecek situs lain yang sudah di block, dengan sangat lihai dan cepat jemarinya seakan menari diatas keyboard.


Sesuatu yang aneh terjadi, layar laptopnya berkedip kedip membuat Shin kebingungan, untung hanya sebentar dan bertepatan dengan mata Shin yang melihat jika baterai laptop nya ternyata tinggal beberapa persen saja.


Shin mengambil charger dan kembali berkerja, belum ada 5 menit layarnya kembali berkedip dan itu membuat Shin jadi curiga.


Setelah membolak balik laptopnya, layar nya malah mati total selama 5 detik. Lalu kembali menyala dengan memperlihatkan halaman utama situs baca novel yang dipakai Shin, halaman utama yang mengharuskan login, Shin hendak menulis akun palsu miliknya tapi belum juga jari nya menyentuh keyboard, kolom nya terisi sendiri mulai dari nama, e-mail, serta pasword.


Mata Shin membulat sempurna. Laptopnya kini sedang dibajak oleh L, dan seumur hidup baru kali ini dia di bajak.


" YUNA! " Shin berteriak keras memanggil L yang sudah pergi entah kemana, dan Shin baru menyadari nya.


" Yuna beraninya kau berbohong padaku! Kau sudah meretas sistem milikku dan membajak akun ku! Kemari kau! " Ujar Shin


Sementara yang diteriaki sudah berpindah tempat menuju kamar dan sedang mengerjakan sesuatu ditemani Jukyung.


L tertawa terbahak-bahak mendengar teriakan Shin yang begitu keras.


" Nona anda dipanggil Tuan Shin. "Ucap Jukyung yang duduk di samping L.


" Biarkan saja kak, jika aku bertemu dengan nya bisa bisa aku dipukul oleh nya " Jawab L masih dengan tertawa.


Seharian menjaga L justru membuat Shin kalang kabut karena ulah L yang meretas akun dan sistem keamanan miliknya, meskipun hanya laptop tetap saja itu menandakan bahwa sistem jaringan keamanan miliknya masih ada celah untuk dibobol.


Bukannya marah Shin justru seperti sedang dikoreksi oleh L. Setelah dibajak Shin pamit pulang untuk bertemu dengan anak buahnya dan mencari celah yang dibobol oleh L dan akan memperbaiki nya.


Shin langsung pulang setelah berpamitan dengan L dan juga Pak Im, dia pulang dengan alasan ada sesuatu yang mendesak. Tentu saja hal itu segera dilaporkan pada Jisoo dan langsung mendapatkan ceramah oleh nya.


" Kau ku suruh untuk menemani dan menjaga Yuna! Kenapa kau malah pulang? " Ucap Jisoo pada Shin


" Maafkan aku Kak , aku ada urusan yang sangat penting. Ada tugas dari kantor polisi mereka membutuhkan aku segera. " Sahut Shin berbohong.


" Awas saja jika terjadi sesuatu pada Yuna dan dia kambuh lagi, aku akan mengadu pada Bora dan bersiap siap lah latih tanding dengan istriku! " Ujar Jisoo yang membuat Shin langsung menelan salivan nya.


" Kan di rumah ada pak Im dan Jukyung, hari ini ku lihat keadaan Yuna juga sudah membaik jadi aku yakin dia akan baik baik saja. Sudah dulu ya kak aku sibuk." Shin segera memutus sambungan telepon karena takut jika kebohongan terbongkar jika lama lama berbicara dengan Jisoo.


Jisoo menghela nafas, jika tahu shin akan pergi maka dia tidak akan menyuruh nya menjaga L. Jisoo pun terpaksa membatalkan pertemuan antara Sun-woo dan teman psikiater nya karena tidak ada yang mendampingi L. Meski ada Pak Im dan Jukyung Jisoo masih merasa khawatir jadi lebih baik dibatalkan.


Sepeninggal Shin , L menghabiskan waktu dengan membuat gambar desain perhiasan untuk Daniel. Jukyung sempat melarang nya, menyuruhnya untuk istirahat saja namun L tidak mau. Seharian berbaring juga membuat badan nya sakit jadi lebih baik dia mengerjakan sesuatu.


" Nona ini sudah sore lebih baik Nona istirahat, sudah berjam-jam Nona duduk dan menggambar.Tubuh Nona harus banyak banyak beristirahat . " Bujuk Jukyung.


L meregangkan ototnya, ia tak sadar jika hari sudah sore. Setelah minum teh mawar yang hangat tiba-tiba rasa kantuk menyerangnya.


" Kak Jukyung aku mengantuk boleh kah aku tidur sebentar. " Pinta L dengan wajah sangat imut. Jukyung yang melihat tingkah majikannya itu langsung tersenyum dan mencubit pipi L.


" Tentu saja boleh Nona. " Jawab Jukyung


" Putarkan musik untuk ku dan bangunkan aku dua jam lagi! " Ujar L


" Baik Nona. "


Usai memutar kan musik yang menenangkan, L perlahan mulai terlelap. Jukyung menyelimuti L yang tertidur di balkon kamarnya menghadap taman bunga, ia tertidur di sofa panjang.


Baru 15 menit setelah L tertidur suara dering telepon dari ponsel L terus berbunyi. Jukyung melihat nama yang tertera di layar ponsel L adalah 'Daniel' ragu-ragu untuk mengangkat nya, Jukyung memilih membiarkan nya.


Tapi ponsel L kembali berbunyi hingga L sepertinya sedikit terusik karena suaranya. Tak ingin mengganggu waktu istirahat majikannya Jukyung segera membawa ponsel L di kedalam dan mengangkat telepon dari Daniel.


" Hallo selamat sore. " Ucap Jukyung


Daniel yang berada di sebrang panggilan mengkerut kan dahinya karena suara asing yang menjawab telpon nya.


" Maaf bukan kah ini nomer telepon milik Kim Yuna? " Tanya Daniel


" Benar, dan apakah ini dengan Tuan Daniel? "


" Iya. " Jawab Daniel singkat


" Jika ini nomer Yuna lalu kau siapa? Dimana Yuna? "Imbuh Daniel lagi.


" Maafkan saya Tuan, saya pelayan yang merawat Nona Yuna, beliau sedang beristirahat sekarang jadi mohon maaf jika Nona tidak bisa menjawab panggilan telepon anda. Namun jika ada sesuatu yang perlu di sampaikan bisa dititipkan pada saya. " Ujar Jukyung.


" Dirawat? Apa Yuna sedang sakit? Dimana dia dirawat? Aku akan menjenguk nya! " Ujar Daniel dengan cepat.


Jukyung bingung harus menjawab apa pada Daniel, tidak mungkin ia menjawab alasan sebenarnya tentang sakit yang diderita L.


" Non Yuna hanya kelelahan dan butuh istirahat, Nona sedang beristirahat dirumah nya sendiri bukan di rumah sakit. " Jawab Jukyung.


Sedetik kemudian panggilan terputus, Jukyung menatap heran pada layar ponsel majikannya itu yang tiba-tiba mati.


Daniel yang khawatir dengan L langsung menyuruh Mr. Lee menyiapkan mobil untuk mengantar nya ke rumah L.


" Lee cepat siapkan mobil! Kita kerumah Yuna sekarang! "


" Sekarang Tuan! "


" Iya. "


" Tapi tiga puluh menit lagi akan ada rapat yang harus..." Ucapan Mr. Lee belum selesai sudah dipotong oleh Daniel.


" Atur ulang jadwal rapat nya, aku mau menjenguk Yuna. Ayo cepat pergi! "


Daniel sudah memakai jas dan melenggang pergi melewati pintu ruangannya.


Setelah empat puluh menit perjalanan akhirnya mobil Daniel memasuki halaman mansion tempat tinggal L. Harusnya waktu yang ditempuh hanya dua puluh menit namun karena tadi berhenti sejenak untuk membelikan L cake kesukaannya membuat Daniel baru saja sampai.


Pak Im menyambut kedatangan Daniel, Pak Im sudah mendapatkan laporan dari penjaga gerbang saat mobil Daniel meminta izin untuk masuk.


" Apakah anda yang bernama Tuan Daniel? " Tanya Pak Im sopan.


" Iya nama saya Daniel dan saya teman Yuna. Kudengar dia sedang sakit, tadi aku baru saja menelpon namun yang mengangkat nya adalah pelayan nya dan mengatakan jika Yuna sedang sakit makanya aku datang kemari. " Ujae Daniel


Pak Im kembali mendapatkan laporan jika Daniel dan asisten nya Mr.Lee sudah melewati pemeriksaan sebelum masuk dan hasil bersih.


" Baik Tuan Daniel dan Tuan Lee silahkan ikut saya. " Pak Im berjalan didepan keduanya menuju paviliun, tempat favorit L untuk bersantai dan menghabiskan waktu.


Pak Im mempersiapkan Daniel dan Mr. Lee duduk karena Pak Im.


Sepanjang jalan Daniel melihat ke kanan dan ke kiri, hamparan taman bunga mengelilingi jalan setapak menuju paviliun. Daniel tersenyum melihat itu, dia tahu betul jika Yuna memang sangat menyukai bunga.


"Silahkan duduk Tuan dan mohon tunggu sebentar biar saya panggil kan Nona Yuna. " Ujar Pak Im sambil mempersilahkan Daniel dan Mr.Lee duduk.


Keduanya duduk , beberapa pelayan langsung menghidangkan minuman dan makanan kecil untuk keduanya.


Pak Im sudah pergi untuk memanggil L di kamarnya.


Di kamar L masih tertidur ditemani Jukyung yang tak pernah meninggalkan nya.


Suara ketukan pintu terdengar dan Pak Im masuk setelah nya.


" Ayah. " Ucap Jukyung yang sedang membereskan meja L


" Apa yang sedang Nona Yuna lakukan?" Tanya Pak Im


" Nona sedang tidur ayah. Ada apa? " Jawab Jukyung.


" Di paviliun ada teman Nona yang bernama Daniel."


Tiba-tiba suara L terdengar.


" Kak Daniel kemari? " Sahut L


Jukyung memutar badan dan sedikit kaget karena Nona nya terbangun.


" Maafkan saya Nona karena mengganggu waktu istirahat anda. " Pak Im merasa tidak enak karena membuat L terbangun.


" Tidak apa apa Pak Im, Aku juga sudah lama tertidur dan memang ingin bangun, kebetulan aku mendengar kalian berbicara. Benarkah ada Kak Daniel kemari? " Tanya L dengan wajah berbinar.


" Iya Nona. "


" Kak Jukyung bantu aku ganti pakaian, aku ingin menemui Kak Daniel. "


Dengan segera Jukyung membantu L mengganti pakaian nya.


Daniel masih menunggu dengan tenang.


" Kak Daniel. " L menghampiri Daniel dengan senyum manis nya. Masih terlihat jelas jika wajahnya masih pucat.


Daniel ikut tersenyum saat melihat L.


" Yuna kau baik baik saja? " Tanya Daniel dengan nada khawatir.


L duduk di hadapan Daniel dengan Jukyung yang selalu disamping nya.


" Aku baik Kak. "


" Tapi wajah mu masih terlihat pucat. "


L menyentuh wajahnya " Benarkah? Padahal aku merasa sudah baikan setelah beristirahat. "


Daniel menyerahkan cake yang dibelinya sebelum datang menjenguk L.


"Aku belikan cake kesukaan m sebelum datang kemari. " Ujar Daniel


" Wah Kak Daniel kau memang terbaik, terimakasih banyak ya. Kak Jukyung aku ingin memakannya sekarang. "


Jukyung segera menghidangkan cake yang dibawakan Daniel dan L memakannyadengan penuh nikmat. Jukyung terlihat senang Nona Muda nya makan dengan lahap.


Setelah memakan cake yang dibawakan Daniel, L mengajak Daniel jalan jalan berkeliling taman.Mereka berbincang bincang, sesekali bercanda dan menggoda.


Mood L langsung naik jika bersama Daniel. Daniel terus tersenyum saat L menceritakan bunga bunga yang tumbuh di taman nya dia sendiri yang menanamnya, ia menceritakan bahwa sering dimarahin oleh kedua kakaknya jika sedang berkebun.


" Kenapa kedua kakak mu memarahi mu? " Tanya Daniel.


" Karena aku sering lupa waktu jika sedang berkebun. " Ujar L dengan senyum kecilnya.


" Kau ini. Pantas saja kakak mu marah. "


L terus menunjukkan bunga bunga yang ia tanam mulai tumbuh dan berbunga, karena terlalu bersemangat memperlihatkan bunga bunga itu, L sampai tak melihat langkah kakinya. L tersandung dan hampir terjatuh untung saja Daniel dengan cepat menangkap pinggang L dan menarik nya sehingga L jatuh dalam pelukan nya.


Detak jantung keduanya berdetak begitu kencang. Selama beberapa detik keduanya mematung dalam posisi masih berpelukan.


Ada perasaan aneh yang dirasakan Daniel, seakan ada sengatan listrik yang mengalir dalam tubuh nya saat menyentuh tubuh L.


Harum bunga memenuhi indra penciuman nya kala memeluk L, wangi bunga yang begitu harum seperti wangi parfum mahal yang limited edition. Hanya saja wangi yang ia cium begitu lembut dan manis, baru pernah ia mencium baru harum yang begitu menenangkan.