
Ucapan Daniel dipotong oleh Jaehyun
" Benar , sebaiknya Tuan Daniel tidak mengganggu adik saya. " Daniel tersenyum melihat tiga pria itu menghalangi dirinya untuk bersalaman dengan L.
L yang sedari tadi berdiri dibelakang mereka akhirnya buka suara. Ia mendorong Shin dan Jaehyun agar menyingkir dari hadapan nya.
" Haduh Kak Shin dan Kak Jaehyun apa apa an sih, jangan bikin malu. Dia itu teman ku. " Mereka bertiga melotot ke arah L
" Yuna bagaimana bisa kau mengenal pewaris grup H&S? Aku tidak pernah melihat mu bertemu dengan nya? " Tanya D.O penuh selidik
" Memangnya jika aku bertemu dengan nya harus memberi laporan dulu pada kakak. " L sedikit kesal.
" Bukan begitu maksud ku Yuna, kau harus hati-hati jaman sekarang itu banyak sekali orang jahat berkeliaran. " Daniel masih tersenyum melihat mereka.
" Aku tahu itu dan Kak Daniel itu orang baik kok. " L berjalan mendekati Daniel.
" Kak Daniel maaf atas kelakuan ketiga kakak ku ini ya, oh iya perkenalkan ini Kak Jaehyun, Kak Shin, dan Kak D.O." Daniel mengulurkan tangan hendak menjabat tangan ketiganya, mereka tampak enggan, L segera memberi tatapan tajam pada mereka sehingga mereka mau berjabat tangan dengan Daniel.
" Aku tidak menyangka kau punya kakak yang sangat tampan dan begitu perhatian padamu Yuna. " Canda Daniel " Lihat mereka menatap ku dengan sangat tajam seakan siapa menusuk jantung ku. "
L tertawa " Mereka memang seperti itu, biarkan saja. Mereka hanya posesif saja. "
" Oh iya aku hampir lupa , sesuai janjiku aku sudah memajang lukisan. "
Mata L langsung berbinar " Benarkah? "
"Ayo ikut dengan ku akan kutunjukkan dimana letak lukisan mu. " Saat Daniel hendak menggenggam tangan L, dengan cepat tangan Big3 menahannya.
" Tidak perlu menyentuh nya, ia bisa berjalan sendiri. Sebaiknya Tuan Daniel berjalan didepan dan menunjukkan tempatnya. " Ujar Jaehyun dengan datar, L hanya menghela nafas sedangkan Daniel tersenyum simpul
Mereka berlima berjalan menuju bagian dalam Museum tempat berbagai lukisan dipajang dan dipamerkan. Banyak karya seni dari Seniman terkenal dari berbagai negara terpajang. L sangat senang dan fokus melihat lihat karya karya tersebut, ia berjalan dengan dikawal Big3 sementara Daniel berjalan mengikuti dibelakang tak bisa mendekati L sama sekali.
Daniel berbisik pada Mr.Lee yang selalu siap di mana pun Daniel berada.
"Aku seperti bertemu seorang putri raja yang dikawal tiga kesatria. " Ujar Daniel pada Mr.Lee dengan pelan.
L masih asik menikmati karya karya itu sampai akhirnya mereka berada disebut ruangan yang lebih besar dan terdapat sebuah kotak tertutupi kain hitam.
Kepala Museum menyambung Daniel, beberapa orang yang tengah menikmati lukisan lukisan yang ada di ruangan tersebut menoleh dan memberi hormat. Diantara orang-orang tersebut ada Deok Hwa dan ayahnya.
" Selamat malam Tuan Daniel. " Sapa Kepala Museum
Daniel hanya mengangguk.
Setelah selesai Kepala Museum berbicara dengan menggunakan mic agar didengar semua orang.
" Selamat malam Tuan dan Nyonya sekali, saya sebagai kepala Museum mengucapkan terimakasih kepada kalian yang telah meluangkan waktu nya. Disini saya akan memperlihatkan sebuah karya seni yang sangat luar biasa dari seorang seniman muda yang sangat berbakat, karya yang telah lolos seleksi dan penilaian. Kepala Museum memanggil 10 orang yang karya nya terpilih untuk berdiri di sampingnya, satu persatu nama mereka disebut.
Tiba giliran Deok Hwa, ia berjalan dengan sombongnya dan menatap sini pada L. Agak terkejut sebenarnya setelah ia masuk dan melihat L berada di kumpulan Big3 dan Daniel yang merupakan Pewaris Grup H&S. Ia juga iri dengan kecantikan L.
Terakhir adalah L, ia berjalan melewati Big3, mereka bertiga bersorak dan tersenyum bangga pada L, tak jauh dari nya Tuan Kim, Bora, dan Jisoo juga bertepuk tangan saat nama L dipanggil. Tuan Kim bahkan tak henti-hentinya membanggakan putri angkat nya ke teman nya yang juga diundang diacara itu.
Sedangkan Daniel dan Mr. Lee saling memandang tak percaya.
" Lee. " Ujar Daniel yang kaget bahwa lukisan yang dipilih nya adalah lukisan milik Yuna dan ia seratus persen yakin bahwa sosok yang ada didalam lukisan itu adalah dirinya.
Ia tak menyangka kalau Yuna adalah Kim Yuna si Seniman berbakat itu. Kemudian dia sadar, jika itu lukisan Yuna berarti status dia adalah seorang mahasiswa, Daniel kira Yuna masih SMP atau SMA.
Satu persatu para seniman yang terpilih mendapatkan penghargaan,Piala, dan hadiah. Sebelumnya Kepala Museum telah secara resmi mengucapkan permintaan maaf pada L karena karya milik nya tidak bisa terpajang di Museum ini.
Setelah membagikan penghargaan pada tiap Seniman, Kepala Museum memberikan sebuah pengumuman tentang karya masterpiece yang ditunjuk oleh sang pemilik Museum yaitu Daniel. Kepala Museum berjalan menuju kotak hitam yang tertutupi kain hitam.
" Ini adalah karya masterpiece yang dipilih sendiri oleh Tuan Daniel, dan memberikan penghargaan tertinggi untuk karya Seniman Muda dalam acara pembukaan ini. Tak perlu berlama lama lagi silahkan untuk Tuan Daniel membuka tirai nya. " Kepala Museum mempersilahkan Daniel untuk membukanya, dengan sekali tarikan kain hitam itu telah menghilang dan memperlihatkan sebuah lukisan yang sangat indah.
Para tamu dari beberapa kalangan berdecak kagum, terutama para pengamatan seni dan kolektor lukisan. Mata mereka seakan melihat bongkahan emas yang berkilauan.
Kepala Museum diberi sebuah kertas oleh Mr.Lee, kertas yang berisi nama pelukis nya. Awalnya kepala Museum sedikit bingung dan kaget karena namanya sama dengan Yuna, tapi pria paruh baya itu hanya mengira kesamaan nama saja.
Begitu nama Kim Yuna disebut, otomatis Yuna berjalan kembali ke arahnya, semua orang kaget terutama Deok Hwa dan Ayah nya.
Bora tak henti henti nya tersenyum dan merasa bangga pada adiknya.
" Ayah kenapa jadi seperti ini, ayah bilang lukisan itu sudah ayah rusak lalu kenapa jadi seperti ini. " Keluh Deok Hwa, tanpa mereka sadari Mr. Lee berdiri dibelakang mereka bersama empat orang pria berjas, kedua diseret dari keramaian tanpa disadari orang orang.
L tersenyum bahagia karena Daniel menepati janjinya, saat Daniel menyerahkan buket bunga pada L. L tak henti henti nya tersenyum dengan menatap wajah Daniel tanpa menoleh ke arah lain. Seakan L sedang mengirim telepati dan mengucapkan terimakasih pada Daniel. Daniel membalas tatapan L dengan tersenyum juga.
Setelah selesai, L turun dan berjalan memeluk ayah, Bora, dan Jisoo secara bergantian. Dia disambut oleh keluarga nya dengan pelukan hangat, hanya Big3 yang mengerucut kan bibir mereka karena tidak diberi pelukan oleh L.
" Tega sekali, apa kami ini tidak terlihat olehmu? " Ujar D.O dengan wajah murung.
L melihat hal itu mengerti, ia pun berjalan kearah mereka dan memeluk nya. Barulah senyum di wajah ketiga kembali merekah.
L sangat bahagia, bukan karena lukisan nya dipajang di sana. Tapi ia merasa bahagia dengan memeluk keluarga barunya, pelukan mereka begitu hangat seperti pelukan neneknya yang biasa ia rasanya dahulu.
Tak kuasa menahan kebahagiaan, mata L mulai berkaca kaca dan menangis di pelukan D.O. Hanya sebentar, ia segera menghapus nya dan berusaha bersikap ceria kembali.