All About You "L"

All About You "L"
Pulang



Malam semakin larut dan L mulai mengantuk, dia juga lelah karena terus saja berdiri dengan memakai sepatu high heels.


" Bora ayo pulang, aku lelah dan mengantuk. " Ujar L dengan gaya khas anak remaja.


Bora melirik ke arah adiknya dan tersenyum karena gemas. Bora melihat jam di pergelangan tangan nya dan memang waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Sebenarnya belum terlalu larut tapi bagi L itu berbeda karena dirumah ia memiliki jam malam dan tidur sebelum pukul sepuluh.


" Ah aku lupa, ini memang sudah malam kau pasti mengantuk. Kalau begitu kau tunggu sebentar disini ya, aku ingin mencari ayah dan suamiku dulu. " L mengangguk.


Big3 terus menemani L disaat Bora mencari Jisoo dan Tuan Kim.


" Yuna kenapa kau ingin pulang cepat, acara lelang kan sebentar lagi dimulai, kau tidak ingin melihat lukisan di acara itu? " Tanya Jaehyun


" Aku ingin tapi aku sudah lelah Kak, apa kakak tidak lihat apa yang kupakai di kaki ku. " Menunjukkan sepatu high heels nya yang tinggi " Kaki ku serasa naik egrang tahu tidak. "


Big3 terdiam " Apa itu egrang? " Ketiganya bertanya secara bersamaan.


L malah tertawa " Aku lupa, kakak pasti tidak tahu. Itu semacam permainan dari bambu yang biasa dimainkan saat aku kecil dulu, melatih keseimbangan dan tinggi nya melebih high heels yang kupakai sekarang." Ucap L


Big3 hanya bisa mengernyitkan dahi, mereka tak memiliki bayangan tentang permainan yang dijelaskan oleh L. Karena di Korea tentu saja tidak ada.


Saat mereka tengah sibuk berpikir, L mencari sosok Daniel diantara para tamu.


" Kak aku pergi sebentar ya. "


" Kau mau kemana? "


" Aku mau menemui Kak Daniel sebentar, masa aku pulang tanpa pamit dahulu kan tidak sopan. "


" Untuk apa pamit padanya, tinggal kau kirim pesan saja padanya. " Ujar Shin


" Iss kakak ini, pokoknya aku mau bertemu sebentar dengan nya, kakak disini saja tidak usah mengikuti ku. " Sergap L karena ketiga hendak berjalan mengikuti nya.


" Iya baiklah, jangan terlalu lama, 5 menit. " L tak mendengar kan ocehan mereka karena dirinya sudah berjalan menjauh.


Daniel sendiri tengah berbincang dengan rekan rekan bisnis nya, ucapan lirih dari seorang gadis membuat fokus Daniel dan teman-temannya teralihkan.


" Permisi. " Ucap L pelan.


" Yuna. "


" Maaf Kak Daniel bisa kita bicara sebentar. "


" Tentu saja. Maaf aku pergi harus pergi sebentar nanti kita sambung lagi. " Ujar Daniel rekan rekannya.


Daniel menarik tangan L, ia membawa L berjalan menuju balkon disudut ruangan. Disana jauh lebih tenang. L mengikuti Daniel dengan susah payah.


" Kak Daniel jangan jalan terlalu cepat aku lelah. " Daniel melihat L yang sedang mengatur nafas dan sedikit berjongkok memicat kakinya.


"Kau kenapa, kaki mu sakit? "


Daniel meraih kursi dan menyuruh L duduk disana, L menurut karena memang dia lelah terus berdiri. Daniel melepas sepati L dan melihat ada lecet di kakinya.


" Kakimu lecet, tunggu sebentar aku akan mengambil salep untuk mengobati nya. " Saat hendak pergi Yuna menangkap tangan Daniel.


" Kak Daniel tidak usah, kakiku lecet karena aku jarang memakai sepatu high heels, aku tidak apa-apa. Aku hanya ingin duduk. "


Tak butuh waktu lama Daniel sudah datang kembali dengan membawa salep. Ia berjongkok didepan L dan mengolesi kaki L yang lecet.


Suasana hening menyelimuti, Daniel dengan perlahan mengoleskan salep tersebut ke kaki kecil L.


Setelah selesai Daniel mendongak kan Kepala nya sehingga bertatapan dengan L yang sedang menunduk melihat Daniel mengobati nya. Pandangan mereka bertemu, cukup lama Daniel melihat wajah L dengan jarak yang sangat dekat, ia terpesona dengan dengan mata indah milik L, tanpa ia sadari keluar pujian dari mulut nya.


" Cantik. "


L yang tengah menatap nya jadi malu dan kedua pipinya bersemu merah. Cepat cepat ia mengalihkan pandangannya. Daniel pun tersadar.


" Wajahmu kenapa jadi merah seperti itu apa kau sakit? " Daniel cemas ia meletakkan punggung tangannya di kening L.


" Tidak Kak . "


" Tapi pipimu kenapa jadi seperti itu. "


" Ah ini kan hanya make up, aku memakai blush on. " Kilah L


L memakai kembali sepatu nya dan berdiri.


" Kakak Terimakasih untuk hari ini aku sangat senang, kakak sudah menepati janji kakak, karena sudah malam aku hendak pamit. Aku pulang dahulu Kak. "


" Kau pulang sekarang? Ini masih sore dan acara lelang sebentar lagi akan dimulai apa kau tidak ingin melihat nya? "


"Emm aku ingin melihat tapi aku. " Kata kata L terhenti, ia malu untuk mengatakan nya


" Kenapa? "


" Aku lelah dan mengantuk. "


" Kau pamit pulang kepada ku hanya karena mengantuk? " Daniel seperti tidak percaya dengan alasan yang di utarakan L.


L tersenyum " Iya. " Jawab L polos.


" Pulang lah setelah acara lelang nanti selesai. Aku akan mengantarkan mu pulang jika sudah terlalu larut. "


L menggeleng " Maaf Kak tadi aku sudah bilang pada Kakak ku, aku benar-benar ingin pulang. " L berjalan masuk kembali ke dalam diikuti Daniel.


Daniel menghela nafas, padahal ia ingin berlama lama dengan L, tapi apa boleh buat, ia tak bisa menahan nya.


Bora, Jisoo, dan Tuan Kim sudah menunggu .


" Ayo Yuna kita pulang. " Ucap Bora


L pamit sekali lagi pada Daniel dan berjalan pergi menuju keluarga nya.


" Sampai jumpa lagi Kak Daniel aku pulang dulu ya. " Daniel mengangguk.


" Hati-hati Yuna, jika sudah sampai jangan lupa memberi kabar. " L pun mengangguk.


Big3 tetap berada disana karena bertekad ingin mendapatkan lukisan L.