
Hari pertama masuk kuliah L akhirnya bisa mendapatkan dua orang teman, yang bernama Yura dan Jungki. Mereka berdua orangnya supel dan juga sangat ramah sehingga dengan mudah berteman dengan L. L juga merasa nyaman bersama Yura dan Jungki meskipun baru bertemu.
" Bagaimana kau bisa tersesat? " tanya Jungki berjalan di sebelah kanan L
L tersenyum malu " Sejujurnya nya aku sudah diberi tahu kakak ku dimana letak kelasku berada namun karena aku ingin berkeliling terlebih dahulu dan terlalu menikmati suasana, aku jadi lupa jalan menuju kelas. Hehehe "
Yura tertawa " Kau itu lucu sekali masa jalan menuju kelasmu sendiri kau lupa, kau bahkan sampai tersesat begitu, memangnya kau baru masuk ke kampus ini? " L mengangguk pelan
Jungki langsung menatap L " Hei jangan bercanda, kemarin memangnya kau tidak berkeliling saat acara penyambutan? " L menggeleng
Keduanya bingung " Hari ini memang hari pertama aku masuk kuliah dan aku baru tadi berkeliling kampus. Kemarin aku tidak hadir dalam acara penyambutan karena baru keluar dari rumah sakit dan kakak ku tidak mengijinkan ku berangkat. "
" Benarkah? pantas saja kau bisa tersesat. Tenang saja setelah pulang nanti kami akan mengajak mu berkeliling agar kau tidak tersesat lagi Ok. " Ucap Yura
" Kau melewatkan acara yang sangat menyenangkan, kasian sekali. " sahut Jungki
" Apanya yang menyenangkan? " L jadi penasaran
" Banyak kegiatan kemarin,salah satunya kita bisa mengenal banyak senior cantik cantik." Kata Jungki dengan senyuman yang sangat lebar
" Kau itu hanya wanita saja yang dipikirkan. Tapi memang acara penyambutan kemarin sangat menyenangkan sih , sudah lah . Setelah ini juga kita masih bisa bersenang senang. " Imbuh Yura
L hanya bisa tersenyum mendengar kan mereka, sampai akhirnya mereka sampai dikelas. L masih setia memakai masker dan itu juga tidak dilarang.
Yura dan Jungki masuk diikuti L dibelakangnya. Didalam kelas sudah ada beberapa orang, L memilih duduk paling depan, ia tanpa sadar langsung duduk disana karena dulu saat masih sekolah ia selalu disuruh duduk disana oleh pamannya. Kebiasaan lama sulit dihilangkan.
" Hei duduk disini saja jangan didepan. " Yura menarik tangan L untuk pindah agak belakang dekat jendela.
" Apa boleh duduk disini? " tanya L polos
" Tentu saja boleh, siapa yang datang duluan boleh memilih tempat duduknya, lagipula kalo duduk didepan nanti kau tidak bisa tidur. " ujar Jungki
" Jangan dengar dia Yuna dia itu tukang tidur. " kata Yura
" Apa kalian satu SMA? " tanya L karena Yura bisa tau kalau Jungki tukang tidur
" Bukan hanya satu SMA, dari SD sampai sekarang kita itu selalu bersama. Aku sampai bosan dengan nya. " Menatap jijik pada Jungki
" Hei jangan begitu sayang nanti kau makin cinta padaku. " L terkejut mendengar perkataan Jungki
" Rumah kami berdekatan dan orang tua kami menjodohkan kami, iya dia juga pacarku. Tapi jangan khawatir kami itu bukan pasangan bucin seperti diluar sana jadi santai saja. "
" Wah kupikir kalian sodara karena terlihat sangat akrab, ternyata kalian pasangan. " L tersenyum kecil
" Shhhhht jangan keras keras. " ucap Yura
" Kenapa apa kau malu punya pacar seperti ku?" sahut Jungki dengan tatapan yang tajam
" Kalau iya kenapa, jika orang orang tahu aku sudah punya pacar nanti kalau ada senior tampan yang menyukai bagaimana? " Yura membalas tatapan Jungki
" Heleh bermimpi sana, muka pas pasan mana ada yang mau dengan mu, hanya aku lelaki tampan yang mau jadi pacarmu. " Jungki tak mau kalah
" Sayang kurasa kau perlu berkaca, wajahmu itu dibawah rata-rata, kau yang beruntung karena ada wanita cantik seperti ku mau jadi pacarmu. "
Perdebatan mereka malah membuat L tertawa " Hei sudah sudah kalian ini sangat serasi jadi lebih baik jangan bertengkar dan saling menyayangi saja. " Menarik kedua tangan sahabat nya untuk duduk karena kelas mulai penuh dan dosen mereka sudah masuk ke kelas.
Dosen mengabsen muridnya satu persatu, L yang masih berada di tengah pasangan kekasih ini hanya bisa menghela nafas karena keduanya masih perang tatapan.
Selama pelajaran berlangsung L memperhatikan ke sekeliling, wajah wajah asing yang belum ia kenali, hanya Yura dan Jungki yang baru ia kenal.
Jam istirahat L, Yura, dan Jungki menuju ke kantin kampus.
drrrt drrrt drrrt
Big3 yang sedang mencari cari L jadi bingung karena pesan mereka tidak dibalas.
" Shin dimana L sekarang, bukankah harusnya sekarang ia sudah datang ke kampus? " tanya Jaehyun
" Aku sudah mengirim pesan namun belum dibalas olehnya. " jawab Shin sibuk dengan ponsel nya tanpa menoleh ke Jaehyun
" Besok saja kita bertemu dengan nya, hari ini kita sibuk dengan tugas yang menumpuk dari Prof Lee. " Ucap D.O yang mana mereka sedang terhebat di perpustakaan karena ada tugas yang harus segera mereka kumpulkan.
L sangat antusias masuk kedalam kantin, banyak menu makanan tersedia disana sampai ia bingung harus memakan yang mana. L menunjuk gambar menu pada dinding kantin
" Yura itu terbuat dari apa? seperti enak. " Tanya L
"Itu babi asam manis, itu memang enak kok. " Jawab Yura singkat
" Coba juga menu itu. " menunjukkan gambar katsu yang terbuat dari daging babi
L tidak bisa memakan makanan yang berhubungan dengan Babi. L berjalan sambil melihat lihat menu lain
Ia melihat menu dengan bahan dasar ayam, ia sudah memutuskan menu makan siangnya. Segera ia mengantri di belakang Yura dan Jungki.
" Jadi apa yang kau pilih? " Tanya Jungki
" Aku mau menu itu saja. "Menunjukkan menu makanan dari bahan dasar ayam.
Kantin selalu ramai saat jam makan siang, setiap ingin memesan makanan para mahasiswa diharuskan mengantri dengan tertib begitu pula dengan L. Ia sudah sangat lapar namun antriannya masih panjang.
Setelah membawa nampan berisi makan siang masing-masing, mereka bertiga duduk di bangku paling sudut karena hanya itu lah tempat duduk yang tersisa untuk mereka bisa duduk bertiga. L duduk membelakangi ruangan dan menghadap Yura dan Jungki.
L senyum senyum sendiri memperhatikan nampan nya, ia mengambil ponsel lalu memotret nya.
" Kau sedang apa? Bukankah kau bilang tadi sangat lapar kenapa sekarang malah senyam-senyum seperti orang gila? " tanya Yura
" Aku akhirnya bisa minum susu pisang seperti didrama yang aku tonton. " masih sibuk memotret.
Yura dan Jungki yang sudah mulai makan hanya menatap L dengan heran
" Dasar aneh, cepat buka masker mu dan makan makanan mu, minum susu pisang saja seperti minum apa sampai sampai di foto begitu." ucap Yura dan diangguk oleh Jungki
" Ini kan momen bersejarah, hari dimana aku untuk pertama kalinya minum susu pisang. Senangnya. " L baru selesai memotret , ia meletakkan ponsel nya dan melepas maskernya untuk bisa menikmati makanan.
Yura tiba-tiba menjatuhkan sumpit dan Jungki menyemburkan air yang sedang di minuman, untung saja di samping Jungki tidak ada orang.
L bingung " Ada apa? "
Yura langsung mencari air karena tiba-tiba tersedak sedangkan Jungki mencari tissue untuk mengelap mulutnya
" Kalau makan jangan banyak bicara, kaya ayah itu tidak baik. Ayo lanjutkan makan nya. " kata L dengan santai dan menerus kan makan.
Yura dan Jungki menatap L lama, keduanya kembali melanjutkan makan tapi tatapan mereka tidak berpaling dari L hingga tanpa sadar makanan di piring mereka telah habis.
" Yura, Jungki ada apa dengan kalian, piring kalian sudah kosong. " L heran dengan tingkah kedua temannya itu yang makan sambil melamun
" Oh iya kami sudah selesai. " ucap keduanya bersamaan
Brakkkk
Keduanya berdiri dengan serempak sambil membawa nampan mereka, dari tadi mereka bergerak dengan kompak dan pandangan mereka seperti orang linglung. L jadi semakin bingung.
Selesai makan dan menghabiskan susu pisang nya, L kembali memakai maskernya dan mengikuti Yura dan Jungki mengembalikan tempat makannya.