
Hari itu semua tengah sibuk, Hari sudah sampai dirumah Arya, dan segera meluncur ke Jakarta, karena Bora dan lainnya akan tiba diperkirakan besok malam.
"Semua udah beres Bro. " kata Arya
" Ok, kalo gitu kita langsung jalan aja, biar kita istirahat di jakarta saja. " kaya Hari yang sudah bersiap masuk ke mobil
" Eh tapi kalo kita udah ketemu sama kakaknya Elis, ngomong nya pake bahasa apa nih, jangan bilang disuruh pake bahasa Korea, kan aku ga bisa bro, kalo bawa Si Arsi malah mungkin dia bisa ngomong sama mereka. "
" Hahahaha, jangan, jangan, pokoknya jangan bawa tuh bocil, ntar bisa syok. "
" Kenapa? " tanya Arya penasaran
" Ntar juga tau sendiri, tenang aku bisa bahasa mereka kok, L yang mengajariku walaupun belum selancar dia sih, setidaknya aku bisa dikit dikit, dan klo susah ntar aku pake bahasa Inggris saja, hehehe. "
" Ah dasar, tak kira udah pinter, secara adikmu juga pinter begitu. "
" Hei jangan samakan dia dengan ku, kita jelas beda level, otaknya itu terlalu encer, mungkin setara dosen kita tau. "
Arya terperanjat " Ah masa sihh dia sepintar itu? "
" Bukan pintar lagi tapi sudah masuk kategori jenius. "
" Wow keren sekali, ga salah aku jadi fansnya dia, pokoknya nanti aku mau minta foto dan tanda tangannya dia. " Kata Arya sambil tersenyum
Hari hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu " Terserah kau saja, yang penting ayo kita berangkat, kau tak lupa untuk men servis mobil mu kan? jangan sampai tiba-tiba mogok ditengah jalan. "
" Hei hei, jangan merendahkan aku sobat, demi membantu mu aku bahkan rela meminjam mobil ayahku yang baru dibeli beberapa bulan yang lalu, tentu saja aman dan dijamin tidak akan mogok di tengah jalan, lagian mobil yang kau pakai juga bukan mobilmu, kau yakin bisa mengendarai nya? bagaimana kalo kita tukeran. "
Hari langsung menepis tangan Arya yang hendak mengambil kunci mobilnya " Enak saja, ini mobil adikku tentu saja aku yang akan mengendarai nya. "
Big3 sudah sampai di rumah Bora, begitu juga dengan Sun-woo. Pelayan membawakan barang-barang mereka.
" Kak kami sudah sampai. " kata Jaehyun pada Jisoo
" Iya masuklah dulu, istriku belum selesai, ayo kita makan malam dulu. "
" Silakan tuan muda. " pelayan dirumah Bora mempersilahkan semua masuk
Jisoo bingung menatap pelayan yang membawa koper yang begitu banyak " tunggu! " kata Jisoo menghentikan pelayan nya yang tengah membawa koper itu " koper milik siapa ini, banyak sekali? " Jika dihitung, big3 dan Sun-woo harusnya koper yang ada adalah 4 , kenapa jadi 6 pikir Jisoo
" Ini milik tuan muda D.O tuan. " kata sang pelayan, Bora yang baru turun langsung menghampiri suaminya
" Ada apa sayang. "
" Lihat anak ini mau pindahan sepertinya. " memperlihatkan koper dengan warna biru yang dibawa oleh pelayannya yang berjumlah 3 buah, masing-masing memiliki warna koper berbeda, Shin berwarna abu-abu, Jaehyun merah, dan Sun-woo hitam
Bora hanya menghela nafas , dari ketiganya D.O memang yang paling manja dan sangat memperhatikan penampilan, jadi dia tak kaget dengan barang bawaan milik D.O " Anak itu masih saja belum berubah, buang saja dua koper yang lain, bikin repot orang saja. "
Setelah pelayan memberitahu D.O, ia terus saja merengek karena katanya koper itu memang harus dibawa semuanya, isinya sangat penting jadi tidak bisa ditinggal. Banyak sekali alasan yang diutarakan hingga saat makam malampun D.O terus berbicara, Bora yang sudah tidak tahan dengan ocehan D.O akhirnya mengijinkan menambah satu koper lagi.
Pagi hari saat diluar tengah turun salju dan suhu diluar dibawah nol, rumah Bora sudah terlihat ramai, setelah mengecek semua barang bawaan mereka, Bora dan lainnya berangkat menuju bandara internasional Incheon. Perjalanan yang akan mereka tempun lumayan lama, lebih dari 8 jam, mereka harus sampai dibandara satu jam sebelum pemberangkatan, dengan jaket tebal yang membungkus tubuh mereka, mobil yang mengantarkan mereka mulai meninggalkan rumah besar itu.
Tadi pagi Bora sudah menelpon L dan mengabarkan sedang bersiap untuk berangkat, Bora hanya mengirimkan nya pesan karena saat itu di Indonesia masih pagi dan ia tahu L pasti belum bangun.
Bora tersenyum dan sudah tak sabar bertemu malaikat penolong itu, begitu juga Jisoo ia juga berencana mengutarakan niatnya pada L untuk mengajak nya tinggal di Korea dan menjadi bagian dari keluarga nya.
Mereka larut dalam suasana hati masing-masing, mungkin hanya Sun-woo saja yang murni ingin menikmati perjalanan ini dengan liburan, sementara yang lain punya tujuan yang sama yaitu segera bertemu dengan L