All About You "L"

All About You "L"
Brokoli



Yura, Jungki, dan L sedang fokus mendengarkan penjelasan dari dosen. Mereka sesekali mencatat dibuku masing-masing, namun beberapa saat kemudian Yura dan Jungki sudah mulai menguap tanpa bahwa mereka mulai bosan mendengar pelajaran sejarah yang sangat membosankan.


Dua jam bagi Yura dan Jungki terasa seperti seharian. Jungki malah sudah terlelap tidur dengan menyandarkan kepalanya di atas meja.


Akhirnya kelas berakhir, siswa lain seakan merasakan perasaan yang sama dengan Yura dan Jungki, mereka meregangkan kedua tangan nya karena kelas sejarah benar-benar sangat membosankan.


" Kenapa kelas sudah berakhir, aku belum selesai mendengar penjelasan Pak Kim tentang sejarah kerajaan Romawi dan seni seni peninggalan nya. " Ucap L


Kepalanya langsung di jitak oleh Yura " Kepala mu sudah tidak waras ya, dua jam bersama Pak Kim itu serasa seharian bersama dengan nya, aku tidak tahan jika harus berlama lama dengan nya. " Ucap Yura, ia kemudian membangunkan Jungki


" Apa Kelas sudah selesai? " Mengucek ucek matanya


" Sudah, ayo kita ke kantin! Cacing diperut ku sudah meronta ronta minta makan ini. " Menarik tangan L dan Jungki.


Kelas yang tadinya ramai sudah kosong ditinggal penghuni nya. Keramaian berpindah menuju kantin.


Yura, Jungki, dan L sedang mengantri hendak mengambil makan siang mereka.


" Yuna bagaimana dengan lukisan mu, sudah selesai belom? " Tanya Yura sambil melirik papan menu


" Baru ku selesaikan kemarin, besok lukisan ku akan ku serahkan ke Prof. Lee. " Jawab L


Tibalah giliran mereka, petugas kantin mengambil menu makanan yang di pesan oleh ke tiganya.


" Semoga lukisan ku dapat nilai bagus, aku tidak berharap dengan pemilihan dari Museum baru itu yang penting aku dapat nilai yang bagus. " Jawab L jujur.


Mereka bertiga duduk ditempat biasa, yaitu dipaling pojok kantin.


Mereka meletakkan makanan mereka di atas meja dan mulai menikmati makan siangnya.


" Hei jangan pesimis begitu, aku yakin kita semua dapat nilai yang bagus. Aku memang tidak pandai dalam pelajaran tertulis tapi aku sangat percaya diri dengan pelajaran praktek ku. Aku yakin lukisan ku bisa lolos seleksi dan terpilih dalam pencarian Seniman Muda untuk karya baru di museum itu. " Jungki tersenyum penuh percaya diri.


L hanya tersenyum sementara Yura sudah mulai muak langsung saja menyendokkan makanan milik Jungki ke mulutnya.


" Terlalu percaya diri juga tidak bagus, ingatlah kita itu masih anak baru, kalau mau mimpi jangan terlalu tinggi nanti kalau jatuh sakit. Di kampus masih banyak senior kita yang sangat berbakat bahkan diantara mereka sudah terkenal karena karyanya dan sering mendapatkan juara dalam perlombaan kelas internasional." Ucapan Yura memang ada benarnya, seketika wajah mereka bertiga jadi suram.


Dikantin Jurusan Bisnis, Big3 kembali datang kesana dan makan siang disana. Tentu hal itu langsung mengundang perhatian semua orang terutama para wanita.


Ketiga duduk dan dengan tenang menikmati makan siang mereka.


D.O melirik kedua sahabat nya


" Kenapa kita tidak makan siang di kantin sebelah saja, aku ingin makan bersama L. " Kata D.O


" Kenapa? " Tanya nya penasaran


" Kau ingin membuat L menderita ya. " Jawab Shin


D.O diam untuk berfikir


" Menderita bagaimana?"


" Kau tidak lihat bagaimana fans mu mengerubungi mu dimana pun kau pergi, dan aku yakin mereka semua sakit jiwa karena menyukai mu. " Ujar Shin melirik para wanita yang tak jauh dari mereka tengah Memotret dan tersenyum kearah mereka.


" Hah lalu apa maksudnya dengan membuat L menderita, apa salah jika aku ingin makan bersama dengan nya, akhir akhir ini kita sibuk hanya saat libur akhir pekan saja kita kerumah nya, itu pun diganggu di nenek sihir itu. " D.O terlihat kesal dan menyendok makanan nya dengan kasar.


" Dasar bodoh, jika kita terlihat bersama L maka para fans mu akan murka, lalu siapa yang akan mereka salahkan? Tentu saja L. Bisa bisa mereka menyakiti nya. " Jawab Jaehyun


D.O kemudian memperhatikan para gadis yang tengah tersenyum kearahnya. Dirinya tahu betul masalah ini, karena ia pernah mengalami kejadian itu sewaktu kakak sepupunya tanpa sengaja memeluknya di tempat umum. Para fans nya melihat hal itu langsung membully dan meneror kakak sepupunya karena mereka mengira dia adalah pacarnya. D.O bergidik ngeri.


" Padahal aku ingin makan siang bersama L, setidaknya aku bisa makan di tempat aneh seperti ini dengan pemandangan yang indah, bukannya terjebak dengan lelaki seperti kalian ini. " Jawab D.O


Shin dan Jaehyun langsung memandang D.O dengan tatapan kesal, mereka meletakkan sendok nya. Shin berdiri dan memeluk D.O dari belakang agar tidak kabur, sementara Jaehyun mengambil piring miliknya yang berisi menu makanan yang dipenuhi sayuran. D.O mulai berkeringat dingin.


" Apa yang hendak kalian lakukan, hentikan! " D.O meronta tapi Shin malah menguatkan pelukan nya


Jaehyun mengambil garpu dan menusuk brokoli, Ia mengangkat sayuran hijau penuh gizi itu ke arah D.O, tangan kirinya bahkan sudah menangkap dagu nya agar diam tak bergerak.


Keduanya tahu kalau D.O sangat benci dengan sayuran terutama brokoli.


" Tidak.. tidak... tidak... singkirkan benda itu dari hadapan ku! " D.O sudah tidak bisa melawan lagi, dengan cepat Jaehyun memasukkan brokoli itu kedalam mulut D.O lalu mereka melepaskan nya.


Secepat kilat D.O mual dan berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan brokoli itu.


Shin dan Jaehyun tertawa puas


Di kamar mandi, D.O langsung muntah muntah. Sejak kecil ia tak menyukai sayuran itu karena dulu ibunya sering memaksanya untuk memakannya. Hingga dewasa ia jadi sangat benci dengan namanya brokoli.


D.O sudah duduk kembali bersama Shin dan Jaehyun dengan wajah pucat.


" Hei Bro apa yang terjadi padamu, wajahmu terlihat pucat. " Kata Shin tersenyum mengejek


" Kalian benar-benar keterlaluan, jika saja kalian bukan sahabat ku , aku sudah menelpon pengacara ku dan menuntut kalian. " Jawab D.O


Keduanya kembali tertawa