All About You "L"

All About You "L"
Bertemu Dengan Yuna



Di dalam apartemen dua orang gadis sedang bertengkar, mereka saling berteriak dan menjambak rambut masing-masing.


" Kamu yang merusak tas aku kan Ca, ngaku deh. " Ucap wanita yang bernama Wulan pada teman sekamarnya Cacha.


" Enak aja pakai juga engga. "


"Aku itu lihat kamu jalan kemarin malem ke mall sama cowo Korea kamu itu, jelas jelas kamu tuh pakai tas aku. " kedua nya masih saling menjambak rambut. Cacha diam.


" Aku itu ga masalah kamu mau minjem barang-barang aku tapi setidaknya kamu tuh bilang, aku kecewa banget sama kamu Cha, dan juga ngapain kamu minjem uang sama pacar aku, kamu pikir aku ga tahu kelakuan kamu. Kamu sering kirim pesan sama pacar aku minta ini itu dengan alasan aku yang butuh, gara gara kamu aku hampir diputusin pacar aku karena dia kira aku itu cuman manfaatin dia, dicap sebagai wanita materialistik."


" Alah dia nya aja yang udah bosen sama kamu. "


" Ini semua gara-gara kamu, udah baik aku mau bantuin kamu setelah beasiswa kamu hampir dicabut tapi kamu begini sama aku Ca. Ingat tujuan kamu ke Korea itu belajar bukannya bergaul dengan anak-anak itu, pacaran, minum sampai malam, sering bolos kuliah, jangan mengikuti gaya hidup mereka. Aku itu ngomong begini karena aku masih menganggap mu sebagai sahabat aku, kita udah berteman sejak SMA dan kamu juga yang mengajak aku untuk kuliah disini. "


Cacha akhirnya berhasil melepas kan diri dari Wulan. Ia tersenyum sinis pada Wulan.


" Kamu ga usah sok menasehati, harusnya kamu itu dukung aku biar aku bisa sukses disini lagian kalo aku nanti bisa ketemu jodoh sama orang Korea yang kaya aku ga bakalan lupain kamu kok. Dan untuk teman-teman ku kamu ga usah ikut campur, aku juga ingin tenar dan eksis, kamu bisa liat sendiri awal kita masuk ke kampus, orang orang selalu melihat sebelah mata pada kita karena status kita hanya lah sebagai mahasiswa asing dengan beasiswa. Cuman bisa bergaul dengan teman-teman sesama orang Indonesia ataupun dari negara lain yang berstatus mahasiswa asing. "


" Memang nya kenapa? Memang disini kita itu berstatus mahasiswa asing dan mendapatkan beasiswa, lagipula jika ada yang mengatai kita abaikan saja, kamu jangan terlalu banyak tingkah dan hidup mengikuti gaya hidup orang orang disini."


" Engga, Vivian juga bisa sukses dan bergaul dengan anak anak yang berpengaruh di kampus walaupun status dia orang Indonesia. Kak Rio juga, dia bahkan sekarang sudah tinggal di apartemen yang jauh lebih bagus dan menjadi model bersama pacarnya yang orang Korea itu, kenapa aku engga. "


" Tapi mereka berdua kan memang berprestasi, orang tua mereka juga kaya, kamu jangan memaksa kehendak kamu mengikuti jejak mereka. Jika kamu mau seperti mereka, kamu harusnya berusaha dan belajar dengan giat. "


" Belajar kamu bilang, aku sudah belajar dengan giat bahkan sampai begadang tiap malam tapi tetap saja masih seperti ini mereka memandang rendah aku. "


Wulan menghela nafas dia sudah kehabisan kata-kata, dia bingung bagaimana cara untuk membujuk sahabat nya itu agar berubah.


Cacha dan Wulan adalah dua mahasiswa dari Indonesia yang mendapat beasiswa kuliah di kampus bergensi di Korea. Keduanya berasal dari Surabaya, mereka juga teman satu SMA.


Awalnya mula mereka mendaftar beasiswa di Seoul university karena Cacha adalah seorang penggemar berat segala sesuatu yang berbau Korea, dengan mengajak Wulan tanpa disangka sangka mereka berdua lolos dan diterima.


Kedua nya langsung berangkat dengan tujuan ingin kuliah di luar negeri dan mencari ilmu, beberapa bulan berlalu sikap Cacha mulai berubah. Cacha yang biasa rajin ke kampus dan belajar sepanjang waktu mulai berubah malas, penampilan Cacha yang semula sederhana pun semakin kesini semakin berubah, mulai dari merubah warna rambut, perawatan wajah dan badan, serta pakaian yang mini dan bermerk.


Cacha terobsesi ingin menjadi wanita Korea dan mendapatkan pacar atau suami orang Korea, hingga wajah dan penampilan nya selalu dibuat seperti orang Korea.


Gaya hidup nya yang tinggi tidak sebanding dengan apa yang dimiliki, Cacha mulai bekerja di cafe demi memenuhi kebutuhan nya tapi itu belum cukup, lalu ia sering meminjam uang pada Wulan dan teman-teman nya dan sering lupa untuk mengembalikan sehingga nama Cacha mulai jelek dimata teman temannya, hanya Wulan sahabat nya yang selalu ada untuknya.


Beberapa waktu lalu Cacha berkenalan dan berteman dengan anak anak yang cukup terkenal, namun pertemanan nya membawa Cacha kepada hal hal yang kurang baik, Cacha sering diajak minum dan selalu pulang larut malam. Teman-teman yang baru itu juga selalu mengajak Cacha pergi ke cafe, bar, mall. Dimana mereka selalu menghamburkan uang.


Berulang kali Wulan selalu menasehati tapi Cacha tidak memperdulikan, dia tetap saja bergaul dengan teman-teman nya itu sampai akhirnya bertemu seorang pria asli Korea dan berpacaran dengan nya. Cacha sangat senang apalagi pria itu anak orang kaya dan selalu bepergian menggunakan mobil, Cacha sendiri mengaku orang Korea dan pacar nya tidak tahu tentang jati dirinya.


" Pokoknya besok kamu harus berangkat kuliah, jika kamu bolos lagi mungkin beasiswa kamu bakal dicabut dan kamu bakalan diusir dari apartemen ini." Wulan yang sudah tidak tahan dengan kelakuan Cacha memilih pergi dan membawa barang-barang nya.


Disini Wulan dan Cacha satu apartemen, tapi setelah pertengkaran hebat itu Wulan memilih pindah ke apartemen teman nya yang sama sama mahasiswa dari Indonesia.


Beberapa hari berlalu Cacha mulai kesulitan menghubungi pacarnya, ia juga mulai kewalahan harus tinggal sendirian karena jika dulu saat bersama Wulan ia masih berbagai tugas dan soal makanan Wulan selalu memasak untuk nya.Cacha juga sudah beberapa kali tidak pergi jalan jalan dengan teman-teman nya membuat mereka mulai menjauhi Cacha.


Uang bulanan dari jatah beasiswa nya tinggal sedikit dan gaji dari cafe belum waktu nya cair. Ia pun tak bisa lagi meminjam uang pada teman-teman nya yang sesama mahasiswa dari Indonesia karena Cacha sudah sering meminjam dan tidak pernah mengembalikan. Cacha sendiri sudah terlalu sering absen dan beberapa kali mendapatkan teguran dari pihak kampus karena nilainya terus turun.


Hari ini setelah beberapa lama tidak masuk kelas cacha terpaksa berangkat, dikelas ia nampak tidak semangat. Ia melirik ruang kelas yang terlihat ramai namun tidak bersahabat bagi dirinya. Para mahasiswa asing biasanya akan berkumpul dan duduk bersama, sementara orang-orang Korea pun berkumpul sendiri jarang ada yang saling membaur, meskipun ada orang itu pastilah orang biasa yang tidak pintar, kaya, dan tidak punya status di kampus.


Orang-orang kaya dan memiliki status tidak suka atau enggan bergaul dengan para mahasiswa asing apalagi yang kuliah karena beasiswa, bagi mereka itu tidak sederajat.


Cacha berjalan gontai menuju ke kantin setelah kelas usai, ia melihat tiga pria paling populer dikampus yang di juluki Big3 oleh orang-orang. Mereka memang sangat tampan, Cacha selalu membayangkan dirinya menjadi pacar dari salah satu pria itu.


Makan siang sendiri tanpa di temani Wulan, terkadang ada rasa bersalah dan rindu pada sahabat nya tapi ego nya terlalu tinggi.


Usai makan siang Cacha kembali berjalan menuju perpustakaan, tiba-tiba dari belakang tiga wanita menghampiri Cacha dan meminta Cacha ikut dengan mereka.


" Hei Cacha kembalikan uang yang kamu pinjam bulan lalu, bukannya kamu janji mau balikin sekarang hah! "


" Maaf aku belum gajian, minggu depan setelah aku gajian aku janji bakalan ngembaliin kok. " Ujar Cacha


" Udah berapa kali kamu bilang begitu, aku ga mau tahu pokoknya sekarang kamu harus ngasih kita uang berapa pun yang kamu punya sebagai jaminan. "


Kata-kata manis Cacha sudah tidak mempan untuk tiga teman Cacha itu, tiga wanita tadi juga mulai kesal karena Cacha selalu ingkar dan tidak segera mengembalikan uang mereka.


Salah satu dari mereka akhirnya mengambil tas milik Cacha dan hendak mencari uang didalam sana, sempat terjadi tarik menarik antara Cacha dan tiga wanita itu. Cacha jelas kalah, tas milik nya berhasil direbut oleh mereka. Cacha sampai jatuh tersungkur karena tak kuat menahan tiga orang.


" Kita pinjem tas kamu dulu, nanti kita balikin. " Mereka berlalu meninggalkan cacha yang terduduk di tanah dengan lutut sedikit lecet.


Setelah ditinggal para penagih hutang nya tiba-tiba dari kejauhan ada seorang wanita berpakaian modis dan berkulit putih, mata jernih, dan rambut panjang terurai menghampiri dan membantu nya bangun, meskipun wajahnya tidak terlihat tapi kecantikan nya tidak bisa tertutupi.


" Kakak tidak apa-apa? " Tanya gadis yang suara nya sangat halus itu.


" Ah tidak apa apa. " Jawab Cacha sambil merapikan pakaian nya yang kotor.


" Lutut kakak berdarah, ayo kita duduk di taman aku akan membantu kakak mengobati nya. " Gadis itu memapah Cacha ke arah bangku dekat taman.


Gadis tersebut pergi sejenak lalu kembali lagi sambil membawa salep untuk mengobati lutut Cacha.


" Terimakasih ya, siapa namamu? Namanya Cacha."


" Aku Kim Yuna Kak, panggil saja aku Yuna. Ouh iya sebenarnya apa yang terjadi pada Kakak? Maaf jika aku terlalu ikut campur, tapi tadi aku melihat Kak Cacha seperti sedang diganggu oleh tiga wanita. "


Sejenak Cacha terperanjat melihat kecantikan Yuna setelah maskernya dibuka, wajahnya sangat sangat cantik, setelah di telisik semua yang dipakai Yuna juga kelihatan bermerk dan mahal.


Dengan menyunggingkan senyum dalam hati Cacha ada pikiran untuk memanfaatkan teman barunya itu.