
Sora terus menangis didalam bilik toilet ingin rasanya menyerah dan kembali ke kampung halaman nya, namun ia urungkan karena cita-citanya sebentar lagi akan terwujud. Sora tidak ingin membuat keluarga kecewa.
Hampir setengah jam Sora terus menangis didalam sana hingga dering dari ponsel mengagetkan nya.
" Hallo ayah. " Ujar Sora dengan suara pelan dan berusaha agar terlihat ceria.
" Bagaimana kabarmu nak? Apa kau sudah makan? Bagaimana evaluasi nya? " Tanya ayah Sora.
" Aku baik ayah dan sudah makan. Evaluasi baru akan dilakukan satu jam kedepan do'akan Sora agar lancar ya. "
" Tentu saja ayah akan mendoakan mu, nenek dan adikmu juga akan selalu mendoakan keberhasilan mu. "
" Terimakasih ayah, tunggulah hingga aku sukses dan membahagiakan kalian aku berjanji kalau kita bisa bahagia dan hidup dengan baik meski tanpa kehadiran ibu. " Ujar Sora dengan air mata yang mengalir deras.
" Ayah bangga padamu Sora dan maafkan karena dirimu harus terlahir dan memiliki ayah seperti ku yang tidak mampu memberikan kekayaan untuk mu dan adikmu. " Ujar Ayah Sora.
" Tidak Ayah jangan pernah berkata seorang itu! Justru Sora sangat bahagia karena memiliki seorang ayah seperti mu yang selalu berjuang dan berusaha membahagiakan kami. Sora sangat bahagia menjadi putri Ayah. "
Terdengar suara tangisan dari balik sambungan telpon dan jelas jika Ayah Sora sedang menangis haru.
" Sudah Ayah jangan menangis apa tidak malu dengan ku? " Ledek Sora berusaha menghibur Ayah nya.
" Tidak! Ayah tidak menangis. " Ujar nya.
" Iya iya Sora percaya. Baiklah ayah aku tutup dulu telpon nya karena aku mau kembali berlatih , masih ada waktu sebelum evaluasi jadi aku tidak mau bermalas-malasan. "
" Putri ayah semangat, ayah yakin kamu pasti bisa dan sukses menggapai mimpi mu. " Ayah Sora memberi semangat.
" Tentu. Aku pasti akan selalu semangat dan pantang menyerah. " Jawab Sora tak kalah semangat nya dan akhirnya telpon pun terputus.
Sora menyeka air matanya dan bertekad untuk tidak boleh menangis, didepan akan lebih banyak rintangan yang akan menerjang jadi jika hanya dengan dibully saja ia lemah bagaimana ia akan melangkah kedepan.
" Kang Sora kau harus semangat, ayah, nenek, dan adikmu telah menunggu kesuksesan mu. Mereka akan selalu disisimu untuk memberi semangat dan do'a jadi kau tidak boleh cengeng hanya karena di bully seperti itu. Ayo bangkit! Dan lakukan yang terbaik! Ini kesempatan yang sangat langka, banyak Trainee lain yang menunggu kesempatan seperti mu jadi kau tidak boleh menyia-nyiakan nya. Semangat Kang Sora!!! " Sora bercermin dan memberikan semangat pada dirinya sendiri.
Perasaan nya kini jadi lebih baik, setelah mencuci mukanya ia keluar dari toilet dan akan kembali latihan sebentar agar tidak membuat kesalahan saat evaluasi.
Setelah Sora keluar, dari salah satu bilik toilet keluar lah L dengan senyum hangatnya. Ia salut dengan kegigihan Sora. L buru buru keluar dan mengikuti Sora masuk kedalam ruang latihan, L mengintip Sora sedang berlatih mulai dari dance, menyanyi, berakting dan mengucapkan kalimat dalam berbagai bahasa.L kagum saat Sora menari dan menyanyi, dia benar-benar berbakat, hanya saja saat mengucapkan kalimat dalam beberapa bahasa ada sedikit kesalahan.
Saat masih asik melihat Sora berlatih ponselnya tiba-tiba bergetar, terlihat ada pesan dari D.O yang menanyakan keberadaan nya. Tadi L pamit untuk ke toilet namun tanpa diduga L malah terjebak didalam sana karena ada Sora yang sedang di bully Trainee lain. Bisa saja L keluar dan menolong Sora namun hal itu tidak ia lakukan guna melihat bagaimana sikap Sora. Dan ternyata Sora begitu tabah meskipun sudah dibully seperti itu, ia tidak menyalahkan teman temannya apalagi mengadukan mereka.
Justru Sora berusaha kuat dan tidak lemah hanya karena dibully. Ia akan membuktikan dengan prestasi nya. L salut dan terkesan dengan usaha Sora.
L berbalik untuk kembali ke tempat D.O, sebelum pergi ia tersenyum ke arah Sora.
Di dalam ruangan yang cukup luas D.O sedang mondar-mandir karena L tiba-tiba menghilang, begitu pintu terbuka dan melihat L masuk D.O segera memarahinya.
" Kau dari mana saja Yuna? Kau bilang mau ke toilet tapi kau tidak kunjung kembali setelah lebih dari satu jam. "
L terkekeh karena baru sadar jika ia sudah pergi selama itu " Maaf kak tadi aku melihat sesuatu yang menarik jadi mampir sebentar. " Jawab nya.
" Yuna apa kabar sayang. " Tiba-tiba pintu terbuka dan ibu D.O masuk dan langsung memeluk L.
" Aku baik, bagaimana dengan Bibi? " Tanya L
" Bibi juga baik, apa kau sudah makan nak? "
" Sudah Bibi, sebelum kemari aku dan Kak D.O mampir ke restoran terlebih dahulu. "
" Bagus kalau begitu. Oh iya hari ini ada evaluasi untuk melihat calon idol yang hendak perusahaan Bibi debut kan kau mau melihat tidak? "
" Bolehkah? "
" Tentu saja boleh, kalau bisa Bibi minta tolong padamu untuk ikut menilai mereka."
" Bagaimana bisa Bibi berkata seperti itu aku kan tidak mengerti bagaimana menilai mereka, lagipula sudah ada orang yang ahli untuk menilai mereka bukan?"
" Iya kau benar tapi jika kau memiliki pendapat atau usulan Bibi tidak akan ragu untuk mendengar kan. Kau tahu Yuna perusahaan Bibi sudah mendapatkan banyak sekali investor untuk proyek idol ini, jadi perusahaan sangat sangat teliti dalam mempersiapkan dan memilih para Trainee untuk di debut kan. "
" Baiklah aku akan melihat nya terlebih dahulu. "
Direktur Han lalu mengelus kepala Yuna dengan sayang, lalu ekor matanya melihat ke arah Asisten D.O yang seketika langsung menunduk sedangkan anaknya sibuk dengan ponselnya, pura-pura tidak melihat nya.
Tok
Tok
Tol
Suara pintu diketuk oleh sekretaris Direktur Han.
" Permisi Direktur, semua sudah hadir tinggal menunggu kedatangan anda dan Tuan Muda. " Ujar Sekretaris Direktur Han.
" Baik aku akan segera kesana. Ayo Yuna ikut Bibi! Hei anak nakal cepat bangun dan bekerja! " Ujar Direktur Han pada D.O.
Didalam ruang latihan yang cukup luas, sudah ada beberapa orang duduk dan menunggu kedatangan Direktur Han dan juga D.O.Begitu orang yang ditunggu telah hadir semua berdiri dan memberi salam.
Didalam sana selain Direktur Han, D.O, dan juga L ada beberapa orang lagi yang ikut menilai. Seperti produser, komposer, pelatih tari, perwakilan dadi pihak investor, dan beberapa tim management.
Semua sudah berkumpul calon idol yang terpilih mulai masuk satu persatu, gadis gadis yang terpilih ini telah diseleksi sangat ketat, selain bakat menyanyi dan menari, proyek idol yang akan didebutkan ini mengusung konsep gadis cantik dan natural, sehingga mereka yang terpilih haruslah memiliki kecantikan alami tanpa ada bekas operasi plastik. Ini sangat sulit dimana di Korea Selatan operasi plastik merupakan sebuah kebutuhan, bagi mereka penampilan adalah sesuatu yang sangat penting guna menunjang kesuksesan, bahkan menurut survey lebih dari 50% gadis remaja di Korea telah menjalani operasi plastik.
Oleh karena itu perusahaan sangat ketat dalam memilih gadis gadis itu. Satu persatu mereka memperkenalkan diri. Dan mulai mereka menunjukkan hasil latihan mereka yang sudah ditentukan oleh pelatih mereka untuk ditampilkan dihadapan semua orang.
Disini terlihat Sora tampil sangat baik namun dirinya mendapat part menyanyi sangat sedikit, posisi menarinya juga selalu dibelakang sehingga dia terlihat seperti penari latar sebagai pemanis saja. Sedangkan Sodam berada di posisi center sehingga ia sangat menonjol.
Jika ditanya bagai paras ketujuh gadis itu, sudah tidak diragukan lagi mereka layaknya gadis remaja yang ceria, imut, dan cantik natural dan Sodam paling menonjol karena dia terlihat selalu menjadi center meskipun suaranya tidak begitu bagus.
Setelah selesai para pelatih dan perwakilan dari para investor langsung berdiri memberikan tepuk tangan.
" Saya rasa idol yang akan kita debut kan sebentar lagi akan sukses besar, Direktur Han sangat pintar dalam memilih dan mereka sangat berbakat, saya akan melaporkan pada para investor dan dana untuk idol baru ini akan segera meluncur dan kami juga akan memberikan dukungan untuk promosi setelah mereka siap debut. " Ujar perwakilan dari para investor.
Para pelatih juga memberikan pujian terhadap mereka, Direktur Han tersenyum puas. Namun setelah melirik ke arah D.O yang sedari tadi diam membuat nya merasa curiga.
Evaluasi tidak berhenti sampai disana, selain menari dan menyanyi mereka juga diharuskan menampilkan bakat mereka yang telah mereka pelajari dan kembangkan saat mereka menjalani pelatihan.
Dan dalam waktu dua jam semua sudah selesai, semua orang sudah keluar kecuali Direktur Han, D.O, dan juga L.
" Bagaimana menurut mu sayang? " Tanya Direktur Han pada anaknya.
" Bagus hanya saja.... " Ucapan D.O terhenti.
" Ada apa? " Tanya Direktur Han tidak sabar.
" Kurangi jumlah mereka. " Ucapan D.O membuat Direktur tertegun.
" Apa maksud mu nak? "
" Grup mereka akan sukses jika ibu mengeluarkan satu anggota atau sisakan satu anggota. " Ucapan singkat tapi langsung membuat Direktur Han sangat kaget, tapi ucapan anaknya tidak bisa diremehkan karena mata anaknya ini spesial, D.O bisa menilai calon idol atau artis yang akan sukses dimasa depan.
" Jadi menurut mu ibu harus melakukan apa sayang? Mengeluarkan satu anggota apa menyisakan satu anggota? "
" Aku tidak tahu, terserah ibu. "
" Ayolah bantu ibu, mana yang lebih menguntungkan?"
" Aku bukan peramal ibu, hanya saja aku melihat jika jumlah mereka dikurangi akan lebih baik atau jika ibu mau mengubah proyek idol grup menjadi solo. Keduanya bagus ibu tidak akan rugi dadi segi manapun hanya bagaimana cara ibu memilih mana emas dan berlian, semuanya mahal bukan." Ujar D.O penuh maksud.
Direktur Han tidak bisa memutuskan ini sembarangan karena para investor sudah menyukai para calon Trainee. Akhirnya ia memutuskan akan mengeluarkan satu anggota karena dadi awal perusahaan akan mendebutkan idol grup.
" Ibu memilih mengeluarkan satu anggota saja tapi sekarang ibu bingung siapa yang akan ibu keluar."
Setelah cukup lama terdiam akhirnya L buka suaranya.
" Bibi maaf jika Yuna menyela. "
Direktur Han menoleh ke arah L " Tidak masalah Yuna. Apa yang ingin kau katakan? "
" Bolehkah aku mengajukan diri untuk menjadi seorang investor. "
Ucapan L membuat suasana diruangan itu hening seketika, D.O dan ibunya saling pandang cukup lama.
"Jika Bibi memperbolehkan aku nanti aku bersedia untuk menerima tawaran untuk menjadi model iklan untuk produk baru dari perusahaan dimana kak D.O dan aku kemarin melakukan pemotretan. "
" Yuna apa kau serius mau menjadi model iklan? Maksud ku kenapa kau tiba-tiba setuju dan untuk apa kau mengajukan diri untuk jadi investor? " Tanya D.O keheranan.
" Boleh tidak Bi? "
Direktur Han langsung sadar " Tentu saja saja boleh sayang. " Ia langsung memeluk Yuna dan mengelus kepalanya.
" Apapun asalkan kau mau jadi model iklan itu dan nama perusahaan Bibi disematkan sebagai agensi yang menaungi namamu. " Imbuh Direktur Han sambil tersenyum lebar.
" Lalu untuk apa kau jadi investor Yuna? Investor untuk idol baru di perusahaan ibuku sudah banyak dan lebih dari cukup.Lebih baik kau jadi model iklan saja dan minta bayaran yang tinggi pada ibuku, kalau bisa kau peras saja dia. " Ujar di D.O yang langsung mendapat jitakan dari Direktur Han.
" Auuuu! Kenapa ibu memukul kepalaku? Jika aku jadi bodoh dan tidak bisa syuting lagi jangan salah kan aku. " Direktur Han tidak menanggapi ucapan anaknya, ia fokus pada L.
" Jadi Yuna kenapa kau mau jadi investor di perusahaan Bibi? Ada benarnya yang diucapkan Kyungsoo, Bibi bisa memberi mu banyak uang atau katakan saja apa yang kau mau sebagai bayaran karena bersedia menerima tawaran untuk jadi model iklan."
" Em bagaimana jika aku menemukan sebuah berlian? Tapi aku tidak bisa mengasah nya agar dapat berkilau? Karena itu aku ingin jadi investor dan memberi modal pada Bibi agar mau mengasah berlian ku agar menjadi berkilau. "
Direktur Han dan D.O mengerutkan dahi, mereka masih tidak mengerti.
" Bukankah Bibi hendak mengeluarkan salah satu anggota dari calon idol yang akan debut? " Direktur Han mengangguk
" Aku akan menjadi investor Trainee tersebut, aku minta pada Bibi agar tetap mendebutkan nya menjadi penyanyi solo. "
Mata Direktur Han dan D.O membola
" Kau yakin? " Tanya keduanya serempak
" Tentu saja, aku tidak minta bayaran tapi aku akan memberi kan modal pada Bibi agar mau mendebutkan Trainee pilihan ku. "
" Mendebutkan seorang Trainee apalagi menjadi seorang penyanyi solo bukan lah hal yang mudah Yuna, selain itu butuh dana yang sangat besar. Butuh proses panjang karena dia hanyalah seorang Trainee tanpa nama dan tiba-tiba kau minta Ibuku untuk mendebutkan nya.Persaingan dunia musik di Korea sangat ketat, seorang Trainee yang akan debut menjadi penyanyi solo biasanya mengawali karier dari menjadi anggota idol grup, jika grup mereka sukses dan sudah berkarir minimal tiga tahun dengan karya mereka yang selalu populer maka baru akan dipertimbangkan untuk merilis single solo. Itu pun dengan banyak pertimbangan terutama sudah sebanyak apa penggemar mereka. "
" Idol yang sukses di grup juga belum tentu akan sukses meniti karir sebagai solois, namun kerugian yang didapat tidak sebesar jika langsung mendebutkan seorang Trainee menjadi penyanyi solo. Begitu banyak resiko kegagalan dibandingkan kesuksesan, bahkan untuk debut menjadi aktor dan aktris saja bisa dibilang lebih mudah dibandingkan debut menjadi penyanyi solo. Dan sejauh ini belum ada penyanyi solo yang sukses yang langsung debut dari Trainee, semuanya pasti berawal menjadi anggota idol grup. " Jelas D.O panjang lebar mengenai resiko mendebutkan Trainee menjadi penyanyi solo.
" Iya sayang, yang dikatakan Kyungsoo benar sekali, Bibi akan memberitahu mu jika dana untuk mendebutkan Trainee menjadi penyanyi solo dua kali lebih banyak dibandingkan mendebutkan sebuah grup. Jika Trainee pilihan mu gagal debut atau dalam artian tidak populer uangmu nanti hilang begitu saja Yuna, tidak akan kembali. " Imbuh Direktur Han
"Tidak masalah, aku tetap akan ingin menjadi investor nya. " Jawab L mantap.
" Baiklah jika itu keinginan mu, Bibi hanya akan mengambil keuntungan sebesar 15% saja jika Trainee pilihan mu sukses, jika gagal Bibi tidak bisa menggantikan uang mu karena kemungkinan gagal lebih besar dibandingkan kesuksesan. Hitung hitung Bibi mengajari berbisnis dan melihat peluang bisnis. "
" Bibi yakin hanya 15%? " Tanya L meyakinkan.
"Iya karena resiko kegagalan sangat tinggi dan Bibi tidak bisa mengembalikan uang mu maka dari itu Bibi ambil keuntungan 15% saja jika berhasil. Ini adalah kesepakatan khusus yang Bibi berikan hanya pada mu. Biasanya perusahaan akan mengambil keuntungan sebanyak 40%, 30% untuk investor, 30% untuk sang artis. Bukankah Bibi sangat baik? Ini seperti menjual barang dengan harga grosir, Bibi hanya mendapat untung sangat sedikit asalkan barang yang terjual laku banyak. "