
Terkadang L bisa bersikap dewasa namun terkadang ia akan kembali kepada dirinya yang merupakan seorang remaja berumur 14 tahun. Didalam mobil ia masih saja terus menangis, sesekali bahkan ia memukuli Hari
" Aku benci nenek sihir itu, aku benci kampus itu, aku tidak mau kesana lagi. " Kata L sambil menangis
Hari merasa sangat bersalah " L maafkan aku ya, maaf atas perlakuan kasar temanku. " kata Hari sambil memegang tangan L
" Hem ya sudahlah, lagipula Mas Hari juga sudah memarahi mereka." Kata L yang kemudian mengelap wajahnya sendiri, lalu dengan cepat L tiba-tiba menjambak rambut Hari hingga Hari pun berteriak
" Auuuuuu sakit L, ampun. " kata Hari, Arya sampai terbengong melihat pemandangan itu dari balik kaca, ia baru pertama kali melihat Hari tak berkutik didepan wanita
" Ini yang ingin sekali kulakukan terhadap dua nenek sihir tadi, aku sangat kesal dengan kelakuan mereka, aku tahu aku salah karena menumpahkan minuman di pakaian mereka yang mahal tapi aku kan tidak sengaja, dan kenapa mereka malah memakiku saat aku bersandar pada mobilku sendiri. " Kata L yang kemudian kembali menangis
tapi tidak melepaskan kedua tangan nya dari kepala Hari.
Hari hanya bisa pasrah dan tidak melawan " Sudah berhentilah menangis ya "
L yang sedari tadi menangis mulai lelah, perutnya bergemuruh karena kejadian tadi ia langsung meninggal kan makanan nya dan akhirnya gagal makan siang. " Aku lapar. " jawab L sambil memegangi perutnya
" Bagaimana kalo kita ketempat biasa? " sahut Arya tiba-tiba ditengah suasana.
L menoleh ke Hari yang baru menyadari ada seseorang didalam mobilnya " Siapa dia? "
" L perkenalkan dia teman baikku di kampus namanya Arya. Dan Arya perkenalkan ini adikku Elycia. " Kata Hari
" Hallo salam kenal Mas Arya. " kata L
" I-iya salam kenal Elycia. " kata Arya gugup, ia tak berani melihat kearah L langsung.
L sudah berhenti menangis dan suasana hatinya pun perlahan membaik, Hari tidak berani mengatakan kalo Arya sepupu Siska, ia takut L akan kembali mengingat kejadian tadi dan kembali bersedih.
" Mas Hari, tadi itu pacarmu ya? "
" Hah bukan. " jawab Hari dengan setengah berteriak
" Kenapa kau berteriak kepadaku, aku kan hanya bertanya. " wajah L kembali cemberut seakan mau menangis lagi. Hari panik, ia langsung bicara dengan lebih lembut
" Maaf tadi aku hanya kaget, dia bukan pacarku tapi nenek sihir. "
" Dia mungkin tertarik kepadamu saja. " jawab Hari
"Oh Fansnya Mas Hari toh, tapi yang suka sama Mas Hari kok modelnya begitu sih, ga ada yang lebih kalem apa, jangan jangan semua fans mu semuanya mirip nenek sihir ya Mas. " L mencoba menutup mulut menahan tawa
"Sudah diam, ini lap saja ingusmu itu, udah lupa ya tadi abis nangis kaya bayi. "
" Hahahah benar kan kataku. " Tertawa lebar
15 menit berkendara Mobil mereka telah sampai di area parkir. Arya turun dari mobil, sementara Hari bergegas turun dan berputar guna membukakan pintu untuk L, Arya yang menyaksikan tingkah temannya itu sedikit tersenyum. Cara Hari memperlakukan L benar-benar sangat manis.
L turun dengan membawa tas kecilnya dan membawa baju ganti sekalian , mereka berjalan memasuki sebuah warung makan yang cukup besar, L berjalan ditengah sementara Arya dan Hari di samping kanan dan kiri L. Orang-orang langsung menoleh dan memperhatikan mereka, karena L tidak memakai masker maupun topi jadilah orang-orang mengira bahwa L seorang artis Korea dengan dikawal oleh dua bodyguard tampan. Beberapa dari mereka bahkan ada yang memotret nya.
Arya melihat orang-orang sedang memperhatikan mereka, setelah masuk kedalam dan L pergi untuk mengganti bajunya, Arya pun bersuara
" Hei Bro, kayaknya ada yang aneh deh. Rasanya orang-orang sedang memperhatikan kita sejak kita turun dari mobil. " kata Arya yang menyenggol bahu Hari
" Memang iya. " jawab Hari santai
" Hah, kenapa begitu apa ada yang salah dengan kita, apa diwajahku ada sesuatu yang aneh. "
" Tenang saja, Orang-orang memperhatikan kita bukan karena mereka sedang melihatmu, dan wajahmu sudah dari dulu memang aneh. " kata Hari yang langsung membuat Arya cemberut
" Jahat sekali kau, wajah tampan begini kau bilang aneh, bercermin lah dahulu lihat dirimu baik baik sampai bisa banyak nenek sihir yang menyukai mu. " Goda Arya yang langsung membuat Hari melotot
" Kau tidak sadar kalo salah satu nenek sihir itu adalah sepupu mu, dan aku sudah tidak peduli lagi dengan Siska, bilang padanya mulai sekarang jangan menggangguku lagi. " kata Hari terlihat serius
" Aku mengerti Ri. Tenang saja akan kupastikan dia tidak lagi mengganggu mu, dia memang sepupu ku tapi aku tidak akan membela jika dia memang salah dan berbuat seenaknya seperti itu. "
L masih belum kembali, Arya dan Hari sudah duduk dan memesan berbagai makanan dan minuman.
" Hari apa benar dia itu adikmu? seingatku kau anak tunggal dan jika benar dia adikmu tidak ada kemiripan sama sekali diwajah kalian, apa kau anak pungut. " pertanyaan itu langsung dibalas pukulan ringan oleh Hari
" Sembarangan, siapa yang kau bilang anak pungut?"
" Kau, soalnya wajah Elycia sangat lah cantik, sudah gitu kulitnya sangat putih badannya memang kecil tapi dia sangat mirip dengan idol Korea. Kan tidak mungkin kalo dia yang anak pungut, wajahnya lebih mirip seorang putri dari keluarga kaya sedang dirimu lebih mirip pelayanannya." Arya tertawa terbahak bahak