All About You "L"

All About You "L"
Menu Sarapan



D.O sudah sampai di rumah sejak tadi, setelah membersihkan diri kini dirinya sedang bersantai dikamar sambil melihat lihat hasil pemotretan nya dengan L. D.O tersenyum puas melihat hasil fotonya sangat bagus.


"Andai saja Yuna tertarik untuk masuk di dunia hiburan aku yakin dia akan langsung terkenal dan mengalahkan semua artis dan idol yang ada di perusahaan ayah dan ibu. " Gumam D.O


Tok


Tok


Tok


Suara pintu di ketuk.


" Masuk! " Ujar D.O


Seorang pelayan laki-laki tergopoh gopoh masuk kedalam kamar D.O sembari membawa ponsel.


" Maafkan saya mengganggu istirahat anda Tuan Muda, namun tiba-tiba asisten Nyonya Besar menelpon dan menyuruh saya mengatakan agar Tuan Muda kembali ke kantor dan menghadap Nyonya sekarang juga, tadi asisten Nyonya sudah menghubungi nomor anda namun tidak tersambung. " Jelas pelayan D.O


" Maaf Tuan, asisten Nyonya masih tersambung dengan ponsel saya dan meminta untuk berbicara dengan anda. " Tangan pelayan D.O terulur mendekat ke arah D.O


" Hallo! Ada apa? " Tanya D.O


" Tuan Muda saya harap anda kembali ke kantor sekarang juga! Direktur menyuruh anda menemui nya sekarang karena ada sesuatu yang sangat penting. " Ujar Asisten Ibu Han


" Aku tidak mau! Aku baru saja sampai di rumah dan hendak tidur lagipula apa kau tidak melihat jam hah? Ini sudah malam aku lelah dan mengantuk, katakan saja pada ibuku kalo aku sudah tidur dan besok saja bertemu nya! " Jawab D.O lalu melempar ponsel ke pelayan nya. Untung sang pelayan bisa menangkap nya jika tidak bisa dipastikan ponsel itu akan terjun bebas membentur lantai keramik dan rusak.


Jantung pelayan D.O hampir saja keluar saat D.O melempar ponselnya.


" Sudah selesai kau boleh pergi. " D.O kembali bersantai dan fokus pada laptopnya. Sejak tadi ponsel miliknya memang sengaja dibiarkan setelah daya nya habis, itulah mengapa asisten Ibu Han tidak bisa menghubungi D.O karena ponselnya mati.


Asisten Ibu Han menghela nafas , dengan langkah berat ia kembali keruangan atasannya.


Setelah mengetuk pintu Asisten Ibu Han masuk " Maafkan saya Direktur, Tuan Muda Kyungsoo sudah tidur tadi saya sudah berkali-kali menelpon nomer Tuan Muda tidak kunjung diangkat sehingga saya menghubungi pelayan nya dan berkata jika Tuan sudah tertidur. " Ujar nya.


Ibu Han sangat kesal kepada anaknya itu karena dia tahu jika D.O belum lah tidur.


" Kepala ku sakit jika berurusan dengan anak itu. " Ibu Han berbicara seakan-akan D.O bukan anaknya sendiri atau memang karena D.O anaknya makanya dia tidak bisa berbuat apa apa.


" Sudahlah aku bisa bertemu dengan nya besok. Jemput dia agar menghadap padaku besok pagi! " Ucap Ibu Han pada asisten nya.


" Baik Direktur."


****


Pagi pagi L sudah bersiap ke kampus, ia sudah ada janji untuk mampir ke asrama Hari dan sarapan disana.


" Kakak aku berangkat dulu ya. " Ujar L pada Bora dan Jisoo yang sedang menikmati sarapannya.


" Hati hati dijalan Yuna. " Sahut Bora


" Kenapa kau membiarkan nya pergi tanpa sarapan sayang? Ini juga masih terlalu pagi untuk ke kampus?" Tanya Jisoo heran.


***


Tiga puluh menit berlalu akhirnya L sampai di asrama Hari. Arya segera membukakan pintu dan menyambut kedatangan nya.


" Selamat pagi princess, silakan masuk. " Sambut Arya


L tersenyum dan langsung masuk kedalam.


Arya mempersilahkan L untuk langsung menuju menuju meja makan. Matanya seketika berbinar saat melihat meja penuh makanan yang disukai nya.


Semua makanan yang merupakan menu masakan dari Indonesia, tapi diantara semua nya dia paling suka dengan semangkok bubur berwarna putih yang diberi siraman gila merah cair. Iya mangkok itu berisi bubur sumsum atau bubur dari tepung beras yang disiram gula cair.


" Wah ada bubur sumsum, aku sangat merindukan nya. " Ucap L, dirinya langsung duduk dan menatap bubur itu dengan penuh minat.


"Hari sudah memasak banyak untuk mu tapi yang kau lihat malah hanya bubur yang sederhana seperti itu. Lihat ini! Aku dan Hari sudah bersusah payah membuat nasi kuning dengan lauk komplit." Ujar Arya


"Sudah biarkan saja! Elis memang sangat menyukai bubur itu. " Sahut Hari.


"Kau mau sarapan dengan apa L? " Tanya Hari


" Aku mau ini. " Menunjuk kearah bubur yang ada di depan nya.


"Hei! Makan juga nasi kuning nya! Aku sudah susah payah bangun pagi untuk membantu Hari memasak masa kau hanya makan bubur yang dibuat paling akhir dan paling cepat. " Protes Arya.


"Mas Arya ada apa sih dengan mu? Dari tadi marah marah terus. " Ujar L yang heran dengan sikap Arya sedari tadi.


" Aku tidak marah L hanya kesal saja padamu. " Jawab Arya


"Sama saja. Dan apa apa an itu? Kenapa wajah kakak ditekuk begitu? Kakak marah karena aku tidak mau sarapan dengan nasi kuning buatan kakak? Memangnya ini kakak yang masak? Paling juga Mas Hari dan Mas Arya hanya membantu mengupas bawang dan menunggu matang iya kan? " Ucapan L bagaikan pukulan telak.


Kenyataan nya memang Hari yang bangun pagi dan memasak semuanya, Arya hanya membantu mengupas beberapa bawang itupun hanya sebentar karena saat mengupas bawang matanya terus saja mengeluarkan air mata dan itu membuat nya tidak tahan padahal hanya mengupas belum sampai mengiris nya.


Arya terdiam tanpa bersuara ia memilih pura-pura tidak mendengar dan sibuk memakan sarapan nya.


" Hem seperti nya dugaanku benar hahaha. "


" Sudah L! Ayo makan saja sarapan mu lalu kita berangkat ke kampus. Oh iya kau kesini diantar sopir kan?" Tanya Hari


"Iya."


" Kenapa tidak kau ajak naik kemari dan ikut sarapan dengan kita? Apa tidak kasian jika hanya menunggu di mobil? "


" Aku sudah mengajak Pak Choi naik dan sarapan bersama namun dia menolak, dia berkata sudah sarapan dan tidak masalah jika menunggu di mobil."


" Oh ya sudah. "


Pukul sembilan L, Hari, dan Arya sudah berada di jalan menuju ke kampus. Tadi L hanya sarapan dengan bubur saja, sedangkan nasi kuning yang dibuatkan khusus untuk L di masukan ke dalam kotak makan untuk makan siang. Cukup banyak yang ia bawa karena L ingin berbagi bersama Yura dan Jungki.


Setelah mengatar Hari dan Arya, L langsung menuju ke gedung jurusan nya sendiri.