
Usai acara, Jaehyun dan rombongan nya berjalan menuju parkiran hendak pulang, disana mereka berpapasan dengan Jihoon.
"Jaehyun bolehkah aku duduk dikursi paling depan? " tanya kwangsoo pada Jaehyun dengan nada meledek
"Tentu saja boleh, Jaehyun kan pulang dengan mobil nya sendiri tidak bersama kita, jadi kursi paling depan selalu kosong. " Imbuh teman yang lain sambil sambut tawa yang lainnya
Jihoon tampak sangat kesal dan sorot matanya sudah seperti mau keluar dan menerjang Jaehyun dan teman-temannya. Namun dirinya menahan diri, teman-temannya juga menahan Jihoon dan mengajaknya untuk pergi.
"Jihoon ayo cepat, kita pergi saja, jangan menbuat keributan. " Ajak temannya
jihoon pun mengerti dan berjalan kearah yang lain menuju tempat kendaraan mereka
Kwangsoo dan yang lain semakin senang karena mereka berhasil membuat Jihoon marah dan mempermalukan nya
"Baiklah kalau kursi depan kosong maka aku akan dengan senang hati mendudukinya, hei Jihoon apa kau mau mencoba duduk juga, bukankah kau selalu duduk dikursi kedua, cobalah sekali-kali duduk dikursi paling depan, disana kau bisa melihat pemandangan dengan lebih jelas. " ucap kwangsoo dengan suara keras yang sengaja ia lakukan agar Jihoon mendengar nya.
Jihoon sudah mulai kehilangan kesabaran, ia langsung berbalik dan hendak menghajar kwangsoo, namun itu tidak terjadi, karena teman teman Jihoon langsung mencegahnya dan menarik Jihoon masuk mobil.
Jaehyun yang hanya menatap tingkah laku teman-temannya hanya diam, karena dirinya sekarang benar-benar baru merasa kelelahan dan pusing.
"Aku mau pulang dahulu, sampai jumpa. " pamit Jaehyun pada yang lain sambil berjalan menuju mobilnya
Kwangsoo melambaikan tangan sambil berkata " Hei jangan lupa akhir pekan nanti datang ke pesta perayaan, kita harus merayakan kemenangan mu, ingat pokoknya kau harus datang.Mengerti! " ucap kwangsoo
Jaehyun membalas lambaian tangan kwangsoo sambil mengangguk tanpa menoleh.
Sepanjang jalan Jaehyun tertidur karena kepalanya pusing dan badannya sangat lelah, supirnya pun memperlambat laju mobilnya agar tuannya bisa beristirahat dengan nyaman tanpa ada goncangan
Tanpa disadari, mobil telah sampai dirumah, Pak Lee pun membangun kan Jaehyun
Jaehyun pun bangkit dan masuk kerumahnya " Pak Lee siapkan makanan kesukaan ku ya, aku akan membersihkan diri sejenak lalu aku ingin makan dan juga minum sesuatu untuk mengembalikan cairan tubuhku, kepala ku pusing sekali karena sepertinya aku kekurangan cairan. "
berjalan menuju kamarnya
"Baik tuan. "
Akhir pekan tiba, tubuh Jaehyun sudah pulih, kini ia sudah ada di perjalanan menuju kesuatu tempat. Disebut cafe yang mewah, Jaehyun masuk disambut kwangsoo dan teman-temannya.
" Selama datang kepada pemain utama kita hari ini adalah Kim Jaehyun, beri tepuk tangan semua! " perintah kwangsoo yang ikutin sorakan teman-temannya
Meja merasa sudah penuh dengan makanan dan minuman, mereka pun berbincang-bincang menghabiskan waktu dengan bersenda gurau
"Jaehyun apa sebenarnya rahasia mu, bagaimana kau bisa berlari tanpa terlihat kelelahan sama sekali. Lihat buletin kampus menempatkan mu diurutan pertama dan menjadi berita paling populer di pekan ini. " ujar salah seorang teman pada Jaehyun
"Iya, disana juga terpampang sebuah video berdurasi pendek yang memperlihatkan Jaehyun yang tengah berlari mendekati garis finish dengan meregangkan tangan seakan-akan hendak memeluk seseorang dan ia berlari dengan wajah tersenyum tanpa terlihat kelelahan. Gara-gara video itu, Kau sekarang benar-benar jadi sangat populer, bahkan di kolom komentar anak-anak memberikan julukan 'sang pangeran tampan yang berlari kearahku' video itu banyak yang mengunduh dan mengedit nya, sungguh lucu sekali. Hahahaha. " imbuh yang lain
"Hah apa apa itu, kenapa mereka tidak meminta ijinku ku, aku akan menuntut mereka. " kata Jaehyun dengan gaya yang dibuat serius namun tetap lucu
" Hei duduk lah, jangan bertingkah berlebihan seperti itu, cepat katakan pada kami apa rahasia mu? "
" Wanita. " jawab Jaehyun singkat
Semua orang terdiam karena bingung, belum sempat mereka menanyakan detail nya pada Jaehyun, ia sudah beranjak dari tempat duduknya dan pamit untuk pulang lebih dulu, ia memperlihatkan ada telepon dari kakaknya yaitu Kim Jisoo.
Dijalan ia tersenyum, kemenangan nya kali ini semua berkat L, jika ia tidak muncul dihadapan Jaehyun, ia mungkin tidak akan memenangkan perlombaan itu.