All About You "L"

All About You "L"
Interogasi



" Kalau untuk dua orang itu si aku yakin seratus persen, karena mereka dua murid paling berprestasi di jurusan kita. Tapi apa kalian tidak penasaran siapa orang terakhir yang lolos seleksi juga? " Perkataan siswa tersebut sontak mendapat persetujuan dari semua orang.


Obrolan mereka terhenti sejenak saat antrian mereka masing-masing sampai di depan petugas kantin. Orang-orang yang sedang bergosip tadi sudah duduk di pojokkan bersama Yura, Jungki, dan L.


" Lanjutkan cerita mu! " Pinta Yura tak sabar


" Meskipun aku tidak sempat mendengar siapa orang terakhir yang lolos tapi dari yang kudengar, katanya orang itu bukan dari mahasiswa tingkat atas. " Semua orang langsung saling tatap.


" Siapa namamu? Bagaimana kau tahu semua informasi tersebut? " Tanya Yura


"Namaku Shin Jae Hwi, aku mahasiswa baru juga sama seperti kalian. Dan aku juga anggota club Penyiaran di Kampus. Kalian bisa menyebut ku Tuan Shin. Aku tahu hampir semua informasi di kampus kita, dan bukan hal yang sulit mengetahui berita ini. "


Semua mengangguk percaya. Mereka nampak sibuk mendengarkan Jae Hwi, hingga tak memperhatikan L.


L sudah selesai makan dan kini ikut memperhatikan Jae Hwi.


" Kalau orang ketiga bukan dari kalangan senior kita, siapa yang beruntung karya nya lolos seleksi? " Ucap salah seorang siswa.


" Nah itulah yang masih menjadi tanda tanya, aku sudah mencari ke berbagai sumber namun aku hanya bisa mengetahui kalau orang ketiga itu bukan dari kalangan senior. " Ujar Jae Hwi


" Tidak mungkin karya milik kita yang masih murid baru ini kan? Meskipun bukan dari kalangan tingkat atas, bisa saja senior kita ditingkat menengah. Kemampuan mereka juga tidak kalah dengan para senior di tingkat atas. " Ucapan Yura mendapatkan anggukan semua orang.


Mereka semua kembali fokus dengan makanan masing-masing, tiba-tiba L ber celetuk dan membuat semua orang kaget.


" Bagaimana jika orang ketiga memang dari murid baru seperti kita, bisa saja bukan? . " Ucap L santai sambil meminum susu kotaknya.


Semua orang langsung memperhatikan L dan terperangah, Jae Hwi bahkan sampai menyemburkan makanan nya. Dan beberapa teman yang lain tersedak. Bukan karena kaget dengan ucapan L namun mereka baru menyadari adanya gadis cantik diantara mereka.


" Siapa kau? " Tanya Jae Hwi cepat cepat.


L yang mendapat tatapan dari semua orang jadi gugup.


Yura dan Jungki menyadari hal itu.


" Dia teman kita satu angkatan, namanya Kin Yuna. " Yura yang menjawab pertanyaan Jae Hwi


" Tidak tidak tidak, kau pasti berbohong bukan? " Raut wajah Jae Hwi nampak tidak percaya.


" Kenapa tidak percaya? Dia duduk disini, makan disini, dan belajar di kelas yang sama dengan kita kenapa kau tidak percaya? " Sahut Jungki.


Jae Hwi mengambil buku kecil di tas nya, membolak-balikan halaman demi halaman.


" Tapi aku tidak pernah melihat mu saat acara penerimaan dan acara makan malam maupun berkumpul bersama senior senior kita? " Jae Hwi


" Aku memang tidak menghadiri nya. " Jawab L


Jae Hwi memutar otaknya, Ia sebagai wartawan kampus merasa kecolongan karena melewatkan satu gadis yang sangat cantik di jurusan nya sendiri.


Jae berdiri dan berpindah duduk di hadapan L. Namun setelah sudah ada dihadapan nya, ia merasa sangat grogi dan gugup. Saat L sudah selesai dan memakai maskernya barulah Jae Hwi sedikit tenang.


Yura dan Jungki yang melihat Jae Hwi duduk dihadapan L jadi heran. Jae Hwi bahkan membuka buku catatan nya lengkap dengan alat tulis dan ponsel sebagai perekam, tak lupa kacamata ala kutu buku ia pasang.


" Kau sedang apa? Gayamu seperti seorang detektif yang sedang menginterogasi pelaku kejahatan saja. " Kata teman Jae Hwi.


Jae Hwi tak memperdulikan teman temannya, ia fokus kepada L.


" Bisa kita mulai? " Tanya JAe Hwi dengan nada serius.


" I-iya . " Jawab L gugup


" Namaku Kim Yuna. "


" Tgl lahir? "


" 17 November 2006." Semua orang kaget terutama Yura dan Jungki.


" kau baru berumur 14 tahun? " Yura memotong pembicaraan Jae Hwi.


" Umurku 15 bukan November nanti, jangan katakan 14." Kata L


Tok tok tok


Ketukan jari pada meja oleh Jae Hwi


Jae Hwi menatap tajam pada Yura. Sebagai tanda untuk tidak mengganggu nya. Yura sadar dan ia pun diam.


" Kau punya orang tua lengkap? kakak? Adik? "


" Aku masih mempunyai ayah dan satu kakak perempuan. "


" Apa di kampus kau punya kenalan, Semisal saudara atau sepupu beda jurusan? "


" Kakak Ipar Ku seorang pengajar disini, dan aku punya 3 kakak laki-laki di jurusan bisnis. "


" Siapa nama kakak ipar mu itu? "


" Kim Jisoo. " Kini Jungki dan Yura sampai tersedak.


" Apa yang kau maksud Profesor termuda di kampus kita? "


" Iya. "


" Lalu siapa nama ketiga Kakak mu yang berada di jurusan Bisnis? "


L diam, dia ragu untuk menjawab. Ada perasaan tidak enak dan ragu apakah ia harus mengatakan hal itu atau tidak.


Belum sempat ia menjawab, ponselnya berdering ada panggilan masuk dari nomer tak dikenal.


L segera pergi meninggalkan wajah wajah yang sedari tadi sangat penasaran dengan kenyataan adanya gadis cantik di jurusan mereka.


L mencari tempat yang lumayan sepi untuk menjawab telepon.


" Hallo? "


" Apa benar dengan Nona Kim Yuna? " Tanya seseorang dibalik telepon itu.


" Iya benar , Ini dengan siapa? "


" Saya adalah dosen sekaligus asisten Profesor Lee, Park Jimin. "


" Oh Iya maaf saya baru tahu, ada apa Pak menelpon saya? " Tanya L sopan


" Bisakah sepulang kuliah nanti, kau datang keruangan Profesor Lee, beliau ingin menemui mu. " Ujar Jimin


" Baik Pak saya akan segera kesana setelah kelas terakhir selesai. "


Panggilan pun dimatikan. L penasaran kenapa dia dicari Profesor Lee.