
Dibalik telpon itu, ibu D.O tersenyum, ia segera menelpon sekretaris nya untuk menyiapkan kontrak antara perusahaan Bora dan salah satu member girlgrup nya.
Malam semakin larut, Big3 dan Sun-woo sudah mulai mabuk, tinggal Bora dan Jisoo.
"Sayang apa kau yakin untuk mengajak mereka ke rumah L. " tanya Jisoo pada istrinya
"Tentu saja, lagipula D.O sudah berjanji tentang kontak itu. "
"Kupikir kau akan melarang mereka. "
"Tidak masalah kan ada kau, jika mereka berbuat masalah aku bisa menghukummu. " seringai Bora pada Jisoo
" Hah kenapa aku yang dihukum jika mereka berbuat masalah, ini tidak adil. " Protes Jisoo
" Karena mereka adikmu, pokoknya urus mereka dengan benar saat kita disana. "
Jisoo pun hanya bisa diam, ia tidak berani melawan kata-kata istrinya itu.
***
Dua minggu kemudian
Elis sibuk menggambar webtoon nya seperti biasa, sementara Hari juga sibuk dengan tugas tugasnya. Keheningan mereka terganggu kala sebuah suara terdengar berhenti didepan rumah L disertai bunyi bel
" Permisi, paket, paket." kata seseorang dari balik pagar
Melihat L yang sedang sibuk, Hari pun berlari keluar rumah untuk mengambil paket itu
Pintu terbuka, dari sana Hari melihat sebuah mobil box besar berhenti dan seorang kurir yang ada dihadapannya.
Hari melihat dan membenarkan " Iya benar, saya Hari kakaknya. "
"Mohon maaf mas, tanda Terima ini harus ditandatangani oleh orang yang bersangkutan . "
Mendengar penjelasan sang kurir, Hari pun memanggil L, dan tak lama kemudian L pun turu dan menandatanganinya.
L merasakan sesuatu yang tidak beres, wajahnya terlihat cemas dan ia sampai menggigit i kuku jarinya. Hari yang melihat tingkah L pun bingung
" Hei ada apa? kenapa kau terlihat cemas seperti itu, memang nya kau habis beli apa sampai pengiriman nya menggunakan mobil box sebesar ini?" tanya Hari sambil menyenggol lengan L
" Aku tak pernah beli apapun, ini pasti ulah Bora." jawab L
Petugas kurir itu pun pergi mengambil paket tersebut, bahkan temannya yang duduk dikursi supir juga ikut turun. Hari dan L hanya diam menunggu, selang beberapa menit mereka sangat kaget karena 2 orang kurir itu terlihat memanggul kardus besar dan bertanya mau ditaruh dimana, tanpa bersuara L hanya mengacungkan jaringan menyuruh mereka menaruh diteras rumahnya.
" Hei apa yang Bora kirim padamu, wah gila itu paket gede amat isinya apa ya? " tanya Hari penasaran
Tak hanya satu, kurir tersebut kembali membawa paket tersebut sebanyak 3 box lagi, mereka dengan hati-hati menaruh semua paket tersebut, L dan Hari mengucapkan terimakasih karena mereka kira paket yang dikirim Bora telah selesai diangkut. Ternyata dugaan mereka salah besar, dibelakang mobil box tersebut ada sebuah mobil besar mengangkut sebuah kendaraan yang terlihat sangat baru, begitu Mobil yang membawa paket tadi pergi meninggalkan rumah L, mobil pengangkut tersebut pun berhenti didepan rumah L, petugas kembali turun dan meminta tandatangan L.
Hari sampai melongo melihat kurir yang baru itu menurunkan mobil dan mengendarai mobil itu masuk ke halaman rumah L
L tampak cemas " Permisi pak, apa bapak ga salah kirim, coba bapak cek lagi alamat tujuannya,saya tidak merasa membeli mobil dan tidak mungkin mampu membeli mobil ini. " kata L
Petugas tersebut memperlihatkan surat surat dari showroom dan menyerahkan semua dokumen kepemilikan mobil tersebut atas nama Elycia Agatha beserta alamat nya, petugas tersebut juga memperlihatkan kwitansi pembayaran yang telah lunas. L dan Hari mencoba mengeceknya, dan akhirnya mereka melihat bahwa pembayaran tersebut atas nama Kim Bo Ra. Setelah menyerah semua surat , dokumen, serta kunci mobil, petugas itu pun pergi meninggalkan dua manusia yang terlihat terdiam dan tidak percaya dengan paket yang baru saja mereka Terima.
Beberapa orang yang lewat pun memandang dengan penuh tanya sekaligus kagum, karena baru pertama kali melihat mobil sebagus itu, L yang sadar orang orang tengah memperhatikan segera menarik lengan Hari dan menutup pintu gerbang rumahnya.