
Ketiganya menikmati makan siang dengan tenang, oh bukan, lebih tepatnya D.O dan L saja, sementara Sora masih gugup karena kejadian tadi juga ia begitu takjub melihat Bos nya begitu menikmati makanan nya tanpa terlihat takut akan menjadi gemuk. Ia sesekali melirik L sambil menyendokkan makanan ke mulut nya. D.O sendiri makan dengan tenang walaupun terkadang membantu L menyeka sisa makanan di sudut mulut nya dengan telaten, seniornya sangat perhatian pada Bos nya, terlihat manis dan serasi seakan mereka adalah pasangan kekasih.
Beberapa menit kemudian, meja mereka kini hanya terlihat piring yang sudah kosong. Sora benar-benar mematung melihat piring piring yang tadi berisi makanan telah kosong dimakan oleh L.
D.O melihat bagaimana lucunya ekpresi wajar Sora ia tertawa " Bagaimana? Kau sekarang percaya padaku bukan? Bukan masalah makanan itu mahal atau tidak, tapi karena yang kau beri makan itu bayi paus, jadi porsi yang ia makan sangat banyak. " Ujar D.O
L cemberut " Siapa yang kaka sebut bayi paus? "
" Tentu saja kau! orang kelaparan pun tidak akan menghabiskan makanan sebanyak dirimu? Ku pikir julukan bayi paus lebih bagus daripada aku menyebut mu cacingan. " Ledek D.O
" Yakkk!! Kakak minta di pukul ya. "
" Hahahaha aku hanya bercanda, aku mengatakan ini karena iri saja padamu, makan begitu banyak tapi berat badan mu tetap saja tidak naik. "
" Benarkah itu Senior? " Tanya Sora yang terkejut
" Iya benar, jangan berfikir jika setelah makan siang bayi didepan mu akan hibernasi panjang setelah makan banyak seperti beruang. Bagi Yuna itu hanya makan siang biasa, nanti saat makan malam dia akan kembali makan. " Jelas D.O
Sora memandang L dengan takjub, hebat sekali gadis kecil di depan nya ini.
" Sudah sudah jangan dengarkan omongan Kak D.O, hari aku makan memang sedikit banyak karena sejak pagi aku bekerja keras membantu teman teman ku mempersiapkan festival, baru menjelang siang akhirnya selesai, lagipula aku juga belum sarapan." Ujar L
Namun D.O yang disebelah Sora membisikkan sesuatu " Jangan percaya omongan bayi paus itu. " Setelah mendengar bisikan itu Sora tersenyum.
Acara makan siang berlangsung lancar, Sora langsung pergi ke tempat latian vocal setelah di telpon manager nya, D.O juga harus berangkat ke lokasi syuting, sedangkan L pergi ke studio foto untuk pemotretan, Direktur Han Atau Bibi Han sendiri yang akan memantau dan melihat bagaimana Jalan nya pemotretan tersebut.
" Hallo Bibi selamat siang, maaf kalau aku baru sampai. " Ujar L pada Direktur Han
" Itu tidak masalah Yuna, lagipula persiapan belum selesai, para kru juga tadi sempat berhenti untuk istirahat makan siang. Apa kau sudah makan? Apa mau Bibi pesan kan makan? Apa menu makan kesukaan mu? " Tanya Direktur Han.
" Tidak usah Bibi, terimakasih. Aku baru saja makan siang tadi di bawah bersama Kak D.O dan Sora. "
" Oh ya? Dengan Kyungsoo? " Tanya Direktur Han tampak terkejut.
" Memang kenapa Bi" Tanya L
" Tadi Bibi mengajak anak itu makan siang tapi ditolak dengan alasan sedang buru-buru hendak ke lokasi syuting, kurasa itu hanya alasan saja untuk menghindari ku. " Ucap Direktur Han
" Kenapa Kak D.O menghindari Bibi. "
"Mungkin dia tak ingin mendengar ceramah dariku. " Ujar Direktur Han sambil tersenyum.
Seketika L ikut tersenyum " Kurasa iya Bi. " Keduanya akhirnya tertawa bersama.
Hubungan anak dan orangtua antara D.O dan Direktur Han sangat harmonis seperti hubungan keluarga pada umumnya, meski Direktur Han sangat sibuk, namun prioritas utama tetap adalah suami dan anak nya, dia akan menjadi ibu ibu yang sangat cerewet ketika sedang bersama D.O , oleh karena itu D.O sering kali menghindari ibunya.
Staf dan kru yang berada di ruang pemotretan memandangi Direktur Han dan L yang terlihat begitu akrab dengan keheranan. Banyak pertanyaan dibenak mereka seperti, siapakah gadis cantik itu?Wajahnya begitu asing dan baru pernah dilihat oleh mereka, apakah dia seorang trainee atau calon artis yang akan debut, lalu ada hubungan apa antara dia dengan anak bos mereka.
Banyak yang bertanya-tanya tapi tak ada seorang pun yang bisa menjawab, tentu saja mereka tidak berani bertanya langsung pada Direktur Han, sifatnya yang keras dan dingin terhadap bawahan membuat semua orang sungkan, mungkin mereka akan bertanya pada sekretaris Direktur Han yang selalu bersama nya. Untuk saat ini mereka menganggap L adalah kerabat Direktur Han karena pemotretan ini bahkan diawasi langsung olehnya.
L dibawa ke ruang make up dan berganti pakaian sesuai konsep yang telah disusun.
Tim make up sedikit canggung karena saat masker L dilepas wajah cantik nya membuat orang orang kaget, mereka seperti melihat dewi sungguhan didepan mereka, itu membuat mereka menerka-nerka siapakah L sebenarnya, tidak mungkin seorang trainee karena wajah dan aura nya seperti bukan orang biasa, lebih seperti putri raja.
"Su-sudah selesai silahkan menuju ruang ganti. " Ucap tim make up yang baru saja menyelesaikan tugasnya.
L tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
" Hei lihat tangan ku langsung gemetaran, satu jam aku menahan nya agar tidak menghancurkan wajah nya. "
" Kau hanya menahan gemetar. Lihat!" menunjukkan tangannya yang memerah arena terkena pelurus rambut, " Aku bahkan tidak sadar jika tangan ku terkena pencantok rambut, aku menata rambut nya dengan ekstra hati-hati, namun aneh nya aku tidak merasa sakit justru aku merasa senang. Untuk pertama kalinya aku merasa sangat bangga menjadi seorang hair Stylish. " Begitulah obrolan para tim make up, mereka ingin sekali minta foto dan tanda tangan namun mereka tidak berani mengatakan nya.
Pemotretan berjalan lancar, wajah Direktur Han terus menyunggingkan senyuman yang selama ini begitu jarang ia perlihatkan. Para staf dan kru pun terus memuji kerja L yang sudah seperti model profesional, pada kenyataannya dirinya sama sekali tidak melakukan apapun justru ia merasa gugup namun karena wajahnya yang sangat cantik dan Fotogenik, fotografer yang profesional mampu menangkap tiap gerakan L menjadi pose yang bagus.
Saat jeda pergantian tema pemotretan sekretaris Direktur Han ditarik oleh beberapa staff dan kru, ia didudukkan di sebuah kursi lalu diberi banyak cemilan dan minuman segar.
" Ada apa ini? " Tanya sekretaris Direktur Han bingung dengan perlakuan mereka.
" Begini Sekretaris Kim, kau tahu siapa gadis cantik itu, aku tidak pernah melihat nya di perusahaan. Baik sebagai trainee atau artis. Kau tahu kan divisi ku bagian yang menangani semua kotrak untuk para trainee dan artis yg telah debut di perusahaan ini, namun aku belum pernah melihat nya, jikalau dia adalah trainee baru divisi ku pasti yang pertama kali tahu. "
Sekretaris Kim menghela nafas " Dia bukan trainee atau artis kita, tapi seorang investor. " Jawaban dari Sekretaris Kim justru membuat semua orang bingung.
Sekretaris Kim berdiri dan membenarkan pakaian nya, " Berhenti bergosip dan mencari tahu hal yang tidak penting, kita disini untuk bekerja jadi kembali ke posisi kalian atau aku akan melaporkan kinerja kalian pada Direktur Han. " Tanpa berlama lama mereka semua bubar, meski kecewa dan masih penasaran.
Sebelum pukul sembilan, telpon L terus berbunyi. Banyak pesan dan panggilan masuk. Pesan tersebut terutama dari Daniel dan juga Bora.
" Terimakasih semuanya kalian telah bekerja keras hari ini. " L memberikan penghormatan pada semua staff dan kru yang bekerja hari ini.
Direktur Han segere membawa L pergi " Sekretaris Kim ajak semua orang makan malam, aku yang akan membayar tagihan nya. Ini sudah malam jadi aku dan L akan pulang lebih dahulu. "
" Saya mengerti Direktur, akan saya urus sisanya. "
" Bibi maafkan aku ya karena kakak ku sangat cerewet. "
" Tidak apa-apa, dia memang sudah seperti itu sejak kecil. Aku sudah menganggap anak sendiri jadi kadang aku heran dengan ayah dan suaminya yang bisa tahan dengan ocehannya tanpa jeda itu. "
Keduanya tertawa " Terimakasih untuk hari ini Yuna, Bibi sungguh sangat senang karena kamu mau membantu Bibi, tenang saja Bibi pasti akan membayar mu. "
" Tidak usah Bi, bukankah aku sudah mengatakan kalau aku melakukan dengan senang hati. " Ucap L
" Bibi bukan orang yang sejahat itu, lagipula nanti bibi akan membuat tanda terima. " L bingung dengan maksud tanda terima.
" Maksud Bibi? "
" Meskipun Bibi seorang pengusaha dan selalu memprioritaskan keuntungan maksimal, tapi Bibi juga seorang warga negara yang taat hukum, Bibi akan akan tetap membayar mu karena telah bekerja. Itu pun sebagai bentuk keamanan, siapa tahu suatu saat nanti ada yang datang ke perusahaan Bibi dan melaporkan ke polisi karena telah mempekerjakan seorang dibawah umur dan tidak memberinya upah. Nanti dikira Bibi orang jahat dan dituduh melakukan pelanggaran HAM. "
L tertawa " Terserah Bibi saja kalau begitu. "
Tak lama L sudah sampai rumah dan mobil Direktur Han telah meninggal kan rumah L.
Sepanjang pintu masuk hingga ke kamar L, Bora terus saja bertanya dan mengomel ini itu, membuat semua ora tak berani mendekati nya.
" Sayang sudah biar kan Yuna membersihkan diri dan beristirahat, kau hanya akan membuat nya tambah lelah. Tidak bisakah kau lihat jika wajah L sedikit pucat. " Bujuk Jisoo pada Bora
Bukannya berhenti Bora justru panik dan berteriak memanggil Pak Im untuk memanggilkan dokter " Jukyung cepat kau bantu adikku ini membersihkan diri dan kalian siapkan teh herbal dan beberapa cemilan! " Ucap Bora tegas yang langsung di angguki oleh Jukyung dan maid yang lain. Jisoo hanya bisa menghela nafas sedangkan L hanya menurut tanpa berkomentar karena dirinya memang benar-benar kelelahan.
Dokter sudah selesai memeriksa kondisi L " Nona muda tidak apa-apa, dia hanya kelelahan dan butuh istirahat. "
" Benarkah? " Bora bertanya menyelidik, Dokter Cha tidak bisa datang karena sedang keluar negeri, jadi dokter pengganti datang untuk memeriksa kondisi L.
" Kalau begitu terimakasih dokter. " Dokter pengganti tersebut mengangguk dan undur diri dengan diantar pelayan lain.
Bora duduk disisi L yang sudah berbaring dengan selimut membungkus tubuhnya.
" Yuna apa ada yang kau rasakan? "
" Aku hanya lelah kak, dan sedikit mengantuk. " Jawab L.
" Kau tidak ingin makan dulu? "
" Aku sudah makan malam , masih kenyang. "
" Tapi wajahmu pucat. " Bora mengelus kepala L
" Sayang suruh Yuna meminum vitamin yang diresepkan oleh dokter dan biarkan ia tidur. "
Yang dikatakan oleh Jisoo benar, yang dibutuhkan L adalah istirahat, dengan dibantu Bora L segera meminum vitamin lalu pergi tidur.
Pukul sepuluh lebih lima belas menit L sudah terlelap, Bora dan Jisoo baru meninggal L.
Pukul sepuluh sudah terlelap, namun berbeda tempat di kampus dimana festival telah resmi dibuka dan pengunjung segera membanjiri jalanan. Stan stan yang berdiri di sepanjang jalan menuju lapangan dipenuhi pengunjung, mulai dari para mahasiswa nya sendiri sampai masyarakat umum.
Lampu-lampu dan segala pernak-pernik yang menghiasi jalan juga membuat semakin cantik lokasi tersebut, banyak pula yang datang secara berpasangan dan sesekali berswafoto atau menuju Stan yang tersedia.
Tidak ada Stan yang sepi, semua dipenuhi pengunjung. Terutama Stan Stan yang menjajakan makanan , contoh seperti tteokbokki, oden, corn dog, gulali dan masih banyak yang lainnya.
Banyak sekali yang menarik perhatian dan salah satunya adalah Stan kedai makanan milik jurusan seni,semua kursi telah penuh dan semua sangat sibuk melayani pengunjung mulai dari yang mencacat pesanan, membuat pesanan, dan mengantar pesanan. Ada pula yang yang bertugas di bagian khusus minuman yang di promosi kan oleh L.
Orang-orang justru pertama kali tertarik karena banner yang ada didepan Stan yang memperlihatkan L seperti bintang iklan sebuah produk minuman. Banyak sekali yang memuji wajah cantik nya dan beberapa bahkan mengambil foto nya, barulah mereka berbondong-bondong masuk ke kedai.
" Hei lihat, gadis yang menjadi bintang iklan produk minuman ini sangat cantik. "
" Kau benar. Gadis ini seperti seorang dewi. "
" Apa ada yang mengenal nya? Wajahnya seperti seorang idol tapi aku tidak pernah tahu siapa dia. "
" Atau mungkin dia seorang artis. "
" Iya mungkin dia artis baru jadi kita belum mengenalnya. "
" Gadis yang benar benar cantik, jika bisa melihat secara langsung aku akan berteriak dan memintanya jadi pacarku. "
" Kurasa wajah idol-idol sekarang tidak secantik dirinya, Hei aku benar-benar penasaran setengah mati dengan nya. Tidak adakah yang tahu akun sosial medianya? "
"Tanya saja ke mereka yang membuka kedai , mereka pasti tahu. "
Setelah seruan tentang siapa L, banyak yang akhirnya bertanya pada teman-teman L. Mereka telah sepakat dan serempak menjawab jika mereka tidak tahu, mereka hanya bekerja sama dengan produsen produk minuman tersebut untuk mempromosikan nya dan semua banner yang ada juga disediakan oleh perusahaan itu jadi mereka tidak tahu.
Ketua jurusan jatuh terduduk, tidak hanya ketua jurusan semua orang juga terduduk dengan wajah kelelahan dan berkeringat. Hari ini mereka sukses besar dan penjualan mereka hari ini telah habis tak bersisa saat waktu menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Meski kelelahan sedetik kemudian mereka menyunggingkan senyum kebahagiaan.