All About You "L"

All About You "L"
Diabaikan



L izin tidak ke kampus selama dua hari, meskipun sudah mendapatkan kabar bahwa lukisan nya terpilih dan ia disuruh datang ke museum, L tetap tidak bisa datang karena masih sakit dan Bora tak mengijinkan nya untuk pergi keluar rumah.


Padahal ia begitu senang dan ingin sekali pergi namun tak mendapat izin, alhasil Jisoo yang mewakili.


" Kakak aku ingin pergi, boleh ya. " L merajuk seperti anak kecil.


Bora dan Jisoo hanya terdiam " Tidak boleh , kau istirahat saja sampai benar-benar pulih. " Ujar Bora


" Tapi aku sudah sembuh, lihat. " L menggerak-gerakkan tubuh nya.


" Istirahat saja di rumah Yuna, biar kakak yang menemui Prof. Lee. " Sahut Jisoo, L tak bisa berkata apa apa lagi.


Lukisan milik Daniel sudah selesai di kemas dan langsung dikirim ke alamat yang diberikan oleh Daniel.


L mengirim pesan pada Daniel bahwa lukisan miliknya sudah jadi dan ia telah mengirim nya ke alamat yang diberikan Daniel.


" Kak Daniel aku sudah mengirim lukisan mu, jangan lupa kan janji mu ya. "


" Benarkah? Aku tidak sabar untuk melihat nya. Tenang saja aku ini lelaki sejati yang selalu menepati janjinya,tapi kalau lukisan mu membuat ku terkesan, hehehe. " Jawab Daniel


L menggembung kan kedua pipi nya


" Hah apa maksud nya itu, aku tidak perduli yang penting aku sudah memberikan lukisan padamu dan kau harus menepati janji mu. "


Daniel membaca pesan L tersenyum sendiri diruangan.


" Iya iya aku hanya bercanda. "


Drrrrrrt drrrrrrt drrrrrrt


Ponsel L berdering, ada panggilan telepon dari Yura.


" Hallo Yura ada apa? " Tanya L


" Kau dimana? Kenapa tidak datang ke kampus, aku merindukan mu. " Ujar Yura "Aku juga. " Imbuh Jungki yang berada di samping Yura.


" Ah maafkan aku , hari ini dan besok aku tidak bisa ke kampus karena sakit. "


" Hah sakit apa? " Yura dan Jungki nampak cemas


" Hanya kelelahan dan tekanan darahku rendah, sebenarnya aku sudah merasa baik kan namun kak Jisoo dan Bora tak mengijinkan ku untuk berangkat ke kampus dan menyuruh ku untuk istirahat saja dirumah. "


" Iya istirahat saja dirumah, baiklah kalau begitu cepat sembuh dan segera datang ke kampus ya, kami merindukanmu. " Ucap Yura dan Jungki bersama lalu panggilan pun terputus.


L tersenyum namun kemudian kembali cemberut karena ingin sekali rasanya datang ke museum.


_


_


Di kampus Jisoo segera memarkir mobilnya dan berjalan menuju Gedung jurusan seni, Big3 melihat Jisoo, mereka segera berlari dan mengikuti nya.


" Kak kenapa kau sendirian dimana pacarku? " Ujar D.O yang langsung mendapatkan pukulan oleh Jaehyun.


Jisoo tetap berjalan dan tidak menjawab pernyataan D.O. Ia masih fokus berjalan dengan diikuti ketiganya.


" Kak kenapa kau berjalan ke arah gedung jurusan seni? Bukankah kantor mu ada disebalah sana? " Shin menunjukkan arah yang berlawanan.


Jengah karena terus diikuti akhirnya Jisoo bersuara.


" Aku sedang ada urusan dengan Prof. Lee. "


" Kak dimana Yuna, biasanya dia berangkat bersamamu? " Sahut Jaehyun , berjalan disamping Jisoo.


" Dia sedang sakit jadi selama dua hari dia tidak ke kampus. "


" Ada apa sih dengan kalian, pergi sana! Bukankah gedung jurusan kalian juga bukan ka arah sini. Mengganggu saja. " Jisoo tidak menggubris ketiganya dan berjalan semakin cepat.


Big3 berhenti dan secepat kilat mengambil posisi ponsel untuk menghubungi L. Salah satu dari mereka berhasil tersambung.


" Hallo Kak Shin ada apa? " Tanya L


" Ku dengar kau sakit, bagaimana keadaan mu sekarang? "


" Iya hanya sakit sedikit kok sekarang sudah lebih baik. "


" Benarkah? Apa perlu aku mengirim tim medis terbaik dari rumah sakit ku untuk memeriksakan mu? " Ujar Shin


" Tidak usah Kak, aku sebenarnya sudah sembuh. Aku hanya ingin datang ke kampus dan ke museum, tapi Bora dan kak Jisoo melarang ku untuk keluar rumah. "


" Bukan cuma Kak Bora dan Kak Jisoo, kami pun akan melarang mu, lebih baik dirumah saja. "


" Tapi aku bosan, apa kalian tahu kalau lukisan ku terpilih dalam ajang pencarian karya Seniman muda untuk pembukaan museum baru di pusat kota, dan hari ini harusnya aku datang kesana. Bukannya pergi malah terkurung dirumah. "


" Benarkah? Kau hebat sekali L, apa kau masih mau datang kesana aku bisa mengantarmu. " D.O menawarkan untuk mengantar L.


Shin dan Jaehyun langsung menatap tajam pada D.O


" Aku mau. "


" Tidak boleh. " Ujar Shin dan Jaehyun serentak membuat L kaget.


" Kenapa tidak boleh? Aku juga bosan dirumah terus. "


" Kalau Kak Bora dan Kak Jisoo saja melarangmu bagaimana kalau mereka tahu kau keluar dari rumah, mereka pasti khawatir. Begini saja, bagaimana kalau kami datang kerumah mu dan menemani mu, apa kau butuh sesuatu atau ingin makan sesuatu? Kami akan membelikan nya untuk mu. " Ucap Jaehyun.


" Benar juga, kalau begitu datang kemari dan temani aku, belikan aku tteokbokki, corn dog mozarella, pizza mushroom, sandwich telur, cheesecake, puding, dan yogurt. "


Ketika saling pandang " Kalau kami membelikan semua nya, siapa yang akan memakan nya? "


" Tentu saja aku. " Jawab L polos.


" Baiklah, tunggu kami. " D.O tanpa pikir panjang memutus panggilan dan mengajak dua sahabatnya itu kembali ke parkiran.


Di parkiran Yena dan Chaeyoung baru saja tiba, mereka turun dari mobil mereka. Penampilan mereka tentu selalu modis dan stylish, terutama Yena.


Chaeyoung melihat Big3 dari kejauhan langsung memberitahu Yena.


" Yena lihat itu ada Big3. " Yena melihat kearah yang ditunjuk oleh Chaeyoung, ia segera merapikan penampilan nya dan menunggu mereka bertiga.


Big3 berjalan dan sampai lah di parkiran, mereka terlihat sedikit terburu-buru, sehingga tidak begitu memperhatikan ada dua orang wanita yang tebar pesona dihadapan mereka.


Untuk Shin dan Jaehyun orang nya memang tidak begitu memperhatikan jika ada wanita cantik disekitar mereka, berbeda dengan D.O yang langsung tertarik jika ada wanita cantik. Namun dari tadi ia pun sama seperti Shin dan Jaehyun, tidak memperhatikan keberadaan Yena dan Chaeyoung yang sama sama ada diparkiran tak jauh dari mobil mereka.


Yena merasa kesal karena mereka bertiga terlihat acuh dan tak menyadari keberadaan nya, padahal dimana pun ia berada semua mata lelaki pasti tertuju padanya.


Chaeyoung melihat wajah Yena yang kesal, dengan rendah hati ia berinisiatif menyapa Big3.


" Hallo kak Shin, Jaehyun, dan kak D.O." Sapa Chaeyoung


D.O akhirnya menoleh " Oh Hai cantik maaf kami sedang buru-buru, nanti saja kalau mau minta tanda tangan ya. " Ujar D.O kemudian masuk ke dalam mobil dan meninggal kan Yena dan Chaeyoung.


Wajah Yena semakin memerah, Chaeyoung berusaha menenangkan nya.


" Yena tenang , kak D.O tadi sudah bilang kalau mereka sedang buru-buru kan, ayo cepat kita masuk ke kelas. "


Yena pun hanya bisa memendam kekesalannya dan berjalan bersama Chaeyoung.


" Ada urusan apa sampai mereka mengabaikan ku, bahkan selama ini tidak ada satu lelaki pun yang tidak memperhatikan ku." Guman Yena dalam hati