
Kurang 4 hari lagi sebelum kedatangan Bora dan lainnya, hari ini paman Andrea juga tidak datang dan nomernya masih tidak aktif. L mulai fokus mempersiapkan untuk menyambut Bora. L tidak lagi memikirkan Pamannya karena ia yakin bibinya pasti ada dibalik ketidak datangan pamannya, ia pikir itu malah bagus.
Bora juga sudah kembali kerumah dari perjalanan bisnisnya, sesampainya di rumah itu langsung membanjiri ponsel L dengan pesan dan riwayat panggilan.
kringg kringg kringgg
L Sedang membongkar paket dari Bora langsung berlari menuju kamar untuk mengangkat panggil video dari Bora. Ia menekan tombol hijau dan menaruh ponsel itu di rak agar Bora bisa melihat apa yang sedang dilakukan L
" Pagi adik kesayangan ku. " kata Bora heboh
L melambaikan tangannya " Hallo kak, kau sudah pulang. "
" Iya aku sudah sampai dirumah tadi, apa yang sedang kau lakukan? "
" Aku sedang membongkar paket dari mu, dan membereskan barang yang kubeli dari Jogja. " membuka kotak coklat yang lumayan besar, didalamnya berisi banyak baju batik
" Lihatlah aku membeli banyak baju dan beberapa pernak-pernik dari Jogja untuk kalian, bagus kan. " memperlihatkan pada Bora
" Tapi kenapa banyak sekali? itu pakaian untuk laki-laki, untuk ku mana? "
" Tentu saja aku beli banyak, kan kakakku juga banyak. " jawab L sambil tersenyum " Dan punya kakakku yang paling cantik sudah kumasukkan ke paperbag ini, aku tidak akan memperlihatkan nya sekarang karena itu surprise. "
Bora semakin penasaran " Kau tidak membelikan sesuatu yang aneh bukan, awas saja kalo baju yang kau belikan untukku jelek. "
" Untuk kakak kesayangan ku mana mungkin aku membelikan yang jelek, justru punya mu aku beli yang paling spesial. Kau pasti suka."
" Benarkah? wahhh aku jadi tidak sabar."
" Aku juga. " jawab L memandang Bora yang merentangkan kedua tangannya seakan-akan mereka sedang berhadapan dan ingin saling berpelukan.
" Pokoknya kita harus bersenang-senang saat kita bersama, kalo perlu kita keliling dunia, kita harus memanfaatkan momen kebersamaan kita nanti. " kata Bora dengan penuh semangat
" Iya iya, padahal tidak perlu keliling dunia kak, bertemu denganmu dan Kak Jisoo saja sudah sangat bahagia. "
" Argggggh, aku jadi semakin tidak sabar, apa aku pergi kesana sekarang saja ya? " kata Bora yang dibarengi tawa L
" Memang tugas dikantor sudah selesai? untuk apa buru buru, aku dan rumah ku akan tetap disini tidak akan pindah kemana mana, lagipula tidak mungkin semut akan membawa ku pergi kan. " kata L menahan mulutnya agar tidak tertawa lepas
" Bora. "
" Apa. " tawa Bora pun pecah
" Sudah dulu telpon nya ya, pekerjaan ku sedang banyak ini, aku harus membongkar barang-barang ini supaya kamar ini bisa dipakai setelah kalian sampai disini , pekerjaan ku yang lain juga menumpuk. " L tidak menceritakan masalah paman nya yang datang kemari agar Bora tidak khawatir.
Bora mengangguk mengerti, ia juga lelah dan butuh istirahat " Iya iya, bekerja lah yang rajin dan jangan lupa pasang karpet merah dan kalung bunga untuk menyambut ku nanti ya. " Goda Bora
" Ya ampun untuk apa aku harus melakukan itu, kau seperti pejabat negara saja yang berkunjung kesuatu daerah, aku tidak mau, aku sibuk. "
"Hahahaha, iya iya, sampai nanti adikku sayang. " telepon dimatikan.
L kembali melanjutkan kesibukannya.
Ditempat lain, Big3 sedang berkumpul dirumah Shin. Jaehyun dan D.O memaksa Shin untuk melakukan sesuatu, Shin ragu-ragu tapi tak bisa menolak karena kedua sahabat nya itu terus saja membisikkan sesuatu yang membuat kedua telinganya panas.
" Cepat lakukan! " perintah D.O
" Iya kenapa kau lama sekali, jika tidak seperti ini kita tidak bisa memilikinya. Bukankah sangat mundah untuk mencari tahu, ini bagaikan remah remah roti bagimu, cepat! " kata Jaehyun menambahkan
" Menghack data orang lain dan mencari informasi pribadi orang lain memang mudah bagiku, tapi aku kan White hacker, aku punya prinsip dan aturan, ini sama saja melanggar privasi dan hukum tau. " Shin berusaha menolak
" Dia kan adikku, aku hanya ingin menelpon dan menanyakan apa yang dia sukai, jadi aku bisa membawakan sesuatu untuknya, masa jauh jauh datang ke Indonesia tidak membawa apapun. " Kata D.O
" Siapa yang kau bilang adikku? dia yang adikku. turuti perintahku dan nanti aku belikan kau perangkat komputer terbaru. " ucap Jaehyun
Shin menghela nafas " Kalian benar-benar kekanakan, siapa juga yang mau jadi adik kalian, dan kenapa kau tidak minta Nomor Elis pada kak Jisoo atau Bora sihh, malah membuat ku melakukan tindakan hukum seperti ini. "
" Hei kami kan tidak menyuruh mu untuk membunuh nya, kenapa bilang begitu. Apa kau tidak menyiapkan sesuatu untuk nya, masa kau datang kesana dengan tangan kosong. " Kata D.O yang membuat Shin terdiam dan berfikir kalo perkataan temannya kali ini ada benarnya
" Jika meminta pada kedua kakakku itu mudah, aku tak akan menyuruh mu melakukan ini, meminta pada kak Jisoo itu mudah yang sulit adalah kakak iparku, kak Jisoo tidak berani memberikannya tanpa izin dari istrinya itu, dia saja takut apa lagi aku, apa kau mau mencoba menggantikan ku? " kata Jaehyun pada Shin, yang otomatis menggeleng tanda tidak mau
Karena bujukkan kedua teman itu, Shin pun akhirnya melakukan keahliannya, tak butuh waktu yang lama untuk mencari tahu informasi pribadi tentang L, dan sedetik kemudian Sebuah nomer dan alamat email sudah mereka dapat kan.
Jaehyun dan D.O langsung mencari ponsel dan menyimpan nomer L