All About You "L"

All About You "L"
Melihat Hasil Rancangan



Bora membawa L menuju ke tim produksi, disana sudah ada sample pakaian yang telah jadi dan terpasang rapi di manequin.


Seorang karyawan mendorong manequin tersebut ke hadapan Bora dan L. Gaun berwarna dasar putih dengan gradasi biru laut dibagian bawah dan ada sulaman bunga mawar biru bertaburan disana. Gaun berlengan pendek yang terlihat cantik dan sangat elegan. Beberapa desainer yang ikut melihat terpesona dengan gaun tersebut.


" Kalian belum menyelesaikan nya? " Ucap L tiba-tiba. Tim produksi saling pandang dan terdiam cukup lama.


" Kau bisa melihat dengan jeli adik. " Ujar Bora


" Tentu saja kan a.... " Tiba-tiba perkataan nya terhenti, ia hampir saja mengatakan bahwa gaun itu adalah gaun dari hasil gambar desain yang ia buat.


" Maksud ku gaun ini sangat bagus tapi rasanya masih belum selesai. " Imbuh L cepat.


" Benar Nona, gaun tersebut memang belum selesai dibuat, tiap desain yang ada benar-benar rumit meski keliatan nya sederhana tapi dalam pembuatan nya tidak ada kata sederhana sama sekali. Untuk bunga mawar birunya pun harus di buat secara handmade karena jika dibuat melalui mesin tidak akan memancarkan aura dari gaun tersebut, kami sudah mencobanya dan hasilnya sangat berbeda dengan memakai sulaman tangan. " Jelas dari bagian produksi.


Para desainer yang berada didalam ruangan mengangguk anggukan kepalanya mendengar penjelasan dari tim produksi. Memang dari keseluruhan bagian, gaun tersebut sangat indah terutama pada bagian sulaman bunga mawar birunya, itu terlihat sangat eksklusif.


Manequin lain di bawa masuk, semua pakaian terlihat sangat bagus dan semua orang tampak puas dan yakin bahwa dalam fashion nanti nama perusahaan mereka pasti akan menjadi sorotan dengan desain desain baru yang revolusioner itu.


" Masih kurang satu bukan? Kenapa tidak dibawa masuk?" Tanya Bora, karena seingat dia ada 10 gambar Desain yang milik L yang ia persiapkan untuk acara fashion nanti. Sebenarnya ada banyak, tetapi sebagian ia masukan dalam list pakaian edisi musim panas. Dan semua rancangan yang dibuat L disematkan nama pena adiknya, sebagai tanda bahwa pakaian tersebut diproduksi sangat terbatas dan dirancang oleh desainer bernama L.


" Desain terakhir masih belum selesai direktur. " Jawab Kepala tim produksi.


Bora mengerti apa yang terjadi, ia menghela nafas dan tak memarahi mereka.


" Baiklah aku mengerti, simpan desain desain ini ditempat yang aman, simpan selayaknya itu adalah harta perusahaan jangan sampai rancangan kita dicuri oleh perusahaan saingan kita dan aku ingin kepala tim produksi bertanggung jawab untuk hal ini, jika sampai terjadi suatu hal dengan desain desain itu berarti kau yang membocorkan rahasia perusahaan! " Ujar Bora dengan penuh tekanan. Kepala tim produksi sama sedikit tegang namun ia segera menyanggupi perintah dari Bora.


" Ayo Yuna kita kembali ke ruangan ku! " Ajak Bora setelah selesai melihat semua desain.


" Apa hanya itu Kak? Rancangan yang akan dipamerkan di fashion nanti? "


" Tentu saja tidak, yang barusan kita lihat itu khusus dari rancangan mu. " Jawab Bora sambil setengah berbisik agar yang lain tidak mendengar.


"Lalu? "


" Lalu apa?" Tanya Bora bingung


" Rancangan mu mana? Tidak mungkin semuanya cuma pakaian ku saja bukan? "


" Hahaha tentu saja tidak. Tenang saja. "


" Lalu kenapa aku tidak diperlihatkan rancangan mu? "


" Kau kan sudah lihat dirumah waktu itu. "


" Aku ingin memperlihatkan nya tapi nanti saat acara fashion show saja ok. "


" Curang. " Wajah L langsung di tengkuk tanda ngambek.


" Oh imut sekali adik ku ini jika sedang ngambek, adik siapa sih. " Bora mencubit kedua pipi L.


" Bora, kau sangat menyebalkan. "


" Sudah sudah hanya karena itu masa kau ngambek padaku, apa ku batalkan saja supir yang akan mengantarkan mu ke tempat Hari. " Seketika wajah L langsung menoleh.


" Hah ke tempat Mas Hari? "


" Iya tadinya setelah ini aku mengantarkan mu ke asrama nya Hari, oh maksud ku aku menyuruh supir yang mengantarkan mu. Aku sangat sibuk dan hari ini aku juga lembur jadi tidak bisa mengantarkan mu. Tapi intinya kau akan diantar ke tempat Hari, kau mau tidak? "


" Tentu saja mau. " Wajah L kembali ceria.


" Nah begini baru benar, kan jadi makin cantik kalau tersenyum. Ya sudah kau turun saja bersama pak Choi jangan pulang terlalu malam ya. "


" Siap bos, eh tapi apa Mas Hari sudah pulang? Nanti kalau aku kesana dan Mas Hari tidak ada bagaimana? "


" Ini sudah sore, tadi pagi aku sempat mengirim pesan padanya dan menanyakan jam berapa dia selesai kuliah, dibilang sore pukul 3 dia sudah ada diasrama dan sekarang sudah lebih dari jam 3 jadi tunggu apa lagi. "


" Ahhh terimakasih Kakak ku yang paling cantik, aku pergi dulu. " L langsung mencium pipi Bora dan pergi bersama sopir.


Disalah satu ruangan seorang wanita tengah memperhatikan L, dia adalah Chacha. Dia sedang berkerja di perusahaan Bora sebagai asisten tim desainer, status nya sebagai karyawan magang.


" Aku seperti melihat Yuna? " Ucap chacha


" Hei apa yang sedang kau lakukan, sudah kubilang untuk fokus dalam bekerja kau ini lambat sekali padahal aku hanya menyuruh mu untuk men fotocopy saja! " Ujar atasan Chacha dengan nada ketus.


" Maafkan saya. " Jawab Chacha sambil menunduk.


" Kau ini cuman asisten, dan status mu juga magang sebagai mahasiswa jadi tidak usah banyak tingkah cepat kerjakan tugas yang lain! "


" Baik. "


Chacha segera pergi melanjutkan perkerjaan, ya walaupun dia berstatus sebagai asisten desainer, tapi pekerjaan nya lebih seperti OB dia hanya disuruh membuat kan minum, memesankan makanan membawa pakaian ke studio, dan mengerjakan hal remeh temeh yang tidak berhubungan dengan keahlian nya. Chacha sangat kesal tapi dia tak bisa berbuat apa apa, lagipula dia cukup beruntung diterima di perusahaan fashion yang terkenal.


Pikir nya ia bisa bekerja di perusahaan besar dan bertemu laki laki tampan dengan jabatan tinggi, bisa berkenalan dengan mereka dan siapa tahu ada yang tertarik menjadi pacarnya, disana juga banyak dijumpai artis dan model model yang bekerja sama dengan perusahaan. Ekspetasi dan realita memang sangat berbeda.


Disana memang banyak karyawan lelaki tapi disana juga banyak karyawan wanita yang gayanya sangat styles dan penampilan modis, berbeda dengan dirinya yang hanya memakai rok spam hitam selutut dan kemeja putih, serta sepatu fantofel yang terlihat biasa saja. Mau dilirik bagaimana jika penampilan nya memang mirip OB.