All About You "L"

All About You "L"
Makan Bersama



Yuna telah membagi tugas pada pelayan yang ada didapur.


" Petikan kangkung ini seperti ini. " Yuna menunjuk kan cara memotong kangkung dengan tangannya


"Ambil bagian yang masih mudah dan bagus lalu buang tangkai yang terlihat tua dan daun yang layu."


Koki yang mendapat kan tugas terlihat fokus mendengar penjelasan Yuna.


Beralih pada Koki yang tengah menggenggam tempe ditangan nya.


" Apa yang harus saya lakukan pada benda ini Nona? "


" Potong dadu saja, seperti ini mudah kan? Potong semuanya saja biar kita bisa memasak banyak dan makan bersama. "


Lalu ada Koki yang menyiapkan bumbu bumbu nya, seperti cabai merah, cabai rawit, bawang, merah, bawang putih, kemiri, mrica, jahe, kunyit, daun seledri, daun bawang, daun jeruk, serai, daun salam dan lain lainnya.


Yuna menyuruh salah satu dari mereka untuk merebus daging sapi tersebut agar empuk dan mendapatkan kaldu.


Yuna mulai mengirim bumbu untuk tumis kangkung dan oseng tempe nya, sementara untuk soto karena tidak ada ulek an Yuna akhirnya memakai blender saja.


Dapur yang sepi terlihat ramai karena Yuna meminta bantuan mereka, beberapa pelayan yang sudah selesai mengerjakan tugasnya bahkan sudah bertengger didekat dapur dan melihat aktivitas nya.


Yuna melihat beberapa pelayan yang ada didepan pintu. Ia tersenyum pada mereka, seketika mereka jadi salah tingkah dan berhamburan keluar.


Mr.Lee tetap tidak bersuara, selama para pelayan tadi tidak mengganggu ia membiarkan nya.


Daniel sudah turun dan heran melihat para pelayan nya berkerumun didepan pintu.


" Apa yang sedang kalian lakukan? " Ucapan Daniel membuat mereka kaget dan membungkuk dan memberi jalan.


Kini Daniel bisa melihat apa yang tengah para pelayan nya lihat, sosok gadis cantik dan imut tengah sibuk didapur nya. Daniel berjalan melewati mereka dan mendekati Yuna.


Para pelayan Daniel mulai bernafas lega, mereka pikir Tuan nya akan memarahi mereka.


" Aku pikir Tuan Muda akan memarahi kita, untung saja dia langsung masuk ke dalam. " Ujar salah seorang pelayan yang mendapat anggukan dari yang lain.


Mereka melanjutkan aktivitas tamu mereka didapur.


Yuna sedang fokus didapur dan tidak menyadari kedatangan Daniel. Para Koki sadar dan hendak menyapa nya tapi dengan isyarat tangan dibibir nya, mereka hanya membungkuk dan melanjutkan pekerjaannya.


" Kau begitu serius sampai sampai tidak menyadari kedatangan ku."


" Kak Daniel. Maaf aku tidak menyadari kedatangan mu. "


" Akan ku maafkan jika nanti masakan mu enak. "


" Tenang saja, meskipun aku tidak begitu pandai memasak tapi aku cukup pintar untuk memasak makanan ini, karena dulu aku sering membuat nya sendiri. "


Daniel kembali bingung dengan ucapan Yuna " Membuat nya sendiri. " Ucap Daniel dalam hati.


Daniel tidak melanjutkan obrolan karena Yuna terlihat sibuk, ia duduk disamping Mr. Lee sambil mengerjakan tugas kantor lewat laptop nya.


Yuna mulai beraksi dengan memasak semua bahan bahannya, ia memasak oseng tempe terlebih dahulu, lalu oseng tempe dan kemudian soto daging sapi. Aroma penuh rempah membuat seisi ruangan tergoda, para Koki juga terlihat penasaran dengan soto yang dibuat Yuna.


Yuna mengambil satu buah mangkok, menaruh bihun berwarna putih, potongan daun bawang, daun seledri. Ia menyiramnya dengan kuah soto yang penuh dengan bumbu rempah dan potongan daging. Terakhir dia beri taburan bawang goreng dan kerupuk.


Para Koki terlihat takjub dengan masakan Yuna.


" Kalian sudah melihat caraku menyajikan soto ini bukan? Ikuti caranya dan buat untuk semua orang. Oh iya ambil aku beberapa buah, es batu, dan sirup ya. "


Hampir dua jam Yuna berkutat di dapur, kini akhirnya selesai juga. Semua masakan nya telah tertata rapi di meja makan.


" Kak Daniel aku sudah selesai ayo kita makan. "


Daniel dan Mr.Lee beranjak dari tempat duduknya. Daniel duduk di kursi dan melihat masakan yang dibuat Yuna.


" Apa benar ini enak? Kau tidak menaruh racun didalam nya bukan? "


" Ish kakak ini jahat sekali, aku sudah susah payah membuat nya untuk mu, kakak malah begitu kalau tidak mau ya tidak usah dimakan. Paman Lee, dan Nona Oh kemari dan duduk lah! Ayo kita makan sama sama. "


" Tidak Nona, silahkan anda nikmati makan nya. " Ujar Nona Oh


Mr.Lee dan Nona Oh melirik kearah Daniel, Daniel mengangguk pelan tanda boleh bergabung.


Mereka bertiga kini memandang makanan yang ada diatas meja, mereka bingung bagaimana cara memakannya.


Yuna mengambil mangkuk nasi dan memperlihatkan cara makannya, hampir sama seperti biasanya hanya saja lauknya yang berbeda yaitu tumis kangkung dan oseng tempe.


" Kalian pasti bingung ya? Makan saja seperti biasa, hanya saja lauknya dengan tumis kangkung dan oseng tempe. "


Daniel, Nona Oh, dan Mr.Lee mulai makan seperti Yuna.


" Nona ini enak sekali. " Ucapan pertama datang dari Mr.lee


" Iya, sayuran ini sangat enak Nona. " Sahut Nona Oh


Sedangkan Daniel terlihat lahap dan tak menghiraukan orang lain di sekitarnya nya.


" Kenapa Kakak ikut makan? Padahal aku menaruh racun didalamnya. " Ujar L sinis


" Tidak apa-apa, jika aku mati kau, Lee, dan Nona Oh akan ikut bersama ku. " Daniel melanjutkan makan nya.


Selanjutnya mereka mulai mencicipi soto daging buatan L, wajah Daniel langsung berbinar dan kembali melahap makanan yang ada di mangkuknya tanpa banyak bicara.


Mr.Lee dan Nona Oh juga sama, L tersenyum. Dia senang karena mereka menyukai masakan nya.


Sementara di dapur para Koki dan pelayan juga tengah menikmati masakan Yuna, Yuna sengaja memasak banyak karena mereka terlihat penasaran dan ingin ikut memakannya juga.


Semua makanan yang ada di meja makan telah habis dan semua orang terlihat puas.


" Apa kalian mau lagi? " Tanya Yuna


Daniel langsung mengangguk


Yuna memberikan sesuatu yang terlihat menarik dan segar.


" Nona ini apa? " Tanya Nona Oh


" Itu namanya es buah. Cobalah! "


Daniel memakan es buah itu dan rasa segar seketika meluncur didalam tenggorokannya.


" Enak sekali, dimana kau belajar membuat semua ini Yuna, lain kali jika ada jamuan makan kau saja yang ku suruh untuk memasak ya. " Ujar Daniel


" Hah. Kak Daniel jangan bercanda, untuk apa aku memasak jika di dapur kakak sudah ada Koki profesional yang lebih ahli? "


" Tapi masakan mu enak. "


" Terimakasih sudah memuji ku tapi aku hanya bisa memasak makanan ini, tidak bisa yang lain. "


" Tidak masalah. "


" Bayaran ku sangat mahal. "


" Kau minta berapa? Aku kan membayarnya kau jangan khawatir. "


" Dasar sombong."


" Loh kenapa kau malah mengataiku, kau sendiri yang meminta bayaran mahal, aku punya banyak uang dan sanggup membayarnya."


" Ah sudahlah. "


Daniel tertawa melihat Yuna yang sedang kesal.


Setelah makan Yuna akhirnya pulang, sedari tadi ponselnya berbunyi, ada pesan dari Big3 yang menyuruhnya pulang. L sendiri sudah minta ijin pada Bora dan Jisoo, mereka mengijinkan L pulang telat, mereka berdua tak begitu memperhatikan karena L hanya mengatakan akan pulang terlambat karena mampir ke rumah teman, dan tidak mengatakan kalau rumah teman yang ditujukan adalah lelaki.


Baru saat sedang mengobrol dengan Shin dan menanyakan keberadaan L, barulah ia bercerita sedang berada di rumah Daniel. Tentu saja hal itu mendapatkan omelan dari Shin, kemudian Jaehyun langsung menelpon nya dan D.O meminta nya untuk pulang.


" Kak Daniel terimakasih kasih sudah mengantarkan ku, sampai jumpa. " L melambaikan tangannya.


" Sampai jumpa lagi, lain kali masak lagi dirumah ku ya. "