
Dirumah L, Hari mempersilahkan Bora dan Jisoo menggunakan kamar L, Sun-woo menggunakan kamar depan, Big3 dikamar Lantai 2 , sedangkan ia dan Arya akan tidur di kasur lantai yang akan mereka taruh di balkon.Setelah Hari menjelaskan dimana letak kamar masing-masing, mereka pun segera berpencar.
Hari dan Arya sudah mandi dan terlihat lebih segar, yang lain juga tampak sama, kini mereka merebahkan diri di kamar. Hari dan Arya menuju dapur untuk membuat sesuatu untuk mereka makan, untung saja ada Arya yang pandai memasak, jadi Arya membantu Hari memasak untuk semuanya.
Melihat kulkas yang penuh , Arya dan Hari segera membuat menu makan siang yang cukup untuk semua orang. Big3 yang sudah kelaparan segera turun saat mencium bau yang wangi, disusul Sun-woo, Jisoo memapah Bora yang tadinya menolak untuk makan.
" Setelah selesai makan, aku berencana akan kembali kerumah sakit, jadi sebaiknya kalian istirahat saja dirumah, biar nanti aku yang mengabari kondisi L. " kata Hari memecah keheningan
" Aku ikut kerumah sakit. " jawab Bora dengan cepat.
" Sayang kau disini saja bersama Jaehyun dan lainnya, wajahmu sangat pucat, kau butuh istirahat sekarang. " bujuk Jisoo
" Tapi aku ingin tahu keadaan L."
" Tenang saja, biar aku yang kembali ke rumah sakit bersama Hari dan Sun-woo, kau disini saja ya. " Bora akhirnya setuju.
Tak butuh waktu lama, Hari, Sun-woo, dan Jisoo sudah meninggal rumah, dan kembali ke rumah sakit.
Big3 sudah naik ke kamar mereka sedari tadi, usai kepergian Hari, Tiba-tiba hujan turun dan ketiganya pun tertidur, Arya sedang membereskan meja makan. Bora mendekat dan membantu Arya.
" Kakak istirahat saja, biar Arya yang membersihkan meja nya. " jawab Arya gugup
" Tidak apa-apa, aku tidak bisa berdiam diri sementara kau membersihkan semua ini sendirian, biarkan aku membantu mu. "
Arya melihat wajah Bora yang tampak murung dan tidak bersemangat, selesai membersihkan meja Bora langsung masuk kekamar L dan ia menangis, tak sengaja melihat foto 2 tahun lalu saat mereka pertama kali bertemu di jogja, Bora membaringkan tubuh ditempat tidur L sambil memeluk foto itu, hujan diluar semakin deras tanpa sadar Bora pun tertidur, begitu juga dengan big3 dan Arya.
Hari, Sun-woo, dan Jisoo sudah sampai dirumah sakit. Pak Anwar dan Bu Lilis segera menghampiri mereka.
" Kenapa kau kembali lagi? " tanya pak Anwar
" Aku ingin melihat kondisi nya, kakaknua juga bersikeras untuk ikut, tapi bagaimana dengan operasi nya pak? " Hari melihat kalau beberapa suster sudah keluar dari ruang operasi.
" Bapak belum tau, dokter belum keluar dari ruang operasi. "
Diruang yang lumayan luas itu, dr.Daniel sesekali menghela nafas di hadapan Pak Anwar, Hari, dan Jisoo
" Bagaimana operasi nya dok? " tanya Hari yang sudah tidak sabar
" Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun kondisi pasien yang bernama Elis tidak terlalu baik walaupun operasi nya berjalan lancar. "
" Apa maksud dokter? " Suara Hari mulai meninggi, Pak Anwar sampai harus menenangkan Hari agar tidak membuat keributan
" Cedera dikepala pasien cukup serius, ia mengalami gegar otak berat. " memperlihatkan hasil CT-scan otak L " Bisa Anda lihat disini ada pendarahan yang cukup parah, ada gumpalan darah yang membeku di otaknya, kemungkinan jika Pasien tersadar akan memperngaruhi saraf motoriknnya, atau bisa saja ia mengalami amnesia, selain itu kondisi paru-parunya juga membengkak dan perlu operasi kembali, tetapi kami tidak bisa melakukan nya sekarang karena kondisi pasien saat ini belum membaik, operasi yang kami lakukan hanya bisa mengeluarkan sedikit darah yang membeku di otaknya dan operasi saluran jantung Akibat hipotermia. Kekurangan darah yang dialami pasien membuat fungsi organ lain juga hampir saja rusak, jadi untuk keberlangsungan hidup pasien harus bergantung pada alat-alat medis, respon otak pasien juga saat ini masih lemah, bisa dikatakan bahwa saat ini pasien masuk dalam kondisi koma. "
Penjelasan yang panjang tersebut membuat Hari menundukkan kepala, air matanya terjatuh,Jisoo meminta pak Anwar menerjemahkan perkataan dokter tersebut, ia pun ikut menunduk dan sedih.
" Apa tidak ada yang bisa kita lakukan dokter? " tanya pak Anwar
" Kita harus melakukan operasi dan membersihkan gumpalan darah yang masih tersisa di otaknya, namun di rumah sakit ini, dokter yang belum ada dokter yang mampu melakukan nya, dan peralatan untuk operasi nya juga tidak ada. "
Jisoo kembali bertanya pada Pak Anwar " apa yang dikatakan dokter tersebut pak? "
" Dokter bilang Elis bisa saja sembuh dengan kembali menjalani operasi untuk membersihkan gumpalan darah di otaknya, namun dirumah sakit ini dokter serta peralatan yang menunjang untuk operasi tersebut tidak tersedia."
" Tolong tanyakan pada dokter tersebut, apakah pasien harus dipindahkan ke rumah sakit lain? " Pak Anwar menanyakan hal itu pada dr. Daniel
" Saya bisa merekomendasi kan rumah sakit yang bisa mengoperasi pasien." dr. Daniel menjelaskan beberapa rumah sakit besar yang ada di kota
Setelah pertemuan dengan dr. Daniel, mereka bertiga keluar dari ruangan tersebut. Jisoo menatap Sun-woo dengan berkaca-kaca.
" Ada apa? bagaimana kondisinya? " tanya Sun-woo
" Adikku koma, otaknya mengalami gegar otak parah, ada gumpalan darah yang membeku sehingga harus segera di operasi, jika tidak, Elis mungkin tidak akan bangun untuk selamanya. " Jisoo akhirnya menangis sambil terduduk menutupi wajahnya.
" Kawan jangan menyerah, kau punya teman seorang dokter yang handal dan adik yang mempunyai sebuah rumah sakit yang modern, kita bawa L pulang ke Korea, aku akan mengoperasinya. " kata-kata Sun-woo memberikan secercah harapan pada Jisoo.