
Soehanna Hall kembali menjadi tempat berlangsungnya konser Kelana. Ini menjadi tanda dimulainya tur dunia konser Kelana bertajuk Love Season yang juga merupakan album terbarunya. Tak hanya membawakan lagu yang berada di album tersebut, Kelana juga telah menyiapkan lagu yang berbeda di setiap negara.
Selama bersamamu, tak peduli deras hujan mengguyur bumi, aku akan tetap merasakan cuaca cerah berkat senyum manis bibirmu.
Bagiku sepanjang tahun seperti musim panas, berkat cahaya dari sepasang mata indah mu yang berbinar-binar.
"Itu puisi untukmu." Kelana sudah siap mengenakan setelan jas dan dasi kupu-kupu menghampiri Renjani yang sedang membaca sampul album Love Season. Kelana sengaja membubuhkan puisi pada sampul dan halaman pertama album tersebut.
Senyum Renjani mengembang makin lebar, bagaimana ia tidak berdebar setiap kali dekat Kelana sedangkan membaca puisinya saja ia dibuat melayang tak tentu arah. Sebelumnya Kelana tidak mengatakan secara khusus puisi tersebut untuk Renjani.
"Kenapa ada di semua album?" Renjani mendongak menatap Kelana yang berdiri di hadapannya.
"Supaya semua orang tahu kalau aku mencintaimu dan mereka bisa menganggap aku lelaki yang romantis."
Renjani mencibir meskipun ucapan Kelana benar. Bagi Renjani tak ada lelaki yang lebih romantis dari Kelana. Siapa yang tidak terbuai oleh rayuan Kelana melalui lagu dan gesekan violin atau denting piano di atas panggung. Kelana juga memiliki suara merdu untuk menyanyikan lagu. Ia memiliki segalanya yang disukai wanita. Maka tidak heran jika Renjani jatuh cinta lebih dulu.
"Kali ini kamu akan berada di belakang panggung, nggak apa-apa kan?" Kelana memagut dagu Renjani lalu mengecup bibirnya pelan.
Renjani memejamkan mata membiarkan Kelana menjelajahi bibirnya. Renjani menyukai sesuatu yang manis seperti kue dan coklat tapi ia juga bisa bosan. Namun hal manis yang sekarang ia rasakan tak akan membuatnya bosan.
Saat Kelana melepaskan tautan di antara mereka, barulah Renjani membuka mata. Pandangan mereka sama-sama berkabut terbuai oleh sentuhan yang singkat tapi memabukkan.
"Yana memilih lipstik yang tepat untukmu." Kelana mengusap bibir Renjani yang basah.
"Yana bilang ini kissproof." Renjani tak tahu apakah produk lipstik seperti itu benar-benar ada karena kenyatannya Kelana selalu membuat lipstiknya luntur.
Kelana duduk di samping Renjani menunggu semua persiapan selesai. Ia dengar dari Yana bahwa penonton telah memenuhi Soehanna Hall sejak satu jam yang lalu.
"Aku akan mendaftarkan Yana kuliah." Kelana sudah merencanakan hal ini sejak satu tahun yang lalu dan beberapa kali menyinggungnya dengan Yana. Kelana selalu memikirkan masa depan Yana yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri. Selama ini Yana telah bekerja dengan baik itu sebabnya Kelana ingin membalas jasa Yana.
"Yana setuju untuk kuliah?"
"Setuju dengan paksaan."
"Walaupun nggak sebaik Yana tapi aku akan berusaha mengurus keperluan kamu."
"Enggak sayang, kamu akan segera jadi Ibu." Tangan Kelana terulur untuk mengusap kepala Renjani, "aku bisa sendiri dan untuk pekerjaan, Pak Adam akan mengurusnya dibantu beberapa staf."
"Aku istrimu." Wajah Renjani muram.
"Tentu saja aku tetap membutuhkanmu." Tangan Kelana turun ke pipi Renjani lalu mengelusnya pelan.
Saat staf memanggil, Kelana beranjak dari sana bersiap menuju panggung.
"Doakan acaranya sukses." Kelana mengecup kening Renjani lalu perutnya.
"Selalu, kamu pasti bisa." Renjani menggenggam tangan Kelana yang dingin untuk beberapa saat.
Meski sudah sering tampil di depan umum tapi Kelana merasa gugup saat hendak memainkan lagu pertama. Apalagi kali ini penonton lebih banyak dari konser tahun lalu.
Kelana menyapa semua penonton yang hadir mengedarkan pandangan kepada mereka. Di antara ribuan penonton, Wira berada di barisan paling depan dengan senyum bangga.
Ini pertama kalinya Kelana melihat senyum tulus di wajah Wira. Atau Kelana yang tak pernah memperhatikan papa nya. Entahlah, yang jelas sekarang Kelana merasa hubungannya semakin baik dengan sang papa.
Wira tak pernah membela Valia secara berlebihan dan menghina usaha Kelana. Rupanya nasehat Kelana soal tidak memanjakan Valia didengar oleh Wira. Kelana juga ingin karir Valia sukses suatu hari dan untuk meraih kesuksesan tersebut harus dengan usaha keras. Jika Valia terlalu manja dan memanfaatkan Kelana, ia tak akan bertahan lama di dunia hiburan.
Penonton senyap ketika gesekan violin yang bertengger di pundak Kelana mulai mengalun lembut. Intro Azalea terdengar membuai menghipnotis penonton malam itu. Mengalirkan kehangatan ke setiap celah kecil dalam dada.
Setelah dewasa nanti, kamu akan tampil di depan ribuan penonton dan membuat mereka takjub.
Mama harus disana saat aku ada di atas panggung.
Mama akan berdiri paling depan.
Bulir air mata meleleh melewati pipi Kelana, ia selalu teringat ucapan mama nya tersebut. Ia selalu membayangkan mama nya berdiri paling depan seraya tersenyum bangga.
Aku berhasil mewujudkan mimpi Mama.
Di belakang panggung Renjani melihat penampilan Kelana melalui layar. Azalea adalah lagu favorit Renjani di album Love Season. Saat sulit tidur di malam hari lagu tersebut selalu menjadi obat baginya.
Perut Renjani yang semakin besar membuatnya sulit tidur, memutar lagu bertempo lambat menjadi pilihannya. Kadang Kelana tersinggung, apakah lagunya membosankan sehingga Renjani selalu tertidur saat Azalea diputar. Padahal Renjani justru sangat menyukainya.
Konser Kelana malam itu berlangsung dengan sukses, semua penonton menikmati setiap lagu yang Kelana mainkan. Ribuan penonton yang memenuhi Seohanna Hall bertepuk tangan mengapresiasi Kelana.
"Kamu luar biasa." Renjani merentangkan tangan menyambut Kelana di backstage.
"Terimakasih." Kelana memeluk Renjani dengan tubuh yang penuh keringat. Meskipun tidak menari ataupun menyanyi tapi memainkan violin selama lebih dari 3 jam membuatnya berkeringat. "Aku berkeringat." Gumamnya dekat telinga Renjani.
"Aku suka." Renjani berbisik, katakanlah ia gila karena menyukai bau keringat Kelana. Bukan karena Kelana selalu menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya tapi Renjani memang menyukai bau Kelana dengan atau tanpa parfum.
"Aku ganti baju dulu, mereka sudah menungguku." Kelana melihat ke arah tiga orang staf yang siap membantunya ganti pakaian dan menghapus riasan.
"Oke." Renjani melepaskan pelukannya dengan berat hati.
Sementara Kelana ganti baju, Renjani membantu membereskan barang-barang Kelana. Renjani membantu sebisanya karena jika salah bukannya beres, ia malah akan membuatnya semakin berantakan.
"Mbak Rere mau nggak?" Seorang staf menyodorkan sekotak salad buah pada Renjani. "Mas Kelana tadi pesan untuk semua orang."
"Mau, terimakasih ya." Renjani mengambil salad dengan berbagai macam buah tersebut. Tadi pagi Renjani memang mengatakan ingin makan salad buah. Alih-alih membelikan salad untuk Renjani, Kelana memesan untuk semua orang.
"Saya masih ingat satu tahun yang lalu, pertama kali Mbak Rere datang kesini dengan wajah gugup."
"Saya juga nggak bisa melupakan kejadian itu." Renjani merasa takut saat pertama kali menginjakkan kaki di gedung Antasena apalagi melihat begitu banyak wartawan yang mengarahkan kamera ke arahnya.
"Saya senang karena pernikahan kalian bertahan hingga sekarang dan kami semua berharap Mbak dan Mas Kelana selalu bahagia sampai nanti."
Mata Renjani berkabut, semua staf disini selalu memperlakukannya dengan baik padahal dulu ia hanyalah orang asing.
"Saya permisi dulu." Staf wanita berambut pendek itu undur diri melihat Kelana berjalan ke arah Renjani.
"Aku mau." Kelana membuka mulut meminta Renjani menyuapkan salad padanya.
"Aku aja belum makan." Renjani cemberut tapi ia tetap menyuapkan sepotong buah melon untuk Kelana. "Capek ya?"
"Iya tapi ini baru awal, masih ada 9 konser lagi."
"Mereka menunggumu." Renjani menepuk bahu Kelana dua kali seolah memberi kekuatan.
Besok Kelana akan berangkat menuju Italia bersama semua tim nya. Bentuk biola modern bermula di Negara Italia pada abad ke-16 sebelum menyebar ke Asia Tengah. Itu sebabnya Kelana memilih Italia sebagai negara pertama setelah tanah kelahirannya. Selain itu, sebelumnya ia juga pernah mengadakan konser disana. Para penggemar Kelana dari Italia sangat antusias menunggu kedatangan sang violinis terlihat dari komentar mereka yang memenuhi laman resmi Antasena Entertainment.