Married by Accident

Married by Accident
Sabar



"Kenapa diam saja? Pesan dari siapa?" Zeze yang baru saja memarkirkan mobilnya, merasa aneh ketika menoleh pada sahabatnya yang terlihat seperti gelisah dan wajah dipenuhi kekhawatiran.


Sementara itu, Narnia yang sebenarnya ingin sekali menghapus pesan dari nomor tidak dikenal, tapi khawatir jika sahabatnya malah akan murka dan kesal padanya. Dengan gugup ia membuka suara untuk mengatakan apa yang baru saja dilihatnya.


"Ada nomor asing yang mengirimkan video tentang Harry yang terlihat asyik mengobrol dengan anak baru itu." Narnia kini menyerahkan ponsel milik sahabatnya tersebut agar melihat sendiri secara langsung dan tidak marah padanya.


Bahkan mendengar berita itu saja sudah membuat Zeze mengepalkan tangan dan wajahnya berubah memerah. Telinganya saja terasa panas ketika mendengar perkataan dari sahabatnya tersebut.


Refleks ia saat ini fokus menatap ke arah layar ponsel yang baru saja ia tekan tombol play dan seperti apa yang didengarnya tadi, sang kekasih benar-benar asyik mengobrol dengan anak baru yang tadi dilihatnya.


"Sialan! Aku benar-benar terlalu meremehkannya. Sepertinya dia adalah seorang wanita penggoda karena telah bersuami, tapi masih berniat mendekati kekasihku. Di mana dia? Apa sudah masuk ke dalam bersama dengan pengawalnya itu?" Zeze kini memasukkan ponsel miliknya ke dalam tas.


Ia tidak ingin ketinggalan membuntuti wanita yang dianggap hanyalah seorang penggoda tersebut. Awalnya ia berpikir jika anak baru tersebut sangatlah istimewa karena bisa mengalahkan kekasih seorang Erland karena kisah cinta mereka seperti pasangan Romeo dan Juliet dan terkenal di kampus.


Sama-sama kuliah di kampus yang sama dan menjalin hubungan selama bertahun-tahun serta dianggap pasangan serasi, tentu saja membuat iri banyak orang.


Namun, kali ini kebencian mulai tertanam di benaknya ketika membayangkan jika sang kekasih bisa saja tergoda oleh anak baru tersebut.


"Wanita murah memang sangat laris dan membuat para pria gampang berpaling. Aku tidak akan membiarkan Harry terjerat rayuan wanita murahan itu!" sarkas Zeze yang kini buru-buru keluar dari mobil dan memberikan isyarat pada sahabatnya agar mengikutinya.


Kebetulan ia tidak terlambat ataupun kehilangan jejak karena wanita incarannya juga baru saja keluar dari mobil dan tengah berbicara dengan bodyguard yang menjaganya.


Mereka memilih untuk menunggu hingga wanita itu masuk ke dalam Mall dan mengikuti dari belakang.


Sementara itu, Floe yang tadinya menyuruh pengawal mengantarkan ke toko buku yang ada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta, tadinya tidak berniat untuk mengatakan pada Erland.


Namun, pengawal tetap saja tidak mendengarkannya dan menceritakan jika ia akan membeli buku tentang kehamilan serta semua yang berhubungan dengan bayi.


"Tuan Erland nanti akan menyusul karena sebentar lagi jam pulang kerja. Jadi, Nona disuruh menunggu di food court setelah membeli buku," ucap pengawal yang saat ini berjalan di sebelah majikan dengan raut wajah masam karena kesal padanya.


Merasa tidak pernah didengarkan perintahnya, kini Floe tidak lagi ingin berbicara karena merasa percuma dan membuang tenaga. Ia kini berjalan masuk menuju ke Mall dan hanya ingin membeli buku-buku yang diinginkannya, lalu beristirahat.


Tidak ingin capek dan malah berakhir pingsan di tempat umum, sehingga sadar diri jika tubuhnya tidak sekuat dulu yang bisa menghabiskan waktu di Mall untuk berbelanja.


Bahkan ia merasa risi menjadi pusat perhatian orang-orang yang menatapnya karena terlihat jelas jika ia dikawal oleh pria dengan tubuh tinggi besar tersebut. Apalagi wajah garang menjadi ciri khas seorang pengawal.


Tanpa disadarinya, dua wanita yang berjalan agak jauh di belakang tidak mengalihkan perhatian dari tadi agar tidak kehilangan jejak.


Bahkan sambil berpura-pura mengobrol layaknya tidak mengikuti orang lain agar tidak dicurigai oleh bodyguard yang sesekali mengedarkan pandangan ke samping serta belakang untuk memastikan keamanan sang majikan.


Zeze bahkan dari tadi dengan wajah masam menatap siluet wanita yang sangat tidak disukainya tersebut karena tidak bisa melupakan video yang tadi dilihatnya ketika sang kekasih seperti sudah sangat akrab dengan anak baru di kampus.


'Aku tidak akan membiarkan Harry jatuh dalam perangkap rubah betina itu,' gumam Zeze yang kini mengetahui jika wanita yang diikutinya ternyata masuk ke toko buku. Ia mendengar suara lirih sahabatnya yang berbisik.


Saat tidak mengalihkan perhatian dari wanita yang membuatnya merasa terancam posisi, Zeze mengerutkan kening ketika membaca tempat wanita itu berhenti.


Hingga ia seketika bersitatap dengan sahabatnya begitu mengetahui sesuatu hal yang baru saja dilihat.


Narnia seketika membuat gerakan menunjukkan seorang wanita yang hamil. Hingga sahabatnya menganggukkan kepala untuk mengiyakan pemikirannya tersebut.


'Jadi, dia hamil? Wah ... bukankah ini sangat luar biasa? Wanita yang sudah hamil bahkan masih berani menggoda pria lain. Aku harus bersaing dengan wanita bersuami dan tengah hamil itu?' gumam Zeze yang saat ini mengembuskan napas kasar mewakili perasaannya yang kacau balau.


Ia bener-bener merasa seperti orang bodoh karena tersaingi oleh wanita hamil dan khawatir jika sang kekasih tertarik dan meninggalkannya. Tidak ingin merasa stres dengan pemikirannya yang dianggap sangat konyol, kini ia menarik pergelangan tangan sahabatnya agar keluar dari sana.


"Kita shopping saja daripada melakukan hal tidak berguna di sini."


Narnia yang tadinya fokus melihat wanita di sebelah kanan bagian depan memilih beberapa buku tanpa membaca, seperti membeli banyak buku tanpa diperiksa terlebih dahulu.


Bahkan buku yang dipilih dipegang oleh pengawal yang siap sedia untuk membantu dan melayani sang majikan. "Jadi, tidak mau mengikutinya lagi?"


Zeze menggelengkan kepala karena berpikir jika ia sangat bodoh jika sampai merasa takut kehilangan sang kekasih hanya karena seorang wanita bersuami dan tengah hamil tersebut.


"Jangan menyiksa diri sendiri dengan hal yang konyol," sarkas Zeze yang kini berjalan ke arah pintu keluar.


Namun, ia seketika berbalik badan begitu melihat seseorang yang tak lain adalah sang kekasih tengah berjalan ke arahnya. Hanya saja ia merasa lega ketika tatapan pria itu tidak mengetahui keberadaannya.


"Ada Harry! Sembunyi!" lirih Zeze yang menatap tajam ke arah sahabatnya agar membantu mencari tempat aman agar tidak terlihat sang kekasih.


Refleks Narnia menarik pergelangan tangan sahabatnya untuk mencari tempat persembunyian agar tidak ketahuan oleh Harry. Kebetulan tadi ia juga melihat kekasih dari sahabatnya tersebut yang berjalan masuk ke toko buku.


Nasib baik pandangan Harry tadi tertuju pada ponsel dan seperti tengah membalas pesan dari seseorang. "Kenapa Harry ke sini? Apa jangan-jangan ...."


Ia tidak melanjutkan perkataannya karena khawatir jika sahabatnya akan tersinggung dan murka padanya. Jadi, memilih diam dan mendengarkan pendapat dari sahabatnya yang kini menutupi wajah dengan buku seperti orang yang sedang membaca.


Saat ini, pemikiran Zeze sebenarnya sama dengan sahabatnya karena tidak ada yang lain terlintas begitu melihat sang kekasih masuk ke toko buku yang ada anak baru tersebut setelah membatalkan acara mereka.


Ia bahkan saat ini berpikiran buruk jika pesan yang dikirimkan oleh ibu pria itu hanyalah sebuah kebohongan dan settingan semata agar bisa berduaan dengan wanita itu.


'Apa benar Harry datang ke sini untuk menemui wanita itu? Tega sekali dia padaku. Aku bahkan sangat setia dan tidak pernah melirik pria lain selain dirinya. Apa aku harus menarik rambut wanita itu untuk melampiaskan amarah?' Ia berusaha untuk menenangkan perasaannya dengan mengambil napas teratur.


Ia berpikir jika tidak boleh gegabah karena akan berakibat kehilangan sang kekasih jika melakukan perbuatan yang mengandalkan amarah.


'Sabar, aku harus melihat apa yang dilakukan Harry bersama wanita itu. Aku akan tetap seperti biasa dan bertanya padanya tanpa marah, tapi sekarang harus menahan perasaan ini agar tidak sampai menarik rambut wanita itu,' gumam Zeze yang berusaha untuk menyembunyikan diri agar tidak terlihat oleh sang kekasih.


To be continued...