Married by Accident

Married by Accident
Kecurigaan Floe



Floe baru saja tiba di rumah dan langsung disambut oleh sang ibu di depan pintu dan membuatnya merasa sangat aneh, sehingga mengerutkan keningnya.


"Bagaimana, Sayang? Apa kamu mengalami kejadian aneh di kantor? Mommy seperti mendapatkan firasat buruk tadi," ucap sang ibu yang ingin tahu apakah putrinya bertemu dengan sosok pria yang menjadi pilihan sang suami.


"Kejadian aneh apa, Mom? Tidak ada apa-apa lah. Aneh sekali Mommy ini," jawab Floe yang kini mendengar suara notifikasi dari ponsel miliknya di saku gaun yang dikenakan.


Ia langsung mengambilnya dan mulai memeriksa pesan yang diketahuinya dari seseorang, tak lain adalah Erland. Saat membaca kalimat yang tidak dipahami, membuatnya mengerutkan kening.


"Apa maksud si pecundang ini?" ucapnya yang saat ini merasa ada sesuatu yang aneh.


"Ada apa, Sayang?" Wanita yang terlihat penasaran itu langsung bergerak melihat layar ponsel milik putrinya.


Seketika ia langsung merebut benda pipih itu di tangan putrinya karena jantungnya berdetak kencang melebihi batas normal begitu membaca kalimat pertama.


"Dasar menantu tidak tahu diri!" ucapnya yang kini langsung bergerak cepat mengirimkan voice note dan berbicara dengan suara yang keras. "Jangan pernah mengacaukan pikiran dan ketenangan putriku! Kau akan berhadapan denganku jika melakukannya."


Ia bahkan benar-benar sangat gugup karena takut jika putrinya mengetahui rencana sang suami yang ingin menjodohkan dengan pria bernama aneh itu.


'Ini semua pasti karena kecerobohan suamiku. Astaga! Semoga putriku tidak berpikir macam-macam. Jika sampai putriku tahu akan dijodohkan dengan pria itu, bisa marah besar dan tidak akan bisa menerimanya. Bahkan akan sangat marah pada kami,' gumamnya yang kini menoleh ke arah putrinya.


"Mom. Apa yang Mommy lakukan?" Floe yang kini merebut ponsel miliknya dan ingin membaca sekali lagi mengenai apa maksud dari Erland, seketika menatap heran ke arah sang ibu. "Astaga! Kenapa malah Mommy hapus?"


"Mommy benar-benar tidak ingin kamu terpuruk dengan semua yang dilakukan Erland. Dia sekarang tidak punya pasangan dan pastinya akan melakukan apapun untuk bisa kembali padamu. Jadi, apapun yang dikatakannya padamu, jangan pernah memikirkannya." Sambil mengusap lembut punggung putrinya.


Floe hanya terdiam menatap ke arah depan dan membiarkan sang ibu melakukan sesuatu yang membuatnya nyaman. Hanya saja ia masih tidak begitu paham dengan apa yang dimaksud.


"Mom. Apa ada yang Mommy sembunyikan?"


"Sembunyikan apa, Sayang?" Sang ibu kini terdiam sejenak karena bingung mencari sebuah ide.


Floe bergerak ke belakang untuk melihat sang ibu yang baru saja melepaskan pelukannya. "Kenapa Erland mengirimkan pesan aneh dan Mommy langsung menghapusnya?"


Seperti tengah memutar otak, Floe berusaha untuk mencari tahu sesuatu yang membuatnya merasa curiga. Bahkan otaknya seperti tengah merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh sang ibu darinya.


Tentu saja mendapatkan tatapan mengintimidasi dari sang ibu membuat sang ibu kebingungan. Hanya saja masih mencoba untuk berakting setenang mungkin di saat hatinya serasa ingin meledak saat itu juga.


'Apa yang harus kulakukan sekarang? Putriku bahkan sudah curiga ini. Aku harus bilang apa?' gumamnya yang kini menelan saliva dengan kasar sebelum membuka suara.


To be continued...