Married by Accident

Married by Accident
Rasa ingin tahu



Hugo Madison yang tadinya sibuk bergumam sendiri di dalam hati saat mengungkapkan kebahagiaan tidak terkira yang dirasakan, tersadar dari lamunannya begitu mendengar suara bariton dari seberang telepon.


"Tuan Hugo Madison? Anda masih di sana, kan?" tanya Dhewa yang saat ini merasa yakin jika pria di seberang telepon tidak setuju dan tengah menahan marah karena perbuatannya saat tidak bisa membedakan mana urusan pribadi dan pekerjaan.


"Jika Anda mau mengakhiri kerjasama diantara kita karena kesalahan yang saya buat ini, Anda berhak melakukannya. Saya akan menerimanya karena memang bersalah saat tidak profesional dalam masalah pekerjaan." Saat ia baru saja menutup mulut, seketika mengerjakan mata karena merasa tidak percaya dengan jawaban dari seorang Hugo Madison.


"Tidak perlu berlebihan seperti itu ataupun merasa tidak enak padaku, Tuan Dhewa. Justru saya merasa sangat senang bisa berguna dengan membantu Anda. Apalagi saya juga meminta bantuan Anda untuk mengurus Floe dan mengajarinya menjadi seorang wanita yang hebat. Anggap saja masalah Anda selesai." Hugo Madison bahkan berbicara dengan penuh semangat karena usahanya untuk mendekatkan putrinya dengan pria di seberang telepon berhasil.


Bahkan ia berpikir jika nanti malam putrinya bertemu dengan ibunya Dhewa, akan mendekatkan ikatan batin antara mereka saat sering bersama. Apalagi seharian tadi bersama di lokasi dan malam hari juga akan bersama menemui ibunya Dhewa.


"Floe akan ikut ke bandara nanti malam. Kalau begitu, saya bicara dulu pada Floe. Tapi tolong nanti lindungi putriku agar tidak mendapatkan hinaan dari mama Anda, Tuan Dhewa. Apalagi Floe menyamar sebagai Ayu Ningrum yang hanya merupakan wanita biasa dan pastinya mama Anda tidak setuju karena berpikir beda kasta. Semoga putriku tidak merasakan sakit hati nanti jika dikatain," ucapnya yang ingin mendengar bagaimana tanggapan dari seorang Dhewa dalam menghadapi itu.


Meskipun semuanya merupakan sebuah akting semata, tetap saja ingin mengetahui seperti apa pria itu melindungi putrinya yang ingin dimintai bantuan untuk menyelesaikan masalah perjodohan dan ia berharap itu benar-benar berakhir.


"Anda tidak perlu khawatir, Tuan Hugo karena saya yang akan melindungi Floe agar tidak dihina oleh mama. Apalagi saya benar-benar berterima kasih pada Anda karena mau membantu dan mengerti posisi saya saat ini," ucap Dhewa yang saat ini merasa beban berat di pundaknya seketika hilang.


Ia benar-benar merasa beruntung bisa mengenal rekan bisnis yang sangat baik dan bisa mengerti posisinya saat ini. Meskipun di dalam hatinya merasa bersalah pada Floe karena harus memanfaatkan wanita itu dengan cara yang sangat licik.


'Maafkan aku Kanjeng Ratu Widodariku karena aku terpaksa menghalalkan segala cara untuk bisa membuatmu menghentikan perjodohan yang diatur orang tuaku. Semoga nanti mama bisa mengerti dan menyerah untuk menjodohkan ku dengan Camelia setelah melihat wanita secantik bidadari ini,' gumam Dhewa yang saat ini mematikan sambungan telepon setelah Hugo Madison mengatakan akan berbicara dengan putrinya.


Ia saat ini masih menatap ponsel di tangannya karena merasa tidak percaya bisa mendapatkan dukungan penuh tanpa penolakan. "Tuan Hugo Madison ternyata adalah orang yang baik, tapi kenapa putrinya tidak suka menolong ya? Apa karena dia trauma dengan lawan jenis? Makanya tidak mau saat aku menawarkan untuk berteman dengannya."


"Aaah ... tapi itu tidak masalah karena aku sudah berhasil mencari jalan keluar dari permasalahanku ini. Mama akan bertemu dengan Kanjeng Ratu Widodariku dan semoga pikirannya terbuka, akan langsung membatalkan perjodohan. Lebih baik aku mandi biar segar." Dhewa saat ini bangkit berdiri dari sofa dan berjalan masuk menuju ruangan kamar.


Bahkan ia berjalan sambil membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan dan masuk ke dalam kamar mandi. Ia yang saat ini baru saja melepaskan penutup terakhir tubuhnya, mengingat ekspresi wajah Floe yang kesal padanya tadi ketika berada di rumah sakit.


"Kanjeng Ratu Widodariku, aku jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihatmu di perusahaan. Aku akan berjuang untuk merebut hatimu dan membuatmu melupakan luka yang kamu rasakan karena masa lalumu. Aku yang akan membahagiakanmu, jadi berikan ke aku kesempatan untuk membuktikannya," lirih Dhewa yang saat ini berbicara di bawah air yang mengalir membasahi tubuhnya.


Entah mengapa ia saat ini merasa yakin dengan perasaannya karena dari dulu tidak pernah seperti ini pada wanita manapun setelah hatinya yang hancur karena dikhianati. Ia saat ini memegang dadanya untuk memastikan perasaannya ketika mengingat tentang Floe.


"Jika dipikir-pikir, ini sangat aneh karena bisa secepat ini aku merasakan sesuatu yang membuat hatiku mengarah padamu, Floella Khaisyla. Perjuanganku akan dimulai nanti malam saat kita bersama, tidak sebagai seorang atasan dan bawahan. Ini Mungkin memang hanyalah sebuah akting semata di matamu, tapi sebenarnya aku benar-benar ingin memperkenalkanmu pada mamaku."


Dhewa yang kini semakin merasa yakin dengan perasaannya, melanjutkan aksi ritual membersihkan diri. Berharap nanti saat bertemu dengan Floe, terlihat lebih segar dan pastinya makin tampan.


Berharap wanita yang sanggup menggetarkan hatinya tersebut bisa membuka diri dan mau memberinya kesempatan untuk lebih dekat. "Buka hatimu agar kita bisa berteman dan memulai hubungan kita. Berawal dari sebuah pertemanan yang akan berakhir menjadi percintaan, itulah harapanku saat ini."


Dhewa yang beberapa saat kemudian selesai mandi, kini menatap penampilannya di cermin besar yang ada di ruangan kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk sebatas pinggang. "Aku jadi penasaran dengan suaminya. Seperti apa pria itu? Aku harus mencari tahu."


Ia pun keluar menuju ke ruangan kamar dengan kaki telanjangnya yang kini langsung mengambil ponsel miliknya. Tentu saja saat ini langsung mengirimkan pesan pada Hugo Madison dengan bertanya mengenai mantan suami Floe. Berharap rasa ingin tahunya terjawab karena saat ini ingin membandingkan dirinya dengan suami Floe.


"Tampan mana aku dan suaminya? Aku jadi penasaran," ucapnya yang kini baru mengirimkan pesan pada Hugo Madison.


Apa saya boleh tahu nama suami putri Anda? Saya tidak ingin melakukan kesalahan di dekat putri Anda. Jadi, berpikir untuk mencari tahu mengenai apa yang membuatnya senang dan juga berhati-hati agar tidak membuatnya tersinggung ataupun salah bicara.


Sebenarnya ia merasa sangat konyol ketika mengirimkan pesan tersebut, tapi tidak peduli karena hanya ingin tahu seperti apa pria yang telah menyia-nyiakan wanita yang menurutnya secantik bidadari itu.


To be continued...