
Kamu adalah
Hadiah terindah dari
Tuhan
Anna
Selamat Membaca
Mengandung beberapa umpatan
Kasar yang tak cocok
Untuk anak di bawah umur.
Setelah berbelanja Anna memutuskan untuk minum kopi di Coffee Shop. Dia sedang ingin minum kopi.
Di temani Sean mereka berjalan santai, sesuai keinginan Anna. Setelah sebelumnya Sean meletakan barang belanjaan Anna di mobil, hari ini mereka akan berjalan layaknya pasangan normal tanpa jas, urusan kantor, Bodyguard dan sebagainya walau begitu Sean tetap menyuruh pengawalnya berjaga dari jarak jauh mengunakan penyamaran.
"Anna" teriak seorang gadis berambut pirang tak kala Anna memasuki Coffe Shop. Gadis itu memeluk Anna erat.
"Kate" balas Anna tak kalah senang, setelah sekian lama tak bertemu.
"Kau ada di London juga" tanya Kate tak percaya, sementara matanya menatap pria tampan di samping Anna, seolah bertanya siapa Sean.
"Dia suamiku" jawab Anna cepat melihat raut Kate "Kami tinggal di London"
"Waw selamat ya Anna, kenapa kau tak mengundangku saat pernikahan mu? Apa kau lupa pada sahabatmu ini"
Anna tersenyum kikuk, bagaimana Accident terjadi di hari pernikahannya. Beruntung sejak awal Dady hanya mengundang orang yang benar-benar penting saja.
Anna menggelengkan kepalanya "Maafkan aku, malam nanti datanglah ke rumahku untuk pesta ulang tahunku"
Kate tersenyum "Happy birthday"
"Terimakasih"
"Oh ya kalian ingin minum kopi kan? Bagaimana kalau bergabung denganku, akan ku kenalkan dengan seseorang" tawar Kate pada Anna dan Sean, Anna tampak bersemangat tapi Sean tetap terlihat datar, pria itu memang tak bisa beramah-tamah.
"Tawaran yang bagus Kate tapi aku harus meminta persetujuan suamiku dulu" Anna menoleh kepada Sean "Bagaimana Honey bolehkan?" tanya Anna manis sekali. Sean mengerjabkan matanya tak percaya, sosok manis di depannya, biasanya Anna akan mengumpat. Sean menganggukkan kepala tanpa berkata apapun, dia hanya tersenyum.
Kate mengajak Anna ke mejanya, ada 4 kursi. Terpisah dari meja lainya, di batasi oleh kaca bening. Mungkin ruang ini adalah tempat yang di sewa khusus.
Aroma khas kopi menguar di indra penciuman Anna, dia dulu suka sekali menikmati kopi saat senja.
Kate memesankan pesanan milik Anna sambil memanggil pria yang akan di kenalkan.
"Perkenalkan tunangan ku Alexander"
"Anna" Anna tersenyum ramah, sementara Sean menatap Alexander menyelidik.
"Kau" ucap Sean tak percaya "Ku kira dunia ini luas. Katakan padaku bagaiman cara ******** ini bisa mendapatkan dirimu" Sean menoleh ke arah Kate.
Alexander tertawa "Aku juga tak mengira ******** sepertimu mendapatkan bidadari seperti dia"
Kate dan Anna berusaha menguasai keadaan "Jadi kalian saling mengenal" tanya Kate dan Anna bersamaan.
Sean dan Alexander menganggukkan kepalanya sambil ber tos ria "Kami dekat" ucap Sean "Ralat maksudnya sahabat dekat"
"Waw ini akan menjadi double date yang menyenangkan". Kate bersuara riang, tepat saat pesanan mereka datang.
Selanjutnya obrolan di isi dengan obrolan Anna dan Kate, candaan mesum yang di lontarkan Sean dan Alex. Sean dan Alexander tak ada bedanya, sama-sama otak mesum tapi romantis.
"Kalian berdua nanti malam jangan lupa datang ke pesta ulang tahun istriku" Ucap Sean sesaat sebelum Sean dan Anna meninggalkan Coffee Shop.
***
Anna memutar tubuhnya di depan kaca, gaun putih membungkus tubuhnya indah. Bagian depan menutup dada Anna dengan sangat baik sementara belakang tubuhnya sedikit terbuka, memberikan kesan anggun dan sexsi secara bersamaan. Terasa sangat pas dan nyaman di tubuh Anna.
"Luar biasa nyonya Xavier anda terlihat sempurna" puji stylish yang menangani gaun Anna.
"Terimakasih"
***
Anna menatap pantulan wajahnya di cermin, Riasana sederhana tapi elegan melekat di wajah cantik Anna, rambut sedikit kecokelatan di sangul ke atas, meninggalkan beberapa anakan rambut yang menjuntai, menampilkan leher jenjang Anna.
Sean tampak rapi dengan tuksedo berwarna putih, memang Sean mengambil tema putih, entah bagaimana pria itu menyiapkan segalanya tapi Anna bahagia, setidaknya dia bisa kembali tersenyum.
Perias pergi saat Sean datang, pria itu membawa sesuatu di tangannya, kotak berwarna biru. Anna tak tau apa isinya.
"Aku punya kejutan untukmu"
Anna menaikan satu alisnya "Apa"
Sean menunjukan kotak yang dia bawa, Anna membaca sekilas, sebuah merk perhiasan ternama. Sean membuka kotak yang dia bawa, satu set perhiasan dari berlian dan emas putih, sangat berkilau. Anna menutup mulutnya tak percaya, padahal ber set perhiasan menumpuk tak berguna di lemari tapi pria itu benar-benar memboroskan banyak uang.
Untung kaya.
Anna diam, membiarkan Sean memasangkan dua anting dan kalu pada tubuhnya tak lupa cincin berlian di jari indah Anna. Untuk sesaat Sean terdiam melihat wajah istrinya, sebenarnya mau bagaimanapun Anna dia akan tetap mencintai Anna, tak peduli apakah Anna mau membalas perasaan atau tidak. Sean merasa nyaman di samping Anna.
"Ada apa?" tanya Anna "Apa ada yang aneh dengan riasan wajahku? Apa aku tak cantik?"
Sean menggelengkan kepalanya, menarik tangan Anna "Tidak ada, ayo kita turun mereka harus melihat siapa nyonya Xavier*
"Aku gugup"
"Pegang tanganku, tak akan ada yang aneh percayalah"
Anna memejamkan matanya, menarik nafas panjang lalu menghembuskan perlahan.
"Aku siap"
***
Lampu pesta tiba-tiba padam, semua orang mendadak panik, tak lama kemudian lampu sorot menyoroti arah tangga utama. Di sana Anna dan Sean saling bergandengan menuruni tangga, semua terdiam menyaksikan hal itu, terlihat seperti pasangan sempurna.
Seperti sihir Anna seperti mendapat kepercayaan diri, menaikan dagu Anna berjalan dengan tenang di samping Sean. Kegugupanya hilang perlahan.
Anna dan sampai di bawah, lampu kembali menyala. Sean mengandeng tangan Anna menuju podum.
"Sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih terhadap kalian semua yang telah repot-repot datang ke pesta ini. Aku ingin mengenalkan kepada kalian semua istriku yang paling cantik Anna Kimberly"
Anna tersenyum, perasaanya menghangat, merasa di anggap ada.
Kate menyengol lengan Alex "Kau tau beruntung sekali memiliki suami seperti Sean, sangat romantis dia tau bagaimana cara memperlakukan wanita dengan baik"
Alexander tau, Kate menyindir dirinya "Memangnya bagaimana selama ini aku memperlakukan dirimu. Kau tau Kate bersyukurlah aku tak mengusirmu dari Apartemenku seperti jalang lainya. Aku memperlakukan dirimu sangat baik"
"Aku bukan jalang Al kau tau itu"
Al tersenyum miring "Kalau kau bukan jalang kenapa kau menjual tubuhmu padaku? Apa itu namanya bukan jalang Kate"
"Ada beberapa hal yang tak harus kau tau Al dan asal kau tau aku bukan jalang"
Kate pergi meninggalkan Alexander, perasaanya benar-benar terluka. Seharusnya sejak awal Kate tau bahwa Alexander hanya menaruh minat pada tubuhnya bukan dirinya. Kate terlalu bodoh hingga mencintai pria kurang ajar seperti Alex.
***
Kalian pilih Mana
Sena - Anna
Atau
Kate - Alexander
Btw aku lagi mikir visualisasi dari mereka, rencana pengen buat cerita Sakura tapi kayaknya bagusan Kate dulu deh.
Wkwkwkw
Jangan Lupa Like dan Komen
Salam Sayang