
Kamu milikku dan selamanya
Akan begitu
Sean
Selamat Membaca
Dua minggu sejak kepulangan Anna dari rumah sakit, Sean menjadi lebih baik. Bahkan Anna tak menyangka jika dia adalah Sean yang selama ini dia kenal. Sean menjadi suami yang posesif melarang Anna melakukan kegiatan apapun selain istirahat.
Mendengar cerita masa lalu Sean Anna menjadi bersimpati, tapi dalam otaknya juga berputar berbagai pertanyaan bagaimana Dady bisa selamat? Apa yang mereka rencanakan. Apa hanya Anna di sini yang tak boleh tau segalanya di sini.
"Apa yang kau fikirkan sayang" tanya Sean sambil melihat Anna, pria itu baru saja selesai mandi. Rambutnya basah dan perut yang membentuk indah membuat Anna meneguk ludahnya kasar.
Sialan Sean rutuk Anna dalam hati.
Anna menggeleng, memfokuskan dirinya membaca buku yang dia bawa, dan sial ini adalah buku romance.
Anna membuang buku sialan itu, memilih bersender dan memejamkan mata. Sebuah kecupan di bibir Anna membuat dia terbangun.
"Kau"
Anna menatap Sean, dua minggu Sean harus menahan hasrat pada istrinya. Pria itu tak mau berlama-lama lagi.
"Bagaimana kalau malam yang panas"
Anna menggeleng pura-pura menolak.
"Ayolah sayang kau juga pasti sangat merindukan diriku bukan"
Entah bagaimana pria itu sudah ada di depan Anna, tanpa aba-aba Sean mengecup leher mulus istrinya meninggalkan jejak kemerahan tanda kepemilikan.
Anna kembali terbuai, jari-jari Anna menelusup ke dalam rambut kepala Sean dan meremasnya pelan.
"Se,,anh sto,,,ph" bisik Anna dan Sean tak akan menghentikan apapun. Dan selamanya Anna adalah milik Sean.
***
Anna membuka kelopak matanya pelan, tak ada siapapun. Mungkin Sean telah berangkat ke kantor, pria itu biasanya selalu menunggunya bangun.
Entah mengapa Anna sedikit kecewa. Pria itu tak menemani pagi harinya, padahal hari ini Minggu dan mereka sering menghabiskan waktu bersama.
Anna membuka selimut, tubuhnya terbalut kemeja kebesaran milik Sean. Hotpants warna putih juga terpasang manis di tubuh indah Anna, mungkin Sean sedang berbaik hati.
Anna menatap sekeliling, di mana para Maid yang membantu dirinya mandi. Anna memutuskan untuk keluar kamar menguraikan rambut hitam untuk menutupi bekas Sean malam tadi.
Anna menuruni tangga, dan rumah ini terasa sepi. Para Bodyguard yang biasanya bersliweran pun tak terlihat, Anna kembali melangkahkan kakinya ke ruang utama.
Tepat di sana kelopak mawar menjatuhi tubuh Anna, seperti hujan. Anna senang, dia berputar Indah menikmati setiap kelopak yang jatuh. Apakah ini perbuatan Sean?
Seorang Maid datang, memberikan sebuah kertas untuk Anna.
Temui aku di di depan rumah sayang
Tertanda
Suami paling tampan
Anna tersenyum membaca pesan dari Sean, dengan riang Anna melangkahkan kaki keluar rumah, jarang sekali pria itu membuat dirinya bebas ke luar rumah.
Anna menutup mulut tak percaya, di sana tertata meja rapi dengan menu sarapan. Sean tampak tampan dengan baju koki, pria itu tersenyum ramah kepana Anna.
"Sean kau" ucap Anna tak percaya
"Selamat sarapan sayang" Sean mempersilahkan Anna duduk, dengan cekatan membuat menghidangkan sarapan untuk istrinya.
"Sean kau yang memasak ini semua" tanya Anna tak percaya. Rasanya benar-benar lezat.
Sean mengangguk "Semuanya untukmu sayang"
Anna tersenyum senang, dia menghabiskan sarapan dengan lahap, jarang sekali Sean bersikap baik begini. Mungkin Sean sudah sadar.
"Sudah selesai, katakan sayang kau mau kemana hari ini aku akan menemani dirimu"
Anna menatap curiga Sean "Kau sedang tidak sakit kan?"
"Apa maksudmu"
"Karena hari ini adalah hari ulang tahunmu"
Hari ulang tahun? Anna lupa, dia benar-benar lupa bahwa hari ini ulang tahun dirinya yang ke dua puluh lima.
"Selamat ulang tahun istriku sayang" Sean mencium pipi Anna "Semoga tetap cantik dan seksi seperti ini terus"
Anna menatap Sean tajam. Do'a macam apa itu. Memutar matanya sebal.
Sementara itu Sean gemas dengan ekspresi Anna, rasanya dia ingin mencium bibir sexsi itu kembali, atau membuat tanda karya di tubuh Anna. Tapi hari ini Sean harus menahan dirinya, hari ini adalah milik Anna.
"Aku ingin berbelanja, berjalan-jalan di pusat kota saat malam, menikmati es krim dan bertemu Dady"
"Semua untuk dirimu sayang tapi yang terakhir belum bisa aku lakukan"
"Kenapa?katanya semuanya?"
Sean menggeleng "Dunia ini tak seindah yang kau lihat, tak serakah yang kau kira ada banyak hal tersembunyi setelah pesta malam nanti kita bertemu Dady"
"Pesta?" tanya Anna penasaran
"Iya pesta sayang, pesta ulang tahun untuk dirimu. Semua orang harus tau siapa nyonya Xavier itu"
"Bagaimana jika aku menolak"
"Kau tak punya pilihan lain Anna"
"Baiklah tuan pemaksa, kita mulai dari mana"
"Berbelanja?"
***
Sean benar-benar menyesali keputusan untuk menemani Anna berbelanja, wanita itu terus mengajak dirinya memutari seluruh pusat perbelanjaan. Mengikuti dirinya sambil membawa belanja mirip seorang pelayan, padahal dia suaminya.
"Itu normal Sean, pria lainya juga sering membawakan barang para istrinya" kata Anna sambil tersenyum manis, rencananya Sean akan menyewa tempat ini untuk istrinya Anna, tapi wanita itu berkeras ingin berbelanja seperti orang biasanya.
"Sean bagus yang putih atau hitam" Anna menunjukan dua gaun cantik, berbelahan dada rendah dengan punggung terbuka. Pasti akan sexsi di gunakan untuk tubuh Anna.
"Putih" jawab pria itu datar.
Anna tampak berfikir "Sepertinya bagus yang hitam, akan terlihat sexsi di tubuhku"
"Kau lebih sexsi tanpa mengenakan apapun sayang" bisik Sean sambil mengerling nakal.
"Dasar pria mesum"
"Ambil dua-duanya jika kau suka"
"Benarkah?" Anna berbinar, dua gaun ini adalah keluaran terbaru dan limited edition. Hanya di buat sebanyak tujuh buah dan Anna adalah salah satu yang memilikinya, bukankah sangat menyenangkan.
Anna tak menampik bahwa dirinya adalah wanita yang suka berbelanja, jika punya uang kenapa tidak? Yang penting dia tak merugikan siapapun. Anna sering pergi ke salon agar terlihat cantik, merawat kulit tubuhnya agar terlihat indah. Tapi tetap saja gen dari ibunya yang menang, Anna tetap cantik meskipun bangun tidur, tetap terlihat menawan meski tak mengunakan make up apa-apa dan dia sangat bangga dengan gen yang telah ibunya turunkan.
Anna bukanlah orang yang suka terlihat cuek dengan penampilan, tapi bukan berarti terobsesi. Anna hanya merawat apa yang ada dan hasilnya memang luar biasa.
Lamunan Anna buyar saat pria itu kembali menarik dirinya untuk melanjutkan belanja, Sean menarik dirinya ke victoria secret.
Anna sudah menebak apa yang Sean berikan untuk dirinya, dia memaksa Anna memilih beberapa pasang pakaian dalam wanita yang cukup sexsi.
"Dari mana kau tau ukuran milikku" tanya Anna menyelidik.
"Karena sering aku pegang"
"Sean!"
**Jangan lupa di
Like
Kasih lope dong
Buat
Anna-Sean**