
aku menuruni anak tangga satu persatu dengan pakaian sekolah lengkap, terlihat mba ayu yang di bantu tari menyiapkan sarapan untuk ku. aku menoleh ke arah ruangan yang terletak di samping ruang keluarga yang aku lewati, ruangan itu adalah kamar ayah dan bunda, terlihat pintu kamar masih tertutup rapat dan tak ada tanda tanda bunda sudah pulang.
aku berjalan menuju garasi untuk memastikan kembali, tapi mobil bunda tidak terlihat di sana, akhir nya aku menyerah dan menuju ruang makan.
" ko cuma ada satu piring sih tar ????? "
" emng nya kamu mau makan pake berapa piring ???? "
mba ayu menoleh ke arah tari, khawatir anak nya menyinggungku dengan jawaban nya.
" kamu ngg sarapan ???? "
" aku nanti sarapan bareng ibu "
aku menghampiri tari di dapur yang sedang sibuk mengelap meja dapur, aku ambil lap nya dan menarik tangan nya untuk duduk di meja makan bersamaku, aku juga menarik tangan mba ayu yang sibuk mencuci wajan wajan kotor bekas memasak.
lalu dengan cepat aku mengambil dua buah piring lengkap dengan sendok nya, aku letakan piring piring itu di atas meja makan tepat di depan mba ayu dan tari.
" ok nanti aku bantu kalian beresin dapur, tapi kalian temenin aku dulu sarapan ok "
tari dan mba ayu menatapku dan tersenyum, mereka nampak nya tau betul apa yang sedang aku rasakan.
" kenapa malah senyam senyum??? mau aku sendokin makanan nya ??? "
buru buru mba ayu mengambil makanan di meja yang sudah ia sediakan.
" dasar manja !!! sarapan doank minta di temenin "
ledek tari dengan tersenyum.
" alaaaaah.....kamu ajah kalau makan harus bareng mba ayu Mulu, apa ngg sama ajah hayoh "
" aku kan harus berbagi makanan sama ibu "
" ya berarti bersyukur donk harus nya aku ajak makan bareng, jadi ngg usah berbagi "
mba ayu memegang tanganku dan tari yang saling meledek sambil makan.
" sssstttt.....makan dulu yang betul biar ngg keselek "
mba ayu membuat ku dan tari berhenti berdebat dan saling ledek, sambil terus tersenyum aku melahap semua makanan yang sudah beralih di piring milik ku.
" aku berangkat sekolah bareng kamu ya tar pake angkot "
" ko tumben?? "
" nanti siang ka Yugi mau jemput aku di sekolah "
" ok "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
saat itu ka Yugi melihat ayah dan tanteu Riska dalam satu ruangan, kedua nya tidak menyadari keberadaan ka Yugi kala itu.
tanteu Riska yang menggunakan dress merah menghampiri ayah perlahan dan langsung mendaratkan bibir nya tepat di atas bibir ayah, dengan santai ayah membalas kecupan tanteu Riska hingga terjadilah saling *****.
ka Yugi yang tidak pernah menyangka hal itu merasa seakan kehilangan sosok yang selama ini dia banggakan, sosok yang selama ini dia anggap sebagai panutan, dan tanpa ka Yugi sadari perlahan kejadian itu membuat ka Yugi mengalami depresi ringan.
ka Yugi berjalan sempoyongan ke arah dapur dan mengambil sebotol air mineral di dalam lemari es, nafas nya kini sedikit teratur dan kaki nya mulai bertenaga menopang tubuh nya yang kurus, bahkan kaki nya pun sama kecil nya dengan milik ku.
ka Yugi bergegas ke kamar mandi, dia menghabiskan waktu cukup lama di kamar mandi, bukan untuk buang air besar atau sekedar mandi saja, tapi ka Yugi akan menangis diam diam saat berada di kamar mandi dan keluar saat dia sudah merasa lega.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bel berbunyi tepat sesaat setelah aku dan tari duduk di bangku kita masing masing, ya hampir saja aku dan tari terlambat ke sekolah.
" yaaa.....aku belum beli permen di kantin, permen ku abis "
rengek ku yang memang terbiasa memakan permen saat jam pelajaran di mulai, itu membuatku menghilangkan rasa jenuh ku selama di kelas, dan sudah di pastikan aku akan bosan lalu mengantuk kalau ngg ada permen.
" salah sendiri, di bilangin angkot tuh tiap pagi pasti pada penuh !!!! ya masa kamu mau nunggu sampe siang biar bisa naik angkot kosong "
" ya kan aku pikir ngg semua anak sekolah naik angkot tar "
" menurut mu anak sekolahan cuma yang sekolah di sini ajah gitu "
tari yang ngg mau kalah trus menyalahkan aku gara gara ngg mau naik angkot yang banyak penumpang nya, maklum lah ini pertama kali nya aku berangkat sekolah pake angkot.
pintu kelas terbuka, dan Bu Dea wali kelas sekaligus guru matematika masuk dengan seorang laki laki di belakang nya, anak laki laki itu seusiaku dan itu sudah pasti karna dia menggunakan seragam yang sama dengan ku.
anak laki laki itu tersenyum sambil sesekali menundukan kepala nya, dia manis, dan memiliki mata yang indah. anak anak perempuan di kelasku pun langsung antusias saat melihat anak laki laki itu, mereka saling berbisik mencari tau syapa anak laki laki yang sekarang berdiri di depan papan tulis sambil masih tersenyum menahan malu.
Bu Dea mempersilahkan anak laki laki itu untuk memperkenalkan diri setelah meminta kita untuk tidak berisik.
" saya Revan, saya baru saja pindah dari Surabaya, jadi mohon bantuan teman teman semua agar saya bisa lebih akrab dengan kalian "
anak anak perempuan di kelasku langsung histeris berteriak saat Revan memperkenalkan diri dengan segala pesona nya, terkecuali aku dan tari, ya kami berdua tidak tertarik sama sekali dan terkesan bodo amat pada Revan.
alasan ku bersikap seperti itu tentu karna aku udah punya Alfin, dan itu sudah tidak perlu lagi di jelaskan karna bagiku Alfin lebih tampan dari pada Revan, kalau tari ?? entah lah, mungkin memang perbawaan nya dia yang santai jadi dia tidak terlalu suka bereaksi pada apapun, termasuk pada cowo ganteng.
setelah selsai Revan memperkenalkan diri, akhir nya dia di persilahkan duduk oleh Bu Dea, Bu Dea meminta Revan duduk tepat di belakangku, tempat duduk paling belakang yang memang sudah lama kosong.
di sekolahku kita memang duduk sendiri sendiri, tari duduk tepat di depan ku dan aku barisan kedua paling belakang, sebenar nya tari sudah memilih tempat duduk paling depan waktu itu, hanya saja aku yang meminta nya pindah ke belakang dekat dengan tempat duduk ku.
Revan berjalan menuju tempat duduk nya, tapi begitu di depan ku dia berhenti sejenak dan menoleh ke arah ku.
" Yuri ya ???? "
sedikit terkejut, tapi tetap berusaha santai aku membalas menoleh ke arah nya, Revan hanya tersenyum saat aku menatap nya dan pergi menuju tempat duduk nya.