
ka Yugi mengusap wajah nya kasar kemudian mengambil kembali hp nya yang sudah ia lempar ke atas meja, ka Yugi berusaha menelpon ku tapi tetap engga ada jawaban dari ku.
ka Yugi lalu menelpon rumah dan bicara dengan mba ayu.
" hallo mba ??? "
" Iyah den "
" Yuri di rumah ???? "
" Iyah den, non Yuri ada di rumah "
" jangan biarin dia nonton tv atau liat berita di hp gimanapun cara nya "
" memang nya kenapa ya den ??? "
" ayah bikin ulah dengan wartawan, tolong ya mba jaga Yuri biar ngg liat berita, soal nya besok dia ujian "
" Iyah den "
ka Yugi segera mematikan telpon nya dan langsung mengambil peralatan kerja nya lalu pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bel berbunyi, mba ayu segera membuka gerbang sesaat setelah menerima telpon dari ka Yugi.
Alfin berdiri di depan gerbang dengan motor matic nya, dia tersenyum ramah pada mba ayu sambil sedikit membungkuk kan badan nya.
" Yuri nya di rumah mba ???? "
" Iyah ada, ayo masuk nak Alfin, tadi non Yuri udah pesen sama mba ayu "
" makasih ya mba "
Alfin mendorong motor matic nya masuk ke dalam garasi dan duduk di teras.
" masuk nak Alfin, nunggu di dalam ajah "
" gak apa apa mba aku nunggu di sini ajah, lebih enak "
mba ayu tersenyum dan hanya mengangguk pada Alfin. mba ayu lalu pamit untuk masuk ke dalam menemuiku.
aku baru saja keluar dari kamar ku dan mulai menuruni anak tangga.
" non Yuri, nak Alfin udah di depan "
" oh udah nyampe ya mba "
" Iyah non, tapi ngg mau masuk kata nya nunggu di luar ajah "
" iiiish anak itu, ya udah mba gak apa apa biarin ajah aku langsung ke depan "
aku dengan segera menuruni anak tangga dan setengah berlari keluar untuk menemui Alfin, pintu yang memang di biarkan terbuka oleh mba ayu bisa langsung memperlihatkan Alfin meski aku masih di ruang tamu.
Alfin membaringkan tubuh nya di teras tanpa alas apapun, beberapa buku tergeletak di samping nya tepat di atas tas yang dia kenakan.
aku menghampiri Alfin dengan wajah berseri seri sambil tidak berhenti tersenyum, begitu sudah berada tepat di samping nya aku menurunkan tubuhku dengan kedua lutut menjadi tumpuan nya.
dengan cepat aku mengecup kening Alfin yang sedikit tertutup rambut nya, terlihat Alfin tersenyum saat menyadari kedatanganku dan langsung terbangun duduk di samping ku.
" seneng banget ya aku ke sini "
" Iyah donk.....masuk yu....kita duduk di teras atas ajah "
Alfin hanya mengangguk dan langsung merapihkan buku nya beserta tas nya.
aku dan Alfin bergandengan menaiki anak tangga satu persatu hingga sampai di teras atas tepat samping kamarku.
Alfin menyodorkan buku yang dia bawa tadi pada ku setelah kita berdua mulai duduk.
" apa ini ??? "
" buku "
" aku tau, maksud nya buku apa ??? "
" buku latihan buat ujian, aku beli dua tadi di toko buku "
" biar kamu juga bisa lulus dengan nilai yang memuaskan sayang "
" makasiiiiiih "
aku memeluk Alfin setelah menerima buku tersebut, rasa nya senang bercampur terharu dengan sikap Alfin, karna keluargaku saja bahkan tidak pernah terpikirkan untuk melakukan hal yang sama meskipun mereka tau besok aku akan ujian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
suara lonceng toko berbunyi membuat tari menoleh ke arah pintu, terlihat sosok laki laki berbadan kurus berjalan ke arah tari, wajah nya sedikit tertutup topi yang dia kenakan.
begitu berdiri tepat di hadapan tari laki laki itu menoleh ke kanan dan ke kiri seperti mencari sesuatu.
tari melirik laki laki itu yang mulai melepaskan topi milik nya, rupa nya itu ka bara, ka bara langsung menanyakan keberadaan ku pada tari yang masih berdiri menunggu pesanan kue dari ka bara.
" karyawan magang itu kemana??? "
" karyawan magang ???? "
kening tari mengerut merasa bingung dengan pertanyaan yang ka bara lontarkan, bagaimana tidak, selama ini bunda tidak pernah mempekerjakan karyawan magang di toko nya, dan satu satu nya karyawan yang bekerja separuh waktu hanya dirinya sendiri.
" Iyah, yang waktu itu masih pake seragam sekolah terus ........ aaah maaf sebaik nya aku memesan dulu pesanan ku ya "
ka bara tersenyum begitu melihat wajah tari yang kebingungan.
" silahkan ka pesan yang mana ??? "
ka bara kemudian memilih beberapa kue favorit nya dan satu buah kopi dingin, sambil menunggu kopi pesanan nya ka bara duduk di meja pojok tempat yang sama saat dulu dia pertama kali melihatku.
ka bara menyenderkan punggung nya dan tatapan nya tertuju pada pintu toko, sesekali dia menunduk pada ponsel nya kemudian kembali melihat ke arah pintu toko.
beberapa menit kemudian tari mengantarkan kopi pesanan nya ke meja ka bara.
" silahkan ka kopi nya "
ka bara hanya mengangguk sambil tersenyum pada tari, setelah ka bara menerima kopi milik nya tari langsung berbalik untuk kembali ke meja menunggu pembeli lain datang.
hari sudah semakin sore, ka bara masih saja duduk di tempat itu tak peduli berapa kopi yang dia sudah habiskan, dan setiap kali lonceng pintu toko berbunyi mata nya tidak sedikitpun berpaling untuk memperhatikan siapa yang datang.
ka bara melirik jam tangan yang dia kenakan, jam sudah menunjukan pukul 6 sore, langit senja yang semula terlihat Oren cerah kini mulai meredup berganti menjadi kelabu dan hampir gelap.
tari yang mencoba untuk tidak memperhatikan ka bara berusaha bersikap biasa saja dan merapihkan meja meja yang baru saja di tinggalkan pembeli.
tapi pada akhir nya tari tidak bisa menahan diri untuk tidak mencari tau sebenar nya siapa yang ka bara tunggu sejak tadi, akhir nya tari menghampiri ka bara yang mulai sibuk dengan ponsel nya.
" permisi ka, apa orang yang Kaka tunggu masih belum datang ??? "
ka bara tersenyum pada tari, terlihat sedikit malu tapi tetap terlihat santai.
" sebenar nya aku nungguin temen kamu yang dulu bantuin kamu buat negur ibu ibu yang komplen dengan pesanan nya "
tari mengerutkan kening nya mencoba mengingat kejadian yang baru saja ka bara ceritakan.
setelah beberapa saat, tari ingat dengan kejadian yang ka bara maksud barusan lalu tari terkekeh merasa lucu.
" ooooh ..... jadi karyawan magang yang Kaka maksud itu dia "
" aaaah.....kamu tau sekarang ??? "
" tapi dia bukan karyawan magang ka, dia cuma iseng ajah bantuin aku kerja "
kali ini giliran ka bara yang mengerutkan kening nya.
" maksud nya ??? "
" seperti nya hari ini dia ngg bakal datang ka "
" benarkah ???? "
" hmmmm.....aku yakin, lagi pula sebentar lagi toko tutup, apa Kaka masih mau nungguin dia di sini ? "
" gitu ya...... hmmmmm....boleh ngg klo saya tunggu sebentar lagi di sini, ya barangkali tiba tiba dia datang, aku pengen banget ketemu soal nya "
" Iyah ka gak apa apa, tapi aku udah ngasih tau ya ka kalau dia ngg bakal datang "
tari tersenyum sambil pergi meninggalkan ka bara yang masih duduk di tempat duduk yang sama.