H.U.R.T

H.U.R.T
empat belas



bunda turun terus menutup wajah nya di dalam mobil, terlihat begitu banyak perasaan yang dia tahan.


kali ini bunda dan ayah memang sudah berjanjian untuk bertemu di sebuah cafe dekat kantor ayah, bunda merapihkan rambut nya yang memang sedikit berantakan dan menarik nafas panjang sebelum akhir nya membuka pintu mobil dan turun.


bunda berjalan menuju salah satu meja di dalam cafe, terlihat ayah sudah duduk di sana dan sibuk dengan ponsel nya.


semenjak berita itu di luncurkan ayah memang banyak di hubungi para wartawan dan teman teman nya untuk mengkonfirmasi tentang berita bunda yang berselingkuh.


bunda duduk tepat di hadapan ayah tanpa menyapa terlebih dahulu, ayah yang sudah mengetahui kedatangan bunda pun masih bersikap seolah tidak ada siapa pun.


" kita harus bicara dengan Yuri dan Yugi baik baik "


" untuk apa??? mereka akan tau berita nya "


" kamu ngg bisa seperti itu mas, membuat berita yang tidak sesuai dengan yang terjadi "


" aku sudah peringatin kamu untuk tidak melanjutkan perceraian bukan "


" tapi mas, wanita mana yang bisa diam saja kalau suami nya ...... "


bunda sedikit menarik nafas nya berusaha menguatkan hati nya sendiri.


" bagaimana dengan kamu sendiri ??? "


" bisa ngg mas berhenti menyalahkan ku, aku seperti itu karna mas berbuat seperti itu lebih dulu "


" kalau begitu urus saja anak anak mu sendiri "


" ya ..... memang seharus nya mereka tidak memiliki ayah seperti mu sejak awal "


bunda langsung beranjak dari tempat duduk nya dengan menahan emosi yang hampir meluap.


kali ini ayah memang sudah keterlaluan pada bunda jadi wajar bunda merasa emosi dan pergi begitu saja.


bunda menangis dan berteriak di dalam mobil meluapkan apa yang sudah memenuhi dadanya hingga terasa sesak.


bagaimana tidak, ayah yang berselingkuh dengan adik kandung nya sedang kan bunda yang harus menerima kecaman dari orang orang sekitar karna berita yang ayah buat, berita yang menyebarkan bahwa bunda yang pertama kali berselingkuh dengan om Redy.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hari ini hari Senin, hari pertama aku melaksanakan ujian, pagi yang mendung membuatku sedikit bermalas malasan di atas tempat tidur.


suara gemericik air hujan mulai terdengar di depan kamar ku, tak terlihat sedikitpun sinar matahari yang biasa nya menembus jendela kamarku.


dengan berat aku mengangkat tubuhku dan mulai berjalan menuju kamar mandi. tak perlu waktu lama akhir nya aku selsai bersiap siap lengkap dengan seragam dan ikat rambut hitam yang ku simpan di pergelangan tangan ku, sedangkan rambutku yang masih basah aku biarkan tergerai begitu saja.


aku keluar kamar dan mulai menghampiri tari yang sudah siap di tempat makan sambil membuka buku milik nya, mengulang semua materi dari awal sampai akhir.


" kamu udah sarapan dari tadi tar ??? "


" belum, aku nunggu kamu turun, oh Iyah tadi ka Yugi telpon dia lagi di jalan buat nganterin kita ke sekolah "


" kenapa ??? "


" apa nya yang kenapa ??? "


" kenapa ka Yugi mau nganterin, kita kan bisa pake payung "


" aku udah bilang gitu, tp ka Yugi maksa, aku takut kalau ka Yugi udah maksa "


" hmmmm.....kalau di pikir pikir, kenapa ka Yugi engga menelponku ya, tapi malah telpon kamu tar "


ukhu ukhu ukhu .....


tari yang baru saja melahap makanan nya mendadak tersedak mendengar ucapan ku, bukan nya langsung memberikan minum aku malah semakin menggoda tari dengan tersenyum pada nya.


" hp mu mati kali "


" ngg tuh......"


lagi lagi aku tertawa melihat tari yang kali ini salah tingkah.


" ya udah lupakan, ayo lanjut makan, nanti telat "


aku hanya terus tertawa melihat tari yang semakin salah tingkah dan tidak berani menatapku secara langsung.


" ka Yugi mau anterin aku apa tari ??? "


sambil tersenyum aku menggoda ka Yugi yang tidak bereaksi apapun, sedang kan tari terlihat salah tingkah dan langsung menundukan kepala nya.


" mana hp mu ??"


" kenapa???? "


" kamu lagi ujian, jadi hp Kaka pegang "


" engga engga......itu nama nya engga ngehargai privasi aku "


" matikan hp nyak Kaka engga bakal aktifin sampe kamu selsai ujian "


" apaan sih ka, gak lucu tau "


" kamu tanggung jawab Kaka, jadi udah seharus nya Kaka kaya gini "


aku mulai menekuk wajah ku, menurut ku kali ini ka Yugi terlalu berlebihan.


walaupun ka Yugi sebenar nya hanya bermaksud untuk melindungi ku agar tidak terganggu dengan berita ayah dan bunda.


ka Yugi mengambil ponselku secara paksa dan langsung mematikan nya, sedangkan aku yang engga terima dengan sikap ka Yugi langsung meninggalkan meja makan tanpa menghabiskan makananku.


" ka, apa ka Yugi engga berlebihan sam Yuri ya "


tari mencoba menjadi penengah antara aku dan ka Yugi, tari tau betul kalau aku tidak akan suka di perlakukan seperti itu, ka Yugi juga sebenar nya tau hanya saja dia engga mau aku tau berita bohong yang di buat ayah sehingga mungkin aku akan membenci bunda.


" kamu sudah tau berita nya kan ??? "


tari mengangguk pada ka Yugi.


" kalau begitu kamu tau alasan aku seperti ini, oh ya.....berarti kamu juga tau harus seperti apa menjaga Yuri sekarang "


tari menganggukkan kembali kepala nya dan mulai membereskan piring kotor milik nya.


" ka Yugi mau sarapan dulu??? "


" engga usah, beresin ajah......abis itu kita berangkat "


dengan cepat tari mengangguk dan bergegas merapihkan semua makanan yang ada di meja.


tari memberi isyarat pada ka Yugi kalau dia sudah siap untuk berangkat, bukan nya berjalan menuju pintu ka Yugi malah menghampiri tari terlebih dahulu.


sekarang ka Yugi dan tari sudah saling berhadapan, ka Yugi memberikan hp milik Yuri pada tari.


" simpan ini tanpa Yuri tau, dan........... makasih udah jaga Yuri "


mata tari tertuju pada mata ka Yugi yang juga menatap tari, terlihat ketulusan pada ka Yugi untuk Yuri, bahkan tari juga melihat raut wajah ka Yugi yang banyak sekali menahan lelah, marah dan sedih yang menjadi satu.


tari mengambil hp milik Yuri dan langsung memasukan nya ke dalam tas yang mungkin tidak terlihat oleh siapapun termasuk Yuri.


" ka Yugi baik baik ajah kan ??? "


ucap tari sambil menutup kembali tas selempang milik nya.


" mungkin satu pelukan bisa membuat aku lebih baik "


kali ini wajah tari terasa lebih hangat dan memerah, tari semakin salah tingkah saat ka Yugi tidak melepaskan tatapan nya pada tari.


" maksud ka Yugi ??? "


" kamu engga perlu berpura pura engga ngerti tar, lagi pula aku engga minta sekarang "


tiiiiiiiiiiiid tiiiiiiid.....


suara kelakson mobil menghentikan obrolan antara ka Yugi dan tari yang memang sudah mulai membuat tari semakin salah tingkah.


" kaya nya Yuri udah kelamaan nunggu ka "


tari bergegas berjalan menuju mobil di ikuti ka Yugi yang berjalan sambil mengacak acak rambut nya.