H.U.R.T

H.U.R.T
Lima belas



bel berbunyi, ujian hari ini akhir nya selsai meski di iringi dengan rintikan hujan yang tidak berhenti sejak pagi tadi.


alfin berlari memasuki kelasku dan langsung menghampiri aku yang masih meregangkan semua otot otot badan ku yang ikut menegang di hari pertama ujian.


Alfin duduk di hadapanku dengan bersemangat, dia tersenyum dan mata nya terlihat memancarkan kebahagiaan yang luar biasa, Alfin menyodorkan sebuah kertas ke arahku sambil terus tersenyum.


" apa ini ??? "


" baca ajah "


aku membaca nya dengan teliti, terlihat nama sebuah universitas yang selalu Alfin bicarakan padaku, kali ini dada ku mulai berdebar saat membuka lembaran berikut nya.


kata demi kata selsai ku baca, rupa nya itu surat penerimaan mahasiswa baru yang di tujukan untuk Alfin.


" kamu lulus tes Fin "


ada perasaan senang yang bercampur dengan kesedihan di dadaku, kedua nya bergejolak seakan tak ingin menerima kenyataan bahwa aku harus berpisah dengan Alfin dalam waktu yang cukup lama.


" Iyah Ri.......jadi setelah selsai ujian aku udah bisa langsung berangkat "


" jadi kamu engga bisa rayain kelulusan bareng aku donk "


" jangan sedih gitu donk, aku janji selama kita ujian dan sebelum aku berangkat aku bakalan ada buat kamu terus "


" aku seneng ko Fin "


Alfin menggenggam tangan ku, dan entah bagaimana tiba tiba air mata keluar begitu saja dari kedua mataku.


" loh ko nangis "


wajah Alfin berubah seketika, senyum nya berganti jadi wajah yang penuh perhatian dan kekhawatiran.


Alfin menghampiriku dan menyenderkan kepala ku tepat di dada nya secara perlahan.


" it's ok sayang......semua akan baik baik ajah, aku bukan ninggalin kamu, aku cuma pergi sementara ajah "


tangis ku semakin tak bisa di hentikan, Alfin mengerti dan tidak membiarkan aku beranjak sedikitpun, tangan nya terus memeluk ku, sesekali dia juga mengusap pundak ku dengan lembur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Revan kembali mundur saat melihat aku dan Alfin di ruangan kelas ku, dia tersenyum dan berjalan menuju parkiran untuk pulang.


Revan berniat untuk mengantarkan ku pulang, hanya saja pemandangan yang dia lihat saat itu tidak memungkinkan Revan untuk melanjutkan niat nya.


dengan terus tersenyum sambil tertunduk Revan menutupi wajah nya dengan topi hitam yang dia kenakan.


akhir nya Revan sampai di parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil nya lalu pergi begitu saja tanpa melepaskan topi yang tetap dia gunakan.


mobil Revan berhenti di sebuah sebuah jalan sepi, tepat di bawah pohon yang cukup rindang, itu sebuah jalan menuju tempat industri jadi wajar jalanan itu sepi dan hanya beberapa kendaraan saja yang melintas.


entah apa yang di pikirkan Revan saat itu, yang jelas dia begitu ingin berada di samping ku, Revan kembali membuka berita dari hp nya, ya berita bunda dan ayah yang tadi pagi dia baca, mungkin itu lah alasan kenapa Revan begitu ingin menemani aku saat ini.


bibir nya tersenyum sinis, Revan melempar hp nya ke tempat duduk di samping nya yang kosong.


ingatan nya kembali pada waktu di mana ayah dan ibu nya bertengkar hebat saat dia berusia 4 tahun hingga mengakibatkan perceraian, seperti nya Revan cukup trauma dengan sebuah pertengkaran, beruntung nya dia menemukan ayah sambung yang baik dan penuh kasih sayang jadi trauma nya sedikit demi sedikit bisa terobati.


setelah beberapa saat berhenti Revan kembali menyalakan mobil nya dan mulai meninggalkan tempat itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


akhir nya bunda memutuskan untuk turun dan menungguku di luar mobil.


dengan bersandar pada mobil milik nya, bunda memperhatikan satu persatu orang yang keluar dari sekolah, tinggal beberapa orang saja yang masih berada di sekolah termasuk aku.


akhir nya aku yang berjalan keluar bersama Alfin melihat bunda yang memarkir mobil nya tepat di depan gerbang sekolah, dengan perasaan senang bercampur kaget dan terharu aku segera melambaikan tangan ku pada bunda, bunda yang melihat itu pun membalas melambaikan tangan nya padaku.


hari ini cukup banyak sekali kejadian yang membuatku terkejut, tapi juga membuatku menjadi tak karuan.


sebentar merasakan senang tapi sebentar lagi merasa sedih, seharian berkecamuk dengan perasaan itu untuk hari ini.


aku berlari menghampiri bunda dan segera memeluk nya, tak ada kecurigaan apapun yang terbersit di pikiran ku saat ini.


" bunda aku kangeeeeen "


bunda membalas pelukan ku dan mencium kening ku, bunda juga mengusap rambutku, kemudian mata bunda tertuju pada Alfin yang mulai menghampiriku dan bunda.


" apa kabar Tante?? "


bunda mengerutkan kening nya, menatapku sambil mengangkat sebelah mata nya.


" itu Alfin bunda, pacar aku "


bunda hanya tersenyum saat aku mengenalkan Alfin pada bunda, melihat bunda yang mulai melihat ke arah nya Alfin segera menyalami bunda dengan rengkuh.


" kamu engga apa apain anak Tante kan ???? "


" bundaaaaaa.......ko bunda ngomong nya gitu sih ??? "


aku sedikit merasa tidak nyaman dengan pertanyaan bunda, bukan karna aku dan Alfin pernah berbuat hal tidak wajar tapi rasa nya bunda seperti mengintimidasi Alfin di pertemuan pertama nya.


Alfin hanya tersenyum pada bunda dan tetap berkata sopan menanggapi pertanyaan bunda.


" engga ko Tan, justru aku yang jagain anak Tante selama ini "


" syukur lah, kamu tau Tante jarang ada di rumah kan ??? "


Alfin hanya mengangguk sambil tersenyum pada bunda.


" Tante harap kamu benar benar bisa menjaga Yuri dengan baik "


kali ini Alfin melihat ke arahku lalu tersenyum lagi pada bunda.


" Iyah Tan, aku bakal berusaha jadi penjaga Yuri yang baik "


" ya udah, kamu pulang kemana biar sekalian Tante antar "


" oh engga usah Tan, aku pulang sendiri ajah "


" ya udah kalau gitu, Tante sama Yuri duluan ya "


Alfin mengangguk dan melambaikan tangan nya pada ku, aku memasuki mobil bunda setelah membalas lambaian tangan Alfin pada ku.


alfin terus melihat ke arah mobil bunda yang melaju sebelum akhir nya mobil menghilang dari pandangan Alfin setelah melaju ke arah jalan yang sudah di padati kendaraan.


Alfin berjalan menuju parkiran dan menaiki motor milik nya, ya hari ini Alfin sengaja berangkat sekolah dengan motor nya, dengan maksud ingin mengantarkan ku pulang selama ujian ini, itu karna keberangkatan nya untuk kuliah di luar negri hanya tinggal menunggu ujian selsai, maka dari itu Alfin berniat lebih banyak menghabiskan waktu bersama denganku, sayang nya hari ini bunda datang menjemputku setelah sekian lama tidak melakukan hal itu padaku, jadi Alfin harus mengalah pada bunda.